<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164</id><updated>2012-02-03T18:18:10.325+07:00</updated><title type='text'>Remang-remang</title><subtitle type='html'>Aku ini seorang tunanetra. Katanya sih penyebabnya adalah Retinitis Pigmentosa. Makanya aku menjuluki diriku sendiri: "Si gadis remang-remang", karena duniaku memang selalu terlihat remang-remang, redup, nyaris padam! :)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1401088401336257970</id><published>2015-05-25T19:50:00.000+07:00</published><updated>2011-05-26T14:34:24.037+07:00</updated><title type='text'>Hai, aku Rachel, si gadis remang-remang!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ow6x_Xt4I/AAAAAAAAAGU/Mqx9EAeoAAg/s1600-h/9319_100294106656550_100000278828191_5126_4743862_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ow6x_Xt4I/AAAAAAAAAGU/Mqx9EAeoAAg/s200/9319_100294106656550_100000278828191_5126_4743862_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443216886040344450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, Diary!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalin, aku Rachel, si gadis remang-remang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, kok, remang-remang?&lt;br /&gt;Emangnya seneng sama suasana yang remang-remang ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, tentu tidak!&lt;br /&gt;Hehehe..., pasti otaknya udah langsung nyangkut di selokan deh!&lt;br /&gt;Emang sih, kalau nyebur ke selokan kan suasananya jadi remang-remang, ditambah lagi baunya yang aduh hai, bikin mata jadi merem melek!!&lt;br /&gt;Emangnya remang-remang selalu harus dikaitkan dengan hal-hal yang negatif?&lt;br /&gt;nggak, kan?&lt;br /&gt;kususnya buatku yang emang kondisi matanya udah remang-remang dari sononya, redup, hampir padam!ibarat batu batrai sih, udah seharusnya di lembiru, alias lempar beli yang baru!&lt;br /&gt;Eitz!!!&lt;br /&gt;Tapi itu kan cuma berlaku pada batu batrai, lho, nggak berlaku buat cewek semanis diriku! hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, gimana, Diary?&lt;br /&gt;Bersedia kan kamu jadi teman si gadis remang-remang kayak aku ini?&lt;br /&gt;bersedia aja, deh!dari pada benjol, kena pentung tongkat putihku ini! hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kenalan yuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Rachel. Lengkapnya: Rachel Stefanie Halim Perdana Kusuma Jakarta Cengkareng Indonesia Raya Merdeka Merdeka!&lt;br /&gt;Duh, kepanjangan!&lt;br /&gt;Sampai Halim aja deh, biar bisa langsung lewat Tol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul di dunia, tepatnya di kota Sukabumi pada bulan ke sebelas, tahun ke- 1981, pada hari ketiga setelah hari Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, hari Pahlawan itu tanggal berapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau dianggap cukup penting, mendingan tanya guru sejarah dulu deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Diary, berarti kita sudah jadi teman kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti juga bersedia buat dengerin cerita-ceritaku, tentang hidup seorang gadis remang-remang dalam dunia yang remang-remang?&lt;br /&gt;Hehehe, sudah kuduga, pasti kamu bersedia dan senang mendengar cerita-ceritaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya aku bisa lebih disayang, aku mau bercerita dulu tentang perjalanan hidupku dari kecil hingga sekarang ini, bagaimana awalnya aku bisa punya mata yang remang-remang dan mampu bertahan dalam dunia yang remang-remang pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/05/di-tengah-keterbatasanku.html"&gt;Http://remang-remang.blogspot.com/2008/05/di-tengah-keterbatasanku.html&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kan seperti pepatah yang mengatakan: 'tak kenal maka tak sayang'.&lt;br /&gt;Jadi, kenalilah diriku lewat cerita-ceritaku, biar aku makin disayang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/daftar-isi.html"&gt;*DAFTAR ISI*&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1401088401336257970?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1401088401336257970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1401088401336257970' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1401088401336257970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1401088401336257970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/05/hi-diary.html' title='Hai, aku Rachel, si gadis remang-remang!'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ow6x_Xt4I/AAAAAAAAAGU/Mqx9EAeoAAg/s72-c/9319_100294106656550_100000278828191_5126_4743862_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4321729773041560185</id><published>2012-01-02T13:28:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T13:28:41.074+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Dimana Kau?</title><content type='html'>Suatu malam, kala aku sedang berdoa sendiri di dalam kamar, hatiku sungguh merasa hampa dan kosong, seolah-olah Tuhan berada sangat jauh, hingga rasanya doaku takkan sampai dan takkan terdengar oleh-Nya. Tiap doa yang kuucapkan sepertinya selalu mentok di langit-langit kamar, dan mental kembali kepadaku, benar-benar membuatku frustasi dan luar biasa sedih. Tak ayal lagi, air mata pun mulai mengalir. “Tuhan, di mana Kau?” hatiku menjerit. Tiba-tiba saja sekujur tubuhku terasa sangat lelah, keputusasaan menyergap jiwaku, dan aku pun segera menghempaskan tubuhku ke bantal, lalu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekonyong-konyong aku mendengar sebuah suara yang berkata dengan lembut: &lt;br /&gt;“Imani saja kalau Aku berada dekat denganmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku tertegun, otakku secara reflek langsung bekerja mencerna perkataan yang baru saja kudengar itu, namun dalam waktu bersamaan hatiku pun bertanya, “Apa?”&lt;br /&gt;Aku berharap suara itu kembali berbicara, hanya untuk memuaskan keinginan manusiawiku yang ingin mendengarnya lagi. Tapi tentu saja suara itu tak lagi terdengar, karena sebenarnya aku sudah menangkap perkataan itu dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih selama dua atau tiga menit aku hanya merenungkan perkataan itu. Perlahan-lahan hatiku mulai menggembung kembali dengan harapan dan sukacita yang tiada tara. Seketika itu juga perasaan kecewa, sedih dan putus asa lengser dari kedudukannya, langsung digantikan dengan perasaan damai dan teduh yang terasa menyejukan jiwa, karena kutahu kini kalau sesungguhnya Tuhan berada teramat sangat dekat denganku, bahkan Dia baru saja berbicara padaku. Cepat-cepat aku bangun dari bantal dan kembali duduk untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku tak peduli lagi apakah doaku akan selalu mentok di langit-langit kamar atau hanya seperti hawa mulut yang langsung menguap lenyap, serta perasaan hatiku yang kosong melompong, hampa dan terasa gelap. Yang aku pedulikan kini adalah Tuhan begitu mengasihiku dan selalu bersedia mendengar setiap doaku, meski pun hanya sebuah doa yang kekanak-kanakan, tidak tertata rapi, dan terkesan amburadul dengan kata-kata sehari-hari seorang anak kecil kepada ayahnya, asal doa itu kuucapkan dengan hati yang tulus dan penuh kerinduan kepada Tuhan, maka pastilah Tuhan akan bersedia mendengarnya, walau mungkin jawaban yang kuterima dari-Nya hanyalah sebuah senyuman dan kedipan mata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4321729773041560185?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4321729773041560185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4321729773041560185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4321729773041560185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4321729773041560185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2012/01/tuhan-dimana-kau.html' title='Tuhan Dimana Kau?'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4363945843144454842</id><published>2011-12-12T10:02:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T10:02:54.386+07:00</updated><title type='text'>Sharing Hati</title><content type='html'>Saat aku menyerahkan segala kekuatiranku pada Yesus, maka hatiku akan menjadi lebih damai. Kepercayaan pada keputusan Tuhan menyembuhkan luka dan kepedihan hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4363945843144454842?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4363945843144454842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4363945843144454842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4363945843144454842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4363945843144454842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/12/sharing-hati.html' title='Sharing Hati'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8490731834865152133</id><published>2011-12-05T09:36:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T09:36:37.746+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Tuhan Tahu Akan Segalanya</title><content type='html'>Ketika kau berpikir tentang persoalanmu,&lt;br /&gt;seolah Tuhan jauh, dan mengabaikan seruanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kau gelisah akan hari depanmu,&lt;br /&gt;seolah tiada lagi yang kan dapat menolongmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Dia yang menanam telinga kita,&lt;br /&gt;masakan Dia tak mendengar.&lt;br /&gt;Dia pun yang membentuk mata kita,&lt;br /&gt;masakan Dia tak memandang.&lt;br /&gt;Tuhan tahu akan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/EKofLL1eVP0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8490731834865152133?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8490731834865152133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8490731834865152133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8490731834865152133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8490731834865152133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/12/lagu-tuhan-tahu-akan-segalanya.html' title='(Lagu) Tuhan Tahu Akan Segalanya'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/EKofLL1eVP0/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1994141417399258272</id><published>2011-10-20T11:06:00.001+07:00</published><updated>2011-10-20T11:06:13.126+07:00</updated><title type='text'>Renungan Anak : Keledai Yang Rendah Hati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://aux4.iconpedia.net/uploads/902548726.png" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="256" width="256" src="http://aux4.iconpedia.net/uploads/902548726.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Amsal 29:23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kancil, kuda dan keledai adalah sahabat dekat. Mereka selalu bermain bersama-sama. Meskipun kuda dan kancil sering mengata-ngatai keledai si bodoh, namun keledai tidak pernah marah atau tersinggung. Keledai tetap menunjukan sikap bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keledai memang binatang yang lamban dan bodoh. Setiap kali mereka sedang bermain, keledai selalu jadi yang terbelakang. Sementara kuda dan kancil merupakan binatang yang cepat, pintar dan tangkas, dan mereka merasa bangga dengan kelebihan yang mereka miliki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untung aku tidak seperti si keledai dungu!" Kata kuda dengan bangga saat mereka sedang berlomba menangkap kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Beruntung juga aku adalah seekor kancil yang dapat berlari sangat cepat dan terkenal cerdik!" Timpal si kancil tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar celotehan kedua temannya, keledai hanya menunduk sedih. Sudah seharian dia berlari-lari mengelilingi taman, namun tak satu pun kupu-kupu berhasil dia tangkap. Sementara kuda sudah berhasil memperoleh lima kupu-kupu, dan kancil enam kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huh," Terdengar kuda mendengus, "Seberapa pun cepatnya kau berlari, tetap saja masih lebih cepat aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak saja!" sahut kancil marah, "buktinya aku bisa mendapatkan kupu-kupu lebih banyak dari pada kamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu karena... Brak!... Aduh!" Kuda yang sedang memandang kancil sambil berlari mengejar kupu-kupu tak sengaja menabrak pohon sampai terjatuh dan kepalanya pusing tujuh keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hua ha ha ha ha..." Kancil tertawa terbahak-bahak sambil melompat-lompat kegirangan. "Tahu rasa kamu, kuda!" serunya mencemooh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keledai yang sedang beristirahat karena sudah lelah mengejar kupu-kupu yang belum juga berhasil dia tangkap, memandang kuda dengan perasaan kasihan, lalu dia menghampiri kuda dan mengusap-usap hidung kuda yang bengkak akibat terbentur batang pohon tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuda yang melihat kebaikan keledai menjadi malu dan menyesal karena sudah mengolok-oloknya, sementara itu kancil masih menertawai kuda habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan aku, keledai, karena aku sudah jahat padamu." kata kuda penuh penyesalan. "Ternyata kamu adalah teman sejati. Aku bersyukur sekali memiliki teman baik dan rendah hati sepertimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kancil yang mendengar perkataan kuda langsung terdiam. Dia sadar bahwa dirinya bukan teman yang baik, bukan teman sejati karena sudah bersikap sombong dan bergembira di atas penderitaan sahabatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan aku juga ya, keledai." kata kancil kemudian kepada keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keledai pun mengangguk sambil tersenyum bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari itu, kancil dan kuda tak pernah lagi mengata-ngatai keledai, melainkan mereka mencontoh sikap keledai yang selalu sabar dan rendah hati. Dengan demikian, mereka menjadi lebih bahagia dan rukun satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus,&lt;br /&gt;belajarlah bersikap seperti keledai yang rendah hati, tidak sombong, tidak suka membalas perbuatan jahat dengan perbuatan jahat lagi, melainkan dengan perbuatan penuh kasih, maka kita akan menyenangkan hati Tuhan, karena Tuhan memberi pujian kepada setiap anak-anak-Nya yang rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, berilah kepadaku roh yang rendah hati dan penuh kasih, agar aku dapat menjadi saksiMu dan selalu menyenangkan hatiMu yang kudus dan penuh dengan belas kasih. Di dalam namaMu aku berdoa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa kami...&lt;br /&gt;Salam Maria...&lt;br /&gt;Kemuliaan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1994141417399258272?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1994141417399258272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1994141417399258272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1994141417399258272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1994141417399258272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/10/renungan-anak-keledai-yang-rendah-hati.html' title='Renungan Anak : Keledai Yang Rendah Hati'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2560709437806768422</id><published>2011-10-19T18:21:00.002+07:00</published><updated>2011-10-19T18:21:50.181+07:00</updated><title type='text'>Renungan Anak : Anak Pemalas Kena Batunya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.clipartguide.com/_thumbs/0060-0502-1619-4950.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="84" width="100" src="http://www.clipartguide.com/_thumbs/0060-0502-1619-4950.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Amsal  21:25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Ficka sudah diangkat anak oleh orang tua Icha. Oleh karena itu, Ficka dan Icha selalu terlihat bersama-sama, baik saat di sekolah, maupun di rumah. Ayah Icha memang mendaftarkan Ficka di sekolah yang sama dengan anaknya, agar mereka bisa selalu bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ficka sadar kalau dia hanyalah seorang anak angkat, makanya dia selalu bersedia membantu apa saja yang dia bisa lakukan. Seperti membantu ibu angkatnya membereskan rumah, memasak, sampai membantu Icha mengerjakan PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Icha selalu menyuruh Ficka mengerjakan apa saja yang dia minta, seperti mengambilkan minum, membereskan mainan yang baru saja selesai dimainkan oleh mereka berdua, menyetrikakan baju seragamnya, sampai mengerjakan semua tugas-tugas sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas, Icha sengaja duduk satu meja dengan Ficka, sehingga saat ujian, dia bisa menyontek jawaban Ficka, karena Ficka sudah belajar di rumah, sementara dia sendiri hanya bermalas-malasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buat apa aku belajar, toh, nanti aku tinggal menyontek saja hasil jawaban Ficka!" Kata Icha ketika ditanya ibunya mengapa dia tidak belajar seperti Ficka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha memang sudah merasa keenakan dengan adanya Ficka di sampingnya. Dia berpikir kalau Ficka takut padanya, karena Ficka hanyalah seorang anak angkat yang menumpang di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saat ujian kelulusan dilaksanakan, Seperti biasa Icha tidak mau belajar sama sekali, karena dia sudah yakin kalau dia bisa melihat jawaban Ficka yang duduk tepat di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ketika ujian sudah hendak dimulai, tiba-tiba saja guru pengawas menyuruh beberapa murid untuk bertukar tempat duduk, dan salah satunya adalah Ficka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ficka, kamu bertukar tempat duduk dengan Bernad!" seru guru pengawas itu kepada Ficka yang langsung meninggalkan tempat duduknya dan menuju ke tempat duduk Bernad, sementara Bernad berpindah duduk di sebelah Icha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini, wajah Icha langsung saja menjadi pucat. Tidak pernah disangka sebelumnya kalau dia akan duduk berjauhan dengan Ficka, apalagi sekarang yang duduk di sebelahnya adalah Bernad yang juga merupakan anak malas belajar, dan sering mendapatkan nilai buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mati deh aku sekarang!" keluh Icha dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha sama sekali tidak dapat menjawab satu soal pun. Ketika dia hendak melirik jawaban Bernad, tiba-tiba saja kepalanya bertuburkan dengan kepala Bernad yang ternyata juga sedang mencoba melirik jawaban Icha. Sesaat mereka berdua saling berpandangan sambil mengusap-usap dahi mereka yang terasa sakit, akibat tadi saling berbenturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha benar-benar merasa menyesal sudah malas belajar. Tak dapat ditahan lagi dua air mata jatuh membasahi kertas ujian yang terletak di atas meja. Sekarang sudah terlambat. Semuanya hanya gara-gara dia menjadi anak pemalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hasil kelulusan diumumkan, Ficka bersorak senang karena dia merupakan anak terbaik di kelasnya. Tapi kegembiraannya itu tidak bertahan lama ketika dia mendengar bahwa Icha tidak lulus ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, adik-adik yang manis, jadilah anak yang rajin seperti Ficka, karena anak pemalas suatu hari nanti pasti akan kena batunya. Gunakanlah kedua tanganmu untuk bekerja, membantu sesama, dan belajar. Keinginan besar akan menjadi sia-sia jika tidak disertai tangan yang rajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sayang kepada anak yang rajin, dan Dia pasti akan memberkati anak-anak yang tidak suka bermalas-malasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, ampuni saya jika selama ini saya merupakan anak yang pemalas. Malas belajar, malas membantu orang tua, dan juga suka malas berdoa. Saya mohon, berilah saya roh yang rajin, tangan yang rajin, dan kehendak untuk menjadi anak yang rajin, agar saya bisa menjadi berkat bagi orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2560709437806768422?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2560709437806768422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2560709437806768422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2560709437806768422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2560709437806768422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/10/renungan-anak-anak-pemalas-kena-batunya.html' title='Renungan Anak : Anak Pemalas Kena Batunya'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2124134773156265494</id><published>2011-10-10T11:50:00.002+07:00</published><updated>2011-10-10T11:50:28.462+07:00</updated><title type='text'>Renungan Anak: Si Kera Nakal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.howstuffworks.com/gif/how-to-draw-animals-31.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://static.howstuffworks.com/gif/how-to-draw-animals-31.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius&amp;nbsp; 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu pagi yang cerah, ada seekor kera nakal yang sedang berjalan-jalan di kebun buah-buahan yang sangat luas milik pak tua, sambil sesekali ia melompat ke dahan-dahan pohon dan memetik buahnya untuk dimakan. Sudah banyak jenis buah yang berhasil ia makan, tapi ketika dia sedang asyik menikmati sebuah apel yang rasanya sangat manis, tak sengaja matanya melirik sebuah pohon yang berbuah lebat dan berwarna merah.&lt;br /&gt;Air liurnyapun menetes membayangkan betapa enaknya rasa buah-buah merah itu yang belum pernah dia cicipi seumur hidupnya.&lt;br /&gt;Akhirnya kera nakal itupun membuang setengah apel yang belum dihabisinya, dan langsung melompat ke pohon berbuah merah itu. Dengan tak sabar, ia memetik beberapa buah sekaligus dan langsung memakannya dengan sangat lahap.&lt;br /&gt;Awalnya dia tak merasakan rasa asli dari buah merah itu, karena dipikirannya saat itu, buah itu pasti mempunyai rasa yang sangat manis dan menyebarkan bau yang sangat harum.&lt;br /&gt;Tapi setelah beberapa saat, ia mulai merasakan sesuatu yang panas di dalam perutnya, dan lidahnya terasa sangat pedas. tak dapat dibendung lagi, air matanyapun mengalir deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, tidak!" jeritnya panik.&lt;br /&gt;"Mengapa aku jadi merasa begini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah tak tertahankan lagi, kera itu pun berlari-larian mengelilingi pohon itu, yang ternyata merupakan pohon cabai, dan sambil berteriak-teriak, ia terus melompat-lompat seperti kera gila. Mulutnya menganga lebar, wajahnya menjadi semerah cabai yang baru saja dia makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong..., tolong....!!, sh sh sh sh shhah ahhah... perutku panas sekali..., seperti terbakar...!!" Ia terus berlompatan ke sana-kemari.&lt;br /&gt;"Air..., air..., sh sh sh shhah shhah..., aku butuh air...!!" " Kini dia berguling-guling di atas tanah, sambil terus berteriak-teriak.&lt;br /&gt;Akhirnya tak lama kemudian, si kera nakal itupun jatuh pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, dari balik pepohonan, seorang bapak tua pemilik kebun tersebut datang menghampiri si kera yang masih pingsan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aha, ini dia kera nakal yang suka mencuri buah-buahan milikku!" Kata si bapak tua sambil memondong tubuh si kera, lalu dibawanya ke belakang rumahnya.&lt;br /&gt;Di situ sudah tersedia sebuah sangkar cukup besar untuk meletakkan si kera yang belum juga siuman dari pingsannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kera itu sadar, dilihatnya bahwa kini dia sedang berada di dalam kurungan milik pak tua. Betapa sedih hatinya, dan dia pun menyesali perbuatannya yang terlalu serakah dan tidak pernah merasa cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, adik-adik yang manis, kita sudah membaca kisah kera yang tidak pernah merasa cukup, semua ingin dilahapnya tanpa peduli dengan keadaan sekelilingnya. Dan akhirnya, kera itupun mendapatkan batunya. Kini dia harus tinggal di dalam kurungan setiap hari, dan harus menerima makanan apa saja yang diberikan oleh pak tua. Dia tak lagi bisa memilih jenis makanan yang dia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam doa 'Bapa Kami' :&lt;br /&gt;"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.",&lt;br /&gt;bukannya,&lt;br /&gt;"berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang sebanyak-banyaknya.".&lt;br /&gt;Itu berarti Tuhan menginginkan agar kita tidak menjadi serakah, tetapi selalu bersyukur dengan apa yang ada pada kita. Dan ingat ya adik-adik, jangan sekali-kali kita membuang-buang makanan yang sudah Tuhan berikan pada kita hari ini. , karena kalau kita membuang makanan, berarti kita tidak menghargai dan mensyukuri apa yang Tuhan beri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tidak menjadi serakah, tapi selalu bersyukur dan menghargai semua yang sudah Tuhan sediakan bagi diriku dan keluargaku, karena Tuhan tahu segala kebutuhanku dan yang terbaik bagi hidupku.&lt;br /&gt;Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita sama-sama daraskan doa Bapa kami...&lt;br /&gt;Salam Maria...&lt;br /&gt;Kemuliaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dalam kasih Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachel&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2124134773156265494?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2124134773156265494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2124134773156265494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2124134773156265494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2124134773156265494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/10/renungan-anak-si-kera-nakal.html' title='Renungan Anak: Si Kera Nakal'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-207854755336235247</id><published>2011-09-29T09:40:00.001+07:00</published><updated>2011-10-10T17:16:13.099+07:00</updated><title type='text'>Renungan Anak: Bruno Dan Ringgo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://storage.canoe.ca/v1/blogs-prod-static/mediam/dog__cartoon.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="215" src="http://storage.canoe.ca/v1/blogs-prod-static/mediam/dog__cartoon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bruno Dan Ringgo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titus  3:2.&lt;br /&gt;Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno dan Ringgo merupakan dua ekor anjing yang bersahabat. Tetapi persahabatan mereka rusak ketika suatu hari mereka memperebutkan sebuah tulang yang tergeletak di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama Bruno yang menemukan tulang itu, dan baru saja hendak mengambil dengan giginya, tiba-tiba Ringgo menyerobot dari belakangnya dan langsung menggigit tulang itu. Akhirnya merekapun bertengkar, saling menggigit, dan saling menggeram. Tulang itupun terlepas dari mulut Ringgo, dan tergeletak kembali di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mereka terus bertengkar., seekor anjing lain muncul dan secara diam-diam membawa pergi tulang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ringgo dan Bruno merasa lelah dan kesakitan, karena mereka sudah saling melukai satu sama lain, akhirnya kedua anjing itupun berhenti bertengkar. Dan pada saat mata keduanya mencari-cari tulang yang sudah membuat mereka bertengkar dan membuat tubuh keduanya sakit-sakit, mereka pun menjadi heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tulangnya sudah tidak ada lagi!...  Tulangnya menghilang!" Seru mereka bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya merekapun menyesal karena telah melakukan tindakan yang sangat bodoh. Seandainya mereka tidak bertengkar..., seandainya Ringgo tidak merebut tulang yang ditemukan Bruno..., seandainya mereka bisa saling ramah satu sama lain, dan mau berbagi tulang dengan sahabatnya itu..., pasti saat ini mereka tidak kehilangan tulang tersebut, dan dapat menikmatinya dengan rasa senang dan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adik yang manis,&lt;br /&gt;janganlah kita bersikap seperti Bruno dan Ringgo yang bertengkar hanya karena memperebutkan sebuah tulang. Tapi ambillah pelajaran dari pengalaman kedua anjing itu yang kehilangan tulangnya karena mereka tidak mau saling berbagi dan bersikap ramah terhadap satu sama lain.&lt;br /&gt;Jadilah anak yang ramah dan lemah lembut, mau saling berbagi dan menjauhi pertengkaran yang hanya merugikan bukan saja diri kita sendiri, tetapi juga teman-teman yang kita sayangi. Karena pertengkaran akan menghancurkan persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus,&lt;br /&gt;Bantulah aku untuk menjauhi pertengkaran dengan siapapun, dan ajarilah aku untuk bersikap ramah terhadap semua orang, agar namaMu selalu dimuliakan melalui hidupku.&lt;br /&gt;Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan dengan doa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus, yaitu doa Bapa kami.&lt;br /&gt;Kemudian mari kita menyapa Bunda kita dan memohon doanya dengan berdoa Salam Maria dan ditutup dengan Kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dalam kasih Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-207854755336235247?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/207854755336235247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=207854755336235247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/207854755336235247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/207854755336235247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/09/renungan-anak-bruno-dan-ringgo.html' title='Renungan Anak: Bruno Dan Ringgo'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4210656973191217439</id><published>2011-09-22T10:03:00.002+07:00</published><updated>2011-10-10T17:17:37.624+07:00</updated><title type='text'>Renungan Anak: Ayam Dan Bebek</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.picturesof.net/_images/a_cartoon_duck_laying_an_egg_royalty_free_080725-170663-751048.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="100" width="76" src="http://www.picturesof.net/_images/a_cartoon_duck_laying_an_egg_royalty_free_080725-170663-751048.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Amsal  14 : 30.&lt;br /&gt;Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor ayam bertanya kepada seekor bebek :&lt;br /&gt;"Bebek, kenapa sih telormu selalu terjual lebih mahal dari pada punyaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, karena telorku lebih besar dari pada telormu!"" Jawab bebek lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar jawaban bebek, ayam menjadi murung dan sedih,  sampai-sampai dia tidak mau makan, sehingga membuat tubuhnya menjadi  kurus dan lemah. . Akhirnya bebek yang merasa kasihan melihat keadaan  temannya itu, menghampiri ayam dan bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa mukamu selalu murung dan kelihatan sedih, sampai-sampai tubuhmu menjadi kurus seperti ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena aku ingin mempunyai telor sebesar telormu agar bisa terjual dengan harga yang lebih mahal!" jawab ayam lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"o..., jadi kamu iri hati pada telorku yang lebih besar dan lebih mahal  dari pada telormu?" sahut bebek prihatin. "coba saja kamu bayangkan  bagaimana kalau kamu juga menghasilkan telor-telor sebesar telorku,  bukankah kamu akan merasa sangat kesakitan, karena tubuhmu tidak sebesar  tubuhku. Dan tidak tahukah kamu kalau banyak sekali anak-anak yang  lebih menyukai rasa telormu dari pada telorku, karena telormu biarpun  kecil tapi sangat baik bagi kesehatan? Dan lihat, akibat kamu merasa iri  hati dan bersedih, membuat hasil telor-telormu sekarang menjadi buruk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan bebek yang baik hati itu, akhirnya ayam pun mulai  mengerti dan berjanji dalam hatinya kalau dia tidak mau lagi iri hati  hanya karena telornya yang lebih kecil dan lebih murah dari pada telor  bebek, karena dengan iri hati dapat membuat hatinya menjadi sedih,  sehingga membuat tubuhnya menjadi tidak sehat,  hasil telornya pun  menjadi lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, adik-adik yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,&lt;br /&gt;janganlah kita bersikap seperti ayam yang dikuasai iri hati, karena iri  hati dapat membuat keadaan kita menjadi lebih buruk. Mari kita  perhatikan lagi apa yang dikatakan kitab Amsal : Iri hati hanya  menyebabkan tulang kita menjadi busuk, tetapi hati yang tenang  menyegarkan tubuh.&lt;br /&gt;Tuhan sudah memberikan yang terbaik kepada kalian masing-masing, ada  yang diberi kepandaian melukis, berhitung, berenang, menyanyi, bahkan  pandai berdoa. peliharalah itu, dan kembangkanlah sesuai potensi yang  ada pada kalian. Niscaya, kalian akan menjadi anak yang lebih baik lagi  dari pada sebelumnya, dan lebih menyenangkan hati Tuhan, karena berarti  kalian sudah mensyukuri apa yang Tuhan percayakan kepada kalian  masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus,&lt;br /&gt;jadikanlah aku anak yang memiliki hati tenang, agar aku selalu  bersyukur. Dan buanglah segala perasaan iri hati yang hanya membuatku  bersedih dan marah. Bantulah aku untuk mampu memelihara dan  mengembangkan potensi yang sudah Tuhan berikan padaku untuk kemuliaan  namaMu.&lt;br /&gt;Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dalam kasih Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4210656973191217439?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4210656973191217439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4210656973191217439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4210656973191217439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4210656973191217439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/09/ayam-dan-bebek.html' title='Renungan Anak: Ayam Dan Bebek'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8760969296123546805</id><published>2011-05-26T10:10:00.002+07:00</published><updated>2011-05-26T10:10:59.717+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Yesus Kau Penyelamat Jiwaku</title><content type='html'>Di dalam namaMU kupercaya,&lt;br /&gt;Yesus Kau Tuhan di hidupku.&lt;br /&gt;Kaulah pintu menuju pada Bapa,&lt;br /&gt;Tiada yang berkuasa sepertiMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Yesus Kau Raja,&lt;br /&gt;Yesus Kau Tuhan,&lt;br /&gt;Yesus Kau penyelamat jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berdaulat atas hidupku,&lt;br /&gt;NamaMU berjaya selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/uQIyq38psjk" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8760969296123546805?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8760969296123546805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8760969296123546805' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8760969296123546805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8760969296123546805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/lagu-yesus-kau-penyelamat-jiwaku.html' title='(Lagu) Yesus Kau Penyelamat Jiwaku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/uQIyq38psjk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1662704241371704476</id><published>2011-05-25T07:25:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T07:25:08.161+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Tuhanlah Yang Akan Bertindak</title><content type='html'>Segala yang terjadi ada dalam rencanaMu&lt;br /&gt;tak perlu kumerasa takut atau pun gelisah.&lt;br /&gt;Sebab Tuhanlah pertolonganku,&lt;br /&gt;dalam tanganNya semua kan jadi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Sebab Tuhanlah yang akan bertindak,&lt;br /&gt;memunculkan hakku seperti siang.&lt;br /&gt;Tuhanlah yang kan menyelesaikannya,&lt;br /&gt;dan aku akan menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/D0ltQtSUWjA" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1662704241371704476?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1662704241371704476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1662704241371704476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1662704241371704476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1662704241371704476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/lagu-tuhanlah-yang-akan-bertindak.html' title='(Lagu) Tuhanlah Yang Akan Bertindak'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/D0ltQtSUWjA/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8236272304468174696</id><published>2011-05-25T07:24:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T07:24:05.350+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) PunyaMu lah Siang dan Malam</title><content type='html'>Yesus Kau Raja&lt;br /&gt;Penyelamat dunia,&lt;br /&gt;Kau yang menciptakan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaulah Allahku,&lt;br /&gt;Penguasa dunia,&lt;br /&gt;semua mahluk kan menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFF:&lt;br /&gt;PunyaMulah siang, punyaMulah malam,&lt;br /&gt;Kau yang mengatur isi dunia.&lt;br /&gt;PunyaMulah langit, punyaMulah bumi,&lt;br /&gt;Segala bangsa kan menyembahMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/zFg_oq2upzQ" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8236272304468174696?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8236272304468174696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8236272304468174696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8236272304468174696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8236272304468174696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/lagu-punyamu-lah-siang-dan-malam.html' title='(Lagu) PunyaMu lah Siang dan Malam'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/zFg_oq2upzQ/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-7597187565524233434</id><published>2011-05-16T09:47:00.000+07:00</published><updated>2011-05-16T09:47:19.347+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Maria Bunda Penolong Abadi</title><content type='html'>Kudatang padamu ya Bundaku,&lt;br /&gt;Berharap dan memohon doamu.&lt;br /&gt;Sampaikanlah Bunda permohonanku,&lt;br /&gt;Pada Tuhan Yesus Puteramu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Maria Bunda penolong abadi, marilah berdoa bersamaku.&lt;br /&gt;Yesus pasti takkan menolak doamu,&lt;br /&gt;S'perti waktu perkawinan di Kana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/F0LtislkZeg" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-7597187565524233434?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/7597187565524233434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=7597187565524233434' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7597187565524233434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7597187565524233434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/lagu-maria-bunda-penolong-abadi.html' title='(Lagu) Maria Bunda Penolong Abadi'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/F0LtislkZeg/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1633940029007432521</id><published>2011-05-10T15:13:00.004+07:00</published><updated>2011-05-16T09:49:22.500+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Di Sorga Sana</title><content type='html'>Di bumi ini,&lt;br /&gt;Kebahagiaan hanya semu dan sementara saja.&lt;br /&gt;Di bumi ini,&lt;br /&gt;Banyak derita,&lt;br /&gt;Hanya janji Yesus pengharapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Di Sorga sana,&lt;br /&gt;Takkan ada lagi duka, air mata atau pun penderitaan.&lt;br /&gt;Di Sorga sana,&lt;br /&gt;Ku akan melihat Yesus, Sang Raja termulia,&lt;br /&gt;Dan Allah Bapa yang penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/SDzhjGau_w8" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1633940029007432521?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1633940029007432521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1633940029007432521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1633940029007432521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1633940029007432521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/lagu-di-sorga-sana_10.html' title='(Lagu) Di Sorga Sana'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/SDzhjGau_w8/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1611395326160719290</id><published>2011-05-10T15:06:00.007+07:00</published><updated>2011-05-16T10:08:20.945+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Yesus Sahabatku</title><content type='html'>Kucurahkan segala isi di hati,&lt;br /&gt;Tak seorang pun yang mengenal hatiku,&lt;br /&gt;Melebihi-Mu, o Yesusku,&lt;br /&gt;Tuhan dan sahabatku.&lt;br /&gt;Kau mengetahui sgalanya ìngga lubuk hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Tak pernah Kau abaikan seruan hatiku,&lt;br /&gt;Kau dengar semua doa-doaku.&lt;br /&gt;Sungguh kuberuntung dapat mengenalMU,&lt;br /&gt;Kau Yesus sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/m4sJlcneMXY" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1611395326160719290?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1611395326160719290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1611395326160719290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1611395326160719290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1611395326160719290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/lagu-yesus-sahabatku_3765.html' title='(Lagu) Yesus Sahabatku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/m4sJlcneMXY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-9217683666002842739</id><published>2011-05-02T19:39:00.001+07:00</published><updated>2011-05-15T09:15:54.060+07:00</updated><title type='text'>Vivit Dominus In Cuius Conspectu Sto</title><content type='html'>VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali aku teringat akan pertolongan Tuhan dalam seluruh kehidupanku, sungguh aku merasa Tuhan itu berada dekat sekali denganku, bahkan Dia tinggal di dalam hatiku.&lt;br /&gt;Apalagi saat mengingat kembali proses aku bisa diterima bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya, benar-benar membuatku terpesona dan juga terharu. Begitu baik-Nya Tuhan, sementara aku sendiri seringkali begitu jahat. Bahkan aku sering kali malas berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2003, di mana aku telah berhasil menyelesaikan kuliahku dan memperoleh gelar sebagai sarjana pendidikan, dan sedang kebingungan untuk mencari pekerjaan, karena sudah banyak teman tunanetra yang lain sangat sulit mendapat pekerjaan hanya karena kecacatan mereka, padahal gelar sarjana juga sudah mereka sandang. Setiap malam aku hanya bisa membawanya dalam doa. Pada saat hari ulang tahunku juga, aku hanya make a wish about job. Tepatnya di bulan Desember, sebulan setelah aku di wisuda, aku diundang melalui telepon oleh orang yang sama sekali tidak kukenal untuk menyampaikan kesaksian hidupku di acara Natal kantornya. Nama orang itu adalah Henny Susanti. Dia bilang kalau dia pernah mendengar kesaksianku di &lt;br /&gt;Gereja Nafiri Allah Greenville. &lt;br /&gt;Ketika aku memasuki gedung Gereja di mana acara Natal itu diadakan, sekonyong-konyong aku mendengar sebuah bisikan yang sangat jelas sekali. Bisikan itu seperti terdengar di telingaku, tapi juga seperti muncul dari hatiku. Bisikan itu berkata : "Kamu akan bekerja di sini".&lt;br /&gt;Pada saat itu, aku hanya berpikir kalau bisikan itu pastilah muncul dari hatiku sendiri yang memang sangat merindukan sebuah pekerjaan. Setelah mendengar bisikan itu, aku malah berdoa dalam hati, "Ya Tuhan, seandainya aku boleh bekerja di sini..."&lt;br /&gt;Menurut susunan acara panitia, seharusnya aku tampil pada acara terakhir sebelum penutup. Tapi Tuhan ternyata punya rencana lain. Pendeta yang menyampaikan khotbah saat itu terlambat datang, akhirnya panitia menyuruh aku tampil di awal acara, di sela-sela praise &amp; worship. Setelah aku selesai bersaksi, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin Natal. Tiba-tiba seorang bapak menghampiriku dan bertanya kepadaku : &lt;br /&gt;"Sudah selesai sekolahnya?"&lt;br /&gt;"Sudah, pak." jawabku.&lt;br /&gt;"Sudah bekerja?" Tanyanya lagi.&lt;br /&gt;"Belum."&lt;br /&gt;"Mau bekerja?"&lt;br /&gt;"Mau, pak."&lt;br /&gt;"Ya sudah, kamu bekerja dengan saya saja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bapak itu adalah pemilik perusahaan tersebut. Kemudian aku mendengar bapak itu berbicara dengan seseorang bapak lain yang sedang berdiri di sebelahnya mengenai penerimaan diriku sebagai karyawannya. Baru kuketahui di kemudian hari kalau bapak yang diajak bicara oleh pemilik perusahaan itu adalah direktur HRD.&lt;br /&gt;Saat itu aku percaya kalau bisikan yang kudengar ketika memasuki gedung Gereja tadi pastilah suara Tuhan. Tuhan telah memberitahuku terlebih dahulu sebelum bapak pemilik perusahaan itu berbicara kepadaku.&lt;br /&gt;Setelah itu acara pun dilanjutkan dengan penyampaian khotbah Natal. Selesai khotbah, bapak pemilik perusahaan itu pun pulang, tidak mengikuti acara hingga akhir. Seandainya pengkhotbah saat itu tidak terlambat datang, dan panitia tidak menyuruhku untuk tampil di awal acara, melainkan membiarkanku tetap tampil di akhir acara. Pastilah bapak pemilik perusahaan itu tidak akan pernah mendengar kesaksianku, dan itu berarti kesempatanku untuk diterima bekerja dengannya pun hilang.&lt;br /&gt;Aku begitu gembira dan benar-benar tak bisa percaya dengan kejadian itu. Sampai tiba di rumah pun, aku masih merasa kalau semua itu seperti dalam mimpi saja.&lt;br /&gt;Selang beberapa hari, seorang wanita meneloponku, memintaku datang ke kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk proses wawancara. Aku bilang padanya kalau ijasahku pun belum kuterima dari kampus, karena aku baru diwisuda bulan kemarin.&lt;br /&gt;"Tidak masalah, kamu bawa CV saja. Itu pun hanya sebagai formalitas." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun datang sesuai hari yang ditentukan. Di sana sudah banyak calon karyawan yang sedang mengikuti test. Aku hanya duduk saja di bagian belakang, tak tahu harus berbuat apa, karena pelaksana test tidak memberiku lembar test. Kemudian seorang wanita memanggilku untuk diwawancara olehnya. Selesai di wawancara, aku pindah ke meja bapak Direktur HRD yang waktu di acara Natal diajak bicara oleh bapak pemilik perusahaan itu.&lt;br /&gt;Dia menanyaiku kapan aku akan mulai kerja. Aku bilang awal tahun saja, berhubung waktu itu sudah pertengahan bulan Desember. Dan dia pun menyetujuinya.&lt;br /&gt;Begitulah, akhirnya aku mulai bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya pada awal Januari di tahun 2004 hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henny bercerita kepadaku, kalau sebenarnya waktu itu panitia sudah mengundang artis-artis rohani untuk mengisi acara kesaksian, tapi entah mengapa, satu per satu artis-artis itu mengundurkan diri. Untung saja Henny langsung teringat padaku, dan dia pun langsung menghubungi pihak Gereja Nafiri Allah untuk meminta nomer teleponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, masih ada teman-teman kantor yang menyangka kalau aku ini saudara dari bapak pemilik perusahaan. Malah seorang sekuriti pernah bercerita kepadaku kalau para sekuriti menganggap aku ini mata-mata big boss!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO,, kalimat indah ini kukutip dari Lembah Karmel Puncak. Artinya begitu indah sekali : "Allah Itu Hidup Dan Aku Berdiri Di HadapanNya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah hidup!&lt;br /&gt;Dia hidup di dalam hatiku, berdaulat penuh atas hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih banyak, Yesus!&lt;br /&gt;Kau sungguh teramat baik buatku.&lt;br /&gt;Tak tahu aku harus bagaimana agar dapat membalas semua kebaikan-Mu yang tak terkira.&lt;br /&gt;Alih-alih hendak menyenangkan hati-Mu, aku malah seringnya melukai hati-Mu dengan ulahku.&lt;br /&gt;O Yesusku, Allah dan Sahabatku,&lt;br /&gt;aku mau bersaksi di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun tentang semua kebaikan yang telah kuterima dari-Mu,&lt;br /&gt;sehingga biarlah nama-Mu kian masyur di seluruh bumi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;LAGU : ALLAH ITU HIDUP&lt;br /&gt;BY : Rachel Stefanie Halim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hatiku lemah,&lt;br /&gt;kuberseru kepada-Nya,&lt;br /&gt;Tuhan kan segera datang menolong.&lt;br /&gt;Dia berkata : "Jangan takut, Aku sertamu."&lt;br /&gt;Hatiku pun memandang-Nya dan percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFF :&lt;br /&gt;Allah itu hidup,&lt;br /&gt;dan aku berdiri di hadapan-Nya sebagai anak kesayangan.&lt;br /&gt;Allah itu hidup,&lt;br /&gt;Dia sungguh mendengar,&lt;br /&gt;dan berbicara di dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/a-UYmLaqmNU" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-9217683666002842739?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/9217683666002842739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=9217683666002842739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/9217683666002842739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/9217683666002842739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/05/vivit-dominus-in-cuius-conspectu-sto.html' title='Vivit Dominus In Cuius Conspectu Sto'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/a-UYmLaqmNU/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-6174377025382548944</id><published>2011-04-27T13:30:00.001+07:00</published><updated>2011-04-27T14:18:26.989+07:00</updated><title type='text'>Lonceng Gereja VS Tukang Bakso</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3MjKfZJ9w4U/TbfC4AXAffI/AAAAAAAAAHk/RmP7y-OMqvg/s1600/GlynCariTelur.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="180" src="http://2.bp.blogspot.com/-3MjKfZJ9w4U/TbfC4AXAffI/AAAAAAAAAHk/RmP7y-OMqvg/s320/GlynCariTelur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Waktu hari Minggu Paskah kemarin, kami membawa Glyn ke Gereja St. Yosef Sukabumi.&lt;br /&gt;Ketika lonceng Gereja berbunyi, Glyn bertanya kepada susternya:&lt;br /&gt;"Apa tu?"&lt;br /&gt;"Itu bunyi lonceng gereja."&lt;br /&gt;Tapi Glyn malah bertanya lagi : "Aco ya?" (bakso ya gara-gara keseringan denger tukang bakso lewat di depan rumah sih, sampai-sampai lonceng Gereja saja disangkanya tukang bakso... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu selesai Misa, kita langsung ikutan cari telur di kebun belakang Gereja. Pas Glyn dapat telur pertamanya, dan memang cuma telur satu-satunya yang berhasil dia dapat, Glyn langsung tunjukin telur itu ke anak-anak lain yang lewat di dekatnya sambil ngomong : "Kaka, agus ya... agus ya..." (Kakak, bagus ya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-6174377025382548944?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/6174377025382548944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=6174377025382548944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6174377025382548944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6174377025382548944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/04/lonceng-gereja-vs-tukang-bakso.html' title='Lonceng Gereja VS Tukang Bakso'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3MjKfZJ9w4U/TbfC4AXAffI/AAAAAAAAAHk/RmP7y-OMqvg/s72-c/GlynCariTelur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2789546339102770943</id><published>2011-04-25T10:41:00.001+07:00</published><updated>2011-05-16T09:51:35.062+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Hati Kudus Yesus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/Tj87rYZ1mPI/0.jpg" height="266" style="clear: left; float: left;" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Tj87rYZ1mPI&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/Tj87rYZ1mPI&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;HATI KUDUS YESUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, hati kudus Yesus,&lt;br /&gt;hati yang penuh dengan cinta kasih.&lt;br /&gt;Kuberharap padaMu selalu,&lt;br /&gt;s'bab hanya Kaulah andalanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, hati kudus Yesus,&lt;br /&gt;lautan kerahiman bagi yang percaya.&lt;br /&gt;Kuserahkan diriku padaMu&lt;br /&gt;di dalamMu kumerasa aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Ya, hati kudus Yesus,&lt;br /&gt;kuberharap padaMu.&lt;br /&gt;Pada siapa lagi ku akan mengetuk,&lt;br /&gt;kalau bukan pada hatiMu.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2789546339102770943?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2789546339102770943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2789546339102770943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2789546339102770943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2789546339102770943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/04/lagu-hati-kudus-yesus.html' title='(Lagu) Hati Kudus Yesus'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1089589058807726487</id><published>2011-04-25T10:37:00.000+07:00</published><updated>2011-04-25T10:37:52.258+07:00</updated><title type='text'>(Lagu) Meskipun Mataku Tak Mampu Melihat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ULz2sHHbrjI"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/ULz2sHHbrjI/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ULz2sHHbrjI&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/ULz2sHHbrjI&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;MESKIPUN MATAKU TAK MAMPU MELIHAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kurenungkan perjalanan hidupku,&lt;br /&gt;sungguh Kau rancangkan s'gala yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pun mataku tak mampu melihat,&lt;br /&gt;namun Kau tetap setia membimbing langkahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Kini kupersembahkan hidupku&lt;br /&gt;ke dalam tangan-Mu, o Yesusku.&lt;br /&gt;Jika Kau ingin sembuhkan mataku,&lt;br /&gt;kuyakin Kau sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;Namun janganlah kehendakku yang terjadi,&lt;br /&gt;melainkan kehendak-Mu jadilah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1089589058807726487?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1089589058807726487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1089589058807726487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1089589058807726487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1089589058807726487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/04/lagu-meskipun-mataku-tak-mampu-melihat.html' title='(Lagu) Meskipun Mataku Tak Mampu Melihat'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2964995132398351661</id><published>2011-04-06T09:01:00.000+07:00</published><updated>2011-04-06T09:01:14.902+07:00</updated><title type='text'>Pergi Ke Bonbin</title><content type='html'>Dari hari Kamis malam, Glyn diantar orang tuaku untuk tinggal dengan kami di Jakarta, karena mereka pergi ke Australia selama 10 hari. Bisa dibilang ini merupakan masa percobaan sebelum Glyn benar-benar pindah ke rumahnya di Alam Sutera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung mengajukan cuti dari hari Jum'at sampai Senin untuk menemani Glyn. Sebenarnya aku ingin cuti lebih panjang, tapi aku masih punya tugas kantor yang tidak bisa ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Senin, 4 April 2011, aku, Glyn, suamiku dan suster Glyn pergi ke bonbin Ragunan. Kami juga mengajak Kaydee dan mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar senang melihat anakku begitu gembira. Walau aku sendiri tak bisa melihat apa pun, tapi mendengar suara ketawa anakku saja sudah membuatku seperti melihat seluruh dunia ini dengan segala keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glyn selalu minta diturunkan dari gendongan, dia lebih senang berjalan sendiri, sampai-sampai sebelah lututnya terluka karena jatuh. Tapi sedikit pun dia tidak menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perjalanan pulang di dalam mobil, temanku menelepon dan bertanya kepada Glyn : "Glyn tadi lihat apa?"&lt;br /&gt;Glyn menjawab : "awowo!" (artinya orang utan, karena suaranya auwo uwoooo!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kekuatiranku selama ini hanyalah sia-sia belaka. Dulu aku kuatir Glyn akan rewel kalau ditinggal Grandma dan Grandpa-nya, tapi semenjak dia tidur denganku, Glyn selalu bersikap manis. Hanya waktu hari Sabtu saja dia tidur agak rewel karena flu. Setelah kuberi obat, Glyn bobo dengan sangat manis. Tidak pernah bangun kalau tengah malam, apalagi sampai menangis. Paling-paling kalau dia bangun tengah malam, dia hanya melihat ke wajahku, mungkin memastikan ini wajah siapa, dan setelah mengenali wajah orang yang tidur di sebelahnya, dia pun akan memanggil : "Mama?"&lt;br /&gt;"Iya, sayang?" jawabku.&lt;br /&gt;Lalu Glyn pun akan kembali tidur sambil jari-jarinya memainkan rambutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar menyesal setengah mati ketika Minggu lalu aku memukul tangan Glyn. Awalnya Glyn selalu mengabaikan panggilanku, dan ketika aku mendekatinya, tiba-tiba saja Glyn memukul kepalaku. Aku memang sedang sedih melihat sikap Glyn yang super cuwek, ditambah lagi Glyn memukul kepalaku, akhirnya aku membentak Glyn, dan memukul tangannya. Glyn menangis. Mamiku langsung datang dan menegurku. Aku mengeluh akan sikap Glyn yang seperti tidak lagi menganggapku. Mami pun marah besar kepadaku. Rasanya hatiku seperti dirobek-robek, aku benar-benar sedih bukan main, seperti mau mati saja rasanya! Suamiku datang menghiburku, tapi perasaanku tetap saja tak karuan. Akhirnya aku menghampiri mami untuk meminta maaf. Mami terus menasihatiku, agar aku tidak terlalu terbawa perasaan, Glyn masih terlalu kecil, baru satu setengah tahun, tidak seharusnya aku menuntut terlalu banyak darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oh Tuhan,,, bantu aku supaya mampu menjadi seorang ibu yang baik buat Glyn...!!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glyn sangat menyukai film Pororo. Setiap mau tidur, dia selalu minta "Oyoyo... Oyoyo!", dan dia akan nonton sambil tidur-tiduran, mencoba berbagai posisi yang enak,  dari tidur miring, tengkurap, terlentang, semua posisi  menurut arah jam pun sudah dia putari, sampai akhirnya terlelap sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Glyn memang anaknya suka iseng sama cicinya (Paris), makanya dia mendapat julukan si Krong.&lt;br /&gt;Misalnya saja waktu cicinya sakit gigi dan lagi tenang nonton Dora, tiba-tiba saja Glyn datang dan memencet sebuah tombol di DVD player, gambar Dora pun langsung berubah menjadi gambar Winnie the Pooh. Paris yang memang lagi sakit gigi akhirnya menangis meraung-raung sampai muntah, tak mau mengerti mengapa Doranya tiba-tiba saja menghilang dan berubah menjadi Winny the Pooh. Sementara Glyn dengan asyiknya duduk santai sambil nonton Winnie the Pooh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang juga kalau cicinya lagi serius nonton, tiba-tiba Glyn datang dan langsung duduk dipangkuan cicinya, padahal badan cicinya lebih kecil dari pada badan Glyn. Glyn lebih muda tiga bulan dari Paris, tapi badan Glyn lebih besar dari Paris. Glyn sekitar 12 kg, sementara Paris mungkin hanya 10 kg. Paris memang anaknya kalem, lain dengan Glyn yang suka iseng. Makanya cocoklah kalau Glyn mendapat julukan si Krong, sementara Paris, si Pororonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali Glyn mengambil Salib kayu yang ada korpus nya. Ketika aku hendak mengambil salib itu dari tangannya, karena takut jatuh, Glyn berkata kepadaku sambil matanya masih menatap salib itu : "Tuhan, mama..."&lt;br /&gt;Terkadang, ketika di dalam mobil atau  tengah bermain, Glyn suka tiba-tiba saja menyatukan jari-jemari tangannya (seperti sikap berdoa)  dan berkata : "Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sedang di lembah Karmel Puncak, Glyn menunjuk patung Tuhan Yesus dan berkata kepada susternya : "Cucus, itu Tuhan Yecus!"&lt;br /&gt;Waktu dibawa masuk ke dalam Gereja pun, Glyn langsung berkata : "Tuhan Yesus!". Tentu saja di dalam suasana yang hening, suara Glyn jadi terdengar menggema, membuat semua mata menatap kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!" *Mzm 144:12*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2964995132398351661?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2964995132398351661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2964995132398351661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2964995132398351661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2964995132398351661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/04/pergi-ke-bonbin.html' title='Pergi Ke Bonbin'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-7679690134830732603</id><published>2011-03-21T15:03:00.004+07:00</published><updated>2011-03-21T16:12:42.437+07:00</updated><title type='text'>Sharing Di Retret Mahasiswa Katolik UPH</title><content type='html'>"Kupandang wajah-Mu dan berseru:&lt;br /&gt;Pertolonganku datang dari-Mu!&lt;br /&gt;Peganglah tanganku jangan lepaskan,&lt;br /&gt;Kaulah harapan dalam hidupku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu terus kunyanyikan, ketika hatiku merasa gelisah dan takut memikirkan tugas yang sudah Tuhan percayakan padaku untuk mengisi sharing di acara retret mahasiswa Katolik UPH, pada hari Sabtu 19 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ini adalah pengalaman pertamaku mengisi sharing dengan waktu panjang, yakni selama 2 jam. Aku bingung waktu selama itu harus kuisi dengan ngomong apa saja. Biasanya kan aku hanya mengisi sharing di sela-sela acara pokok, palingan hanya bicara selama setengah jam. Tapi kali ini, aku diberi waktu khusus selama 2 jam untuk memberikan sharing dengan tema "Mata Hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya aku sempat ngobrol dengan temanku, Deasy, tentang undangan sharing ini. Dan Deasy pun cerita tentang sebuah drama singkat yang biasa dibawakan oleh tim Mimi Institute, apabila mereka sedang melakukan presentasi mengenai aksesibilitas penyandang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa! &lt;br /&gt;Aku benar-benar senang bukan main, seperti baru mendapatkan sebuah pencerahan dari langit, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku pun mempersiapkan drama singkat tersebut untuk dibawakan dalam sesi sharingku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuat dialog yang terdiri dari 5 orang pemain : ibu, adik, guru, teman, pastur. Dan ditambah satu pemain yang berperan sebagai penyandang tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog tersebut berisi kata-kata negatif yang ditujukan kepada si tunanetra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI DIALOG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu : “Sudah kamu diam di rumah saja! Percuma juga kamu pergi keluar, Toh, kamu kan juga tidak bisa melihat apa-apa di luar sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik : „Aku malu punya kakak yang buta seperti kamu! Jadi, kalau ada teman-temanku datang ke rumah, kakak sebaiknya diam di kamar saja ya!””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru : „Wah, saya tidak pernah punya pengalaman mengajar murid cacat. Jadi sebaiknya kamu bersekolah di SLB saja ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman : “Aduh gimana ya... Kita sih mau pergi ke Mall, mau mejeng. Lu ngapain ikut? kan lu nggak bisa lihat,, mana bisa mejeng? . Lagian harus nuntunin lu kan ribet!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastur : „Jadi lektris? Wah, mana bisa? Kamu kan nggak bisa melihat. Jangan-jangan nanti bacanya jadi amburadul!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran tunanetra hanya duduk saja di kursi dengan sebelah kakinya terikat. Kemudian setiap pemain akan membacakan dialog sesuai dengan perannya. Setelah satu pemain selesai membaca dialog, dia akan mengambil sisa tali yang mengikat kaki si tunanetra, lalu dililitkan satu kali ke tubuh tunanetra tersebut. Begitu seterusnya sampai semua pemain selesai melakukan tugasnya. Dengan demikian, tubuh si pemeran tunanetra akan terikat dari kaki sampai ke bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya :&lt;br /&gt;Sebenarnya yang membuat tunanetra itu cacat adalah lingkungan terdekatnya sendiri. Padahal yang cacat hanyalah matanya, tapi seolah-olah tunanetra tersebut menjadi cacat semua tubuhnya oleh karena lingkunganya yang tidak mendukung. Respon yang negatif dari lingkungan sekitarnya telah membuat tunanetra tersebut semakin merasa terikat, tak berdaya, dan merasa tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pemain akan diminta untuk mengubah dialognya dengan kata-kata positif. Setelah mengucapkan dialog, maka mereka akan membuka lilitan pada tubuh tunanetra tersebut satu demi satu, hingga yang tersisa hanya ikatan terakhir pada kakinya.&lt;br /&gt;Ikatan terakhir itu hanya dapat dibuka oleh tunanetra itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Meski lingkungan sudah memberi dukungan, jika tunanetra tersebut sendiri tidak berusaha untuk berjuang dan keluar dari ikatan kecacatannya, maka dia tetap akan menjadi tunanetra yang pasif, merasa diri tak berdaya dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tema yang diberikan adalah "Mata Hati", maka penjelasannya akan sedikit kutambahkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana kita seringkali menilai seseorang atau sesuatu hanya dengan apa yang kita lihat dengan mata jasmani kita. Kita lupa kalau Tuhan juga sudah memberikan kepada kita mata hati yang tidak dimiliki mahluk ciptaan lainnya. Dengan mata hati kita dapat percaya kepada Tuhan yang sama sekali belum pernah kita lihat. Dengan mata hati juga kita dapat memandang seseorang atau sesuatu dengan lebih baik, tanpa terlebih dulu menilai atau menghakimi orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku sudah mempersiapkan semuanya, aku tetap merasa gelisah. Aku ngeri kalau memikirkan aku akan salah ngomong, atau tiba-tiba saja amnesia di tengah-tengah sesi, hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Jum'at malamnya, aku dijemput suami di kantor, sekitar jam 7.30 malam. Kami langsung menuju ke tempat retret di Cisarua Bogor, tepatnya di Puri Asih. Sesampainya di sana, kami langsung beristirahat di kamar yang sudah disediakan oleh panitia. Sementara menunggu mereka menyelesaikan acara Misa pembukaan, suamiku langsung tergeletak di kasur dan jatuh tertidur. Setelah berganti pakaian tidur. Aku berusaha tidur sebentar, tapi tidak bisa juga. memikirkan tugasku besok, sudah membuat jantungku berdegup dengan kencang. Aku benar-benar takut. Padahal bisa dibilang ini bukan yang pertama kalinya aku berbicara di depan umum, tapi tetap saja aku merasa degdegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 11 malam, panitia mengetuk pintu kamarku, dan meminta aku untuk bertemu dengan panitia lainnya. Akhirnya aku kembali mengganti pakaian tidurku dengan pakaian resmi, sementara suamiku langsung terbangun dan mencuci mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dihantar ke ruang utama yang barusan digunakan untuk Misa. Di sana sudah menunggu para panitia yang terdiri dari anak-anak muda yang masih tampak bersemangat. Ternyata oleh panitia aku hanya diberi waktu satu setengah jam untuk mengisi sesi sharingku. Dari jam 8.00 sampai jam 9.30 pagi. Mendengar itu, hatiku lumayan tenang. Tapi tetap saja buatku waktu satu setengah jam masih terasa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira jam 12.00 kami kembali ke dalam kamar. Aku tidak bisa tidur. Jantungku terus berdegup kencang sampai membuat dadaku terasa sakit. Nafasku juga jadi sesak. Mungkin aku hanya terlelap selama satu jam saja, setelahnya aku kembali gelisah di atas ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berusaha meyakinkan diriku bahwa aku pasti bisa! Mencoba mengalihkan pikiran dengan cara membayangkan yang lain, tapi tetap saja aku tak bisa tidur. &lt;br /&gt;Aku berseru pada Tuhan dalam hati : "Aduh Tuhan, kalau seperti ini jadinya, lebih baik ini yang terakhir saja deh... Aku benar-benar tersiksa banget... Tolong aku Tuhan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jam empat pagi, perutku mulai terasa mules. Aku segera berlari ke kamar mandi yang untungnya terletak di dalam kamar. Tidak cuma sekali saja perutku mules, ketika jam enam pagi, satu kali lagi aku ke kamar mandi, sekalian saja langsung mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu, aku terus menguatkan hati dengan menyanyikan lagu "Kupandang wajahMu..." (seperti pada kutipan di atas), atau lagu ciptaanku sendiri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kau tertekan hai jiwaku, &lt;br /&gt;berharaplah pada Tuhan penolongku. &lt;br /&gt;Sebab ku kan berharap lagi kepadaNya. &lt;br /&gt;Dia Allahku yang setia selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Pada Tuhan kuserahkan segalanya.&lt;br /&gt;Sebab hanya Dialah yang memeliharaku.&lt;br /&gt;Pada Tuhan kuserahkan hati dan jiwaku,&lt;br /&gt;kasih sayangNya takkan berkesudahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku duduk ditepi ranjang. Mataku tertutup, namun hatiku berteriak kepada Tuhan :&lt;br /&gt;"Tolong aku Tuhan...! Pokoknya aku serahkan semuanya padaMu. Aku sudah pasrah! Tapi satu hal yang aku mohon, Tuhan... Jangan sampai aku dipermalukan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tingkahku, suami malah menertawaiku, sambil berkata : &lt;br /&gt;"Ya ampun Yang... Kenapa sih sampai kelihatan stres kayak gitu...? Tenang sajalah... kamu pasti bisa kok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku jadi terasa lemas. Bukan cuma karena tidak bisa tidur semalaman, tapi juga gara-gara isi perut sudah dibongkar dua kali, makanya sekarang perutku jadi perih dan lapaaaarrrr sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun keluar kamar jam tujuh untuk sarapan. Untung saja suamiku membawa susu milo dari rumah, karena ternyata aku sama sekali tidak bisa makan. setiap kali menyuap sesendok nasi goreng, aku langsung kepengen muntah. Akhirnya suamiku yang menghabiskan sisa nasi gorengku. Sementara aku hanya meminum susu panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia meminta ijin untuk memajukan waktu sesi acara sharingku jadi jam setengah delapan. Aku pun langsung menyanggupi, karena pikirku: semakin cepat selesai, semakin baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa sudah berkumpul semua. Mereka duduk lesehan di lantai dengan beralaskan bantal. Kurang lebih ada 100 mahasiswa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah panitia mempersilakanku maju, aku pun melangkah maju dengan diantar suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan, aneh bin ajaib, tubuhku tiba-tiba saja terasa kuat. Seluruh ketakutanku lenyap entah ke mana. Dengan suara lantang, aku pun menyapa para mahasiswa itu : "Apa kabar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka pun menjawab dengan lantang : "Luar biasa antusias, yes, yes, yes!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa!&lt;br /&gt;Aku pun jadi tambah semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumulai dengan doa. Aku minta supaya Tuhan saja yang beracara sepenuhnya. &lt;br /&gt;Aku masih nggak kebayang mau ngomong apa... Tapi sekarang aku yakin kalau Tuhan yang akan sepenuhnya mengambil alih. Aku hanya sekedar alatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sesi pun kumulai dengan drama singkat yang sudah kusiapkan seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peserta, baik yang bermain maupun yang hanya menjadi penonton, terlihat begitu antusias. Malah ada pemain yang mencoba melucu, sehingga membuat suasana jadi tambah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah drama selesai, aku pun mulai masuk ke dalam acara utamanya, yaitu sharing tentang kehidupanku sebagai seorang tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dengan diberikan waktu yang cukup panjang, aku malah jadi merasa lebih santai. Ceritaku tidak terburu-buru, sampai yang detil-detilnya pun kuceritakan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai pada cerita romantis, di mana aku pernah naksir seorang cowok, dan tak kusangka sebelumnya, kalau cowok itu akan bertanya kepadaku: "Rachel mau dijemput?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh mahasiswa pun dengan spontan tertawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata suamiku, respon para mahasiswa begitu sangat baik. Mereka semua mendengarkan dengan seksama. Walau sesekali mereka tertawa mendengar ceritaku, tapi mereka akan segera kembali mengendalikan suasana, sehingga tetap terkontrol dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah sharingku, aku selingi dengan memberikan contoh bagaimana menuntun tunanetra yang benar. Aku memanggil seorang mahasiswi untuk menjadi model. Selain itu, aku juga memberitahu mereka untuk tidak menggunakan kata petunjuk yang tidak jelas ketika sedang berbicara dengan tunanetra, seperti : Di sana, di sini, ini, itu, dia, DLL. Tetapi menggunakan kata-kata petunjuk yang jelas, misalnya saja dengan menggunakan arah jarum jam : "Maju dua langkah ke depan, kemudian lihat ke arah jam satu, dan lempar senyum, karena di depanmu ada cowok ganteng!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, tak terasa, waktu pun sudah hampir habis. Ketika aku sedang menceritakan tentang pengalamanku bekerja di kantor, suamiku membisikiku "10 menit lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menyelesaikan ceritaku, dan menyuruh peserta untuk berdiri. &lt;br /&gt;Aku mengajak mereka untuk menutup mata, sehingga dapat terfokus pada mata hati yang tersembunyi di dalam jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlahan-lahan bukalah mata hatimu, dan pandanglah salib Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku pun sendiri memandang salib Tuhan, tak terasa air mata mulai mengalir. Sementara mulutku terus mengarahkan peserta untuk masuk lebih dalam lagi merasakan kasih Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya terasa begitu indah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemusik pun mulai mengalunkan lagu "Tetap Setia" dengan sangat lembut. Dan ketika kurasa cukup, aku pun mulai menyanyikan lagu tersebut, yang kemudian diikuti oleh semua peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar merasa Tuhan menuntunku. Biasanya aku lumayan susah untuk menyelaraskan antara suaraku dengan musik. Pernah ada pengalaman buruk di acara Natalan Kaum muda, di mana aku mendapat giliran menyanyi paling pertama, dan ketika buka suara, ternyata suaraku sumbang. Benar-benar memalukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini, entah bagaimana, aku dapat menyanyi dengan sangat selaras.&lt;br /&gt;Aku percaya kalau sungguh Tuhanlah yang telah mengambil alih seluruhnya, sehingga semuanya dapat berjalan dengan sangat baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk-Mu, Tuhan Yesusku!&lt;br /&gt;Tanpa bimbingan-Mu, aku pasti tak mampu berbuat apapun!&lt;br /&gt;Segala hormat dan pujian hanyalah bagi nama-Mu di tempat yang mahatinggi!.&lt;br /&gt;Amin!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking senangnya dengan keberhasilan menyelesaikan tugasku itu, Tak sadar aku pun meralat omonganku malam sebelumnya, dengan berkata:&lt;br /&gt;"Kalau Begini jadinya, Tuhan, boleh deh aku diundang sharing lagi kapan-kapan!" :)))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-7679690134830732603?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/7679690134830732603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=7679690134830732603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7679690134830732603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7679690134830732603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/sharing-di-retret-mahasiswa-katolik-uph.html' title='Sharing Di Retret Mahasiswa Katolik UPH'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-5508331853272588109</id><published>2011-03-15T14:33:00.003+07:00</published><updated>2011-03-16T12:18:09.658+07:00</updated><title type='text'>Kisah Masa Remajaku Bagian 2</title><content type='html'>Lanjutan dari :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/kisah-masa-remajaku.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Ketika mendaftar di SMU, seperti biasa aku dan ibu harus menghadapi penolakkan dari pihak sekolah. Tapi kali ini, kepala sekolah yang baru, yang akan menggantikan kepala sekolah lama di tahun ajaran baru, lebih mendukungku. Dan aku pun diterima sebagai muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta ijin kepada ibu untuk belajar huruf braille, karena penglihatanku sudah semakin memburuk. Kemampuanku menulis pun sudah mulai naik turun gunung. Kadang menanjak ke atas, sehingga menabrak tulisan yang sudah ada sebelumnya, tapi kadang juga menurun ke bawah, menerobos garis-garis pembatas, hingga lebih menyerupai ular naga panjangnya yang sedang berlenggak-lenggok.&lt;br /&gt;Kaca pembesarku pun sudah tidak dapat lagi menolongku. Melihat keadaan anaknya ini, akhirnya orang tuaku memanggil seorang guru SLBA untuk mengajariku membaca dan menulis dengan jari-jariku.&lt;br /&gt;Dua kali seminggu guru SLBA itu datang ke rumahku. Aku begitu antusias belajar huruf timbul tersebut, karena aku tak perlu lagi memaksa mataku untuk bekerja lebih keras, yang hanya akan mempercepat turunnya daya penglihatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru SLBA itu sering bercerita kepadaku tentang teman-teman tunanetra yang ada di SLBA. Bagaimana mereka begitu mandiri, mampu berpergian sendiri, membersihkan rumah, memasak, dan mereka pun mempunyai permainan yang seru-seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, aku jadi tertarik untuk berkunjung ke sana. Aku segera meminta ibu untuk mengantarku bermain ke SLBA.&lt;br /&gt;Ibu pun bersedia. Dan setibanya aku di sana, aku langsung merasa senang bukan kepalang. Rasanya seperti baru menemukan duniaku sendiri. Ternyata banyak sekali teman-teman yang memiliki keterbatasan penglihatan sepertiku. Selama ini aku berpikir kalau hanya aku sajalah yang mengalami kelainan mata seperti ini.&lt;br /&gt;Banyak sekali hal-hal baru yang kupelajari di sana. Dari cara mereka berjalan dengan tongkat putih, cara membersihkan rumah, memasak, dan permainan-permainan apa saja yang biasa mereka mainkan. Aku jadi sering bermain ke sana dengan diantar jemput oleh ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, timbul juga keberanian dari dalam diriku untuk mencoba pulang sekolah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mam, nanti siang nggak usah jemput aku di sekolah ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena aku mau pulang bareng teman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teman kamu yang mana?” Ibu tampak curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eva. Dia kan rumahnya satu jurusan denganku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, tapi kan Eva rumahnya sebelum kita? Terus, nanti kamu turun sama siapa&lt;br /&gt;di sini?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenang saja, Mam,” jawabku dengan percaya diri, “Nanti Eva yang antar aku sampai di depan gerbang rumah.” Aku berusaha meyakinkan ibu, agar dia tidak kuatir dan mengijinkanku pulang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudah. Tapi kamu harus minta Eva buat antar kamu sampai sini ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Ok!” Jawabku senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas, aku janjian dengan Eva untuk pulang bareng, dan memintanya agar mau mengantarku sampai ke depan rumahku.&lt;br /&gt;„Nanti aku deh yang bayarin semua ongkosnya!” Kataku lagi sedikit merayu.&lt;br /&gt;Dan akhirnya Eva pun bersedia mengantarku sampai ke depan pintu gerbang rumahku, kemudian dia akan kembali lagi naik angkutan umum untuk menuju ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada suatu hari, aku menyuruh Eva untuk turun saja di rumahnya, dan membiarkanku melanjutkan perjalanan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti nyeberang jalannya gimana?” Tanya Eva kuatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa kok. Kan aku masih bisa lihat bayangan mobil atau motor yang lewat.” Jawabku dengan tampang meyakinkan. Padahal, Sebenarnya aku juga masih lumayan takut sih. Apalagi jalanan di depan rumahku cukup besar. Tapi aku tetap saja menyuruh Eva untuk turun lebih dahulu.&lt;br /&gt;Ketika aku sampai di seberang rumahku, aku langsung saja berlari sekencang-kencangnya menyeberangi jalan. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil yang juga berlari sekencang-kencangnya. Dan ketika melihatku menyeberang, pengemudi itu langsung menginjak rem, hingga roda-roda mobilnya mengeluarkan suara berdecit.&lt;br /&gt;“Woi!!” Aku mendengar pengemudi mobil itu berteriak ke arahku. Sekujur tubuhku gemetaran. Beberapa waktu lamanya aku hanya diam berdiri merapat ke pintu gerbang rumahku.&lt;br /&gt;Jantungku berdebar-debar tak terkendali, membuat kakiku yang gemetaran jadi terasa lemas. Aku segera masuk ke dalam rumah. Dan sesampainya di dalam kamar, aku langsung menjatuhkan diri ke tempat tidur dengan posisi menelungkup. Sekujur tubuhku masih saja gemetaran hebat. Hingga beberapa lamanya aku tetap dalam posisi seperti itu. Sedikit pun tak bergerak. Seolah-olah semua tulang-tulang di tubuhku tiba-tiba saja menjadi lumpuh. Ketika gemetarnya sudah berangsur-angsur mulai mereda,&lt;br /&gt;barulah aku membalikan tubuh ke posisi terlentang. Aku berpikir kalau kejadian tadi tidak boleh sampai diketahui orang tuaku, karena sudah pasti mereka tidak akan mengijinkanku lagi untuk pulang sendiri. Aku hanya berjanji kepada diriku sendiri, agar lain kali lebih berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada suatu sore, ketika aku meminta ibu untuk mengantarku lagi bermain ke SLBA, dengan tegas dia melarangku.&lt;br /&gt;“Kamu itu berbeda dengan anak-anak di SLBA! Nggak bagus kamu terlalu sering bermain ke sana!” &lt;br /&gt;Mendengar perkataan ibu, hatiku benar-benar sedih bukan main. Seolah-olah aku telah direnggut dari sahabat terbaik yang sudah lama kucari, dan baru saja berhasil kutemukan, tapi dalam sekejap mata, ia telah pergi lagi meninggalkan aku seorang diri.&lt;br /&gt;Jangan-jangan ibu sudah mengetahui kejadian waktu aku hampir saja tertabrak mobil. Tapi tahu dari siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran braille-ku pun usai. Guru SLBA itu berkata kepada ayah kalau aku sudah mampu membaca dan menulis dengan jari-jari tanganku, hanya tinggal berlatih sendiri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku tak diijinkan untuk bermain ke SLBA, tapi diam-diam aku masih sering menelepon teman-teman di SLBA itu. Aku senang mendengar cerita tentang pengalaman mereka selama bersekolah di SLBA, sampai akhirnya mereka juga masuk ke SMU negeri. Benar-benar mengasyikan. Belajar dengan teman-teman sesama tunanetra. Tidak perlu merasakan diejek atau ditertawai teman sekelas, seperti yang pernah kualami. Tidak perlu juga susah payah membaca tulisan yang ada di papan tulis, atau memaksakan mata untuk membaca buku dengan kaca pembbesar, karena mereka kan diajar dengan huruf-huruf timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja kepala sekolah mau mengerti tentang tingkat kesulitan yang kualami kini dalam hal  membaca dan menulis, sehingga dia mengijinkan ibu untuk mendampingiku sewaktu ujian berlangsung. Ibu akan membacakan soal-soalnya, dan menuliskan jawaban yang kuberikan secara lisan ke dalam lembar jawaban, sehingga aku bisa mengerjakannya dengan cepat. Ujian itu kami kerjakan di ruang guru, sehingga para guru masih bisa mengawasi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku malu juga sih. Sudah besar masih didampingi ibu.&lt;br /&gt;Seperti anak manja saja! Andaikan aku bisa mengerjakan ujian ini seperti teman-temanku yang lain…&lt;br /&gt;Ah, sudahlah! Sudah bagus ibu bersedia membacakanku.&lt;br /&gt;Memang ibu adalah ibu yang hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sengaja aku mendengar obrolan orang tuaku yang hendak membawaku ke pengobatan tusuk jarum. Membayangkannya saja aku sudah ngeri. Aku langsung berlari ke dalam kamarku, dan menangis. Aku benci kalau sampai aku harus merasakan sakit disuntik lagi.&lt;br /&gt;Tiba-tiba seseorang memegang bahuku.&lt;br /&gt;„Kenapa lu nangis?” Ternyata yang datang itu kakakku.&lt;br /&gt;„Gue nggak mau ditusuk jarum!” jawabku masih menangis.&lt;br /&gt;„Memangnya siapa yang mau tusuk lu pakai jarum?” kakakku kebingungan.&lt;br /&gt;„Tadi gue dengar kalau mami sama papi mau bawa gue ke pengobatan tusuk jarum. Gue nggak mau! Gue takut!”&lt;br /&gt;„Itu kan supaya mata lu sembuh.”&lt;br /&gt;„nggak! Pokoknya gue nggak mau!” Tolakku sengit.&lt;br /&gt;„Ya sudah... Nanti biar gue yang bilang sama mami kalau lu nggak mau ditusuk jarum. Sekarang lu nggak usah nangis lagi ya.” Setelah berkata seperti itu, kakakku pun keluar dari kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sedang makan malam sekeluarga, ayah bertanya kepadaku :&lt;br /&gt;„Kenapa kamu nggak mau mencoba pengobatan tusuk jarum?”&lt;br /&gt;kujawab hanya dengan gelengan kepala.&lt;br /&gt;„Nggak sakit kok,” sambung ibu mencoba merayuku, „palingan Cuma terasa seperti digigit semut.”&lt;br /&gt;„Yah, karena kayak digigit semut, makanya aku nggak mau. Digigit semut itu kan sakit. Apalagi kalau yang gigitnya semut rangrang!” elakku cepat. „Lagian, kenapa sih aku harus terus-terusan ngerasain sakit?” suaraku mulai gemetar menahan tangis. “Sudah buta, harus ngerasain sakit pula!” Keluhku makin lirih. Kepalaku tertunduk. Tenggorokanku terasa tercekat. Napsu makanku tiba-tiba saja hilang. Aku hanya mengaduk-aduk makananku di piring dengan menggunakan sendok.&lt;br /&gt;“Kenapa sih aku harus ngalamin semua ini?”&lt;br /&gt;Semua orang terdiam. Hanya sesekali terdengar ayah berdeham, seperti sedang membersihkan tenggorokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, kalau kamu nggak mau ditusuk jarum, ya, nggak usah saja. Toh, papi dan mami juga nggak memaksa kamu.” Kata ayahku kemudian. „Papi sama mami Cuma ingin mencoba yang terbaik buat kamu.”&lt;br /&gt;Mendengar penuturan ayah, aku jadi merasa menyesal. Kenapa juga aku harus mengeluarkan kata-kata bodoh seperti itu. Hanya membuat keluargaku menjadi sedih saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering menyaksikan orang menari di televisi. Meski aku tak dapat melihatnya dengan jelas, tapi aku mencoba membayangkannya. Wah, pasti senang ya bisa menari di atas panggung. Berlarian ke sana ke mari, berputar-putar, dan melompat setinggi-tingginya. Benar-benar merasakan kebebasan!&lt;br /&gt;Aku berpikir kalau aku pasti juga bisa menari. Toh, menari itu kan hanya membutuhkan tangan dan kaki, tidak perlu menggunakan mata.&lt;br /&gt;Akhirnya aku menyampaikan keinginanku itu kepada ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Aku pengen kursus nari, Mam!” Seruku bersemangat.&lt;br /&gt;„Kursus nari?” Tanya ibu bingung.&lt;br /&gt;„Ya. Aku pasti bisa kok!”&lt;br /&gt;Ibu masih terlihat berpikir.&lt;br /&gt;„Ya sudah, nanti kamu kursus sama Mis Fa ing saja.”&lt;br /&gt;Jawaban ibu membuatku senang.&lt;br /&gt;Ibu memang sudah mengenal Mis Fa ing, guru tari yang pernah juga mengajar adikku menari.&lt;br /&gt;Karena penglihatanku yang terbatas, dan usiaku yang sudah besar, maka Mis Fa ing mengajarku secara privat.&lt;br /&gt;Sebelumnya, aku sudah berlatih senam lantai sendiri di rumah. Dari koprol di atas lantai, mencium lutut, melakukan kayang (melengkungkan tubuh ke belakang, hingga membentuk huruf ‘n’),&lt;br /&gt;sampai berhasil melakukan split (satu kaki lurus ke depan, dan satunya lagi lurus ke belakang). Sehingga ketika Mis Fa ing mulai mengajarkanku dasar-dasar menari, tubuhku sudah lentur.&lt;br /&gt;Dan ketika kakiku disuruh untuk diangkat lurus ke depan, kesamping, atau ke belakang, aku dapat melakukannya sampai tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering meraba tangan atau kaki Mis Fa ing untuk mengetahui gerakan seperti apa yang sedang dia peragakan. Terkadang juga sebaliknya, Mis Fa ing yang mengarahkan tangan atau kakiku untuk memperagakan gerakan yang benar. Setiap gerakan memiliki nama. Jadi aku tinggal berlatih lagi sendiri di rumah, dan ketika Mis Fa ing ingin mengajari sebuah tarian, maka dia hanya perlu menyebutkan nama gerakannya saja padaku, dan aku akan langsung mengikutinya. Katanya, aku memiliki daya ingat yang baik.&lt;br /&gt;Waktu ujian pun, aku berhasil memperoleh nilai yang cukup memuaskan. Padahal, aku baru beberapa bulan saja diajar olehnya.&lt;br /&gt;Aku pernah pentas di Jakarta Internasional School bersama murid-murid Mis Fa ing lainnya. Selain itu juga aku pernah menari di acara ulang tahun sekolahku. Pernah juga aku mendapat peran sebagai peri dalam pertunjukkan tari yang diadakan oleh Mis Fa ing sendiri. Seluruh keluargaku hadir untuk menyaksikan aku menari sebagai seorang peri!&lt;br /&gt;Sungguh menyenangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====&lt;br /&gt;Pacar Pertamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kelas 3 SMU, aku berkenalan dengan seorang cowok bernama Andre. Dia adalah adik kelasku di kelas satu. Kami sama-sama tergabung dalam kelompok vokal, dan dia merupakan pemain gitarnya. Selesai berlatih vokal, biasanya Andre menghampiriku untuk mengobrol. Melihat kedekatan kami, teman-temanku pun langsung berusaha menjodohkan kami berdua. Pernah suatu hari ketika sehabis pentas vokal, aku ditinggal hanya berdua saja dengan Andre. Akhirnya, Andre yang mengantar aku pulang sampai ke depan rumahku. Teman-temanku bilang kalau wajah Andre itu tampan.&lt;br /&gt;Dan ternyata diam-diam ada juga salah satu teman sekelasku yang naksir Andre.&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, Andre berkata kepadaku :&lt;br /&gt;“Gue sayang lu… Mau nggak lu jadi pacar gue?”&lt;br /&gt;Bukannya menjawab, aku malah menangis. Melihat itu, Andre jadi bingung.&lt;br /&gt;Aku merasakan tangan Andre membelai-belai rambutku.&lt;br /&gt;Tanpa kusadari sebelumnya, ternyata dia telah memelukku. Aku menyembunyikan wajahku di dadanya. Rasanya nyaman sekali.&lt;br /&gt;“Kenapa lu jadi sedih?” Tanyanya dengan suara yang lembut.&lt;br /&gt;“Kenapa lu bisa sayang sama gue?” Aku malah balik bertanya. Untung saja aku belum mengangkat wajahku dari dadanya. Kalau tidak, mungkin Andre bisa melihat wajahku yang tiba-tiba saja berubah menjadi merah seperti tomat busuk karena malu.&lt;br /&gt;„Lu kan tau kalau gue ini nggak bisa lihat.” Lanjutku dengan suara pelan.&lt;br /&gt;„Terus, kenapa?” Pertanyaan Andre malah bikin aku jadi makin salah tingkah. Aku tidak tau harus jawab apa.&lt;br /&gt;„Gue sayang lu apa adanya.” Bisiknya perlahan di dekat telingaku. „Gue bakal jagain lu kok.” &lt;br /&gt;Hatiku tiba-tiba saja seperti tumbuh sekuntum bunga&lt;br /&gt;yang langsung mekar berkembang. Perkataan Andre terdengar seperti suara seorang malaikat saja. Akhirnya, kami pun resmi berpacaran.&lt;br /&gt;Sekarang, aku selalu pulang sekolah bareng Andre. Biasanya Andre akan bermain dulu di rumahku sampai jam empat sore, kemudian dia akan pulang untuk membantu ayahnya menjaga toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sepuluh bulan kami berpacaran, Tiba-tiba saja Andre memberitahuku kalau ayahnya baru saja berkata kepadanya:&lt;br /&gt;„Buat apa sih kamu berpacaran sama Rachel. Lama-kelamaan Rachel itu bisa jadi beban saja buat kamu!”&lt;br /&gt;Mendengar itu, hatiku benar-benar terasa sakit bukan kepalang. Tega sekali ayah Andre berkata seperti itu.&lt;br /&gt;Setelah hari itu, Andre mulai jarang datang ke rumahku. Saat kutanya kenapa, ia menjawab kalau dia mulai ragu dengan perasaannya terhadapku.&lt;br /&gt;Aku benar-benar sedih. Semalaman aku menangis sendirian di dalam kamar, hingga kedua mataku menjadi bengkak, mirip seperti mata kodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku melihatku keesokan harinya, ia pun bertanya dengan perasaan bingung bercampur geli :&lt;br /&gt;„Kenapa mata lu jadi kayak orang yang habis ditonjok?”&lt;br /&gt;Aku tak mempedulikan pertanyaan adikku itu. Aku yakin kalau adikku pasti akan langsung menceritakan keadaanku ini kepada ibu. Dan ternyata dugaanku benar. Tak berapa lama, aku mendengar langkah kaki seseorang menghampiri kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Kenapa kamu nangis?” Tanya ibu segera, setibanya di dalam kamarku, dan melihat mataku yang kata adikku tadi, seperti orang yang baru saja kena tonjok.&lt;br /&gt;„Ayo, cerita sama mami, kenapa kamu nangis?”&lt;br /&gt;Desak ibu kuatir campur penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Aku putus sama Andre.” Jawabku sedih.&lt;br /&gt;„Kenapa dia putusin kamu?”&lt;br /&gt;„Katanya dia sudah nggak lagi sayang sama aku. Mungkin karena mataku yang nggak bisa lihat.”&lt;br /&gt;Sejenak ibu terdiam.&lt;br /&gt;„Nggakk usah dipikirin. Cowok nggak Cuma dia saja.” Ibu berusaha menghiburku.&lt;br /&gt;„Tapi, mana ada lagi cowok yang mau sama cewek cacat kayak aku?”&lt;br /&gt;Air mataku kembali mengalir. Terdengar ibu menghela nafas berat.&lt;br /&gt;„Siapa bilang kamu cacat? Kamu Cuma nggak bisa lihat dengan jelas. Kamu kan cantik. Pasti nanti ada cowok yang benar-benar sayang sama kamu. Sudah, jangan nangis lagi! Ngapain nangisin cowok macam dia!”&lt;br /&gt;Sebenarnya ibu ini ingin menghiburku, apa ingin mengumpat Andre sih? Tapi perkataan ibu ada benarnya juga. Buat apa aku menangisi Andre yang sudah tidak lagi sayang padaku. Lebih baik air mataku kusimpan sebagai cadangan, siapa tahu nanti diperlukan untuk menangisi yang lain. He he he…&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku harus kembali menguatkan hati, agar tidak terpuruk terlalu lama dalam kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-5508331853272588109?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/5508331853272588109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=5508331853272588109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5508331853272588109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5508331853272588109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/kisah-masa-remajaku-bagian-2.html' title='Kisah Masa Remajaku Bagian 2'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-833488794845810400</id><published>2011-03-15T14:00:00.008+07:00</published><updated>2011-03-16T13:27:13.805+07:00</updated><title type='text'>Kisah Masa Remajaku</title><content type='html'>Inilah kisah masa remajaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SD &lt;br /&gt;&lt;a href="remang-remang.blogspot.com/2010/12/ibuku-adalah-pahlawanku.html"&gt;Baca Ibuku Adalah Pahlawanku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibu kembali mendaftarkanku di sekolah yang sama dengan kakakku. Tapi kini pertempuran ibu dengan pihak sekolah lebih sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Maaf ibu, kami tidak bisa menerima anak ibu menjadi murid kami!” Jawab kepala sekolah setelah mengetahui kalau aku memiliki hambatan penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Tapi anak saya mampu lulus SD dengan hasil yang bagus!” tukas ibuku tak mau kalah, sambil menunjukkan NEM-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Ya..., tapi sekolah kami memang tidak menerima murid cacat. Mengapa ibu tidak menyekolahkan anak ibu ini ke SLBA saja, yang memang disediakan bagi anak-anak yang memiliki hambatan penglihatan seperti anak ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Tidak!” tolak ibuku tegas, „saya yakin kalau anak saya mampu bersekolah di sekolah umum!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat keduanya terdiam. Sesekali terdengar bapak kepala sekolah menarik nafas. Mungkin baru kali ini dia menghadapi seorang ibu yang memiliki semangat kuat seperti banteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini saja…” tiba-tiba ibu kembali bersuara, “bagaimana jika bapak memberi kesempatan kepada anak saya untuk mencoba selama setahun. Kalau anak saya terbukti tidak mampu, maka bapak boleh mengeluarkan anak saya. Tapi jika ternyata anak saya mampu mengikuti pelajaran, maka bapak harus menerima anak saya menjadi murid di sini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak kepala sekolah tak langsung menjawab. Terlihat dia sedang berpikir keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah,” jawab bapak sekolah itu akhirnya, “selama satu tahun, anak ibu akan menjadi murid percobaan di sekolah kami. Dia akan tetap belajar seperti anak-anak lainnya, hanya dia tidak akan menerima rapot sungguhan sampai dia dinyatakan berhasil naik kelas. Dan jikalau anak ibu ini ternyata menggangu kegiatan belajar murid-murid lainnya, maka terpaksa kami tolak!””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seulas senyum lebar terhias di bibir ibu. Akhirnya sekali lagi ibu menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun masuk ke SMP menjadi seorang gadis remaja. Jarak penglihatanku makin memburuk tetapi masih mampu berjalan sendiri tidak perlu di tuntun orang lain. Proteksiku terhadap kecacatanku pun semakin ketat, apalagi sebagai gadis remaja aku juga ingin mendapatkan perhatian lebih dari teman lawan jenis, dan itu membuat perasaanku pun menjadi lebih sensitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tidak pernah mengetahui kalau ternyata aku ini hanya diterima sebagai murid percobaan saja. Ibu sama sekali tidak pernah memberitahuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ibu pun menempatkan aku di deretan bangku paling depan. Ini sudah biasa kami lakukan sedari aku masih di SD, setiap kali kenaikkan kelas. Kadang kami harus berebutan dengan murid-murid lainnya yang ingin juga duduk di meja terdepan. Tapi ibu selalu sigap. Sambil menarik tanganku, ia akan berlari ke meja yang tepat berada di tengah dan terdepan. Jika ada murid yang sudah mendahuluinya, maka ibu akan mengusirnya dengan berkata :&lt;br /&gt;„Maaf, kamu pindah saja ya, karena anak saya ini tidak bisa melihat dengan jelas.” Biasanya murid-murid itu pun segera pindah ke tempat duduk lain. Aku tidak tahu bagaimana tepatnya perasaan mereka. Mungkin mereka bisa maklum, atau mungkin juga mereka kesal, karena berarti harus mencari tempat duduk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat, aku hanya menggunakan mata sebelah kiriku, bukan karena mata sebelah kananku sudah buta sama sekali, tetapi jika aku mencoba menggunakan kedua mataku sekaligus, yang terlihat olehku hanya warna hitam. Makanya kalau sedang membaca buku dengan kaca pembesar, kepalaku sampai miring-miring ke sebelah kanan karena aku membacanya dengan menggunakan sudut mata. Sebenarnya aku sendiri pun tidak menyadarinya, sampai pada suatu hari seorang teman baruku bertanya kepada teman lainnya: “Dia kenapa sih, kok baca buku sampai kepala miring-miring kayak gitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya menggunakan satu mata, maka bola mata sebelah kananku pun menjadi juling. Aku pernah melakukan operasi untuk membetulkan mata julingku ini, agar kembali sejajar dengan bola mata sebelah kiriku, tapi tetap saja bola mata kananku akan tampak melenceng, jika sedang melihat sesuatu atau seseorang, kan aku hanya melihatnya dengan sebelah mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari, aku sedang bertanya kepada seorang cowok tentang sesuatu. Dia bukannya langsung menjawab pertanyaanku, tapi malah menoleh ke belakang, seperti sedang mencari seseorang, dan ketika tidak menemukan siapa pun di belakangnya, barulah dia menoleh lagi kepadaku dan menjawab pertanyaanku dengan nada yang agak bingung. Mungkin dia berpikir: “ Ini anak bicara sama siapa sih? Kok matanya kayak lagi lihat ke belakangku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku merasa sedih sekali mengetahui tingkah lakunya, tapi aku berusaha menekan perasaanku itu, dan bersikap biasa-biasa saja, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Padahal di sebelah dalam dadaku terasa perih sekali, seperti habis tergores pisau yang sangat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah mencoba menutup mata kananku dengan telapak tangan, jika sedang berbicara dengan seseorang, dan ternyata caraku itu ampuh. Karena setiap orang yang kuajak bicara tidak lagi menoleh ke belakang, atau ke kiri kanannya, melainkan tetap lurus menatapku. Tapi cara itu pun tidak terus kugunakan, karena nanti dikirannya aku sedang mengejeknya atau tidak punya sopan santun. &lt;br /&gt;Makanya, aku jadi malas bertemu orang, apalagi orang baru yang belum mengetahui keadaan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang ada tamu berkunjung ke rumah,&lt;br /&gt;Aku cepat-cepat masuk ke dalam kamar dan mengurung diri, rasanya lebih tenang dan damai, sampai terdengar teriakan ibu memanggilku untuk menemui tamu-tamunya. Akhirnya dengan terpaksa, aku pun keluar dari lubang persembunyianku yang terasa nyaman, dan menemui mereka sekedarnya saja, tidak ada obrolan yang panjang lebar, apalagi canda tawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali, sepulang sekolah, aku langsung masuk ke dalam kamar. Aku menjatuhkan tubuhku ke tempat tidur, dan menutup wajahku dengan bantal. aku menangis sepuasnya. Menumpahkan semua kesedihanku yang terasa memadati hatiku, sehingga membuat dadaku terasa sesak.&lt;br /&gt;„Kenapa sih Tuhan tega memberiku mata seperti ini?” Jeritku frustasi, „Kenapa tidak orang lain saja yang diberi mata seperti ini? Kenapa harus aku?” Aku terus menangis sampai merasa lelah sendiri. Aku sering membayangkan tentang masa depanku. Apa selamanya aku harus bergantung terus pada orang tuaku?, apa aku tidak akan bisa hidup mendiri? Apa nantinya aku bisa bekerja dan mencari uang sendiri? Apa akan ada cowok yang mau menikahi cewek cacat sepertiku? Semakin memikirkannya, hatiku semakin terasa seperti diremas-remas saja. Benar-benar sakit., pedih, dan menyebalkan!.&lt;br /&gt;Setelah aku puas mengeluarkan semua unek-unekku  dengan cara menangis, aku pun akan segera melupakannya dan kembali menguatkan hatiku, berusaha bersikap seperti biasa lagi. Berjuang menjalani hari-hariku dengan semangat seorang prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ibu melihat di sebuah majalah tentang sebuah tempat yang menjual alat-alat bantu untuk anak-anak tunanetra. Segera ibu membawaku mengunjungi tempat itu. Banyak sekali alat-alat bantu yang kutemui di sana. Seperti: kacamata yang dirancang khusus untuk anak-anak lowvision (lemah penglihatan) seperti yang kualami ini. Kacamata itu diberi dua buah teropong yang diletakkan di masing-masing kaca. Jadi mirip seperti yang ada di film Startreck. &lt;br /&gt;Kacamata berteropong itu bisa membantuku melihat dari jarak tertentu dan di dalamnya ssudah di berikan kaca pembesar, sehingga setiap objek yang ditangkap oleh lensa teropong itu bisa terlihat lebih dekat dan membesar. Selain itu juga, aku menemukan sebuah jam tangan yang dapat bersuara. Jadi setiap kali kupencet tombolnya, maka jam itu akan menyebutkan pukul berapa sekarang. Ada juga kaca pembesar yang berbentuk seperti penggaris, jadi aku hanya tinggal meletakkannya di atas tulisan yang akan kubaca. &lt;br /&gt;Semua alat-alat bantu itu ibu belikan untukku. Aku benar-benar senang. Bagiku, mereka bagaikan teman-teman sejati yang siap kapan saja membantuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gunakan kacamata teropong itu untuk membaca tulisan yang ada di papan tulis, sehingga aku tidak perlu lagi mondar-mandir dari meja ke papan tulis. Tapi kacamata itu begitu berat dan besar, sahingga membuat mataku cepat lelah dan tentu ssaja memaksaku untuk menahan malu di depan teman-temanku, apalagi di depan cowok incaranku. Kemampuanku membaca dengan alat itu pun tidak bertahan lama. Demikian juga dengan kaca pembesar penggarisku.  Penglihatanku terus menurun. Aku kembali menggunakan kaca pembesar yang lama, karena kemampuan untuk membesarkan hurufnya masih lebih besar daripada kaca pembesar penggaris. Aku juga kembali meminta tolong kepada teman-temanku agar membantu membacakan setiap tulisan yang ada di papan tulis. Meski terkadang ada juga teman yang menolak dengan alasan, “sedang malas!”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan menangis sendiri di dalam kamarpun semakin padat dan intonasi nada menangisnya pun semakin bervariasi. Aku tidak mau kalau hobiku menangis sampai diketahui orang lain apalagi orang tuaku. Jadi setiap kepedihan, ketakutan, keputusasaan, dan jeritan hatiku pun hanya kutujukan pada Tuhan. Tapi semakin aku menjerit dalam hati, aku semakin merasakan Tuhan dekat denganku, semakin aku sering protes sama Tuhan, semakin hatiku merasa sangat bersalah. Tapi lewat semuanya itu, Tuhan tidak pernah marah padaku, malah aku semakin merasakan Tuhan tambah sayang padaku. Karenanya, aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak lagi menyalahkan, apalagi sampai marah pada Tuhan, aku menganggap kalau sampai aku melakukan hal itu lagi berarti aku termasuk orang yang tidak tahu terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengikuti setiap kegiatan sekolah seperti anak-anak lainnya. Seperti Pramuka, olahraga, dan kegiatan rekreasi. Untuk olahraga, aku paling banyak mengambil nilai dari olahraga renang. Kebetulan dari SD, aku sudah mengikuti kursus renang, dan aku berhasil menjadi murid renang terbaik, walau pun sering juga bibirku terbentur ujung kolam, sampai berdarah dan membengkak. Aku sering diminta guru renangku untuk berenang lebih lama dari murid-murid lainnya. Katanya dia sedang mempersiapkanku untuk mengikuti lomba renang. Tapi sebelum terwujud, aku sudah keburu berhenti kursus, karena aku terkena sakit tipus, hingga harus diopnam di rumah sakit.&lt;br /&gt;Ini adalah sakit tipus keduaku, dan ketika aku sudah di SMU, aku kena tipus sekali lagi. Jadi total tipus yang mampir di hidupku sebanyak tiga kali. Dua kali masuk rumah sakit, dan satu kali lagi jadi pasien ibuku di rumah. Waktu tipus yang ketiga, ibu memperingatkanku:&lt;br /&gt;„Kata dokter, kalau sampai kamu kena tipus sekali lagi, maka usus kamu mau dipotong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman paling sedih adalah pada saat mengikuti ujian.&lt;br /&gt;Sama seperti di SD, aku membaca soal-soal ujian dengan menggunakan kaca pembesar. Tapi karena penglihatanku semakin memburuk, makanya aku semakin kesulitan membaca atau pun menulis. Sering kali, saat di tengah-tengah ujian, aku sudah merasa kelelahan. Tanganku mulai gemetar, dahiku berkeringat, dan punggungku juga terasa pegal, karena selama satu jam setengah, aku harus terus-menerus membungkuk sampai hampir menyentuh meja untuk mendekatkan mataku pada lembar soal. Jika teman-temanku sudah mulai beranjak dari kursinya untuk mengumpulkan lembar ujiannya, dan kemudian pergi meninggalkan kelas, aku akan semakin gelisah.&lt;br /&gt;Soal yang belum kukerjakan masih begitu banyak, sementara untuk membaca saja aku sudah terlalu lelah. Ingin rasanya aku menangis, dan menyobek-nyobek lembar soal itu, lalu melemparkannya jauh-jauh keluar jendela kelas. Tapi semua itu hanya bisa kulakukan di dalam imajinasiku saja. Karena jika hal itu benar-benar kulakukan, maka sudah bisa dipastikan, guru-guruku akan langsung menyatakan bahwa aku tidak naik kelas!&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan sisa tenaga yang ada, aku kembali memasang kaca pembesarku untuk membaca tulisan yang malah tampak semakin kabur.&lt;br /&gt;Kalau lonceng tanda waktu ujian telah habis, dengan terpaksa aku pun segera mencentang jawaban dari semua soal yang belum kukerjakan dengan asal-asalan.&lt;br /&gt;A, B, C, D, E, lalu kembali lagi mencentang jawaban dari A, B, C, D, E. Dari pada tidak diisi sama sekali, kan lebih baik untung-untungan. Siapa tau jawabanku yang asal-asalan ini ternyata benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa setahun pun berlalu, dan ternyata aku mampu mengikuti semua pelajaran dengan cukup baik, serta berhasil naik kelas. Akhirnya pihak sekolah pun menerimaku menjadi muridnya yang sah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu di kelas dua SMP, aku pernah diam-diam naksir berat dengan seorang cowok seangkatanku, tapi kami berbeda kelas.&lt;br /&gt;Aku di kelas C, sementara dia di kelas D. Aku naksir dia bukan karena wajahnya yang kata orang memang lumayan ganteng, berkulit putih dan bertubuh lumayan tinggi, tapi lebih karena suaranya yang lembut, tidak terlalu banyak bicara, dan kupikir dia pasti adalah cowok yang baik. Tidak seorang pun yang mengetahui tentang perasaanku ini, termasuk orang tuaku. Aku hanya menyimpannya dalam hati. Sering aku sengaja lewat di depan kelasnya hanya untuk merasakan kehadirannya.  Walau aku tidak dapat memandang wajahnya, tapi aku sudah merasa senang dengan hanya membayangkan dia ada di dekatku. Syukur-syukur aku bisa mendengar suaranya yang bikin jantungku berdetak lebih cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi suatu hari, akhirnya rahasia hatiku itu terbongkar juga. Sore itu, aku dan teman dekatku, Peggy, sedang ngobrol di telepon. Kami saling bersepakat untuk membuka rahasia hati kami masing-masing dengan memberitahu cowok mana yang sedang kami taksir.&lt;br /&gt;Awalnya kami hanya menyebutkan di kelasberapa sang cowok berada, dan ternyata kami menyebutkan kelas yang sama: 2D. Setelah kami saling main tebak-tebakan nama cowok yang mungkin menjadi inceran masing-masing, Akhirnya Peggy menebak sebuah nama yang membuat mulutku terbungkam. Aku tak bisa bilang “bukan!”, tapi juga tak berani untuk mengatakan: “Ya!”. Mengetahui kegagapanku itu, Peggy langsung saja mengambil kesimpulan kalau ternyata aku naksir „Sandy”, yang bukan lain adalah cowok incerannya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sedang berada di rumah Peggy, Peggy menyarankan agar aku menelepon Sandy. Tapi aku menolak, karena aku malu dan nggak tahu harus ngomong apa.&lt;br /&gt;Akhirnya Peggy yang mendahului menelepon Sandy dan membuka pembicaraan. Setelah beberapa saat, aku mendengar Peggy berkata: “Ini si Rachel mau ngomong sama lu!”, kemudian dia menyodorkan gagang telepon ke tanganku.&lt;br /&gt;Spontan jari-jariku menggenggam gagang telepon itu, karena hatiku juga sangat ingin berbicara dengan Sandy, tapi aku masih kebingungan memilih kata-kata. &lt;br /&gt;“Halo…” &lt;br /&gt;“Halo Rachel.” Suara di seberang telepon hamper saja membuatku pingsan karena kesenangan. Jantungku tiba-tiba saja berdetak lebih cepat, seperti habis lomba lari marathon.&lt;br /&gt;Aku sibuk mencari kata-kata agar obrolan kami tidak menjadi basi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabtu ini kamu ke Gereja??” Tanyaku datar.&lt;br /&gt;“Iya. Rachel mau dijemput?”&lt;br /&gt;Waaahhh….! mendengar tawaran Sandy membuatku seperti melayang ke langit ke tujuh. Benar-benar di luar dugaan. Hatiku senang bukan kepalang. Jantungku pun seperti melompat keluar, tapi untung saja keburu kutahan, kalau tidak, bisa-bisa aku sudah mati di tempat.&lt;br /&gt;Tapi, pada saat itu aku hanya dapat tersenyum. Aku membayangkan&lt;br /&gt;berjalan berdua dengan Sandy, dan itu  saja sudah terasa sangat menakutkan buatku. Bukan menakutkan karena membayangkan Sandy akan mengajakku berjalan melewati kuburan tengah malam bolong, atau membayangkan gigi Sandy yang tiba-tiba saja bertumbuh makin panjang menyerupai vampir, dan mengejar-ngejar aku untuk dijadikan mahluk vampir berikutnya, seperti yang ada di serial Twilight. Tapi kengerianku lebih disebabkan karena&lt;br /&gt;kondisi mataku yang remang-remang, hidup segan mati pun tak mau! &lt;br /&gt;Nggak mungkin kan kalau nanti tiba-tiba saja aku langsung memegang tangannya, atau biar terlihat lebih sopan dan tidak mengejutkan sang pemilik tangan, aku akan  permisi dulu kepada Sandy dengan berkata : “Boleh nggak kalau aku pegang tangan kamu?”.&lt;br /&gt;Duuuhh, baru memikirkannya saja sudah membuatku salah tingkah. &lt;br /&gt;Bagaimana kalau nanti kakiku tersandung batu, atau terpeleset saat menuruni tangga. Bagaimana juga kalau Sandy lupa bahwa cewek di sebelahnya ini memiliki senter  yang tinggal setengah wat, alias matanya sudah setengah buta!&lt;br /&gt;Hatiku pun kembali ciut. Aku nggak mungkin menerima tawaran Sandy. Walau pun Sandy mungkin mau menuntunku, tapi aku tetap tidak mau! Aku malu! Malu tapi mau!&lt;br /&gt;Aku pun tidak memberikan jawaban. &lt;br /&gt;Kami kembali ngobrol ke sana ke mari, nggak jelas arah. Kadang malah kami berdua hanya diam, tak tau lagi harus ngomong apa. Hingga akhirnya „Klik”, pembicaraan pun selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menenangkan gejolak di hatiku yang mulai terdengar seperti guntur yang bergemuruh di tengah samudera luas, aku mulai berpikir kalau tawaran Sandy itu hanyalah main-main. Sandy tidak bermaksud serius dengan tawarannya itu. Meski dalam hati sih aku tetap berharap kalau tawaran itu sungguh-sungguh muncul dari dalam hati Sandy.&lt;br /&gt;Akhirnya, Sabtu pun berlalu tanpa Sandi. Seperti biasa, orang yang menjemputku tak lain tak bukan adalah ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu mencoba mengajakku berobat ke Singapura. Kami pergi hanya berdua saja, padahal bahasa Ingris kami amburadul. Aku kembali harus melakukan pemeriksaan dari awal lagi. Dari mencoba berbagai ukuran lensa, dan berusaha membaca huruf-huruf yang muncul dilayar, yang semakin membuatku merasa frustasi, karena huruf-huruf itu tak juga mampu kulihat. , Harus merasakan sakit lagi saat tanganku disuntik warna, agar saat mataku difoto, hasilnya jadi berwarna. Sampai disuruh melihat titik-titik cahaya yang muncul. Setiap kali ada titik yang muncul pada layar, aku harus memencet tombol. Lumayan sering aku memencet tombol, padahal aku sendiri tidak yakin apa titik-titik yang kulihat itu benar-benar terlihat oleh mataku, atau Cuma merupakan hasil dari imajinasiku saja. Yang pasti, dokter menyatakan bahwa seharusnya kedua mataku ini  sudah buta sama sekali, karena bintik yang ada di tengah bola mataku sudah bolong. Sebenarnya hasil ini kuketahui juga dari ibu. Entah ibu yang salah dengar, atau dokternya yang salah diagnose. Yang pasti, saat itu aku masih mampu melihat, walau pun luas pandangku semakin sempit dan buram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun kembali ke Indonesia dengan tangan kosong. Masalah pada mataku masih juga menjadi misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku di kelas tiga SMP, orang tuaku kembali mengusahakan agar aku bisa berobat ke Belanda. Mendengar rencana keberangkatanku ke Belanda, tiba-tiba saja ada tetanggaku yang baik hati, menyodorkan sejumlah uang kepada orang tuaku. &lt;br /&gt;„Pegang saja uang ini, hanya untuk berjaga-jaga. Siapa tahu nanti dibutuhkan di sana.” Ujarnya setengah memohon agar orang tuaku mau menerimanya. Akhirnya, demi menghargai niat baik tetanggaku itu, orang tuaku pun menerimanya dengan disertai ucapan terima kasih. Jadilah aku berangkat ke negeri kincir angin itu. Lagi-lagi hanya ditemani oleh ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sedang berada di ruang tunggu bandara, yang lebih didominasi oleh orang-orang asing, ibu melihat seorang wanita yang sebangsa dengan kami. Ibu segera melempar senyum yang langsung dibalas oleh wanita itu. Mereka pun segera saling berjabat tangan untuk berkenalan. Aku pun tidak ketinggalan ikut memperkenalkan diri. Suami wanita itu yang orang Belanda asli sangat ramah kepada kami. Ketika kami harus transit di Bangkok, karena sebelah sayap pesawat kami mengalami kerusakan, Wanita itulah, yang bernama Sukinah, berserta dengan suaminya, yang selalu menemani kami. Ibu sangat senang memperoleh teman satu bahasa. Seandainya tante Sukinah tidak ada, pastilah kami akan merasa seperti anak kelinci di tengah-tengah kerumunan jerapah. Selama berjalan-jalan di bandara Bangkok, suami tante Sukinah selalu menuntunku. Dia sudah menguasai sedikit bahasa Indonesia, sehingga kami bisa mengobrol dengan nyaman. Sekali-kali dia mengajariku bahasa Belanda. &lt;br /&gt;„Ik wil eten, artinya, saya mau makan…&lt;br /&gt;Ik wil drinken : saya mau minum…&lt;br /&gt;Ik wil slapen, berarti saya mau tidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Kalau aku cinta kamu?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;„Ik hou van je!„ jawabnya sambil tertawa. Tangannya yang besar mengucek-ngucek rambutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar dua jam kami menunggu di bandara Bangkok, akhirnya kami kembali memasuki pesawat dan melanjutkan perjalanan yang masih amat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu akhirnya kami turun di bandara schiphol yang begitu luas, suami isteri yang baik itu kembali menemani kami sampai kami bertemu dengan saudara kami yang tinggal di sana, dan memang datang untuk menjemput kami. Tante Sukinah dan suaminya itu sudah seperti dua orang malaikat yang sengaja dikirim Tuhan untuk mendampingi kami selama di perjalanan. Tanpa mereka, mungkin kami berdua sudah kebingungan setengah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurang lebih satu bulan di Belanda, kami tinggal di rumah saudara yang menjemputku dan ibu di bandara  itu. Sayang aku tidak bisa menikmati indahnya negeri kincir angin ini, karena yang kulihat hanya samar-samar.&lt;br /&gt;Tapi aku sangat menyukai negeri ini, karena orangnya ramah-ramah, dan suka menyapa orang lain, baik yang sudah kenal, maupun yang belum kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku diperiksa oleh seorang dokter di Amsterdam. Tetapi dokter itu langsung menyarankan ibu untuk membawaku ke seorang profesor mata di Nijmegen. Setibanya di Nijmegen, lima orang dokter secara bergiliran&lt;br /&gt;memeriksa mataku. Kelopak mataku dibukanya lebar-lebar, dan dengan menggunakan senter, mereka pun memperhatikan bola mataku. Setelah itu, datanglah seorang dokter tua yang ternyata merupakan seorang professor mata ternama. Dia pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan kelima dokter sebelumnya. Kemudian aku dibawa ke sebuah ruangan. Aku disuruh berbaring di tempat tidur yang ada di situ. Lalu kelopak mataku kembali dibukanya lebar-lebar, tetapi kali ini, sebuah benda seperti teropong kecil di masukkan ke dalam mataku. Aku mengerjap-ngerjapkan mata untuk menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan. Tapi kelopakku terganjal oleh benda menyebalkan itu. Setelah benda kecil itu berhasil menempel di mata kiriku, kini giliran mata sebelah kananku di masukkan benda yang sama. Lalu, beberapa titik dikepalaku ditempeli semacam kabel-kabel yang terhubung dengan computer.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa terdiam dengan pasrah. Aku mendengar mereka, para dokter dan suster, termasuk ibu dan saudaraku sedang mengomentari gambar yang tampak di layer computer. Kata ibu, semua syaraf yang ada di kepalaku terlihat jelas. Begitu halus seperti serabut, dan banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, aku lagi-lagi di suntik cairan berwarna yang akan menyebabkan bola mataku mengeluarkan warna-warna pada saat di foto. Mereka tidak percaya dengan data-data yang dibawa ibu dari pemeriksaanku sebelumnya di Indonesia maupun di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, kami pun kembali ke Nijmegen, dan mendapatkan hasil yang membuat harapanku untuk sembuh kembali terlempar sangat jauh, tercebur ke dalam lautan, dan langsung ditelan oleh seekor ikan hiu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor mata itu berkata kepada saudaraku, yang langsung meneruskannya kepada ibu dalam bahasa Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada sebuah syaraf di kepalanya yang terjepit, dan karena sudah terlalu lama dibiarkan, maka syaraf itu mengering. Padahal syaraf itu berfungsi menghubungkan antara mata dan otak. Syaraf itu sangat kecil dan halus, jika dilakukan operasi, besar kemungkinan syaraf-syaraf lainnya akan ikut terpotong, dan akibatnya sangat vital.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil, aku terus memikirkan mataku yang tidak akan dapat sembuh. Tiba-tiba saja setetes air mata jatuh menuruni pipiku. Aku sengaja menyembunyikan wajahku dengan berpura-pura melihat ke jalan raya melalui jendela yang berada di sampingku. Tapi&lt;br /&gt;air mataku semakin deras mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kamu nangis?” Tanya ibu yang mendengar isakanku.&lt;br /&gt;Ditanya seperti itu, aku malah jadi semakin sedih. Aku langsung memeluk ibuku, dan meneruskan tangisanku yang sempat tertahan.&lt;br /&gt;Ibu hanya mengusap-usap punggungku, sambil sesekali terdengar ia menghela nafas.&lt;br /&gt;“Sudahlah…” kata ibu berusaha menenangkanku,&lt;br /&gt;“sekarang kita pasrahkan saja semuanya pada Tuhan. Selama ini toh Tuhan selalu tolong kamu. Buktinya kamu masih bisa sekolah kayak anak-anak lainnya yang berpenglihatan normal.”&lt;br /&gt;“Tapi aku mau mataku sembuh!” seruku di tengah-tengah tangisku.&lt;br /&gt;Saudaraku yang duduk di jog depan, dan teman Belandanya yang duduk di bangku pengemudi, hanya terdiam. Mereka turut merasakan kesedihan yang sedang dialami oleh ibu dan anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja mobil kami berhenti di pom bensin. Bukan untuk mengisi bensin, tapi pengemudi Belanda itu turun, dan masuk ke sebuah toko yang berada di area pom bensin tersebut. &lt;br /&gt;Kami hanya menunggu di dalam mobil. &lt;br /&gt;Aku sudah menghentikan tangisku, dan kembali menguatkan hati untuk menerima kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja pintu mobil di sampingku terbuka, dan pengemudi Belanda itu menyodorkan sebuah boneka kodok kepadaku, sambil bertanya dengan menggunakan bahasa Belanda, yang langsung diterjemahkan oleh saudaraku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Kamu suka boneka kodok ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat terkejut. Kuraba-raba boneka kodok itu dengan jari-jariku. Kemudian aku pun menganggukkan kepala sambil menjawab : „Ya. Bedang!”&lt;br /&gt;Kupikir, mungkin dia ingin menghiburku dengan boneka kodok ini. Sungguh-sungguh orang yang baik hati.&lt;br /&gt;Sampai sekarang, boneka kodok itu masih kusimpan, dan masih berbentuk kodok yang tersenyum lebar, dengan warna hijau cerah yang tidak juga menjadi pudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;Lanjut ke :&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/kisah-masa-remajaku-bagian-2.html"&gt;Kisah Masa Remajaku Bagian 2&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-833488794845810400?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/833488794845810400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=833488794845810400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/833488794845810400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/833488794845810400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/kisah-masa-remajaku.html' title='Kisah Masa Remajaku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4429516412721158988</id><published>2011-03-14T15:29:00.011+07:00</published><updated>2011-03-21T15:10:47.023+07:00</updated><title type='text'>DAFTAR ISI</title><content type='html'>DAFTAR ISI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/05/di-tengah-keterbatasanku.html"&gt;1. Di Tengah Keterbatasanku &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/05/yesus-engkaulah-andalanku.html"&gt;2. Yesus, Engkaulah Andalanku   &lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/05/tugas-di-gereja-mkk.html"&gt;3. Tugas Di Gereja MKK&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/06/kabur-dari-rumah.html"&gt;4. Kabur Dari Rumah&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/07/pulang-sendiri.html"&gt;5. Pulang Sendiri&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/07/anak-yang-sangat-istimewa-dari-surga.html"&gt;6. Anak Yang Sangat Istimewa Dari Surga    &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/09/my-wedding-day.html"&gt;7. My Wedding Day&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/baca-buku-empress-orchid-last-empress.html"&gt;8. Baca Buku Empress Orchid &amp; The Last Empress&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/anak-anak-langit.html"&gt;9. Anak - Anak Langit  &lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/yah-ketauan-deh.html"&gt;10. Yah, Ketauan Deh...&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/hilangnya-mata-pencaharian-para.html"&gt;11. Hilangnya Mata Pencaharian Para Tunanetra Di Korea...&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/novelku-yang-belom-berjudul.html"&gt;12. Novelku Yang Belom Berjudul&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/novelku-yang-belum-berjudul.html"&gt;13. Novelku Yang Belom Berjudul (Lanjutan)&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/tambah-satu-lagi-deh-umurku.html"&gt;14. Tambah Satu Lagi Deh, Umurku&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/thanks-for-you-all.html"&gt;15. Thanks For You All &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/duh-telkom-flash-lagi-dodol-nih.html"&gt;16. Duh... Telkom Flash Lagi Dodol Nih&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/quis-sifat-kamu-dalam-suatu-hubungan.html"&gt;17. Quis. Sifat Kamu Dalam Suatu Hubungan&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/perubahan-pada-settingan-komentar.html"&gt;18. Perubahan Pada Settingan Komentar&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/puncak-cimori-dan-romo.html"&gt;19. Puncak, Cimori, Dan Romo Yohanes&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/sekelumit-pengalaman-tunanetra-di.html"&gt;20. Sekelumit Pengalaman Tunanetra di Amerika&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/benih.html"&gt;21. Benih &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/menggoreng-siapa-takut.html"&gt;22. Menggoreng? Siapa Takut!!&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/hidup-sehat-cantik-dan.html"&gt;23. Hidup Sehat, Cantik, Dan Langsing Dengan Greenfield&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/deasy-sang-penderita-retinitis.html"&gt;24. Deasy, Sang Penderita Retinitis Pigmentosa (RP)  &lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/what-you-believe-is-what-you-get.html"&gt;25. What You Believe Is What You Get &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/sarapan-cumi.html"&gt;26. Sarapan "Cumi"&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/natal-bersama-omah-dan-opah.html"&gt;27. Natal Bersama Omah Dan Opah&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/louis-braille-mengubah-dunia-di-usia.html"&gt;28. Louis Braille, Mengubah Dunia Di usia Belia&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/dua-ratus-tahun-louis-braille.html"&gt;29. Dua Ratus Tahun Louis Braille&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/ferdy-lu-kenapa-sih.html"&gt;30.Ferdy, Lu Kenapa Sih??? &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/apa-vampir-benar-ada.html"&gt;31. Apa Vampir Benar Ada?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/menjual-keperawanan.html"&gt;32. MENJUAL KEPERAWANAN  &lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2009/02/aku-hamil.html"&gt;33. Aku Hamil&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/03/telepon-surga.html"&gt;34. Telepon Surga&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/05/buah-hatiku.html"&gt;35. Buah Hatiku&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2009/05/acara-beauty-class.html"&gt;36. Acara Beauty Class (07 Mei 2009)&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/08/pemburu-parfum.html"&gt;37. Rumah Baruku &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/08/hari-ulang-tahun-pernikahan-ke-1.html"&gt;38. Hari Ulang Tahun Pernikahan Ke-1&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2009/10/wellcome-my-lovely-baby.html"&gt;39. Welcome My Lovely Baby  &lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/baby-glyn-dibaptis.html"&gt;40. Baby Glyn Dibaptis&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/song-for-glyn-cherish.html"&gt;41. A Song For Glyn Cherish&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/anugerah-terindah.html"&gt;42. Anugerah Terindah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/kisah-perjalananku-menuju-gereja.html"&gt;43. Kisah Perjalananku Menuju Gereja Katholik &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/01/sungguh-menyayangimu.html"&gt;44. Sungguh MenyayangiMU &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/02/abu-pertama.html"&gt;45. Abu Pertama&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/03/tidak-dibaptis-hanya-dikukuhkan.html"&gt;46. Tidak Dibaptis, Hanya Dikukuhkan &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2010/04/selamat-datang-dalam-keluarga-katolik.html"&gt;47. Selamat Datang Dalam Keluarga Katolik&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/05/pertapaan-rowoseneng.html"&gt;48. PERTAPAAN ROWOSENENG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2010/07/kesaksian-di-acara-kbc.html"&gt;49. Kesaksian Di Acara KBC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/08/katanya-aku-kurang-iman.html"&gt;50. Katanya Aku Kurang Iman&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2010/08/o-mawar.html"&gt;51. O Mawar&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2010/09/kunang-kunang.html"&gt;52. Kunang-Kunang&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/09/guru-masakku.html"&gt;53. Guru Masakku &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/11/lagu-bangga-jadi-anak.html"&gt;54. Lagu: Bangga Jadi Anak Yesus &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2010/11/dearest-tuhan-yesus_23.html"&gt;55. Dearest Tuhan Yesus   &lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Http://remang-remang.blogspot.com/2010/12/pengalaman-pertama-menjadi-motivator.html"&gt;56. Pengalaman Pertama Menjadi Motivator &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2010/12/ibuku-adalah-pahlawanku.html"&gt;57. Ibuku Adalah Pahlawanku&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/rabu-abu-ke-2.html"&gt;58. Rabu Abu Ke-2 &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/pulang-naik-ojek.html"&gt;59. Pulang Naik Ojek &lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/dendeng.html"&gt;60. Dendeng&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="remang-remang.blogspot.com/2011/03/kisah-masa-remajaku.html"&gt;61. Kisah Masa Remajaku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="remang-remang.blogspot.com/2011/03/kisah-masa-remajaku-bagian-2.html"&gt;62. Kisah Masa Remajaku Bagian 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/sharing-di-retret-mahasiswa-katolik-uph.html"&gt;63. Sharing Di Retret Mahasiswa Katolik UPH&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4429516412721158988?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4429516412721158988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4429516412721158988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4429516412721158988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4429516412721158988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/daftar-isi.html' title='DAFTAR ISI'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-7315785965531373967</id><published>2011-03-12T23:10:00.003+07:00</published><updated>2011-03-12T23:43:54.937+07:00</updated><title type='text'>Dendeng</title><content type='html'>aku bersyukur, walaupun  kalau mau bobo Glyn masih suka cari Grandma nya, tapi senggaknya sekarang dia ga nangis kalau kebangun dan cuma ada aku di sampingnya.&lt;br /&gt;Seperti barusan, pas mau bobo Glyn cariin Grandma nya. Ga mau sama yang laih. Kalau dulu aku pasti sudah sedih bukan main, malah bisa sampai nangis kong hu, karena pikirku: aku sudah gagal jadi seorang ibu!. Tapi sekarang aku sudah bisa maklum dan sedikit demi sedikit sudah bisa menguasai emosiku, karena Glyn kan memang setiap hari bobo sama mamiku, jadi wajarlah kalau dia lebih cari grandmanya dibanding aku.&lt;br /&gt;Pas Glyn sudah bobo, kebetulan mami dan papiku harus pergi keluar sebentar, jadi cuma aku yang temenin Glyn bobo. Pas ortuku pulang, snowi (anjingku) menggonggong dengan suaranya yang cempreng, bikin sakit telinga. glyn pun terbangun, dan cuma lihat aku di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama..." panggilnya.&lt;br /&gt;"iya sayang?"&lt;br /&gt;"Dendeng!"&lt;br /&gt;O iya, Snowi gandeng (berisik). Ya udah, Glyn bobo lagi aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Glyn pun bobo kembali... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-7315785965531373967?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/7315785965531373967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=7315785965531373967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7315785965531373967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7315785965531373967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/dendeng.html' title='Dendeng'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-5488494545511053269</id><published>2011-03-11T13:24:00.000+07:00</published><updated>2011-03-11T13:26:38.960+07:00</updated><title type='text'>Pulang Naik Ojek</title><content type='html'>Pulang naik ojek sendiri merupakan sebuah prestasi yang perlu dibanggakan buat tunanetra sepertiku, yang lebih terkesan anak mami, dan selalu mendapat pengawasan ketat dari sang ibu suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, akhir-akhir ini, sudah beberapa kali aku berhasil pulang sendiri naik ojek tanpa seorang pun yang dapat melarangku. Itu pun karena suamiku tidak ada pilihan lain. Pekerjaannya di Bitung masih belum selesai, kejebak macet di Meruya, dan untuk selanjutnya, dengan tingkat kepercayaan yang sudah berhasil kubangun, akhirnya dia pun lebih tenang untuk membiarkanku pulang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di rumah, aku benar-benar merasa senang dan bangga bukan main. Rasanya seperti baru pulang dari pertandingan olimpiade sambil menggenggam sebuah medali emas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-5488494545511053269?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/5488494545511053269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=5488494545511053269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5488494545511053269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5488494545511053269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/pulang-naik-ojek.html' title='Pulang Naik Ojek'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2308748297720311313</id><published>2011-03-09T19:31:00.000+07:00</published><updated>2011-03-09T19:32:27.917+07:00</updated><title type='text'>Rabu Abu Ke-2</title><content type='html'>Ini adalah kedua kalinya aku mengikuti Misa Rabu Abu.&lt;br /&gt;Dan untuk pertama kalinya setelah selama tujuh tahun bekerja di Mulia, aku menerima abu di kantor. :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku bersyukur, karena Tuhan telah membawa hatiku kembali merenungkan akan kemurahan-Nya yang teramat besar.&lt;br /&gt;Dikala jiwaku terasa mulai hampa, kasih Tuhan mengalir membasuh jiwaku. Hingga hatiku  pun kembali bangkit untuk memandang Sang Kasih Ilahi yang bersinar cemerlang, menyingkirkan kehampaan yang sesaat lalu terasa menyelubungi hatiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;O Yesusku,&lt;br /&gt;kasih bagi-Mu merupakan sebuah harga mati, yang tidak dapat lagi ditawar-tawar!&lt;br /&gt;Sebab Engkau sendiri adalah kasih sejati.&lt;br /&gt;Kau begitu mengasihi kami meski kami seringkali melukai hati kudus-Mu.&lt;br /&gt;Namun seberapa besar pun pelanggaran dan kesalahan kami, kasih-Mu tak dapat berpaling dari kami, para mahluk durhaka ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seharusnya Kau memilih untuk membuang kami dari hadapan-Mu yang maha kudus!&lt;br /&gt;Namun mengapa Kau malah memilih mati di Salib bagi kami?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;O Tuhanku, Raja kerahiman termulia,&lt;br /&gt;Siapakah yang berani berkata : "Kami tidak beruntung!"&lt;br /&gt;padahal karena dosanya, Engkau tersiksa sedemikian rupa di salib!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapakah dengan tanpa malu berkata : "Kami menderita!"&lt;br /&gt;Padahal karena ulahnya, Engkau yang tanpa cela malah menerima hukuman dan menderita hingga mati!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;O Yesusku...&lt;br /&gt;sadarkan kami, bahwa kami hanyalah setitik debu,&lt;br /&gt;yang jika tertiup angin semilir pun akan terseret dan lenyap!&lt;br /&gt;Apalah daya kami, o Tuhan yang murah hati?&lt;br /&gt;Masihkah kami dapat berpikir: "Kami mampu berbuat segalanya!"&lt;br /&gt;Sementara nafas hidup kami saja Kau yang punya?&lt;br /&gt;Dengan jari-jari-Mu Kau hitung semuanya,&lt;br /&gt;dan hanya dengan satu jari-Mu, Kau dapat memerintahkan hidup atau mati pada kami!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;O Yesus, Tawanan Kasih,&lt;br /&gt;aku mengasihi-Mu dengan segenap jiwaku.&lt;br /&gt;Bantulah aku agar selalu taat akan setiap kehendak-Mu.&lt;br /&gt;apalah gunanya hidup ini, tanpa ketaatan dan ketulusan.&lt;br /&gt;Sebab hidup bagi Kristus adalah ketaatan pada semua kehendak Bapa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2308748297720311313?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2308748297720311313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2308748297720311313' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2308748297720311313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2308748297720311313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2011/03/rabu-abu-ke-2.html' title='Rabu Abu Ke-2'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1039686086118999398</id><published>2010-12-22T14:50:00.000+07:00</published><updated>2010-12-22T14:52:05.668+07:00</updated><title type='text'>Ibuku Adalah Pahlawanku</title><content type='html'>“Sebaiknya ibu menyekolahkan anak ibu ini di SLBA saja, karena mata anak ibu lambat laun akan menjadi buta!”&lt;br /&gt;Mendengar kesimpulan yang disampaikan oleh dokter mata itu, sekujur tubuh ibuku langsung saja terasa lemas. &lt;br /&gt;Ini merupakan dokter spesialis mata ketujuh yang kami datangi, dan semuanya angkat  tangan dengan kasus mataku. &lt;br /&gt;Saat itu aku baru kira-kira berusia enam tahun. Aku masih bisa melihat cukup jauh,. Masih  bisa berjalan sendiri, dan memperhatikan orang-orang berlalu lalang di sekitarku. Hanya kalau melihat wajah orang atau menonton televisi, aku harus melihatnya dengan jarak kurang dari satu meter. Apalagi saat ibuku sedang mengajariku membaca, aku harus mendekatkan buku itu ke wajahku, agar aku bisa melihat tulisannya dengan cukup jelas. Hal itulah yang membuat orang tuaku kuatir, dan langsung memeriksakan mataku ke beberapa dokter mata, baik yang ada di Sukabumi maupun di luar kota. Dari berbagai ukuran lensa kacamata sudah dicobakan ke mataku, tapi semuanya itu tidak berpengaruh bagi penglihatanku, sehingga membuat para dokter itu pun jadi ikut-ikutan bingung. Dan akhirnya, sampailah kami pada dokter terakhir yang menyatakan dengan tegas kepada ibuku kalau mataku ini akan menjadi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pulang dari dokter mata itu, ibuku hanya terdiam.&lt;br /&gt; Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Aku jadi merasa tak nyaman. Biasanya kan ibu cukup cerewet. Selalu saja ada perkataan yang diucapkan, walau kadang-kadang perkataannya tidak jelas ditujukan pada siapa. Misalnya saja : „Aduuuhh, lucunya tuh anak!” atau „Eh, tadi dompet sudah dimasukin belum ya?”.„&lt;br /&gt;Tapi sekarang ibuku diam seribu bahasa, membuatku jadi ikut-ikutan bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu di ruang dokter tadi, aku hanya mendengar kalau dokter itu menyebut-nyebut tentang sekolah luar biasa, tapi aku tidak begitu mengerti dengan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Memangnya mataku ini kenapa sih, mam?” Tanyaku akhirnya kepada ibuku yang juga masih terdiam dan terlihat amat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Oh, kamu hanya mengidap kelainan mata saja...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„kelainan mata seperti apa?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah…, mata kamu lain dari anak-anak biasanya. Kamu nggak bisa melihat dengan jelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku berputar-putar berusaha mengolah jawaban ibu, tapi masih saja aku tidak bisa mengerti. Sejak saat itu, dalam pikiranku sudah terpatri kalau aku ini memiliki kelainan mata. Aku jadi merasa sedih, tapi aku yakin perasaan sedihku saat itu, tidak sedalam yang dirasakan oleh ibuku. Karena setelah hari itu, aku sering mendengar ibu menangis sendirian di dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Tidak! Saya tidak setuju anak saya disekolahkan di SLBA!” Tolak ayahku dengan tegas setelah mendengar penuturan ibu mengenai saran dokter yang menyarankan agar aku dimasukan ke sekolah luar biasa untuk anak-anak tunanetra.&lt;br /&gt;Ayahku tidak bisa menerima keputusan dokter yang berkata kalau mataku akan menjadi buta. Baginya hal itu merupakan pukulan yang sangat hebat. Ibu sering menemukan ayah sedang membenturkan kepalanya ke tembok, sambil sesekali terlontar pertanyaan : “Dosa apa saya sampai anak saya yang harus menanggungnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu selalu mencoba untuk menghibur ayah agar tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Padahal saat itu hati ibu sendiri juga sedang hancur lebur. Tapi karena harus menguatkan ayah, akhirnya ibu mampu juga menekan perasaan sedihnya, dan meyakinkan ayah kalau aku akan tetap disekolahkan di sekolah umum yang sama dengan sekolah kakak laki-lakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersekolah di Sekolah Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi ibu selalu mengantarkan aku dan kakak laki-lakiku ke sekolah. Kakakku di kelas tiga, sementara aku di kelas satu.&lt;br /&gt;Teman-teman sekelasku banyak, kira-kira berjumlah 40 murid, lebih banyak dari teman-temanku di taman kanak-kanak. Beberapa dari mereka sudah kukenal, karena mereka merupakan teman sekelasku waktu di TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku tidak mudah untuk diterima di sekolah itu, ibu sempat ditolak oleh pihak sekolah karena daya penglihatanku yang tak sempurna. Mereka berkata kepada ibu kalau mereka tak pernah punya pengalaman untuk menerima murid cacat. Tapi ibu tetap berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan pihak sekolah agar memberiku kesempatan menjadi murid mereka. Melihat kegigihan ibu, akhirnya kepala sekolah pun melunak dan menerima aku sebagai muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika hari pertama masuk sekolah, pagi-pagi buta ibu sudah membangunkan aku dan kakak, agar kami dapat sampai sekolah lebih awal dari murid-murid lainnya, dan supaya ibu dapat menempatkanku di deretan bangku paling depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi meski aku sudah duduk di bangku paling depan, aku tetap harus berlari ke dekat papan tulis untuk membaca tulisan yang tertera di sana, kemudian kembali ke tempat dudukku untuk menuliskannya ke dalam buku catatanku. Begitulah yang terus kulakukan sampai semua tulisan yang ada di papan tulis selesai kucatat. Sementara untuk membaca tulisan yang ada di buku, aku menggunakan alat bantu kaca pembesar, sehingga membacaku menjadi lambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali saat pulang sekolah ibu menemukanku sedang menangis di dekat papan tulis karena belum bisa menyelesaikan catatanku sementara teman-temanku yang lain ssudah pada pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guruku pun tak terlalu memperdulikanku, karena mereka sudah bilang pada ibuku, kalau mereka tidak mempunyai pengalaman untuk menerima murid tunanetra sepertiku, sehingga  tidak akan ada perlakuan kusus bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali tantangan dan hambatan yang harus kulalui, baik dari teman-teman yang sering mengejekku, bermainpun tidak lagi selincah anak-anak lain, maupun dari sistem pengajaran yang memang tidak di khususkan buat anak tunanetra sepertiku, jadi mau tidak mau aku harus berusaha untuk menyesuaikan dengan sistem pengajaran mereka agar tidak ketinggalan pelajaran. Tidak jarang nilai-nilai pelajaranku pun menjadi buruk karena saat ujian, aku sering tidak bisa menyelesaikannya karena lambatnya aku membaca sementara waktu yang disediakan sangat terbatas. &lt;br /&gt;Tapi, meski langkahku seakan tertatih-tatih untuk dapat melewati semuanya ini, aku bersyukur karena aku tidak pernah tinggal kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tidak pernah membiarkan aku menyerah dalam keadaan apa pun. Dengan sekuat tenaga, dia akan terus membantuku.&lt;br /&gt;Kadang sepulang sekolah, ibuku sering meminjam catatan dari teman-temanku untuk dibawa pulang. Dan ketika sudah di rumah, ia akan menyuruhku untuk meneruskan catatanku yang belum selesai, sementara dia membacakan catatan punya temanku itu  secara perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk hal mengajariku dan kakak, ibu merupakan guru yang cukup galak. Kami sering dimarahi jika tidak bisa menjawab soal-soal yang ditanyakan berulang-ulang olehnya. Tapi berkat kegalakan ibu jugalah, aku pernah berhasil mendapat nilai 100 dari mata pelajaran IPS, sampai guru IPS-ku memuji-mujiku di depan kelas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibu atau ayah memang tidak pernah menganggapku berbeda dengan kakakku. Aku dan kakak sama saja. Jika aku nakal, maka aku pasti juga kena pukul. Makanya, aku tidak pernah dilarang bermain apa pun.&lt;br /&gt;Ketika kakaku diajari ayah naik sepeda roda dua, aku pun ikut diajarinya.&lt;br /&gt;Aku pernah jatuh ke tepi jalan raya, ketika ayah mencoba melepaskan pegangan tangannya dari sepedaku. Untung saja saat itu tidak ada mobil yang sedang lewat. Ayah buru-buru membantuku berdiri sambil menertawaiku.&lt;br /&gt;Sebal juga sih mendengar ayah malah menertawaiku. Tapi karena ayah jugalah, aku jadi bisa mengendarai sepeda roda dua sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depanku, ibu atau ayah memang tidak pernah menyinggung-nyinggung lagi tentang kelainan pada mataku ini. Tapi sebenarnya diam-diam, sering juga aku merasa sedih dan malu dengan keadaan mataku yang lain daripada yang lain. Sehingga sering aku mencoba menutupi kecacatanku itu dengan menyembunyikan setiap kesulitan-kesulitan yang ada dihadapanku, aku tidak mau diperlakukan berbeda dengan teman-teman, jadi aku berusaha sekuatnya agar aku tetap sama dengan kondisi mereka, jika temanku bermain lompat tali atau benteng-bentengan, atau petak umpet, aku akan tetap ikut walaupun akhirnya aku harus juga mengalah untuk hanya menjadi anak bawang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah pun, aku selalu bermain seperti anak-anak lainnya. Pernah suatu hari, aku bermain sepeda di halaman rumahku, dan tidak sengaja menabrak adikku yang saat itu kira-kira masih berusia 5 tahun, hingga terjengkang. Aku juga pernah mengikuti kakak laki-lakiku naik ke atas genting rumah. Dengan sangat hati-hati aku menaiki tangga kayu yang telah dipasang oleh kakakku untuk sampai ke atas genting. Tapi ketika aku sedang seru-serunya saling melempar ejekan dengan anak-anak tetangga yang sedang bermain di sebelah rumahku, tiba-tiba aku mendengar ibu berteriak dari bawah :&lt;br /&gt;„Turun! dasar anak nakal!... memangnya kamu pikir kelakuan kamu itu bagus, hah?... kamu nih anak cewek, nggak pantas bertingkah kayak gitu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut setengah mati. Dengan perasaan ngeri karena mendengar omelan ibu yang menyerbuku seperti serentetan peluru, aku lekas-lekas mencari ujung tangga kayu dan menuruninya. Aku mendengar anak-anak tetangga yang sedang menertawaiku habis-habisan sambil berteriak:&lt;br /&gt;„Sukurin...! sukurin...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas, Kalau teman-temanku disuruh membaca bergiliran oleh guru, aku pun harus membaca seperti mereka, walaupun akhirnya aku menjadi bahan tertawaan teman-teman karena bacaku sangat lambat dan sering salah-salah, sehingga sering tanganku menjadi gemetaran dan mengeluarkan keringat dingin. Buatku membaca adalah kegiatan yang sangat menakutkan dan melelahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku sudah merasa lelah berlari mondar-mandir dari meja ke dekat papan tulis, aku sering meminta tolong teman sebangkuku agar dia membacakan tulisan di papan  itu untukku. Tapi untuk membalas bantuannya itu, aku harus memberikan sesuatu yang dia minta. &lt;br /&gt;„Aku mau bacain kamu, asal penggaris kamu itu buat aku ya?” Begitulah kira-kira cara temanku mengajukan penawarannya.&lt;br /&gt;Awalnya aku tidak merasa keberatan untuk memberikan penggarisku kepadanya. Karena pikirku, ayah atau ibu pasti akan membelikan penggaris baru lagi buatku. Tapi lama-kelamaan aku jadi kesal juga, karena setiap aku meminta bantuannya, aku harus merelakan salah satu dari alat-alat tulisku berpindah tempat ke dalam tempat pensilnya. &lt;br /&gt;Dari Penggaris, penghapus, pensil, penggarisku lagi yang masih baru, penghapusku lagi, sampai permen atau minta dibelikan sesuatu di kantin sekolah.&lt;br /&gt;Hingga suatu hari ibu bertanya kepadaku :&lt;br /&gt;„Kenapa sih kamu sering minta dibelikan alat-alat tulis baru? Memangnya alat-alat tulis kamu ke mana?”&lt;br /&gt;Akhirnya aku menceritakan semuanya pada ibu tentang sikap temanku itu. Ibu jadi marah. Keesokan harinya,&lt;br /&gt;saat pulang sekolah, ibu sudah menunggu di depan kelasku. Dan ketika dia melihat teman sebangkuku keluar dari kelas, dia langsung mendekati temanku itu dari belakang, dan memegang bahunya. Temanku langsung menoleh dan terkejut saat melihat wajah ibu yang cemberut.&lt;br /&gt;„Kamu jangan suka ambil barang-barang Rachel lagi dong!” tegur ibu perlahan tapi terdengar galak. Temanku langsung cepat-cepat melarikan diri dari hadapan ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari itu, temanku tidak berani lagi untuk meminta sesuatu dariku. Tapi untungnya, dia masih bersedia membacakanku. Mungkin dia takut pada ibuku, atau mungkin juga dia sebenarnya anak yang baik. Walau pun kadang-kadang dia suka menolak membantuku, dan membiarkanku mondar-mandir sendiri dari meja ke papan tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku sudah di kelas enam SD, dan akan mengikuti Ujian kelulusan, tiba-tiba saja kepala sekolah melarangku untuk mengikutinya. Alasannya karena dia takut peringkat sekolah akan menjadi paling rendah di antara sekolah-sekolah lainnya hanya gara-gara anak cacat yang satu ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ibu tidak bisa menerima begitu saja. Dengan gagah berani dia mendatangi kepala sekolah dan memintanya untuk mengijinkan aku mengikuti ujian akhir. Beberapa kali aku melihat ibu menemui kepala sekolah. Kadang dia datang sendirian, tapi kadang juga dia datang bersama temannya yang tentu saja ikut memihakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu sore, ibu menjemputku di tempat les dengan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;Ternyata dia bercerita kepadaku dan guru lesku, bahwa tadi dia hampir saja mengalami kecelakaan di jalan.&lt;br /&gt;Mendengar itu, guru lesku langsung menasihatiku :&lt;br /&gt;„Lihat! Mami kamu sampai hampir kecelakaan karena pusing mikirin kamu. Makanya kamu harus lebih rajin belajar supaya lulus ujian!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, ketika aku sedang asyik bermain dengan adikku, tiba-tiba ibu memanggilku dari kamarnya. Aku segera berlari menuju ke kamar ibu.&lt;br /&gt;„Iya Mam?” Tanyaku sesampainya di depan pintu kamar.&lt;br /&gt;„ke Sini!” ibu menyuruhku mendekat ke arahnya. Aku pun menghampiri ibu yang sedang duduk di tepi ranjang.&lt;br /&gt;„Ayo kita berdoa bareng!” lanjut ibuku. Suaranya terdengar pelan, seperti orang yang sedang capek.&lt;br /&gt;Aku segera duduk di tepi tempat tidur tepat di hadapannya. Aku masih bingung dengan ajakan ibu yang tiba-tiba. Tak biasanya ibu mengajakku berdoa bareng, apalagi waktu sore begini.&lt;br /&gt;Ibu pun memulai doanya. Kututup mataku, dan hanya diam mendengarkan. Ternyata ibu memohon kepada Tuhan agar melunakkan hati kepala sekolah, sehingga aku diijinkan&lt;br /&gt;ikut ujian akhir. Aku mendengar ibu mengucapkan doanya sambil menangis. Hattiku benar-benar sedih menyaksikan air mata ibuku yang jatuh hanya untuk seorang anak sepertiku. Mulai saat itu, setiap malam aku memohon kepada Tuhan untuk memberiku kesempatan ikut ujian akhir, dan agar aku dapat lulus ujian. &lt;br /&gt;Lagi pula, guru lesku berjanji, jika aku berhasil lulus dengan rata-rata enam saja, maka dia akan memberikan tiga buah bolpen kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Bagaimana kalau NEM-ku rata-rata tujuh?” Tanyaku pada guru lesku, ketika dia mengajukan tawaran itu padaku.&lt;br /&gt;„Berarti ibu akan kasih kamu dua kali lipatnya.”&lt;br /&gt;„enam bolpen?” tanyaku lagi memastikan.&lt;br /&gt;„ya!”&lt;br /&gt;„Setuju!” Jawabku bersemangat, sambil mengacungkan dua jempol ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah pihak sekolah mengadakan rapat yang dihadiri oleh semua guru, aku pun mendapat dukungan terbanyak dari guru-guruku. Aku diijinkan untuk mengikuti ujian kelulusan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ujian berlangsung, aku tetap menggunakan kaca pembesar sebagai alat bantu membaca. Bacaku masih lambat, tapi anehnya, aku bisa menyelesaikan semua soal sebelum waktu habis, bahkan aku masih punya kesempatan untuk mengoreksi kembali hasil jawabanku dari soal nomer satu.&lt;br /&gt;Sering kali guru-guru pengawas dari sekolah-sekolah lain yang saat itu sedang bertugas mengawasi jalannya ujian, berdiri lama di samping mejaku untuk memperhatikan cara membacaku yang dibantu kaca pembesar. Sebenarnya hal itu sangat menggangu konsentrasiku. Tapi apa boleh buat. Aku tak mungkin mengusir mereka. Aku hanya bisa berdoa dalam hati agar mereka cepat-cepat berlalu dari dekatku. Mungkin mereka baru melihat murid langka sepertiku, atau jangan-jangan mereka penasaran ingin juga mencoba membaca dengan kaca pembesar? Entahlah!&lt;br /&gt;Yang pasti, aku sebal sekali jika ada orang yang memperhatikanku seperti aku ini mahluk langka saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Hasil NEM keluar, aku sungguh terkejut dengan nilai yang kuperoleh. Ternyata Tuhan tidak menjawab doaku. Padahal aku hanya minta padaNya NEM dengan rata-rata 6, tapi Tuhan malah memberiku NEM dengan rata-rata 8, hanya selisih dua poin dengan NEM tertinggi yang diperoleh teman sekelasku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu senangnya aku sampai aku lupa dengan janji guru lesku yang akan memberiku tiga buah bolpen jika aku berhasil mendapat NEM dengan rata-rata 6, dan berlaku kelipatannya jika aku memperoleh NEM yang lebih tinggi. Seharusnya aku mendapatkan sembilan bolpen darinya. Tapi baik guru lesku, maupun diriku sendiri sudah tidak lagi mempedulikan bolpen-bolpen itu. Kami sudah terlalu senang dengan hasil kelulusanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yipiiii...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang mataku bukannya membaik, tetapi malah bertambah parah. Namun aku mampu menjalani hari-hariku, bahkan hingga menjadi seorang sarjana, semua tak lain dan tak bukan adalah karena ibuku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah orang pertama yang menghiburku ketika aku merasa sedih dan malu dengan keadaan mataku. Ibu juga yang pertama kali menghapus air mataku ketika aku putus cinta karena orang tua pacarku tidak setuju anaknya berhubungan dengan gadis cacat sepertiku. Ibu juga yang mendobrak pintu sekolah-sekolah, sehingga aku bisa mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya, bahkan membawaku hingga meraih gelar sarjana. Ibu... ibu... semua karena ibu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kini aku sudah ada yang memiliki, menjaga, dan mencintaiku, namun kasih ibu tidak pernah akan terganti. Selamanya ibulah yang terbaik!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari ibu, o ibuku sayang...&lt;br /&gt;Kiranya kasih Tuhan selalu bersinar cemerlang di setiap langkahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang pun aku belum dapat membalas segala cinta dan pengorbananmu yang tak terhingga, tetapi aku seringnya malah melukaimu dengan ulahku. Maafkan aku ya, mamaku sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluk dan cium dari hatiku yang terdalam untuk mamaku tercinta, Yulia Halim.&lt;br /&gt;Dari anakmu yang selalu menyayangimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1039686086118999398?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1039686086118999398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1039686086118999398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1039686086118999398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1039686086118999398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/12/ibuku-adalah-pahlawanku.html' title='Ibuku Adalah Pahlawanku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-7500398061220342275</id><published>2010-12-15T22:33:00.000+07:00</published><updated>2010-12-15T22:34:18.695+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Pertama Menjadi Motivator</title><content type='html'>Selama 6 tahun kerja di Mulia, baru kali ini aku diminta untuk membawakan materi motivasi bagi para karyawan outsource. Padahal yang mempercayakan tugas ini adalah atasanku yang baru. Dia baru  saja bergabung dengan kantor kami bulan November, dan, tanpa ragu sedikit pun, dia sudah menyuruhku untuk mencoba menjadi seorang trainer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku sempat dag-dig-dug, benar-benar nggak percaya kalau kesempatan ini akhirnya datang juga menghampiriku. Dari dulu memang aku sudah punya keinginan untuk menjadi seorang motivator, tapi aku seringkali ragu dengan kemampuanku. Apalagi aku sadar kekuranganku akan ilmu pengetahuan, khususnya yang menyangkut tentang dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Romanna, begitu nama atasanku itu, sebaliknya terlihat begitu percaya penuh akan kemampuanku membawakan materi motivasi di depan karyawan baru. Akhirnya, dengan cara menekan semua perasaan takut, ragu, dan pikiran-pikiran negatif lainnya yang telah mencegah langkahku selama ini, aku pun memaksakan mulutku untuk menjawab : "Siap!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja sebelumnya aku sudah beberapa kali mendengar seminar yang dibawakan oleh Pak Julian Foe, seorang motivator luar biasa yang telah beberapa kali memberiku kesempatan untuk memberikan sharing kepada peserta seminarnya. Di situ dia membawakan materi tentang motivasi kerja, dan salah satu materinya yang paling kuingat adalah 5-AS : &lt;br /&gt;AS-1 : KERJA KERAS&lt;br /&gt;AS-2 : KERJA CERDAS&lt;br /&gt;AS-3 : KERJA TUNTAS&lt;br /&gt;AS-4 : KERJA SELARAS&lt;br /&gt;AS-5 : KERJA IKLAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu lagi, aku langsung mengajukan materi tersebut kepada ibu Romanna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, bagaimana kalau materi yang akan kubawakan nanti tentang 5-AS?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"5-AS? apa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan antusias, aku pun menjabarkan tentang 5-AS itu kepada ibu Romanna yang langsung menerimanya dengan antusias pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mendengar tentang 5-AS ini dari seorang motivator terkenal, namanya Pak Julian Foe!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus kalau begitu!" sahut bu Romanna semakin antusias, "berarti kamu tinggal mengembangkannya saja. Berapa waktu yang kamu butuhkan untuk membawakan training ini?... 4 jam, cukup?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata 4 jam, tak sadar bibirku langsung menganga lebar karena terkejut. Untung saja di ruangan bu Rom nggak ada nyamuk atau lalat, kalau tidak, bisa-bisa mereka pada berebutan mampir ke dalam mulutku yang bagi mereka tampak seperti sebuah gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, nggak perlu sampai selama itu, bu..." Tiba-tiba saja suaraku turun satu oktaf, "mungkin 2 jam saja sudah sangat cukup, bahkan malah lebih." Aku seram membayangkan waktu selama itu akan kugunakan untuk bicara apa saja. Jangan-jangan nanti malah bicaraku jadi melebar kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam waktu 2 jam saja kamu sudah yakin dapat menyampaikan materi ini sampai benar-benar dipahami oleh peserta, bukan asal dijelaskan saja, tapi sungguh-sungguh ditangkap oleh mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk. Boro-boro 2 jam, memikirkan mau bicara apa saja, aku masih kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang kantor, aku langsung menceritakan semua ini kepada suamiku, dan dia dengan semangat mendukungku dan berjanji akan membantuku mencarikan materinya. Aku pun segera searching di internet tentang berbagai kisah kehidupan orang-orang sukses yang bisa dijadikan contoh. Aku ingat beberapa contoh juga yang disampaikan oleh pak Julian, seperti kisah kehidupan Rudi Hartono dan pak Zainal Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar bersyukur sekali Tuhan telah mempertemukanku dengan pak Julian, Karena ternyata hal itu sangat membantuku sekali dalam menyiapkan penampilan perdanaku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbagai contoh kehidupan orang-orang sukses, aku juga menyiapkan beberapa game. Aku sharing dengan teman dekatku, Deasy, dan dia juga banyak membantuku dengan berusaha mengingat-ingat kembali game-game apa saja yang pernah dia terima saat mengikuti seminar motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, tiba-tiba saja bu Rom berkata :&lt;br /&gt;"Rachel, kamu mulai hari senin ini ya, untuk para karyawan outsource baru!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahhhh?" Rasanya aku seperti disambar petir. Berarti aku hanya diberi waktu Sabtu dan Minggu untuk mempersiapkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku takut, bu!" kataku tanpa malu-malu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak usah takut..." Ujar Bu Rom santai, "kapan lagi kamu siap kalau bukan sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku berdetak semakin keras, telapak tanganku tiba-tiba saja terasa dingin.&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau nanti saya salah bicara?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting kamu sudah menguasai materi. Toh, karyawan barunya juga cuma 16 orang, dan hanya bekerja selama 1 bulan saja... jadi kamu santai sajalah...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Sabtu dan Minggu, aku nggak bisa konsen memikirkan apa saja yang harus kubicarakan nanti, karena kebetulan anakku datang ke Jakarta, dan aku sibuk bermain dengannya. Baru Minggu malamnya, ketika anakku pulang kembali ke Sukabumi, aku mulai memusatkan perhatianku pada penampilanku besok. Suamiku pun mulai memberikan masukan-masukannya. Bahkan dia menjadikan pengalaman hidupnya sebagai contoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dia yang hanya lulusan SMA bisa menjadi seorang programmer seperti sekarang ini, padahal sama sekali dia tidak pernah mengambil kursus apalagi pendidikan komputer. awalnya dia hanya bekerja membersihkan komputer, dan hanya mendapat gaji 100 ribu sebulan. Tapi di saat-saat seperti itulah, dia mempraktekan apa yang dinamakan kerja keras dan kerja cerdas. Dia bukan hanya membersihkan komputer-komputer di tempatnya bekerja, melainkan ketika komputer-komputer itu tidak ada yang sedang menggunakannya, dia memanfaatkannya untuk belajar komputer sendiri, dan banyak membaca-baca buku komputer. Karena gaji yang sangat kecil untuk kehidupan di Jakarta, sampai-sampai dia pernah makan sehari sekali hanya dengan indomi, itupun indomi pemberian dari temannya, karena saat itu disaku celananya hanya tersisa uang seribu lima ratus rupiah. &lt;br /&gt;Hingga suatu hari ada orang yang baik hati meminjamkannya uang untuk membuka sebuah warnet bersama dengan beberapa temannya. Komputer yang ada di Warnetnya tidak dia sia-siakan begitu saja. Sambil menjaga warnet, dia pun mencoba berbagai ilmu komputer yang dia baca di dalam buku. Ketika Warnet yang dikelolanya bersama beberapa temannya itu tutup. Dia pun sudah memiliki bekal ilmu, yang akhirnya membawanya sampai ke MABES TNI. Tidak sampai di situ saja, sekarang, dia sudah memiliki produk sendiri yang bisa dijualnya ke berbagai perusahaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kisah ini sudah kuketahui sebelumnya dari suamiku, tapi tetap saja aku merasa terpesona ketika suamiku kembali menceritakannya untuk dijadikan contoh dari materi yang akan kubawakan besok. Benar-benar perjuangan yang luar biasa. Aku jadi makin bangga punya suami seperti dia.:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari Senin pun tiba. Aku sudah siap. Ternyata aku hanya diberi waktu selama 1 jam saja. Tidak ada game, hanya penyampaian materi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama aku mengatakan kepada para peserta bahwa aku bukan hendak membawakan sebuah training, tetapi sebuah sharing. Karena ini hanya sharing, jadi aku meminta semua peserta untuk lebih santai dan tidak malu-malu dalam mengungkapkan pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata respon peserta pun sangat baik. Semakin lama, aku juga semakin santai dalam membawakan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rom hanya menjadi pengamat setia. Ketika selesai, ibu Rom mulai menyampaikan beberapa kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu terlalu terburu-buru, kelihatan sekali kalau kamu gugup..., tidak perlu memberikan contoh terlalu banyak, tetapi gunakan satu contoh saja untuk dijabarkan menurut ke 5-AS tersebut... Untuk contoh diri kamu sendiri itu sudah bagus..... Tapi secara over all penampilan kamu sudah bagus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhaaa!!!&lt;br /&gt;Aku benar-benar senang akhirnya aku bisa menyelesaikan tugasku ini, walaupun sesudahnya aku langsung sakit kepala, mungkin akibat syaraf-syarafku yang tegang sejak menerima tugas ini hari Jumat lalu. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih ya ibu Romanna, karena sudah mempercayakan dan mendorong aku untuk menerima tugas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih juga buat pak Julian Foe yang sudah mewariskan sebuah pelajaran berharga tentang 5-AS, yang bukan hanya berguna buat saya, tetapi juga sangat bermanfaat buat para karyawan outsource yang mendengar sharing saya kemarin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir ucapan terimakasihku buat mantan pacarku, karena sekarang sudah menjadi suami tercinta. Terimakasih sayang buat dukungan dan semangatnya. You are the best, always and forever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling pertama dan terutama dari semuanya ini, terimakasihku juga buat My  Lord Jesus! Selamanya kekuatanku hanya ada di dalam-Mu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-7500398061220342275?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/7500398061220342275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=7500398061220342275' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7500398061220342275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7500398061220342275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/12/pengalaman-pertama-menjadi-motivator.html' title='Pengalaman Pertama Menjadi Motivator'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-6540866566734470531</id><published>2010-11-23T12:38:00.002+07:00</published><updated>2010-11-23T12:44:22.136+07:00</updated><title type='text'>Dearest Tuhan Yesus</title><content type='html'>Tuhan Yesus,&lt;br /&gt;melalui St. Faustina, Engkau mengajariku banyak hal.&lt;br /&gt;Tentang pengorbanan,&lt;br /&gt;tentang penderitaan yang berkenan di hatiMu bagi keselamatan jiwa-jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku berpikir kalau mengikuti Engkau pastilah akan selalu terbebas dari berbagai macam penderitaan.&lt;br /&gt;Tak Mungkin Engkau mengijinkan anak-anakMu hidup susah.&lt;br /&gt;Karena Yesus telah membayar semuanya itu lewat penderitaanNya di kayu salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah,&lt;br /&gt;aku sering bertanya dalam hati:&lt;br /&gt;"Mengapa Engkau belum juga menyembuhkan mataku?&lt;br /&gt;Bukankah Engkau telah menanggung semua kelemahan dan penyakit kami di atas kayu salib?&lt;br /&gt;Lalu mengapa aku selalu saja Kau lewatkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Tuhanku,&lt;br /&gt;tahukah Kau bahwa hatiku sering kali bersedih jika mengingat akan penderitaan yang harus kujalani?&lt;br /&gt;Sebab anggapan bahwa Kau tidak bersikap adil terhadapku,&lt;br /&gt;telah mendominasi pikiranku sedemikian rupa.&lt;br /&gt;Hingga membuatku mudah terluka dan merasa kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku baru mengerti,&lt;br /&gt;bahwa ada penderitaan yang berkenan di hatiMu,&lt;br /&gt;terlebih untuk keselamatan orang-orang berdosa,&lt;br /&gt;yang hatinya masih tertutup amat rapat, keras dan buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Yesus kebenaran mutlak,&lt;br /&gt;jika penderitaan yang harus kujalani  pun berkenan bagiMu,&lt;br /&gt;maka biarlah itu menjadi silih bagi keselamatan jiwa-jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kebutaan mataku mencelikan mata hati mereka yang belum percaya kepadaMu.&lt;br /&gt;Dan kegelapanku menjadi terang bagi para pendosa yang malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika benar demikian adanya,&lt;br /&gt;maka hal itu merupakan kebahagiaan terbesar yang Kau anugerahkan kepadaku.&lt;br /&gt;sebab itu berarti aku telah Kau perkenankan untuk ikut ambil bagian dalam karya penyelamatanMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Yesus yang murah hati,&lt;br /&gt;Kalau kurenungkan apalah arti hidup ini,&lt;br /&gt;apalah arti kebahagiaan sesungguhnya,&lt;br /&gt;maka aku hanya menemukan sebuah makna di dalamnya,&lt;br /&gt;yaitu untuk mengikuti semua kehendakMu.&lt;br /&gt;Sebab Engkaulah tujuan hidupku.&lt;br /&gt;Engkaulah kebahagiaanku.&lt;br /&gt;hanya Engkaulah tempat perhentian bagi jiwaku yang rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah seluruh hatiku,&lt;br /&gt;seluruh kehendakku dan perasaanku.&lt;br /&gt;Meski nista isinya dan kotor pelatarannya,&lt;br /&gt;bahkan hatiku yang telah rusak oleh luka dan pemberontakan,&lt;br /&gt;namun aku sungguh rindu mempersembahkannya ke hadapanMu.&lt;br /&gt;Ke hadapan Allahku yang dari padaNya aku memperoleh belas kasihan dan pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Yesus andalanku,&lt;br /&gt;perbuatlah padaku seturut kehendakMu.&lt;br /&gt;Hanya berilah aku kekuatan untuk menanggungnya,&lt;br /&gt;Dan kemampuan untuk tetap taat pada semua rencanaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah seluruh hidupku memuliakan namaMu,&lt;br /&gt;dan menjadi sarana bagi pertobatan orang-orang berdosa yang malang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-6540866566734470531?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/6540866566734470531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=6540866566734470531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6540866566734470531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6540866566734470531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/11/dearest-tuhan-yesus_23.html' title='Dearest Tuhan Yesus'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2325184017416638117</id><published>2010-11-08T21:48:00.004+07:00</published><updated>2010-11-08T22:02:40.902+07:00</updated><title type='text'>Lagu: Bangga Jadi Anak Yesus</title><content type='html'>1. Yesusku, Tuhan hatiku,&lt;br /&gt;Kian agung Engkau meraja.&lt;br /&gt;Tinggalkan kebanggaan di dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. O Yesus, Raja kemuliaan,&lt;br /&gt;Kau berperang ganti diriku.&lt;br /&gt;Kau kalahkan semua musuhku,&lt;br /&gt;Jadikanku pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Bangga, sungguh kubangga, jadi anakMU o Yesusku.&lt;br /&gt;Berlimpah kasih setiaMU pada diriku,&lt;br /&gt;Tepatlah janji kudusMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga, sungguh kubangga, jadi anakMU o Yesusku.&lt;br /&gt;Terang keselamatanku, kota bentengku,&lt;br /&gt;Tujuan akhir hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. O Yesus, dambaan jiwaku,&lt;br /&gt;Cahaya hidup nan abadi,&lt;br /&gt;Kemilau wajah rupawan,&lt;br /&gt;Kekasih hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ya Yesus, sang Putra Ilahi,&lt;br /&gt;HadirMU terangi dunia.&lt;br /&gt;Tersalib karena dosaku,&lt;br /&gt;Agar kuselamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Yesusku, kawan yang setia,&lt;br /&gt;Kau temani hari-hariku,&lt;br /&gt;Takkan lagi kumerasa sepi dan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(reff)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2325184017416638117?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2325184017416638117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2325184017416638117' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2325184017416638117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2325184017416638117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/11/lagu-bangga-jadi-anak-yesus.html' title='Lagu: Bangga Jadi Anak Yesus'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1080422854203013088</id><published>2010-09-07T11:39:00.001+07:00</published><updated>2010-09-07T12:26:38.905+07:00</updated><title type='text'>Guru Masakku</title><content type='html'>Dulu kupikir kegiatan yang paling sulit itu adalah memasak. Aku takut sekali dengan kompor (tentu saja kompor yang sedang menyala). Aku sudah berpikir kalau aku akan selamanya tidak bisa memasak, apalagi dengan kondisi mataku yang daya penglihatannya semakin menurun. Yang tinggal sekarang hanya bayang-bayang dan cahaya. Jangan tanya tinggal berapa persen, karena aku sudah lupa bagaimana rasanya melihat dengan sempurna 100%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah mencoba memasak beberapa kali, tetapi selalu saja gatot, alias gagal total.&lt;br /&gt;Ditambah lagi kegatalanku untuk bereksperimen. Belum bisa masak, sudah gatal ingin coba yang macam-macam. Seperti dulu, aku pernah membuat havermut dengan dicampur bekatul. Mungkin juga bekatulnya yang terlalu banyak, sehingga ketika suamiku memakannya, tenggorokannya langsung tersedak, karena rasanya seperti memakan pasir!&lt;br /&gt;Pernah juga aku membuat pancake: 2 sendok pancake dengan sebutir telur kocok, dan hasilnya adalah pancake gosong berisi telur setengah matang!&lt;br /&gt;Aku mencoba masak yang lebih mudah dan nggak neko-neko: kuah telur + sayur hijau. Sangat mudah dan aku sudah percaya diri kalau masakanku kali ini pasti berhasil dan rasanya enak. Tapi ternyata bawang putihnya gosong, sehingga ketika suamiku ingin memakannya, dia bingung dengan benda-benda kecil berwarna hitam yang banyak mengambang di dalam kuah sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat putus asa dengan berkata kepada suamiku :&lt;br /&gt;"Mungkin aku memang nggak bakat memasak kali ya??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun aku merasa putus asa, pikiranku tetap saja melayang ke dapur dan bumbu masakan. Aku sering membayangkan cara memasak ini atau itu. Dan akhirnya, aku pun kembali memberanikan diri untuk memegang pisau, kuali dan kompor. Dan ternyata, sekarang aku berhasil mendapat penghargaan dari suamiku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku mendapat nilai 7 untuk omelete-ku yang berisi: bawang bombay, keju, sosis, cabe rawit + sesendok susu bubuk. &lt;br /&gt;Untuk keberhasilanku menumis sayur, menggoreng, dan terakhir membuat tahu kecap, Suamiku memberiku pujian dengan berkata : "Makin ke sini masakannya makin enak!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk havermut yang rutin kubuat setiap pagi, tidak lagi kucampur dengan bekatul, tapi dengan wortel atau keju atau buah-buahan. Untuk yang satu ini, aku mendapat nilai : "Sempurna!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yipiiiiii!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kuucapkan buat guru-guruku :&lt;br /&gt;Guru yang pertama bernama : suami tercinta yang nggak kapok-kapoknya mencicipi hasil masakanku!&lt;br /&gt;dan guruku kedua yang tak kalah pentingnya adalah pengalaman yang hampir saja membuatku frustasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuo sie...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1080422854203013088?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1080422854203013088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1080422854203013088' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1080422854203013088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1080422854203013088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/09/guru-masakku.html' title='Guru Masakku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8647229848741364916</id><published>2010-09-02T14:01:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T09:03:24.771+07:00</updated><title type='text'>Kunang-Kunang</title><content type='html'>Malam bertandang,&lt;br /&gt;dingin pun menyapa:&lt;br /&gt;"Sedang apa kau di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku :&lt;br /&gt;"Menunggu sang cahaya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terkekeh,&lt;br /&gt;dingin mendengus pahit.&lt;br /&gt;"Tahukah kau akan malam yang berkuasa? Bilamanakah cahaya itu tiba?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergeming pilu.&lt;br /&gt;Mataku mengerjap menahan tangis. Gelap semua,&lt;br /&gt;tiada satu pun bintang sudi mengawani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bilamanakah malam berlalu dari pandangan?"&lt;br /&gt;Dalam sepi kubertanya.&lt;br /&gt;Namun tak jua kudengar jawaban.&lt;br /&gt;Hanya sang angin yang bersemilir,&lt;br /&gt;membekukan apa yang telah beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semburat cahaya itu datang,&lt;br /&gt;setitik..., hanya setitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terusik,&lt;br /&gt;dingin pun mulai menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukerjapkan mata tak percaya,&lt;br /&gt;namun cahaya itu kian besar dan bertambah banyak.&lt;br /&gt;terbang mendekat, terang, berputar-putar. &lt;br /&gt;Mungkinkah cahaya itu ada?&lt;br /&gt;bukankah dia telah pergi lama...&lt;br /&gt;lama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai kawan!"&lt;br /&gt;Serempak suara itu menyapaku riang;&lt;br /&gt;bersama kilau sinarnya yang berwarna-warni,&lt;br /&gt;bagaikan sinar lampu di tengah kota metropolitan.&lt;br /&gt;Penuh semarak, indah memukau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelopak mataku terbuka lebar,&lt;br /&gt;menyaksikan keindahan yang belum pernah kulihat.&lt;br /&gt;Sungguh, kerlip lampu mereka terlalu indah bagi mata sang putri malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa kalian, hai para mahluk pembawa lampu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kunang-kunang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kunang-kunang?&lt;br /&gt;Bagaimanakah kalian dapat mengusir gelap dari mataku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan matamu..., tapi hatimu!.&lt;br /&gt;Kami ada di dalam hatimu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bilamanakah kalian masuk ke dalam hatiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat kau berharap akan cahaya..., kami ada karena harapanmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, bagaimanakah harapan dapat menghadirkan cahaya yang terpancar melalui dirimu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena kami adalah harapan itu sendiri!&lt;br /&gt;Berharaplah selalu, maka kami akan senantiasa hadir dan menari untukmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, kunang-kunang pembawa harapan...&lt;br /&gt;tahukah kau akan cantiknya dirimu?&lt;br /&gt;Akan kerlipmu yang membentuk jalinan-bintang bintang bersinar di hatiku?&lt;br /&gt;akankah mungkin aku rela kau pergi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamku kini penuh cahaya;&lt;br /&gt;seolah siang telah sudi menampilkan dirinya yang lama bersembunyi di balik jubahnya. &lt;br /&gt;Ah, kunang-kunang pembawa cahayaku,&lt;br /&gt;Bilamanakah aku sanggup hidup tanpa harapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski malam terbalut pekat,&lt;br /&gt;membentang luas hamparan kegelapan yang seolah tiada bertepi,&lt;br /&gt;asalkan harapan itu tetap bersemi di hatiku,&lt;br /&gt;maka kau akan menari disekelilingku dengan gemerlap cahayamu! &lt;br /&gt;Oh, kunang-kunang pembawa cinta,&lt;br /&gt;hadirmu menyemarakan hariku.&lt;br /&gt;kini sepi telah terhalau,&lt;br /&gt;membuka jalan bagi keceriaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku akan harapan,&lt;br /&gt;akan dirimu yang mengisi kegelapanku dengan sinar-sinar cintamu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8647229848741364916?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8647229848741364916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8647229848741364916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8647229848741364916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8647229848741364916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/09/kunang-kunang.html' title='Kunang-Kunang'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-5672748159834280249</id><published>2010-08-19T11:17:00.003+07:00</published><updated>2010-09-03T09:06:29.329+07:00</updated><title type='text'>O Mawar</title><content type='html'>Hai Mawar,&lt;br /&gt;mengapa engkau tetap cantik, meski terik mentari menerpamu?&lt;br /&gt;Mengapa engkau tetap menebarkan keharuman,&lt;br /&gt;meski hujan membasahi sekujur tubuhmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kau bagikan keindahanmu pada rumput kering di sekitarmu?&lt;br /&gt;menaungi mereka dengan kelopakmu yang mengembang,&lt;br /&gt;dan melindungi mereka dari serangga yang rakus dengan duri-duri kecilmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, mawar yang menawan,&lt;br /&gt;andai saja hatiku memiliki sedikit dari kecantikanmu,&lt;br /&gt;dan mampu menebarkan sedikit dari keharumanmu,&lt;br /&gt;maka pastilah indah dunia di sekelilingku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang cantik bagai sekuntum mawar:&lt;br /&gt;semarak keindahan menyebar hingga ke gubuk-gubuk cinta;&lt;br /&gt;Merambat hingga ke pagar-pagar jiwa yang mengelupas.&lt;br /&gt;Tanah retak bersatu kembali;&lt;br /&gt;rumput kering pun bersenandung riang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharuman jiwa terpancar gemilang,&lt;br /&gt;dari sentuhan para mawar di sekeliling mahkota hati,&lt;br /&gt;beraneka warna, cantik memukau!&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;O, mawar nan rupawan,&lt;br /&gt;maukah kau tumbuh di ladang hatiku?&lt;br /&gt;bersemi indah, mekar dalam kebaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ratu keindahan,&lt;br /&gt;andai saja hatiku memiliki sedikit dari kecantikanmu,&lt;br /&gt;dan mampu menebarkan sedikit dari keharumanmu,&lt;br /&gt;maka pastilah indah dunia di sekelilingku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-5672748159834280249?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/5672748159834280249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=5672748159834280249' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5672748159834280249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5672748159834280249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/08/o-mawar.html' title='O Mawar'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8657573071849082240</id><published>2010-08-04T11:24:00.001+07:00</published><updated>2010-08-04T11:25:45.202+07:00</updated><title type='text'>Katanya Aku Kurang Iman</title><content type='html'>Suatu ketika, aku mengikuti sebuah KKR penyembuhan di Bandung. Banyak sekali orang yang hadir, mungkin mencapai ratusan, atau mungkin juga ribuan.&lt;br /&gt;Mereka membawa serta saudara-saudara mereka yang sakit. berbagai jenis orang memenuhi tempat itu, dari yang cacat fisik, seperti lumpuh, buta, tuli, hingga ada yang terkapar karena sakit parah.&lt;br /&gt;Dan aku berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak itu. &lt;br /&gt;Aku buta. Ya, aku termasuk pasien yang memerlukan penyembuhan di sini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari orang banyak itu bukanlah saudara-saudaraku seiman. Banyak dari mereka yang bukan orang Kristen, malah mereka mengikuti KKR ini dengan masih menggunakan atribut keagamaan mereka. Mereka ikut berdoa bersama kami, dan berharap juga mendapatkan kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil, aku selalu ditekankan oleh orang tuaku, dan juga oleh para pendeta yang mendoakanku agar memiliki iman yang teguh, tidak goyah sedikit pun. Dan jika kesembuhan itu tidak juga terjadi padaku, maka mereka akan menegurku dengan berkata :&lt;br /&gt;"Kamu kurang beriman!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah ada seorang pendeta yang berkata kalau kebutaanku ini karena kutuk nenek moyang!&lt;br /&gt;Kenapa jadi nenek-nenek dibawa-bawa?&lt;br /&gt;Apa salah nenek moyangku, sehingga sampai aku yang harus menanggungnya?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan ayat dalam Yohanes 9 : 1-3?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering merenung seorang diri:&lt;br /&gt;"Apa sebenarnya ukuran dari sebuah iman itu?"&lt;br /&gt;"Apa benar penyebab mataku belum disembuhkan Tuhan, karena aku kurang beriman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba pada saat acara penyembuhan, kepalaku semakin menunduk. Aku semakin kusyuk berdoa. Aku memohon kepada Tuhan dengan segenap hatiku agar sudi menoleh kepadaku dan menyembuhkan mataku. &lt;br /&gt;Tapi sementara sudah banyak orang yang disembuhkan, bahkan mereka yang bukan Kristen pun memperoleh kesembuhan,  mataku masih juga belum dapat melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana ini? apa imanku masih belum cukup? masa iman mereka yang bukan Kristen malah lebih besar dari imanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku jadi galau dan teramat sedih. Ini sering kualami setiap aku pulang dari sebbuah KKR penyembuhan. Aku pulang bukan membawa berkat sukacita, tetapi rasa bersalah dan tertekan karena merasa Tuhan tidak menyayangiku. Tuhan tidak berkenan mendengar seruanku. Tuhan tidak peduli kepadaku, kepada seorang anak buta yang kurang iman sepertiku.&lt;br /&gt;Semakin lama, aku semakin merasa capek untuk mengikuti KKR penyembuhan semacam ini lagi. Kalau bukan karena kemauan orang tuaku, (yang kutau, sangat menyayangiku dan sangat mengharapkan mataku sembuh), aku tak nanti ikut acara seperti ini lagi.&lt;br /&gt;Aku pernah bertanya kepada teman-teman tunanetra lainnya tentang perasaan seperti ini, dan ternyata mereka pun merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku kurang iman, seperti yang mereka katakan, mengapa sampai sekarang aku masih tetap percaya pada Tuhan?&lt;br /&gt;mengapa aku tetap berdoa pada Tuhan, padahal Dia tak juga menyembuhkan mataku?&lt;br /&gt;mengapa juga aku tetap pergi ke Gereja, kalau imanku selalu mendapat nilai minus?&lt;br /&gt;Mengapa hatiku tak bisa membenci Tuhan, atau sebisa mungkin memusuhi-Nya, dan berusaha untuk menjauhi-Nya?&lt;br /&gt;Mengapa aku malah semakin mencintai-Nya?&lt;br /&gt;Bukankah imanku terlalu tipis, setipis kertas-kertas Alkitab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KKR pun selesai!&lt;br /&gt;namun aku tetap saja harus berjalan sambil dituntun orang kalau tidak mau tersandung dan kepala benjol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa ya Tuhan kok malah menyembuhkan anak tetangga, bukannya anak sendiri?" kalimat pertanyaan ini pun meluncur dari bibir mamiku, ketika kami sudah berada kembali di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena Tuhan tau, meski pun Rachel tidak disembuhkan, dia akan tetap percaya. Sementara mereka itu membutuhkan tanda!" jawaban yang sederhana ini keluar dari bibir sahabatku, dan merupakan suluh bagi hatiku yang mendung, kelelahan menanggung beban, hingga sesak tak terbilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Tuhan telah mendengar seruanku. Buktinya Dia menjawab segala kebingunganku melalui bibir sahabatku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setiap kali aku bersaksi, aku akan menyerukan sebuah kalimat sebagai penutup kesaksianku :&lt;br /&gt;"Kalau Tuhan mau, detik ini pun aku percaya Tuhan sanggup menyembuhkan mataku. Tetapi janganlah kehendakku yang terjadi, melainkan biarlah kehendak Tuhan saja yang terjadi dalam hidupku. Karena Tuhan tau yang terbaik bagiku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarlah orang lain memperoleh terang melalui kegelapanku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8657573071849082240?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8657573071849082240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8657573071849082240' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8657573071849082240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8657573071849082240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/08/katanya-aku-kurang-iman.html' title='Katanya Aku Kurang Iman'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4821699178361109167</id><published>2010-07-07T11:05:00.000+07:00</published><updated>2010-07-07T11:06:04.109+07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Di Acara KBC</title><content type='html'>"Sorry..." Tiba-tiba saja ada seoorang ibu yang menyapa suamiku, " boleh tau, nama kamu siapa ya?"&lt;br /&gt;Wah, ditanya kayak gitu, aku dan suamiku jadi ragu-ragu, jangan-jangan orang yang mau nawarin asuransi atau semacam produk MLM lainnya nih. Saat itu aku dan suamiku sedang belanja keperluan sehari-hari di Indo mart dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya Wiria!" jawab suamiku agak terkesan protektif.&lt;br /&gt;"Kalau dia ini?" tanya si ibu sambil menunjuk ke arahku.&lt;br /&gt;"O, kalau dia Rachel!"&lt;br /&gt;Mendengar namaku disebut, aku jadi semakin bingung. Mau apa sih nih ibu? &lt;br /&gt;"Halo Rachel..." sapa ibu tersebut. Aku hanya tersenyum.&lt;br /&gt;"masih kenal nggak sama saya? saya pernah ketemu kamu di persekutuan doa di Laurensius. Waktu itu kamu memberikan kesaksian kamu..."&lt;br /&gt;"Memangnya ini siapa?" tanyaku balik.&lt;br /&gt;"Aku Novita... inget nggak?"&lt;br /&gt;"O..., Ci Novita toh... tentu saja aku masih inget!" Jawabku lega. Ya ampuuunn..., kenapa nggak ngomong dari tadi..., pikirku, kenapa harus pakai acara tanya-tanya nama segala, jadi bikin orang kebingungan, kayak lagi kena tangkep polisi aja. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ini bener-bener kebetulan lho..." kata Ci Novita, "dari kemarin aku nyari-nyari kamu. Nomor telepon kamu nggak ketemu... eh, taunya kita malah ketemu di sini... bener-bener kebetulan sekali!"&lt;br /&gt;Sebenarnya ketika aku mengetahui orang yang berdiri di hadapanku ini ci Novita, aku langsung bisa mengira kalau ci Novita mencariku pasti mau membicarakan tentang acara para businessment itu. Sepulang aku dari kesaksian di PD Laurensius, ci Novita pernah bilang sama aku kalau dia mau undang aku ke acara KBC (aku lupa singkatannya. Yang aku ingat dua huruf di depannya itu berarti "Kingdom Business" tapi "C" di belakangnya aku lupa!) Pokoknya semacam acara perkumpulan para businessment gitu deh,  untuk memberikan kesaksianku juga di sana. Waktu itu ci Novita belum memberitahukan tanggalnya, dia hanya menyebutkan kalau acara itu akan diadakan pada bulan Juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, aku mau undang kamu ke KBC itu lho..."&lt;br /&gt;"O..., yang cici pernah bilang waktu itu ya?"&lt;br /&gt;"Ya! acaranya tanggal 27 Juni ini. Kamu bisa kan?"&lt;br /&gt;"Bisa ci... oh ya, boleh aku ajak Deasy?"&lt;br /&gt;"Wah, dengan senang hati! aku kenal Deasy kok... Bilang saja sama Deasy kalau dia diundang ci Novita... pasti dia tau cici!"&lt;br /&gt;"Ya, Deasy juga bilang begitu... Senggaknya Deasy juga  kan sekarang sudah kerja, dan dia bisa kasih kesaksiannya sendiri. Jadi contoh nyatanya bukan cuma dari aku saja, tapi juga ada contoh nyata lainnya. Biar mereka bisa lebih yakin kalau tunanetra seperti kami ini juga bisa kerja!"&lt;br /&gt;"Ya, betul! Kebetulan kita mau membahas tentang memaksimalkan potensi dan karakter... supaya mereka itu bisa paham kalau melayani itu bukan hanya di Gereja atau di lingkungan sosial. Tapi bekerja juga merupakan pelayanan!" "&lt;br /&gt;"Ok, kalau begitu ci... Jam berapa acaranya?"&lt;br /&gt;"Acaranya sih dari pagi sampe sore, tapi nanti cici kabari kamu lagi deh tepatnya jam berapa giliran kamu berbicara... boleh cici minta nomor HP kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun segera memberikan nomor HP-ku kepada ci Novita. Setelah itu kami pun berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 27 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah janjian sama Deasy untuk menjemputnya di Kos-kosannya di Karet. Aku dan suamiku sudah jalan dari rumah jam 7 pagi, sementara acara baru mulai jam 9.00 pagi di Hotel Ochard, Gunung Sahari. Tapi sesampainya kami di Sarina, suamiku baru ingat kalau hari Minggu adalah Car Free Day. Jadi kami tidak bisa masuk ke jalan Tamrin. Akhirnya aku menyuruh Deasy untuk naik ojek langganannya saja, langsung ketemuan di Hotel Ochard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 8.30, kami bertiga pun bertemu ci Novita di lantai 10. Di situ sudah hadir banyak sekali orang dari berbagai perusahaan, salah satunya dari Libra Cake.&lt;br /&gt;Kami dipertemukan dengan pembicara utamanya, pak Julian Fu. Aku diberi penjelasan tentang tema dari seminar tersebut dan apa saja point-pointnya.&lt;br /&gt;"Nanti pada point tertentu yang cocok dengan kesaksian kamu, saya akan langsung panggil kamu untuk menyampaikan kesaksian kamu!" kata pak Julian kepadaku.&lt;br /&gt;"Baik pak!" jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diberi tiga buah bangku tersendiri yang berada di samping panggung.&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan sebuah film yang membuat para peserta pada tertawa terpingkal-pingkal. Aku bertanya kepada suamiku yang duduk di sebelahku tentang film tersebut. Tapi suamiku juga tidak dapat melihatnya karena kami duduk di samping.&lt;br /&gt;Setelah itu, acara pun dilanjutkan dengan ice breaking, dan setelah permainan usai. Pak Julian pun naik ke panggung untuk memberikan ceraamahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pak Julian membawakan seminar sungguh luar biasa, sangat variatif, dan tidak monoton. Sehingga membuat kami yang mendengarkan jadi semangat dan tidak menjadi bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kami istirahat untuk snack, aku dan Deasy mampir ke WC dulu, dan antrinya lama buanget. Pas keluar, ternyata makanan sudah ludes sama sekali. Kami cuma kedapetan teh atau kopi. hiks hiks hiks hiks... Padahal perut kami sudah keroncongan, belum sempat sarapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi kedua, sebelum makan siang. Akhirnya pak Julian memanggilku. Aku naik ke panggung. Agak gerogi juga sih... Tapi aku berusaha bicara setenang mungkin, walau pun tanganku yang memegang mic masih juga terasa gemetaran. Aku menceritakan kisah hidupku dari sejak SD, SMP, SMU sampai kuliah dan akhirnya mendapatkan pekerjaan dengan cara yang ajaib.&lt;br /&gt;Kadang aku selingi dengan cerita-cerita lucu yang pernah aku alami. Seperti waktu di kantor, waktu aku masih jadi Resepsionis, aku pernah mengira kalau tamu yang datang itu adalah temanku yang suka berpura-pura menjadi tamu untuk mengelabuiku. Di situ aku bercerita kalau pada saat tamu itu menyapaku dengan mengatakan:&lt;br /&gt;"Selamat sore, Mbak!"&lt;br /&gt;Aku malah menjawabnya dengan menyenandungkan lagunya Evi Tamala yang "Selamat malam duhai kekasih..." Tapi aku ganti kata-katanya jadi: "Selamat sore duhai sahabat...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, semua peserta jadi tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sengaja hanya menceritakan masa-masa sekolahku sampai kuliah secara sekilas saja. Hanya yang penting-pentingnya saja. Aku lebih banyak menceritakan pengalamanku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai aku bersaksi, pak Julian memanggil Deasy.&lt;br /&gt;Deasy memulai kesaksiannya dengan berkata:&lt;br /&gt;"Aduh deug-deugan nih... soalnya ini adalah pertama kalinya saya berbicara seperti ini di depan umum..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata, dengan caranya yang polos, Deasy malah bisa bercerita dengan lancar dan dengan caranya yang spontan itu, malah bisa membuat peserta tertawa dan suasanapun jadi lebih santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut buat temanku, Deasy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai bersaksi, dan masuk ke acara makan siang. Kami langsung dikerumuni oleh para peserta seminar, dari para stafnya sampai para atasannya. Mereka berfoto bersama kami. Hehehe..., jadi kayak artis saja...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat ngobrol dengan pak Julian mengenai peluang bagi teman-teman tunanetra yang lain untuk bekerja. Dia berjanji akan membantuku untuk mencarikan pekerjaan bagi teman-temanku yang lain. Dia meminta aku untuk memberikan daftar nama-nama teman-teman tunanetra yang sudah siap bekerja dengan skill yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya, pak Julian buat perhatiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kesempatan baik ini tidak terbuang sia-sia. Mudah-mudahan dengan bantuan Pak Julian, teman-teman tunanetra yang lain bisa mendapatkan kesempatan juga untuk bekerja seperti aku dan Deasy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks juga ya buat ci Novita yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk bersaksi... Kiranya Tuhan memberkati cici dan keluarga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4821699178361109167?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4821699178361109167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4821699178361109167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4821699178361109167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4821699178361109167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/07/kesaksian-di-acara-kbc.html' title='Kesaksian Di Acara KBC'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4841312258805619779</id><published>2010-05-21T11:23:00.004+07:00</published><updated>2010-05-21T15:25:06.483+07:00</updated><title type='text'>PERTAPAAN ROWOSENENG</title><content type='html'>13 - 16 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S_ZBNT-rAlI/AAAAAAAAAGc/bsvyzROGeLU/s1600/DSC01132_s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S_ZBNT-rAlI/AAAAAAAAAGc/bsvyzROGeLU/s320/DSC01132_s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473634094072660562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertapaan St. Maria Rowoseneng...&lt;br /&gt;aku pergi dan akan kembali;&lt;br /&gt;semoga kasih dan kesetiaanmu terus menggema hingga ke kota Jakarta,&lt;br /&gt;keheningan dan kesederhanaanmu akan menjadi kerinduanku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis, jam 07.00 malam, akhirnya aku dan suami menginjakan kaki kembali di pertapaan St. Maria Rowoseneng. Ini merupakan yang kedua kalinya buatku pribadi berkunjung ke tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, semuanya tampak sangat berbeda, bukan berbeda karena kebetulan pertapaan sedang dibangun, tetapi terlebih karena sekarang aku datang bukan lagi sebagai seorang anti Katolik yang membenci Maria dan tata ibadah mereka, melainkan sebagai seorang Katolik yang memboyong rasa rindu akan persatuan dengan Kristus setiap saat dalam Ekaristi kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama kalinya aku menginjakan kaki ke tempat ini, yaitu saat datang bersama teman-teman Legio Maria, aku sama sekali tidak dapat menikmati tempat ini, apalagi ketika mengikuti jam-jam ibadat para rahib. Sebisa mungkin, aku menghindarkan diri dari setiap ibadat mereka yang cuma bisa membuatku jenuh, bengong nggak karuan, kayak anak kucing tersesat di dalam kandang sapi! &lt;br /&gt;Selain itu, lagu-lagu yang mereka nyanyikan juga terdengar sangat menyeramkan di telingaku yang terbiasa mendengarkan lagu berirama pop, jazz, bahkan dangdut kedengarannya jadi jauh lebih baik dari pada mendengarkan lagu mereka yang nggak jelas iramanya, bikin mata merem melek, bukan karena menikmati, tapi karena menahan kantuk. &lt;br /&gt;Jujur saja, waktu itu, aku sangat tersiksa setiap kali mengikuti ibadat mereka. Mau nggak ikut, takut ditinggal sendiri,  karena semua teman-teman, berikut suamiku yang pada saat itu masih menjadi kekasihku, ikut menghadirinya. Jadi mau nggak mau aku pun ikut, dari pada ditinggalkan sendirian di dalam kamar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ibadat malam, ketika lampu dimatikan dan hanya ada satu lampu yang tetap dibiarkan menyala, yaitu lampu yang menyorot pada ukiran Bunda Maria yang melingkari Tabernakel, lalu para rahib mulai menyanyikan lagu yang menyebut-nyebut tentang bunda Maria,tubuhku tiba-tiba saja merinding, bukan karena merasakan hadirat Tuhan, tapi lebih karena aku merasa ngeri sendiri: "Maria kok disembah!" (itu pikiranku dulu, akibat otakku yang kukunci sedemikian rapat, hingga gelap gulita dan pengap karena kekurangan oksigen!!!... Untung saja Tuhan masih bersedia mendobrak pintu diotakku, sehingga aku tak jadi mati lemas karena kehabisan hawa segar, dan membiarkan cahaya masuk serta menjadikan otakku terang benderang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cukup membuatku terhibur dan sedikit dapat kunikmati waktu kunjungan pertama kali itu: ya, cuma susu sapinya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kemarin,  ketika aku dan suamiku kembali datang ke tempat ini, perasaanku sungguh jauh berbeda. Hatiku sungguh dipenuhi sukacita dan rindu yang meluap-luap. Aku berjanji pada diriku sendiri agar sebisa mungkin jangan sampai ada satu ibadat pun yang terlewatkan!&lt;br /&gt;Meski kelopak mata masih terasa berat karena harus menghadiri ibadat yang jam 3.30 pagi, aku dan suami tetap memaksa diri untuk masuk Kapel minimal 15 menit sebelumnya, walau pun itu berarti kami harus kucek-kucek mata, lompat-lompat, lari keliling pertapaan, malah kalau perlu sampai mandikan sapi dulu agar bisa membuat mata terbuka lebar dan pikiran segar bugar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telingaku juga tiba-tiba saja bisa sangat menikmati lagu-lagu mereka yang nadanya sulit diikuti, karena banyak lekak-lekuknya, namun terdengar indah dan menenangkan. Sebisa mungkin aku ikut bermazmur bersama mereka, walau pun hasilnya aku malah menciptakan nada-nada sendiri. Tapi yang pasti, aku sungguh merasakan kasih Tuhan membasuh dan menyelimuti seluruh jiwaku, dan menyulut api cintaku kembali berkobar dengan dahsyatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu menantikan jam-jam ibadat mereka, terutama  Misa yang jam 06.00 pagi, di mana aku bisa makan tubuh dan minum darah Tuhanku.&lt;br /&gt;Sungguh hari-hari yang sangat menggembirakan. liburan yang sangat bermanfaat, benar-benar refreshing lahir batin!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ibadat malam, di mana tubuh kami akan segera berbaring  di peraduan untuk melepas penat, dan para jangkrik mulai berceloteh menceritakan tentang keagungan Tuhan, kami pun kembali menyanyikan mazmur bagi Tuhan untuk yang ke sekian kalinya dalam satu hari ini. Setiap kata-kata dalam mazmur terasa mengalun begitu syahdu, indah bagaikan sepasang mempelai yang hendak memasuki kamar pengantin yang harum , ceria dengan bunga-bunga bertebaran di segala sudut, dan hangat bagaikan berada dalam dekapan kekasih.&lt;br /&gt;perasaanku menjadi aman dan damai ketika Romo Abas memerciki air suci kepada kami satu per satu. Apa pun yang akan terjadi pada kami ketika malam berpatroli mengintip di sela-sela mimpi-mimpi kami, hati kami akan tetap berjaga bersama dengan Kristus!&lt;br /&gt;Dan, apabila Tuhan memanggil kami pulang, meski saat kami terlelap sekali pun, kami sudah siap, bagaikan tentara perang yang siap sedia bertempur!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lagu Salve Regina berkumandang, walau aku tak bisa ikut bernyanyi karena belum hafal kata-katanya, namun aku merasa seperti sedang dikeloni seorang ibu yang jari-jemarinya laksana sutra lembut membelai tiap helai rambutku, tatapannya memancarkan kasih yang meneduhkan seluruh jiwa ragaku. Sambil bibirnya  tak lelah menyenandungkan lagu cinta, hingga akhirnya aku jatuh terlelap dalam senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh manis, semanis madu yang dijual di pertapaan Rowoseneng!&lt;br /&gt;Sangat murni, semurni susu sapi yang selalu kunikmati setiap sarapan!&lt;br /&gt;Luar biasa nikmat, senikmat masakan yang dibuat para Romo untuk mengisi perut para tamunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S_ZCPX2HPnI/AAAAAAAAAGk/UxGbBkl-fZ0/s1600/DSC01109_s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S_ZCPX2HPnI/AAAAAAAAAGk/UxGbBkl-fZ0/s320/DSC01109_s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473635228981870194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh..., alangkah indahnya Tuhanku...&lt;br /&gt;indah bagaikan untaian mawar yang tengah mekar berkembang.&lt;br /&gt;Suara dentang loncengmu menggema dengan merdunya, seperti seekor sapi yang memanggil para penjaga untuk bergegas mengantarkan makanannya.&lt;br /&gt;Keheninganmu terasa sangat menentramkan, tenang bagaikan tempat peristirahatan para Rahib yang telah berpulang ke keabadian.&lt;br /&gt;tenang..., teduh...,&lt;br /&gt;harum..., seharum kue keju yang masih dalam oven pemanggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh..., alangkah menyejukannya kasih Tuhanku...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4841312258805619779?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4841312258805619779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4841312258805619779' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4841312258805619779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4841312258805619779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/05/pertapaan-rowoseneng.html' title='PERTAPAAN ROWOSENENG'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S_ZBNT-rAlI/AAAAAAAAAGc/bsvyzROGeLU/s72-c/DSC01132_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1023174118727465214</id><published>2010-04-07T15:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-07T15:09:27.672+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Dalam Keluarga Katolik</title><content type='html'>"Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukacita karena Allah, Penyelamatku.&lt;br /&gt;Sebab Ia memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa, sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh yang Mahakuasa. Kuduslah NamaNya.&lt;br /&gt;Kasih sayangNya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tanganNya:&lt;br /&gt;dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya.&lt;br /&gt;Orang yang berkuasa diturunkanNya dari tahta, yang hina dina diangkatNya.&lt;br /&gt;Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan, orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;Menurut janjiNya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hambaNya.&lt;br /&gt;Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya." &lt;br /&gt;(Kidung Maria: Luk 1 : 46-55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh my diary..., Akhirnya usai sudah penantianku selama ini.&lt;br /&gt;Hari Jumat kemarin, bertepatan dengan Jumat Agung (2 April 2010), aku dikukuhkan oleh Romo Barnabas Nono, dengan disaksikan oleh Ibu Ruth sebagai pendampingku, serta suami dan temanku Deasy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sungguh bersyukur atas rahmat yang telah kuterima ini. Tuhan sungguh sangat teramat baik buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengukuhan, aku langsung melakukan pengakuan dosa. Awalnya aku benar-benar bingung harus bagaimana, baru kali ini aku disuruh untuk membongkar dosa-dosaku di depan orang. Biasanya kan aku hanya mengaku dosaku di depan Tuhan yang tidak nampak secara fisik, jadi tidak terlalu malu, dibanding harus mengaku dosa kepada orang yang nyata-nyata kelihatan di depan hidungku, apalagi di depan Romo yang sudah kukenal dan juga mengenalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berkat bimbingan Romo, akhirnya pengakuan dosa perdanaku pun dapat berjalan dengan cukup lancar. Dan sebagai penitensi, aku disuruh berdoa Bapa kami 7 kali, Salam Maria 7 kali, dan Kemuliaan 7 kali. (Sampai-sampai ada Salam Maria yang terlewat olehku dan hanya kudoakan setengah saja...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku menganggap pengakuan dosa di hadapan Romo ini sebagai tindakan yang konyol dan sia-sia. &lt;br /&gt;"Untuk apa susah-susah mengaku dosa di depan orang, kalau ada jalan yang lebih mudah dan instan, yaitu mengaku dosa langsung di depan Tuhan???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang baru aku mengerti, kalau dengan mengaku dosa di depan Romo, Imam yang telah ditahbiskan sebagai penerus para Rasul yang telah secara langsung diberi kuasa oleh Tuhan Yesus untuk mengampuni dosa orang, akan lebih menghargai makna pengampunan itu sendiri, dan akan berpikir dua kali jika ingin melakukan dosa lagi, apalagi dosa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes  20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah kurencanakan jauh sebelumnya, nama yang akan kupakai sebagai nama baptisku adalah "Faustina".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang namaku bertambah satu lagi :&lt;br /&gt;"Faustina Rachel Stefanie Halim" :)))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, coba kamu tebak, diary sayang... di manakah aku menerima Komuni pertamaku???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah terbayang sebelumnya kalau aku akan menerima Komuni pertamaku di sebuah Gereja sederhana yang belum pernah kudatangi sebelumnya, dan selalu kulewati namun tidak pernah kusadari keberadaannya, apabila aku sedang pulang ke Sukabumi. Gereja Katholik yang berada persis di sisi jalan Cicurug: "Gereja Katolik Hati Maria Tak Bercela".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, kami ingin sekali mengikuti Misa Jumat Agung yang dimulai pada jam 3 sore, sementara perjalanan kami baru sampai Lido. Tidak mungkin lagi mengejar Misa di Gereja Katolik Sukabumi. Jadi kami cepat-cepat searching di internet, mencari Gereja Katolik yang berada di dekat-dekat Lido, dan akhirnya kami pun tiba di Gereja Hati Maria Tak Bercela jam setengah tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  65&lt;br /&gt;65:5 Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu &lt;br /&gt;yang kudus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1023174118727465214?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1023174118727465214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1023174118727465214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1023174118727465214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1023174118727465214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/04/selamat-datang-dalam-keluarga-katolik.html' title='Selamat Datang Dalam Keluarga Katolik'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8398986692930290461</id><published>2010-03-03T10:05:00.000+07:00</published><updated>2010-03-03T10:06:59.060+07:00</updated><title type='text'>Tidak Dibaptis, Hanya Dikukuhkan</title><content type='html'>Tidak Dibaptis, Hanya Dikukuhkan (27 Febuari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm coming my lovely Diary...!!&lt;br /&gt;Aku punya kabar baik nich!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu hari Sabtu kemarin, 27 Febuari, aku bertemu Romo Barnabas Nono lagi.&lt;br /&gt;Kami langsung membicarakan tentang persiapan pengukuhanku menjadi keluarga Katolik!&lt;br /&gt;Katanya, aku tidak perlu lagi dibaptis, karena aku sudah pernah dibaptis di Gerejaku sebelumnya, "GBI", dan karena GBI masih termasuk dalam PGI, maka pembaptisanku pun dianggap sah oleh Gereja Katolik.&lt;br /&gt;Pembaptisan yang sah bagi Gereja Katolik: apabila memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Gereja, yaitu : dengan media air, dan dibaptis dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin. (Mat 28:19)&lt;br /&gt;Sekarang aku tinggal dikukuhkan saja, diterima sebagai keluarga Katolik.&lt;br /&gt;Romo memberiku dua pilihan :&lt;br /&gt;Mau ikut bareng dengan umat dewasa lainnya yang juga akan dibaptis pada tanggal 31 Maret, atau mau dikukuhkan secara pribadi, alias privat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah..., ditanya seperti itu, aku jadi bingung... Mau yang mana ya???&lt;br /&gt;Untung saja Romo sendiri yang kemudian menentukan pilihannya.&lt;br /&gt;"Menurut saya, kamu dikukuhkan secara pribadi saja, dengan didampingi suami dan saksi..."&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, hatiku melonjak karena girang bukan kepalang!!&lt;br /&gt;Tapi..., ada juga sih rasa nggak enak hatinya.&lt;br /&gt;Siapakah aku ini sampai minta dilayani secara pribadi segala???&lt;br /&gt;Hmmm, menurut kamu Bagaimana ya, Diary?&lt;br /&gt;Apa aku tetap ikut keputusan Romo saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa bertemu dengan Romo Nono itu karena Ibu Ruth yang membantuku.&lt;br /&gt;Jadi awalnya aku bercerita kepada teman dekatku, Deasy, bahwa aku mau mengikuti kelas katekumen. Tiba-tiba saja dia berkata kalau dia mempunyai kenalan yang bisa membantuku untuk persiapan pembaptisanku, dan akhirnya Ibu Ruth pun datang ke rumahku bersama temannya.&lt;br /&gt;Kami sharing tentang banyak hal, dari alasan mengapa aku memutuskan untuk masuk menjadi Katolik, kisah pengalaman imanku. Demikian juga sebaliknya, Ibu Ruth menceritakan tentang  kisah kehidupannya, dan ternyata Ibu Ruth pun dulunya seorang Protestan, akhirnya dia berjanji untuk membantuku. Dia bilang kalau aku tidak perlu ikut kelas katekumen, karena aku sudah memiliki dasar Alkitab, dan akan mempertemukanku dengan Romo, agar Romo bisa menentukan siapa yang akan menjadi Katekisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat berterima kasih kepada Ibu Ruth yang sudah meluangkan waktunya untuk membantuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari Minggu siang, aku pun bertemu dengan Romo Nono untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Romo berkata kalau dia akan mencoba mencarikan Katekis yang dapat membimbingku, tapi kalau pun tidak ada, maka dia sendiri yang akan memberikanku bimbingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji Tuhan untuk kebijaksanaan Romo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saat penantianku.&lt;br /&gt;Begitu panjaaaaang dan lamaaaaa... seperti coki-coki...&lt;br /&gt;Sampai aku jadi kuatir sendiri:&lt;br /&gt;"Jangan-jangan harapanku untuk dibaptis pada perayaan Paskah ini, tidak akan terwujud!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali bertanya kepada Ibu Ruth:&lt;br /&gt;"Kapan aku bisa ikut Katekumen, Bu?... Kalau kesulitan cari Katekisnya, biarkan saja aku ikut kelas, asal Paskah ini aku sudah bisa dibaptis... Karena setiap Misa, kok rasanya aku masih seperti orang asing, tidak bisa bersama-sama umat lain menikmati Tubuh Kristus... Padahal kan aku ini juga anak Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ruth bilang, kalau sebenarnya Katekis yang akan memberikanku bimbingan sudah ada, tapi Minggu lalu meninggal mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@:???*%:???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, aku sudah mempunyai kepastian kalau harapanku akan terwujud!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ruth memberitahuku lewat SMS, bahwa Romo mau bertemu denganku hari Sabtu. &lt;br /&gt;Wah..., itu kan pas libur panjang, seharusnya aku punya waktu lebih lama untuk melepas rindu yang sudah menggunung dengan anakku. Tapi..., tidak mungkin juga kan aku membatalkan kesempatan yang sudah kutunggu-tunggu ini??? &lt;br /&gt;Alhasil, aku berangkat ke Sukabumi Kamis malam, dan kembali ke Jakarta Sabtu pagi. Ternyata keputusan ini tidak akan pernah kusesali sampai Tuhan memanggil aku pulang ke rumahNya! :)))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo berkata, kalau dia sudah membaca postingan di Blogku tentang "Kisah Perjalananku Menuju Gereja Katolik". Kupikir Ibu Ruthlah yang sudah memberitahukan alamat Blogku ini kepada Romo, tapi ternyata, Romo mengetahuinya dari e-mail-ku yang kukirimkan kepada Redaksi Salus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, suamiku membacakanku sebuah artikel dari Majalah Salus "Santo Laurensius", mengenai "Serba-serbi Kitab Suci". Di situ dikatakan kalau ayat terpendek dalam Alkitab terdapat dalam :&lt;br /&gt;Yohanes 11 : 35&lt;br /&gt;"Maka menangislah Yesus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung protes kepada suamiku:&lt;br /&gt;"Bukannya ayat terpendek itu ada di dalam &lt;br /&gt;1 Tesalonika 5 : 17, yang isinya : &lt;br /&gt;"Tetaplah berdoa"?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu suamiku memberikanku alamat E-mail Redaksi Salus. Besoknya aku langsung mengirimkan e-mail yang berisikan pendapatku itu kepada Redaksi tersebut. Seperti biasa, di sebelah bawah namaku, aku mencantumkan alamat Blogku.&lt;br /&gt;Dan, ternyata oh ternyata, Romo pun membaca E-mail-ku itu, lalu meng-klik link yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;Jadilah aku sekarang mendapat tugas dari Romo untuk menuliskan kembali kisah pengalaman imanku secara lengkap, semacam refleksi iman, untuk bahan referensi sebelum aku dikukuhkan sebagai keluarga Katolik!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganbatte!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dengan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, pengumuman ini pun harus ditutup sampai di sini saja, karena memang ceritanya sudah habis, alias, bersambung!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah waktunya mengganti halaman baru untuk menyelesaikan tugas dari Romo!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciayo!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8398986692930290461?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8398986692930290461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8398986692930290461' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8398986692930290461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8398986692930290461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/03/tidak-dibaptis-hanya-dikukuhkan.html' title='Tidak Dibaptis, Hanya Dikukuhkan'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-6655931959008599135</id><published>2010-02-20T15:10:00.004+07:00</published><updated>2010-02-22T11:58:05.835+07:00</updated><title type='text'>Abu Pertama</title><content type='html'>ABU PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya debulah aku di alas kakiMu, Tuhan; Haus akan titik embun; Sabda penuh ampun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu terus terngiang-ngiang di telingaku, seperti syair cinta yang menyentuh hati dan menggores kalbu dengan goresan-goresan indah yang akan tetap terpatri di dalam benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu merupakan pertama kalinya dahiku diolesi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, aku hanya tahu kalau makna dari abu yang selalu menghiasi dahi orang Khatolik setiap mereka merayakan Rabu Abu itu sebagai tanda pengingat kalau kita ini berasal dari debu, dan akan kembali menjadi debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir kalau orang Khatolik itu kurang kerjaan, terlalu banyak simbolik. Bikin orang-orang yang non Kristen jadi pada kebingungan melihat dahi orang-orang Khatolik pada hitam-hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering mendapat pertanyaan dari teman-teman yang non Kristen :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok dahi kamu nggak dikasih hitam-hitam kayak mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kan bukan Khatolik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh..., di Protestan nggak ada seperti itu ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa sih maksudnya dahi dikasih hitam-hitam seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan PD-nya aku menjawab :&lt;br /&gt;"Itu sebagai pengingat kalau kita hanyalah debu dan akan kembali menjadi debu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu saja yang aku tahu.&lt;br /&gt;Tapi sekarang, aku lebih memahami kalau makna dari abu yang diolesi itu, selain sebagai tanda ketidakabadian, juga sebagai tanda penyesalan akan dosa-dosa dan pertobatan. &lt;br /&gt;Kebiasaan ini ternyata juga sudah digunakan orang-orang sejak perjanjian lama.&lt;br /&gt;hal itu aku ketahui dari artikel yang dikirimkan temanku di Milis "Peduli-cacat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai contoh, dalam Buku Ester, Mordekhai mengenakan kain kabung dan abu&lt;br /&gt;ketika ia mendengar perintah Raja Ahasyweros (485-464 SM) dari Persia&lt;br /&gt;untuk membunuh semua orang Yahudi dalam kerajaan Persia (Est 4:1).&lt;br /&gt;Ayub (yang kisahnya ditulis antara abad ketujuh dan abad kelima SM)&lt;br /&gt;menyatakan sesalnya dengan duduk dalam debu dan abu (Ayb 42:6). Dalam&lt;br /&gt;nubuatnya tentang penawanan Yerusalem ke Babel, Daniel (sekitar 550&lt;br /&gt;SM) menulis, “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk&lt;br /&gt;berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta&lt;br /&gt;abu.” (Dan 9:3). Dalam abad kelima SM, sesudah Yunus menyerukan agar&lt;br /&gt;orang berbalik kepada Tuhan dan bertobat, kota Niniwe memaklumkan&lt;br /&gt;puasa dan mengenakan kain kabung, dan raja menyelubungi diri dengan&lt;br /&gt;kain kabung lalu duduk di atas abu (Yun 3:5-6). Contoh-contoh dari&lt;br /&gt;Perjanjian Lama di atas merupakan bukti atas praktek penggunaan abu&lt;br /&gt;dan pengertian umum akan makna yang dilambangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus Sendiri juga menyinggung soal penggunaan abu: kepada kota-kota&lt;br /&gt;yang menolak untuk bertobat dari dosa-dosa mereka meskipun mereka&lt;br /&gt;telah menyaksikan mukjizat-mukjizat dan mendengar kabar gembira,&lt;br /&gt;Kristus berkata, “Seandainya mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di&lt;br /&gt;tengah-tengahmu terjadi di Tirus dan Sidon, maka sudah lama&lt;br /&gt;orang-orang di situ bertobat dengan memakai pakaian kabung dan abu.”&lt;br /&gt;(Mat 11:21)*"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang kantor, aku dan suami langsung menuju ke Gereja, sampai kami tidak sempat makan malam dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oops, maksudku bukan "kami", tapi "aku", soalnya suamiku memang puasa. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selama Misa, perutku jadi ikut-ikutan bermazmur. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, walaupun perutku keroncongan, hatiku sungguh diliputi sukacita, sedih, dan bangga yang tercampur aduk. Terutama saat Diakon mengolesi abu ke dahiku sambil mengatakan :&lt;br /&gt;"Bertobatlah dan percayalah pada Injil!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa sukacita, karena ini adalah kali pertamanya dahiku diolesi abu. Dan sebelum abu itu menempel di dahiku, Tuhan sudah memperbaharui pengertianku tentang makna abu, sehingga aku bisa menerimanya dengan penuh syukur dan memohon pada Tuhan agar hatiku pun semakin dibaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih, karena aku menyesal dan mohon ampun pada Tuhan karena aku sudah begitu jahat padaNya, dan seringkali menyakiti hati Tuhan, sering malas berdoa, padahal Tuhan sudah begitu baik padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga..., ya, sekarang aku bangga karena didahiku sudah ada abunya... :)&lt;br /&gt;abu ini sebagai tanda penyesalan dan pertobatanku sebelum aku memperingati wafat Kristus di kayu Salib dan kebangkitanNya.&lt;br /&gt;Abu ini juga sebagai tanda peringatan:&lt;br /&gt;"Jangan sampai aku menyalibkan Kristus untuk yang kedua kalinya!!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, pas aku tanya suamiku seusai Misa :&lt;br /&gt;"Apa abunya masih nempel di dahiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku jawab :&lt;br /&gt;"nggak tuh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O..., ternyata abunya sudah hilang... huhuhuhuhuhu....&lt;br /&gt;Mungkin kehapus sama poniku sendiri..., atau pas Diakonnya olesi abu ke dahiku, terhalang oleh poniku, sehingga abunya bukan menempel di dahiku, tapi kena di poniku. :) :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal baru aja aku mau pamer sama para penjual makanan dan para pembeli makanan kalau aku baru saja mengikuti Misa Rabu Abu..., perlu bukti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat aja di dahiku... ada abunya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:O*???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Rabu, 17 Febuari 2010; Gereja St. Laurensius*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-6655931959008599135?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/6655931959008599135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=6655931959008599135' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6655931959008599135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6655931959008599135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/02/abu-pertama.html' title='Abu Pertama'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8597925301298394828</id><published>2010-01-07T12:34:00.003+07:00</published><updated>2010-01-07T12:48:34.021+07:00</updated><title type='text'>Sungguh MenyayangiMU</title><content type='html'>Tuhan Yesus,&lt;br /&gt;Mengapa Engkau begitu baik,&lt;br /&gt;Sementara aku begitu jahat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau begitu murah hati kepadaku,&lt;br /&gt;Sementara aku seringkali mengabaikanMU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Tuhan Yesus, Tuhanku...&lt;br /&gt;Aku menyayangiMU, sungguh menyayangiMU!&lt;br /&gt;Aku mencintaiMU, sungguh mencintaiMU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku menggembung oleh rasa sayangku padaMU, o Tuhan termanis.&lt;br /&gt;Jiwaku penuh dengan sukacita karena Engkau, o Tuhan Juruselamatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalah bersamaku selamanya,&lt;br /&gt;Dan jangan lepaskan tanganku dari tanganMU, ya Yesus Penolongku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyayangiMU, sungguh menyayangiMU! Aku mencintaiMU, sungguh mencintaiMU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Yesus terkasih,&lt;br /&gt;Siramilah seluruh diriku dengan cintaMU!&lt;br /&gt;Biarlah jiwaku memuji-muji Engkau selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamanya aku akan menyayangiMU, sungguh menyayangiMU!&lt;br /&gt;Selamanya aku akan mencintaiMU, sungguh mencintaiMU!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8597925301298394828?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8597925301298394828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8597925301298394828' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8597925301298394828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8597925301298394828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2010/01/sungguh-menyayangimu.html' title='Sungguh MenyayangiMU'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4097074679144181227</id><published>2009-12-22T13:14:00.005+07:00</published><updated>2010-08-30T10:42:52.184+07:00</updated><title type='text'>Kisah Perjalananku Menuju Gereja Katholik</title><content type='html'>"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3 : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah terbayang sebelumnya, kalau pada akhirnya aku akan memilih untuk menjadi seorang Katolik. Ini merupakan keputusan terbesar dalam hidupku setelah pernikahan. Sekali mengatakan “Ya”, berarti untuk selamanya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perjalanan yang panjang dengan liku-likunya, yang terkadang penuh duri dan terasa amat menyakitkan, serta acap kali menemui persimpangan jalan hingga membuatku cukup mengalami depresi, kini aku, dengan langkah pasti dan kepala tegap terangkat, dapat mengarahkan hatiku untuk melangkah memasuki Gereja Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Gereja Katolik! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Katolik yang dahulunya sangat bertentangan dengan hatiku, dengan pikiranku, dengan seluruh keberadaanku sebagai seorang Protestan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, aku sangat membenci doktrin-doktrin Katolik, khususnya ajaran mengenai 'Maria'.&lt;br /&gt;Bagiku, Maria adalah penghalang utama orang Katolik untuk mendekat lebih lagi kepada Yesus.&lt;br /&gt;apapun yang orang Katolik jelaskan, termasuk pacarku sendiri, tentang doktrin Maria, otakku tidak bisa menerimanya, hatiku selalu memberontak dengan keras. Bagiku doktrin Maria hanyalah buatan manusia, karangan Paus semata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab kebencianku terhadap Maria adalah juga karena kegemaranku membaca buku-buku rohani yang berhubungan dengan alam roh. Aku pernah membaca sebuah buku yang ditulis oleh seorang mantan penyihir dari Afrika, bernama “Mukendi”. Di situ dikatakan bahwa ketika Allah mengusir lucifer dari Firdaus, ia tidak hanya terlempar seorang diri saja, tetapi bersama pengikut-pengikutnya, dan para pengikutnya itu tersebar ke berbagai tempat. Ada yang terjatuh ke dalam laut, dan menjadi penguasa lautan. Kebetulan malaikat penguasa laut ini bernama “Maria Marguella”, ia sering mengaku sebagai Maria ibu Yesus. Dan menurut Mukendi, orang yang berdoa kepada Maria, secara tidak langsung mereka sedang berdoa kepada malaikat penguasa lautan ini.&lt;br /&gt;Ada juga malaikat yang jatuh ke langit, dan menjadi penguasa langit, dibawah kakinya terdapat tulisan: Rosa, yang berarti “naga”. Dan orang yang berdoa Rosario secara tidak langsung juga mereka sesungguhnya sedang berdoa kepada malaikat penguasa langit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal lainnya yang membuatku semakin membenci Maria, dan mengasihani orang-orang Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelan seluruh isi buku itu bulat-bulat, tanpa ada sedikit pun perlawanan dari dalam diriku. Sekarang buku itu sudah tidak ada lagi, bukan karena hilang, atau kubuang, tetapi, (sekarang aku baru menyesal), karena buku tersebut sudah kuberikan kepada seseorang yang tidak kukenal, yang sudah hampir menemui ajalnya karena sakit berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah bertanya kepada pacarku yang seorang Katolik:&lt;br /&gt;"Kalau memang tujuan dari setiap penampakan Maria itu adalah membawa orang untuk lebih dekat lagi kepada Yesus, kenapa tidak Yesus sendiri saja yang langsung menampakan diriNya kepada orang-orang, kenapa harus Maria? Apa mungkin Maria yang adalah manusia biasa, sama seperti kita bisa dengan mudahnya naik turun Surga hanya untuk menampakan dirinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku sedang mengajukan pertanyaan itu, di dalam pikiranku sendiri tiba-tiba muncul gambaran tentang penampakan Musa dan Elia , ketika Yesus dan ketiga muridNya naik ke gunung yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mendengar pacarku itu menjawab:&lt;br /&gt;"Mungkin saja, kalau itu memang sesuai dengan kehendak Tuhan. Contohnya Musa dan Elia yang menampakan diri kepada Yesus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam dan jadi heran sendiri. Bukan hanya karena jawaban dari pacarku itu, tapi terutama tentang gambaran yang tadi tiba-tiba saja muncul di dalam pikiranku, Seolah-olah aku sudah diberitahu jawabannya terlebih dahulu sebelum pacarku menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cintaku semasa pacaran banyak dihiasi dengan pertengkaran seputar doktrin Katolik, terutama doktrin Maria ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku juga pernah berkata kepada pacarku kemudian, yang sekarang sudah menjadi suami tercintaku: &lt;br /&gt;"Kenapa sih dalam doa Rosario, salam Maria didoakan sampai 10 kali, sementara doa Bapa kami cuma 1 kali saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawaban dari pacarku itu, aku kembali berkata dengan ketus: &lt;br /&gt;"Dasar Maria egois! serakah! maunya dia yang paling banyak didoakan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pacarku masih sabar dalam menghadapi perlawananku, yang kalau kupikir sekarang, sudah amat keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada suatu waktu dia sudah tidak dapat lagi menahan kemarahannya, karena mendengar penghinaanku terhadap Bunda Maria. Aku sudah lupa bagaimana kejadianya saat itu, tapi yang aku tidak dapat lupakan adalah tanggapannya yang sangat keras:&lt;br /&gt;"Yayang boleh sepuasnya menghina koko, tapi jangan sekali-kali yayang menghina mama koko, apalagi mama yang sangat koko hormati!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata seperti itu, dia pun pergi dengan penuh kemarahan, meninggalkan aku sendiri yang pada saat itu masih juga dapat tersenyum, karena pikirku:&lt;br /&gt;"Siapa juga yang menghina mamanya, orang yang aku hina Maria, bukan mamanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku sudah mengerti bahwa yang dimaksud pacarku waktu itu adalah Maria sebagai mamanya, sebagai ibu rohaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tergantung di kayu salib, Yesus menyerahkan ibuNya kepada murid terkasihnya, Yohanes, dengan berkata kepada ibuNya: "Ibu, inilah anakmu!", dan kepada murid terkasihNya: " Inilah ibumu!", dan mulai saat itu Yohanes menerima Maria di dalam rumahnya. (Yoh 19 : 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita juga adalah murid terkasih Yesus, maka ibuNya pun menjadi ibu kita. Bahkan dalam Ibrani 2 : 11-12, Yesus menyebut kita adalah saudara-saudaraNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrani 2&lt;br /&gt;2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,&lt;br /&gt;2:12 kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bibirku tersenyum mendengar kata-kata pacarku yang menyebut Maria sebagai mamanya, tapi sesungguhnya hatiku porak poranda. Aku langsung berlari masuk ke dalam kamar dan menangis sejadi-jadinya. Aku bertanya kepada Tuhan:&lt;br /&gt;"Mengapa Tuhan..., mengapa harus aku yang mengalami hal seperti ini??? Engkau tahu kalau aku ini paling anti Katolik... Tak pernah sekalipun dalam doaku, aku memohon kepadaMu untuk mengirimkan padaku seorang pacar Katolik...! Lalu mengapa Kau malah mengirimkan padaku seseorang yang bahkan sangat kuat dalam iman Katoliknya?? Siapakah itu Maria?? Tolong Tuhan, tunjukan padaku siapakah itu Maria??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, aku melihat sebuah buku dari daftar buku di Perpustakaan kantorku. Buku itu sangat menarik minatku. Aku sudah sangat sering mendengar nama dan karya sungguh luar biasa yang dikerjakan tokoh utama dalam buku itu, yaitu : Bunda Theresa, tapi baru kali ini aku berminat untuk membaca seluruh kisah kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sungguh terharu dan kagum menyaksikan kasih yang dinyatakan oleh Bunda Theresa kepada orang-orang kusta di Kalkuta, India. &lt;br /&gt;Sekalipun dia tidak pernah mengatakan kepada orang-orang malang yang dilayaninya tentang Yesus, tetapi pada akhirnya banyak dari mereka yang percaya kepada Yesus, karena melihat perbuatan nyata penuh kasih yang dilakukan Bunda Theresa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini barulah  kesaksian yang hidup. Kesaksian yang sesungguhnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa heran, mengapa orang Katolik bisa melakukan hal luar biasa seperti ini?&lt;br /&gt;Mengapa mereka memiliki kasih yang sedemikian nyatanya, hingga seolah-olah Yesus sendiri yang berkerja dalam mereka, dan nampak dalam setiap laku mereka?&lt;br /&gt;Aku juga melihat bahwa Bunda Theresa memiliki hubungan yang akrab dengan Yesus. &lt;br /&gt;Bagaimana ini bisa terjadi...?&lt;br /&gt;bukankah seharusnya Maria menjadi penghalang hubungan mereka dengan Yesus? &lt;br /&gt;Padahal Bunda  Theresa juga sering berdoa Rosario, berarti dia juga memiliki hubungan yang dekat dengan  Maria?&lt;br /&gt;Lalu, apa sebenarnya yang salah dalam buku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca habis buku itu, aku duduk termenung. Aku mulai membayangkan perjalanan Bunda Theresa yang pastinya penuh perjuangan, melayani orang-orang berpenyakitan dan menjadi sampah masyarakat. Bukan hanya itu saja, perjuangannya lebih terasa berat lagi, karena dia melayani  bukan di negaranya sendiri, tetapi di negara orang. &lt;br /&gt;Oleh karena kasihnya kepada Yesus, yang dinyatakan kepada mereka yang malang, Bunda Theresa mampu melewati semuanya itu dengan  penuh kesabaran dan ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat dengan perkataan Yakobus dalam suratnya:&lt;br /&gt;Yakobus 2,&lt;br /&gt;2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?&lt;br /&gt;2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,&lt;br /&gt;2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?&lt;br /&gt;2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.&lt;br /&gt;2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."&lt;br /&gt;2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.&lt;br /&gt;2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?&lt;br /&gt;2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?&lt;br /&gt;2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.&lt;br /&gt;2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."&lt;br /&gt;2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apalah gunanya khotbah yang berkobar-kobar, jika tidak disertai dengan perbuatan nyata penuh kasih???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari itu, aku makin penasaran dengan kisah hidup orang-orang Katolik. Aku mulai melirik Website yang berbau Katolik di internet, dan aku menemukan kisah para Santa/Santo, orang-orang yang dianggap kudus oleh Gereja Katolik, karena teladan hidupnya yang luar biasa, atau karyanya yang telah membawa suatu  kesaksian dalam pertumbuhan iman Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak daftar nama-nama Santa/Santo di sana. Tetapi aku menemukan seorang Santa yang membuat mataku semakin terbuka lebar dan membuat keherananku semakin menjadi-jadi. Tak pernah sekalipun kusangka sebelumnya akan menemukan yang seperti ini di dalam sejarah Gereja Katolik. &lt;br /&gt;Bagiku orang-orang Katolik hanyalah boneka-boneka hidup yang datang dan pulang Gereja bukan karena kerinduan untuk mencari Tuhan, tapi hanya sebatas kewajiban. Mereka pulang tak ada bedanya dengan ketika mereka datang. Aku berpikir mereka hanya patuh pada peraturan yang dibuat Paus saja. Jarang sekali aku menemukan teman-temanku Katolik yang mengerti Alkitab. Bahkan, yang lebih parahnya lagi, ada juga yang bingung ketika mencari letak dari kitab tertentu dalam Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini, dalam buku harian Santa ini, aku menemukan sesuatu yang sangat berbeda.  Sungguh kebalikan 180 derajat dari apa yang kupikirkan mengenai orang Katolik. Seseorang yang begitu akrab dengan Yesus, sampai seolah-olah Yesus benar-benar nampak di dalam kehidupan sehari-hari Santa ini. Ia melihat dan berbicara kepada Yesus seperti ia sedang melihat dan berbicara dengan sahabatnya sendiri.&lt;br /&gt;Begitu nyata dan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santa ini bernama St. Faustina Kowalska, dan dia mendapat gelar sebagai: RASUL KERAHIMAN ILAHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Helena Kowalska dilahirkan di Glogowiec, Polandia pada tanggal 25 Agustus 1905 sebagai anak ketiga dari sepuluh putera-puteri pasangan suami isteri Katolik&lt;br /&gt;yang saleh Stanislaw Kowalski dan Marianna Babel. Ayahnya seorang petani merangkap tukang kayu. Keluarga Kowalski, sama seperti penduduk Glogowiec lainnya,&lt;br /&gt;hidup miskin dan menderita dalam penjajahan Polandia oleh Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helena hanya sempat bersekolah hingga kelas 3 SD saja. Ia seorang anak yang cerdas dan rajin, juga rendah hati dan lemah lembut hingga disukai orang banyak.&lt;br /&gt;Sementara menggembalakan sapi, Helena biasa membaca buku; buku kegemarannya adalah riwayat hidup para santa dan santo. Seringkali ia mengumpulkan teman-teman&lt;br /&gt;sebayanya dan menjadi `katekis' bagi mereka dengan menceritakan kisah santa dan santo yang dikenalnya. Helena kecil juga suka berdoa. Kerapkali ia bangun&lt;br /&gt;tengah malam dan berdoa seorang diri hingga lama sekali. Apabila ibunya menegur, ia akan menjawab, “Malaikat pelindung yang membangunkanku untuk berdoa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usianya 16 tahun, Helena mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga. Tetapi, setahun kemudian ia pulang&lt;br /&gt;ke rumah untuk minta ijin masuk biara. Mendengar keinginan Helena, ayahnya menanggapi dengan tegas, “Papa tidak punya uang untuk membelikan pakaian dan&lt;br /&gt;barang-barang lain yang kau perlukan di biara. Selain itu, Papa masih menanggung hutang!”  &lt;br /&gt;Puterinya mendesak, “Papa, aku tidak perlu uang. Tuhan Yesus sendiri yang akan mengusahakan aku masuk biara.” Namun, orangtuanya tetap tidak memberikan persetujuan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patuh pada kehendak orangtua, Helena bekerja kembali sebagai pembantu. Ia hidup penuh penyangkalan diri dan matiraga, hingga suatu hari pada bulan Juli&lt;br /&gt;1924 terjadi suatu peristiwa yang menggoncang jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu ketika aku berada di sebuah pesta dansa dengan salah seorang saudariku. Sementara semua orang berpesta-pora, jiwaku tersiksa begitu hebat. Ketika&lt;br /&gt;aku mulai berdansa, sekonyong-konyong aku melihat Yesus di sampingku; Yesus menderita sengsara, nyaris telanjang, sekujur tubuh-Nya penuh luka-luka; Ia&lt;br /&gt;berkata kepadaku: “Berapa lama lagi Aku akan tahan denganmu dan berapa lama lagi engkau akan mengabaikan-Ku” Saat itu hingar-bingar musik berhenti, orang-orang&lt;br /&gt;di sekelilingku lenyap dari penglihatan; hanya ada Yesus dan aku di sana. Aku mengambil tempat duduk di samping saudariku terkasih, berpura-pura sakit&lt;br /&gt;kepala guna menutupi apa yang terjadi dalam jiwaku. Beberapa saat kemudian aku menyelinap pergi, meninggalkan saudari dan semua teman-temanku, melangkahkan&lt;br /&gt;kaki menuju Katedral St Stanislaus Kostka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan; hanya sedikit orang saja ada dalam katedral. Tanpa mempedulikan sekeliling, aku rebah (= prostratio) di hadapan Sakramen&lt;br /&gt;Mahakudus dan memohon dengan sangat kepada Tuhan agar berbaik hati membuatku mengerti apa yang harus aku lakukan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mendengar kata-kata ini: “Segeralah pergi ke Warsawa, engkau akan masuk suatu biara di sana.” &lt;br /&gt;Aku bangkit berdiri, pulang ke rumah, membereskan&lt;br /&gt;hal-hal yang perlu diselesaikan. Sebisaku, aku menceritakan kepada saudariku apa yang telah terjadi dalam jiwaku. Aku memintanya untuk menyampaikan selamat&lt;br /&gt;tinggal kepada orangtua kami, dan lalu, dengan baju yang melekat di tubuh, tanpa barang-barang lainnya, aku tiba di Warsawa,” demikian tulis St Faustina di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditolak di banyak biara, akhirnya Helena tiba di biara Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih. Kongregasi ini membaktikan diri&lt;br /&gt;pada pelayanan kepada para perempuan yang terlantar secara moral. Sejak awal didirikannya oleh Teresa Rondeau, kongregasi mengaitkan misinya dengan misteri&lt;br /&gt;Kerahiman Ilahi dan misteri Santa Perawan Maria Berbelas Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Moeder Superior, yaitu Moeder Jenderal Michael yang sekarang, keluar untuk menemuiku, setelah berbincang sejenak, ia menyuruhku untuk menemui Tuan&lt;br /&gt;rumah dan menanyakan apakah Ia mau menerimaku. Seketika aku mengerti bahwa aku diminta menanyakan hal ini kepada Tuhan Yesus. Dengan kegirangan aku menuju&lt;br /&gt;kapel dan bertanya kepada Yesus: “Tuan rumah ini, apakah Engkau mau menerimaku? Salah seorang suster menyuruhku untuk menanyakannya kepada-Mu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku mendengar suara ini: “Aku menerimamu; engkau ada dalam Hati-Ku.” &lt;br /&gt;Ketika aku kembali dari kapel, Moeder Superior langsung bertanya, “Bagaimana,&lt;br /&gt;apakah sang Tuan menerimamu?” Aku menjawab, “Ya.” “Jika Tuan telah menerimamu, maka aku juga akan menerimamu.” Begitulah bagaimana aku diterima dalam biara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Helena masih harus tetap bekerja lebih dari setahun lamanya guna mengumpulkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada tahap&lt;br /&gt;awal tinggal di biara. Akhirnya pada tanggal 1 Agustus 1925, menjelang ulangtahunnya yang ke-20, Helena diterima dalam Kongregasi Suster-suster Santa Perawan&lt;br /&gt;Maria Berbelas Kasih. “Aku merasa sangat bahagia, seakan-akan aku telah melangkahkan kaki ke dalam kehidupan Firdaus,” kenang St Faustina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tinggal di biara, Helena terkejut melihat kehidupan para biarawati yang sibuk sekali hingga kurang berdoa. Karenanya, tiga minggu kemudian Helena&lt;br /&gt;bermaksud meninggalkan biara dan pindah ke suatu biara kontemplatif yang menyediakan lebih banyak waktu untuk berdoa. Helena yang bingung dan bimbang rebah&lt;br /&gt;dalam doa di kamarnya. “Beberapa saat kemudian suatu terang memenuhi bilikku, dan di atas tirai aku melihat wajah Yesus yang amat menderita. Luka-luka&lt;br /&gt;menganga memenuhi WajahNya dan butir-butir besar airmata jatuh menetes ke atas seprei tempat tidurku. Tak paham arti semua ini, aku bertanya kepada Yesus,&lt;br /&gt;“Yesus, siapakah gerangan yang telah menyengsarakan-Mu begitu rupa?” Yesus berkata kepadaku: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Engkaulah yang akan mengakibatkan sengsara ini pada-Ku&lt;br /&gt;jika engkau meninggalkan biara. Ke tempat inilah engkau Ku-panggil dan bukan ke tempat lain; Aku telah menyediakan banyak rahmat bagimu.” Aku mohon pengampunan&lt;br /&gt;pada Yesus dan segera mengubah keputusanku.”   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 30 April 1926, Helena menerima jubah biara dan nama baru, yaitu St Maria Faustina; di belakang namanya, seijin kongregasi ia menambahkan “dari&lt;br /&gt;Sakramen Mahakudus”. Dalam upacara penerimaan jubah, dua kali St Faustina tiba-tiba lemas; pertama, ketika menerima jubah; kedua, ketika jubah dikenakan&lt;br /&gt;padanya. Dalam Buku Catatan Harian, St Faustina menulis bahwa ia panik sekaligus tidak berdaya karena pada saat itu ia melihat penderitaan yang harus ditanggungnya&lt;br /&gt;sebagai seorang biarawati. Dalam biara, tugas yang dipercayakan kepadanya sungguh sederhana, yaitu di dapur, di kebun atau di pintu sebagai penerima tamu.&lt;br /&gt;Semuanya dijalankan St Faustina dengan penuh kerendahan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 22 Februari 1931, St Faustina mulai menerima pesan kerahiman ilahi dari Kristus yang harus disebarluaskannya ke seluruh dunia. Kristus memintanya&lt;br /&gt;untuk menjadi rasul dan sekretaris Kerahiman Ilahi, menjadi teladan belas kasih kepada sesama, menjadi alat-Nya untuk menegaskan kembali rencana belas&lt;br /&gt;kasih Allah bagi dunia. Seluruh hidupnya, sesuai teladan Kristus, akan menjadi suatu kurban - hidup yang diperuntukkan bagi orang lain. Menanggapi permintaan&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, St Faustina dengan rela mempersembahkan penderitaan pribadinya dalam persatuan dengan-Nya sebagai silih atas dosa-dosa manusia; dalam hidup&lt;br /&gt;sehari-hari ia akan menjadi pelaku belas kasih, pembawa sukacita dan damai bagi sesama; dan dengan menulis mengenai kerahiman ilahi, ia mendorong yang&lt;br /&gt;lain untuk mengandalkan Yesus dan dengan demikian mempersiapkan dunia bagi kedatangan-Nya kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sadar akan ketidaklayakannya, serta ngeri akan pemikiran harus berusaha menuliskan sesuatu, toh akhirnya, pada tahun 1934, ia mulai menulis buku&lt;br /&gt;catatan harian dalam ketaatan pada pembimbing rohaninya, dan juga pada Tuhan Yesus Sendiri.  &lt;br /&gt;Selama empat tahun ia mencatat wahyu-wahyu ilahi, pengalaman-pengalaman&lt;br /&gt;mistik, juga pikiran-pikiran dari lubuk hatinya sendiri, pemahaman serta doa-doanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya adalah suatu buku catatan harian setebal 600 halaman, yang&lt;br /&gt;dalam bahasa sederhana mengulang serta menjelaskan kisah kasih Injil Allah bagi umatnya, dan di atas segalanya, menekankan pentingnya kepercayaan pada&lt;br /&gt;tindak kasih-Nya dalam segala segi kehidupan kita. Buku itu menunjukkan suatu contoh luar biasa bagaimana menanggapi belas kasih Allah dan mewujud-nyatakannya&lt;br /&gt;kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari, ketika tulisan-tulisan St Faustina diperiksa, para ilmuwan dan juga para teolog terheran-heran bahwa seorang biarawati sederhana dengan&lt;br /&gt;pendidikan formal yang amat minim dapat menulis begitu jelas serta terperinci; mereka memaklumkan bahwa tulisan St Faustina sepenuhnya benar secara teologis,&lt;br /&gt;dan bahwa tulisannya itu setara dengan karya-karya tulis para mistikus besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Devosinya yang istimewa kepada Santa Perawan Maria Tak Bercela, kepada Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat memberi St Faustina kekuatan untuk menanggung&lt;br /&gt;segala penderitaannya sebagai suatu persembahan kepada Tuhan atas nama Gereja dan mereka yang memiliki kepentingan khusus, teristimewa para pendosa berat&lt;br /&gt;dan mereka yang di ambang maut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St Faustina Kowalska menulis dan menderita diam-diam, hanya pembimbing rohani dan beberapa superior saja yang mengetahui bahwa suatu yang istimewa tengah&lt;br /&gt;terjadi dalam hidupnya. Setelah wafat St Faustina, bahkan teman-temannya yang terdekat terperanjat mengetahui betapa besar penderitaan dan betapa dalam&lt;br /&gt;pengalaman-pengalaman mistik yang dianugerahkan kepada saudari mereka ini, yang senantiasa penuh sukacita dan bersahaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Kerahiman Ilahi yang diterima St Faustina sekarang telah tersebar luas ke segenap penjuru dunia; dan buku catatan hariannya, &lt;br /&gt;“Kerahiman Ilahi Dalam Jiwaku”&lt;br /&gt; menjadi buku pegangan bagi Devosi Kerahiman Ilahi. St Faustina sendiri tak akan terkejut mengenai hal ini, sebab telah dikatakan kepadanya bahwa pesan&lt;br /&gt;kerahiman ilahi akan tersebar luas melalui tulisan-tulisan tangannya demi keselamatan jiwa-jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu pernyataan nubuat yang ditulisnya, St Faustina memaklumkan: “Aku merasa yakin bahwa misiku tidak akan berakhir sesudah kematianku, melainkan&lt;br /&gt;akan dimulai. Wahai jiwa-jiwa yang bimbang, aku akan menyingkapkan bagi kalian selubung surga guna meyakinkan kalian akan kebajikan Allah” (Buku Catatan&lt;br /&gt;Harian, 281)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St Maria Faustina Kowalska dari Sakramen Mahakudus, rasul kerahiman ilahi, wafat pada tanggal 5 Oktober 1938 di Krakow dalam usia 33 tahun karena penyakit&lt;br /&gt;TBC yang dideritanya. Jenasahnya mula-mula dimakamkan di pekuburan biara, lalu dipindahkan ke sebuah kapel yang dibangun khusus di biara. Pada tahun 1967,&lt;br /&gt;dengan dekrit Kardinal Karol Wojtyla, Uskup Agung Krakow, kapel tersebut dijadikan sanctuarium reliqui Abdi Allah St Faustina Kowalska. Pada Pesta Kerahiman&lt;br /&gt;Ilahi tanggal 18 April 1993, St Faustina dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II dan pada Pesta Kerahiman Ilahi tanggal 30 April 2000 dikanonisasi oleh&lt;br /&gt;paus yang sama. Pesta St Faustina dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : YESAYA)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak  saat itu, aku sudah mengetahui nama apa yang kelak akan kupakai sebagai nama baptisku: “Faustina”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku merasakan hatiku semakin terbuka terhadap Gereja Katolik, beserta dengan berbagai rahasianya yang kian menguak di depan mataku. &lt;br /&gt;Sementara hatiku kian menggelegak dalam kerinduan pencarian akan kebenaran yang tersembunyi dalam Gereja Katolik, seperti sedang mencari sebuah harta karun yang terkubur dalam gua-gua mengerikan, demikian hatiku menjelajah kian jauh menelusup dalam gudang rahasia Gereja Katolik. Namun, di sisi yang lain dalam otakku masih juga tak dapat memahami tentang doktrin Maria, api penyucian, dan persekutuan dengan para kudus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang Katolik harus berdoa kepada Maria, dan menjadikannya perantara kepada Yesus?&lt;br /&gt;Mengapa tidak langsung saja berbicara kepada Yesus, kenapa harus melalui jalan yang memutar?&lt;br /&gt;Apa fungsi doa Rosario yang diulang-ulang?&lt;br /&gt;Mengapa juga mereka sering berdoa pada Santa atau Santo, orang-orang yang sudah mati?&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat otakku menjadi linglung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, untuk menumpahkan kepenatanku akibat memikirkan tentang hal-hal itu, aku mencoba menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, dan tulisanku itu kuberi judul "Linglung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;LINGLUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SENIN 17 DES 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, apakah yang Engkau inginkan supaya aku perbuat?&lt;br /&gt;Apakah yang sedang Engkau rancangkan bagi hidupku?&lt;br /&gt;Mengapa Engkau menarik aku ke dalam suasana hati yang tidak karuan seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan kakiku berpijak pada dua buah gunung, yang dipisahkan oleh sebuah jurang yang terjal,&lt;br /&gt;Yang siap kapan saja untuk menerjunkan diriku ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku sungguh diliputi kebingungan&lt;br /&gt;Diselimuti ketakutan dan keragu-raguan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke manakah aku harus melangkah?&lt;br /&gt;Ke gunung yang manakah aku harus meletakan kedua kakiku?&lt;br /&gt;Atau mungkinkah aku harus bertahan pada kedua gunung itu?&lt;br /&gt;Hingga kedua kakiku menjadi lemas; &lt;br /&gt;dan perlahan-lahan jurang keputusasaan akan dengan sukarela menyambut tubuhku amblas ke dalam pelukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, &lt;br /&gt;Siapakah yang perduli akan kesengsaraanku?&lt;br /&gt;Siapakah yang perduli akan sakit yang kurasakan&lt;br /&gt;Akibat pertempuran hebat yang berkecamuk di dalam jiwaku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah aku berjuang seorang diri?&lt;br /&gt;Haruskah aku menangis di balik punggung-Mu?&lt;br /&gt;Atau haruskah aku terus berdiri diam sambil menantikan orang datang menarik-narik  tanganku,&lt;br /&gt;Dan meyakinkan diriku untuk mengikuti jejak yang mereka pikir benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang benar?&lt;br /&gt;Apakah kebenaran itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Tuhan,&lt;br /&gt;Mengapa hati dan pikiranku menjadi kalut seperti ini?&lt;br /&gt;Apakah aku sudah menjadi gila karena bingung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah gembalaku datang?&lt;br /&gt;Kapankah gembalaku yang baik itu menolongku dan membawa aku pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke mana?&lt;br /&gt;Ke gunung yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kedua gunung tampak begitu menarik dimataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung yang satu dipenuhi dengan aneka bunga berwarna-warni&lt;br /&gt;Menebarkan keharuman yang sudah sangat kukenal,&lt;br /&gt;Yang merasuk sampai kesumsum dan tulang-tulangku,&lt;br /&gt;Menghadirkan kehangatan dan kenyamanan,&lt;br /&gt;Gunung yang telah membesarkanku,&lt;br /&gt;Memeliharaku, dan mengasihi aku hingga saat ini.&lt;br /&gt;Gunung yang begitu kukasihi,&lt;br /&gt;Gunung yang begitu kukagumi dengan segala keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi yang lain,&lt;br /&gt;Aku melihat gunung yang serupa namun tak sama,&lt;br /&gt;Gunung yang tak begitu kukenal,&lt;br /&gt;Yang juga menampilkan keindahan,&lt;br /&gt;Bunga-bunga tumbuh seirama&lt;br /&gt;Menebarkan keharuman di tengah-tengah keheningan yang menyejukan&lt;br /&gt;Penuh kelembutan dan kesederhanaan&lt;br /&gt;Namun terasa begitu asing bagiku,&lt;br /&gt;Seakan menyimpan sejuta rahasia yang sulit kumengerti.&lt;br /&gt;Rahasia yang lambat laun mulai menguak di depan mataku,&lt;br /&gt;Menyodorkan segenggam mutiara,&lt;br /&gt;Mutiara yang sesaat lalu tampak begitu buruk dimataku&lt;br /&gt;Begitu mengerikan,&lt;br /&gt;Kusam tanpa berkilau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..,&lt;br /&gt;Mengapa kini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kini hatiku seakan merasakan sesuatu yang lain?&lt;br /&gt;Mengapa mataku kini seolah-olah mulai melihat keindahan dibalik mutiara yang buruk dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengerikan itu?&lt;br /&gt;Menyingkapkan kebenaran yang indah namun begitu terasa menyakitkan hatiku?&lt;br /&gt;Adakah yang salah dengan hatiku?&lt;br /&gt;Ataukah gunung itu yang salah?&lt;br /&gt;Gunung yang mana?&lt;br /&gt;Yang kiri atau yang kanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah Engkau berada, &lt;br /&gt;hai gembala yang baik?&lt;br /&gt;Ke manakah Engkau memanggil aku pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke mana?&lt;br /&gt;Ke gunung yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Tuhan!&lt;br /&gt;Tahukah Kau, kalau aku linglung dibuatnya?&lt;br /&gt;Linglung karena ketakutanku,&lt;br /&gt;Takut kalau-kalau aku salah melangkah,&lt;br /&gt;Takut kalau-kalau aku menyakiti hati-Mu,&lt;br /&gt;Mengecewakan gembalaku yang sudah sangat kucintai, kukasihi, dan yang kuharapkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedatangan-Nya untuk menjemput aku masuk ke dalam kemuliaan-Nya yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah, hai gembala yang baik!&lt;br /&gt;Datanglah sekarang juga untuk menolong aku!&lt;br /&gt;Karena aku benar-benar linglung dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan diam terlalu lama!&lt;br /&gt;Jangan Kau biarkan aku linglung kelamaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Engkau saja yang akan kuturuti.&lt;br /&gt;Aku takkan mau turut yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kau!&lt;br /&gt;Hanya Kau saja yang sanggup membawa aku pulang ke rumah-Mu.&lt;br /&gt;Ke rumah yang telah Kau siapkan bagiku.&lt;br /&gt;Bagi kita berdua!&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku terus mencari dan mencari, berusaha menemukan kebenaran yang telah, oh belum, hanya baru separuh terlihat. Keharuman yang baru sedikit, sangat sedikit tercium olehku. Keharuman serta keindahan yang secara perlahan-lahan mengerogoti kengerianku terhadap sosok Gereja Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai membaca lebih dalam lagi, dari sejarah Gereja Katolik, sejarah pohon natal, lagu malam kudus, hingga sejarah Alkitab, semuanya itu dimulai oleh Katolik. Ya, orang-orang Katolik! Gereja Katolik yang berani dengan jelas menyatakan bahwa dirinya adalah Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus sendiri melalui Rasul Petrus, Paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik! Dan telah melewati berabad-abad, baik dalam masa tenang maupun melewati masa-masa gelap, tetap berdiri kokoh seperti batu karang ditengah terjangan badai dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  16&lt;br /&gt;16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacarku juga mulai mengirimiku banyak artikel tentang Bunda Maria.&lt;br /&gt;Tidak seperti dulu, kini hatiku makin melunak dalam memandang Maria sebagai seseorang yang sangat dihormati oleh orang Katolik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, pacarku memberikan kepadaku sebuah buku yang merupakan serentetan peluru senapan yang berhasil menjebol dinding pertahananku. Buku yang mengisahkan kepindahan seorang pendeta Presbetarian, seorang anti Katolik yang menganggap orang-orang Katolik adalah orang-orang malang yang perlu diselamatkan, dan menyebut Gereja Katolik sebagai pelacur dari Babilonia. Menjadi seorang Katolik, seorang pengikut Paus yang luar biasa dalam pengetahuannya tentang ajaran Katolik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul : "Rome Sweet Home (Roma Rumahku)", Scott dan isterinya, Kimberly, menceritakan dengan detil, bagaimana mereka bisa sampai mengakui Gereja Katolik sebagai rumah sejatinya.&lt;br /&gt;Bagaimana, dengan rinci dan penuh ketelitian, serta mengacu pada ayat-ayat dalam Alkitab, Scott menjabarkan bahwa ajaran Katolik sangatlah Alkitabiah.&lt;br /&gt;Bagaimana Kimberly, baik dalam segi perasaan dan pandangannya terhadap ajaran Katolik, khususnya Maria, sama persis dengan apa yang telah dan sedang kurasakan serta pikirkan sekarang. Dan bagaimana cara dia mengatasinya, sungguh membuatku semakin mengerti dan menjadi semakin berkobar-kobar dalam kerinduanku meneguk habis setiap kebenaran yang disodorkan Alkitab mengenai ajaran Gereja Katolik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PANTAI KETEGUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jumaat 4 januari 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desak rindu tak terbendung&lt;br /&gt;Rasa hati kian tak menentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian bergantikan kekaguman&lt;br /&gt;ketakutan bergantikan pengharapan&lt;br /&gt;Meruntuhkan dinding keangkuhan&lt;br /&gt;Mematahkan deret rantai keragu-raguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendamparkan jiwa di pantai keteguhan&lt;br /&gt;Melangkah dengan iman kepada terang kebenaran yang sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kuteguk air sungai kehidupan &lt;br /&gt;Hingga kutemukan pulau kedamaian jiwa yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAHU KEMENANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sabtu 5 Januari 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutapaki lembaran baru dalam perjalanan iman&lt;br /&gt;Mengarungi samudra kehidupan dalam perahu kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Tuhanku telah menghanguskan aku&lt;br /&gt;Melumatku hingga ke dasar sanubari&lt;br /&gt;Menerbangkanku kea awan persemayaman cinta&lt;br /&gt;Yang bersinar kemilau bagaikan emas murni&lt;br /&gt;Membalutku dalam selimut kedamaian yang sebelumnya tak pernah sekalipun melintas di benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku bagaikan seekor burung kecil &lt;br /&gt;yang terbang mengelilingi angkasa raya kemuliaan&lt;br /&gt;Bersarang dalam dekapan terang kasih Tuhan&lt;br /&gt;Sambil menyenandungkan nyanyian sukacita&lt;br /&gt;Berkumpul kembali dalam kehangatan kasih persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama segenap laskar surgawi,&lt;br /&gt;Memuji dan mengagungkan sang Raja Kemuliaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Yesus Kristus’&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Minggu, aku dan pacarku pergi ke Gereja Katolik. Dulu aku sangat menganggap remeh setiap tata cara liturginya. Bagiku dulu, nyanyian dan segala hal yang mencakup tata cara ibadah, termasuk khotbah Romo sangat membosankan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah mengejek pacarku yang setiap masuk dan keluar pintu Gereja selalu membungkukan badan, menghadap Altar Tuhan, kebetulan beberapa kali aku tepat berada di depannya, jadi aku secara spontan berkata:&lt;br /&gt;"Duh..., nggak usah repot-repot nyembah aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam beberapa kesempatan, aku sengaja melakukan apa yang dilarang pacarku untuk dilakukan di dalam Gereja, terutama saat Misa berlangsung. Seperti misalnya, aku sengaja minum dari botol minum yang kubawa ketika Romo sedang berkhotbah!&lt;br /&gt;Aku melakukan itu, semata-mata hanya ingin menunjukan kepada pacarku kalau aku tidak terikat pada peraturan, yang kupikir, hanya merupakan peraturan-peraturan yang dibuat oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, aku sudah mengerti, kalau sesungguhnya ketaatan itu sangat penting. Satu hal yang tidak dapat iblis lakukan adalah 'taat'! &lt;br /&gt;Dan aku tidak mau disamakan dengan iblis!&lt;br /&gt;Yesus saja taat kepada BapaNya sampai mati..., sampai mati di kayu salib!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Petrus  1&lt;br /&gt;1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hatiku mulai mengerti, aku dapat melihat setiap detil dalam tata cara liturgi sangatlah bermakna. Seperti membungkuk, bersujud, dan melagukan kata-kata, semuanya itu sungguh-sungguh memiliki arti yang mendalam. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh hadir dalam setiap perayaan Ekaristi kudus. Bahwa Hosti yang  berada di Altar adalah Yesus sendiri, bukan sekedar simbol dari tubuh dan darah Kristus, tapi sungguh-sungguh Yesus sendiri! &lt;br /&gt;Oleh sebab itulah mengapa mereka sangat menghormati Altar kudus, karena di situlah Sang Raja kemuliaan bersemayam!&lt;br /&gt;Dan puncak dalam setiap perayaan Ekaristi adalah "Komuni", di mana kita sungguh-sungguh dipersatukan kembali dengan Kristus.&lt;br /&gt;Sungguh misteri yang luar biasa, yang baru kutemukan dan baru kusadari keindahannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, sedikit demi sedikit, satu demi satu rahasia itu mulai tersingkap di hadapanku. Begitu manis dan menggairahkan, seolah menggugah kerinduanku untuk melahap lebih dan lebih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus melangkah dan melangkah, menapaki lembaran baru dalam perjalanan imanku, menyambut setiap kebenaran baru dengan penuh kekaguman. Namun, setiap kali berhadapan dengan doktrin Maria, aku kembali terbentur. Seakan-akan kakiku tertanam amat dalam, hingga sulit melangkah pada yang satu ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap malam aku selalu bertanya kepada Tuhan:&lt;br /&gt;"Siapakah itu Maria yang dihormati sedimikian rupa oleh orang Katolik?... Tolong Tuhan, tunjukanlah padaku, siapakah itu Maria, dan apa yang sepatutnya harus aku perbuat, agar aku tidak menyakiti hatiMu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah aku terus bergumul dalam doaku untuk tahap pencarianku pada yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku menemukan ayat dalam perjanjian lama yang menggambarkan tentang kebundaan Maria lewat Batsyeba, ibu dari raja Salomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Raja-raja 2,&lt;br /&gt;2:19 Batsyeba masuk menghadap raja Salomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia di atas takhtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya.&lt;br /&gt;2:20 Berkatalah perempuan itu: "Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku." Jawab raja kepadanya: "Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini bunda ratu bertindak sebagai perantara permohonan Adonia kepada raja, dan sebagai seorang anak kepada ibunya, raja sangat menghormatinya, sehingga raja berkata : "Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu."&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi pada ayat-ayat sesudahnya, bahwa keputusan terakhir tetaplah berada ditangan raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengerti, bahwa beginilah orang-orang Katolik memandang bunda Maria sebagai perantara doa mereka kepada Yesus, sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Scott dalam bukunya yang berjudul: "Hail, Holy Queen (Salam Ratu Surgawi):&lt;br /&gt;Bahwa kita adalah satu keluarga besar dengan keluarga Kerajaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Bagaimanapun, Allah sendiri adalah suatu keluarga yang abadi, sempurna. Paus Yohanes Paulus II menyatakan hal ini dengan baik, ”Dalam misteri terdalam-Nya, Allah itu bukanlah suatu kesendirian, tetapi suatu keluarga karena dalam diri-Nya la memiliki kebapaan, keputraan, dan hakikat dari keluarga, yakni kasih.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah adalah keluarga, yang terungkap dalam Tritunggal Mahakudus, maka Allah pun ingin menarik kita, orang-orang percaya, untuk masuk menjadi anggota keluargaNya. Sebagai keluarga yang utuh, kita, baik yang masih berziarah di bumi, maupun yang di Sorga, memiliki ikatan persaudaraan yang erat. Kita dapat memohon kepada mereka yang di Sorga untuk mendoakan kita, seperti layaknya kita meminta orang-orang terdekat kita: ibu, ayah, saudara-saudara, atau teman-teman kita untuk mendoakan kita. Demikian jugalah dengan Bunda Maria, Ibu kita dalam Yesus, dan saudara-saudara kita yang telah mendahului kita menikmati janji Tuhan, yakni berkumpul kembali dalam keluarga kerajaan Allah, pastilah mereka dengan suka hati akan terus mendoakan kita, dan menjadi saksi dari perlombaan yang sedang kita jalani sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrani 12 :&lt;br /&gt;12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu  8&lt;br /&gt;8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Scott menjabarkan secara terperinci tentang kebundaan Maria beserta dengan gelar-gelarnya. Seperti biasa, dengan begitu cermat, ia menelitinya dari sisi Alkitabnya juga. Di mana betapa eratnya hubungan antara perjanjian lama dengan perjanjian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Seluruh Alkitab dapat dilihat sebagai kisah persiapan Allah untuk, dan penggenapan dari  karya-Nya yang terbesar, yakni: pewahyuan diri definitif-Nya dalam Yesus Kristus. St. Agustinus berkata bahwa Perjanjian Baru tersembunyi dalam Perjanjian Lama, dan Perjanjian Lama terungkap dalam Perjanjian Baru. Karena seluruh sejarah adalah persiapan dunia untuk menyambut saat ketika Sabda menjadi daging, saat ketika Allah menjadi anak manusia dalam rahim seorang perawan muda dari Nazaret." &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scott juga mengajak pembaca untuk mempelajari tentang gambaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Orang-orang Kristen pertama mengikuti cara Tuhan dalam membaca Alkitab. Dalam Surat kepada Orang Ibrani, kemah Perjanjian Lama dan ritualnya dilukiskan sebagai ”gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga” (Ibr 8:5), dan sebagai ”bayangan dari keselamatan yang akan datang” (Ibr 10:1). Demikian juga, St. Petrus menulis bahwa Nuh dan keluarganya ”diselamatkan lewat air,” dan bahwa ”ini melambangkan pembaptisan yang menyelamatkan Anda sekarang” (1 Ptr 3:20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Petrus yang diterjemahkan dengan ”melambangkan” sebenarnya dari akar kata asli Yunani yang dialihbahasakan menjadi tipe atau typify yang berarti ”menggambarkan.” Dan St. Paulus, dalam suratnya, melukiskan Adam sebagai ”gambaran” dari Yesus Kristus (Rm 5:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa itu gambaran? Gambaran adalah orang, tempat, benda, atau kejadian dalam Perjanjian Lama yang pada masa silam sudah melukiskan sesuatu yang lebih besar dalam Perjanjian Baru.  &lt;br /&gt;Dari kata ”tipe” kita mendapatkan kata ”tipologi”, yakni suatu telaah mengenai gambaran-gambaran tentang Kristus dalam Perjanjian Lama (lihat Katekismus Gereja Katolik, no. 128-130).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, perlu aku tekankan bahwa gambaran bukanlah simbol fiktif. Gambaran adalah detail historis yang sungguh ada, sungguh terjadi. Misalnya, ketika menafsirkan kisah anak-anak Abraham sebagai ”suatu gambaran” (Gal 4:24), St. Paulus tidak bermaksud bahwa cerita itu tidak pernah sungguh terjadi; sebaliknya, ia menegaskan peristiwa itu sebagai sejarah, bahkan sejarah yang mendapat tempat dalam rencana Allah, sejarah yang maknanya menjadi jelas, baru sesudah penggenapannya pada zaman akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi mengungkap tidak hanya pribadi Kristus; ia juga menyatakan kepada kita tentang surga, Gereja, rasul, Ekaristi, tempat-tempat kelahiran dan kematian&lt;br /&gt;Yesus, dan pribadi ibu Yesus. Dari orang-orang Kristen pertama kita mempelajari bahwa kenisah Yerusalem merupakan bayangan dari kediaman surgawi para kudus dalam kemuliaan (2 Kor 5:1-2; Why 21:9-22); bahwa Israel menggambarkan Gereja (Gal 6:16); bahwa kedua belas bapa bangsa dalam Perjanjian Lama merupakan gambaran dari kedua belas rasul dalam Perjanjian Baru (Luk 22:30); dan bahwa tabut perjanjian adalah gambaran dari Santa Perawan Maria (Why 11:19; 12:1-6.13-17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping gambaran-gambaran yang secara eksplisit disebut dalam Perjanjian Baru, ada lebih banyak lagi gambaran yang tersirat secara implisit tetapi sungguh nyata. Misalnya, peran St. Yusuf dalam kehidupan duniawi Yesus jelas mengikuti peran Bapa Yusuf dalam kehidupan duniawi Israel. Keduanya menyandang nama yang sama; keduanya dilukiskan sebagai orang ”benar” atau ”tulus”, keduanya menerima pewahyuan lewat mimpi; keduanya dibuang ke Mesir; dan keduanya tampil dalam panggung sejarah untuk menyiapkan jalan bagi peristiwa yang lebih besar - dalam hal Bapa bangsa Yusuf: keluaran yang dipimpin oleh Musa, Sang Pembebas; dalam hal St. Yusuf: penebusan yang diwujudkan oleh Yesus, Sang Penebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran-gambaran tentang Maria pun melimpah dalam Perjanjian Lama. Kita temukan Maria digambarkan dalam diri Hawa, ibu dari semua yang hidup; dalam&lt;br /&gt;diri Sara, istri Abraham, yang mengandung anaknya secara ajaib; dalam sosok bunda ratu dalam kerajaan Israel, yang menjadi penghubung antara rakyat dan sang raja; dalam banyak tempat, dan dalam banyak cara lain (misalnya, Hana dan Ester). Gambaran yang paling eksplisit dalam Perjanjian Baru, tabut perjanjian, akan kubahas dengan lebih rinci dalam bab yang bersangkutan. Di sini aku hanya akan menegaskan bahwa, sebagaimana tabut dibuat untuk mengemban perjanjian lama, demikian Perawan Maria diciptakan untuk mengemban perjanjian baru."&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Awalnya, aku membaca buku ini secara cepat, hanya sekilas saja, sehingga membuatku makin pusing kepala.&lt;br /&gt;Benar-benar misteri yang teramat dalam dan sulit dipahami. Perlu kecermatan serta ketelitian, dan, yang lebih penting lagi, tuntunan Roh Kudus  dalam membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, setelah membaca habis buku ini, walaupun masih kurang mengerti, hatiku mulai terasa rindu untuk berdamai dengan bunda Maria, yang selama ini sangat "kubenci". Aku memberanikan diri untuk mengambil Rosario dan mendoakannya.&lt;br /&gt;Sebelumnya aku berkata kepada Tuhan :&lt;br /&gt;"Tuhan, hari ini aku mau berdoa Rosario..., maafkan aku, Tuhan, apabila dengan berdoa Rosario seperti ini aku telah melukai hatiMu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keputusanku untuk berdamai dengan Bunda Maria ini, merupakan titik balik keterbukaanku terhadap seluruh ajaran Katolik. Mulai saat itu, Hatiku terus dipenuhi dengan perasaan rindu yang kian mendalam untuk bertemu Tuhan dalam Ekaristi kudus. Karenanya, setiap pulang kantor (yang waktu itu kebetulan sedang puasa umat Muslim, sehingga jam kantorku dimajukan hanya sampai jam 4 sore), pacarku mengajak aku untuk mengikuti Misa harian di Katedral yang dimulai pada jam 6 sore. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Misa, hatiku sungguh diliputi rasa syukur dan cinta yang mendalam kepada Yesus, yang kini, kutahu, bahwa Dia, Yesus, ada bersama-sama kami dalam Ekaristi kudus, dan kurasakan sedang memperhatikan aku, dombaNya yang kini telah kembali pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Yesus Kristus Tuhanku, Kakak Sulungku, Allah dan Penyelamat jiwaku, Penasihat Ajaib, Bapa yang kekal, Raja Damai, aku sungguh mencintaiMu dengan segenap hatiku, dengan seluruh keberadaanku. Aku sungguh menikmati kebersamaan kita dalam Ekaristi kudus. KehadiranMu yang mempersatukan diriku dengan DiriMu, hatiku dengan HatiMu, telah meruntuhkan dinding-dinding keangkuhan dalam hatiku dan telah menenggelamkan diriku seutuhnya ke dalam kasihMu yang menyelamatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir dengan cepatnya, hatiku pun sudah merasa semakin rileks jika sedang berdoa Rosario, tidak seperti dulu yang selalu tegang jika mendengar, apalagi menyebut kata 'Maria' dalam doa. Aku mulai senang membaca-baca segala sesuatu tentang Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Rosario, aku juga senang mendaraskan doa Koronka, mempelajari Novena kepada Hati Kudus Yesus, Novena kepada Roh Kudus, dan Novena kepada Sakramen Mahakudus, sehingga koleksi Rosarioku pun menjadi banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, keterbukaan hatiku terus melebar seirama dengan pengetahuanku yang semakin bertambah mengenai ajaran Katolik. Tetapi, sementara hatiku sudah dapat menerima dan rindu untuk benar-benar terjun ke dalamnya, benar-benar menjadi keluarga Katolik yang sah dengan mengikuti Katekumen, otakku masih juga menahan hatiku dengan berkata: "Belum waktunya!". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tiba saatnya aku dan pacarku dipersatukan dalam Pemberkatan nikah di Gereja Katolik, dan anak kami lahir serta dibaptis dengan nama baptis 'Gabriella', aku belum juga mengikuti Katekumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pembaptisan bayi, awalnya aku pun kurang setuju, karena yang kutahu dari pengajaran Gerejaku dulu, bahwa pembaptisan itu hanya diberikan kepada orang-orang yang sudah dapat mengerti dan menerima Kristus secara pribadi. Sementara bayi atau kanak-kanak dibawah 12 tahun, masih bergantung pada iman kedua orang tuanya. Jadi kami hanya melakukan penyerahan anak, seperti yang dilakukan Maria ketika menyerahkan bayi Yesus kepada Simeon untuk didoakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, aku tetap memberikan anakku untuk dibaptis secara Katolik. Tetapi ketika Romo mengucurkan air, dan kemudian ia pun mengolesi minyak di dahi anakku, aku merasa hatiku pun dialiri sukacita yang berlimpah-limpah. Sejak saat itu aku percaya bahwa anakku sungguh-sungguh sudah menjadi milik Tuhan seutuhnya. Air dan minyak yang diolesi merupakan penanda bahwa anakku sudah tercatat sebagai anggota kerajaan Allah. Semacam KTP, tetapi ini tandanya bukan dalam bentuk kartu, melainkan cap yang menempel di dahi anakku dan tidak ada masa expired. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering membayangkan anakku yang sedang berkumpul dengan teman-temannya. Namun, ada perbedaan yang mencolok di antara mereka: di dahi anakku terpancar sinar yang tidak dimiliki anak-anak lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah berkata kepada Tuhan:&lt;br /&gt;"Tuhan, jikalau memang ini adalah kehendakMu agar aku masuk menjadi keluarga Katolik, kumohon, tunjukanlah hal ini juga kepada orang tuaku, biarlah orang tuaku pun menyutujui keputusanku untuk mengikuti katekumen!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dan papi sedang berada di kamar hotel di Semarang, sementara mami sedang berada di kamar mandi, aku memberanikan diri untuk meminta ijin dibaptis secara Katolik.&lt;br /&gt;"Pap, aku mau dibaptis Katolik ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar tegang saat mengatakan hal itu, terlebih saat menanti tanggapannya. Aku sudah berpikir berulang-ulang sebelum meluncurkan tembakan, agar tidak salah sasaran: &lt;br /&gt;ngomong dulu sama papi, masalah diterima atau ditolaknya keinginanku itu, yang penting aku sudah bicara dengan yang empunya keputusan akhir. Jadi, aku sudah berencana, kalau papi bilang "Ya!", maka aku baru akan bicara dengan mami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ternyata jawaban papi saat itu membuat nafasku yang cukup bergemuruh akibat keteganganku, dapat kembali berjalan dengan normal dan terasa sangat ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..., terserah kamu saja... Kamu kan sekarang sudah dewasa dan bisa memutuskan sendiri mana yang menurut kamu baik. Memang sebaiknya suami isteri itu berjalan sama-sama..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira begitulah jawaban papi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selang beberapa bulan kemudian, ketika kami sedang makan malam, aku kembali memberanikan diri untuk bicara kepada Mami.&lt;br /&gt;"Mam, aku mau dibaptis Katolik ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami pun menjawab: "hmm!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang sangat singkat, jelas dan padat! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan hati ringan dan keyakinan penuh, aku pun dapat berkata kepada suamiku :&lt;br /&gt;„Aku siap mengikuti katekumen!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kurenungkan kembali pencarianku akan kebenaran ajaran &lt;br /&gt;Gereja Katolik, sungguh merupakan perjalanan yang sangat panjang dan penuh misteri. Ajaran Katolik sungguh kaya raya dan luar biasa. Andai saja orang-orang Protestan mau sedikit saja meluangkan waktu dan membuka hati mereka untuk menengok dan mempelajari kedalaman ajaran Katolik yang telah diwariskan secara turun-temurun, sejak zaman Yesus dan para Rasul, bahkan jauh sebelumnya lagi, maka mereka pun pasti akan tercengang menemukan harta karun yang begitu berharga, yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya. Harta karun yang tersembunyi, dan tidak mungkin terlihat jika mereka tidak mau tahu dan tidak mau berusaha menggalinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sekarang aku baru mengerti, bahwa tidak mudah bagi kami, orang Protestan untuk membuka hati terhadap ajaran Katolik, demikian juga sebaliknya. Karena semua itu hanyalah karena 'Rahmat'. Kalau bukan karena Rahmat, mungkin sampai sekarang pun aku akan tetap bertahan pada pengertianku sendiri bahwa "Ajaran Gerejakulah yang paling benar!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Diary, sampai di sini dulu saja ya ceritaku untuk saat ini. Sekarang aku sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengikuti kelas katekumen. Nanti, kalau aku sudah masuk dalam kelas katekumen, aku akan bercerita lagi padamu.&lt;br /&gt;Ok???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bye...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4097074679144181227?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4097074679144181227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4097074679144181227' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4097074679144181227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4097074679144181227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/kisah-perjalananku-menuju-gereja.html' title='Kisah Perjalananku Menuju Gereja Katholik'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8436458151040715891</id><published>2009-12-17T15:54:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T16:10:58.161+07:00</updated><title type='text'>Anugerah Terindah</title><content type='html'>Aku sungguh bersukacita, dan hatiku berlimpah dengan ucapan syukur kepada Allah yang telah mengirimkan kepadaku seorang malaikat kecil, 'Gabriela Glyn Cherish', yang begitu manis dan lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai rencana, Glyn memang akan tinggal bersama Grandma dan Grandpa-nya di Sukabumi sampai berumur setahun. Awalnya terasa sangat berat olehku untuk jauh dari peri kecilku ini, tapi demi kebaikan anakku, aku merelakan dia untuk tinggal dan diasuh di bawah pengawasan kedua orang tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mengapa anakku harus tinggal di Sukabumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena aku pergi kerja setiap hari, sehingga orang tuaku kuatir apabila Glyn hanya ditinggalkan oleh babysitter saja. Walaupun suamiku berkantor di rumah, tapi suamiku juga tidak selalu stand by untuk menjaga Glyn, ada saatnya dia harus pergi menemui klien-kliennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setiap Sabtu, aku dan suami pulang ke Sukabumi untuk menengok Glyn Cherish, anak kami tersayang, anugerah terindah yang Tuhan berikan bagi kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, tadi pagi, mamiku menelepon untuk menceritakan betapa Glyn berprilaku sangat manis.&lt;br /&gt;Semenjak hari pertama dia pindah tidur dengan Grandma dan Grandpanya, Glyn bangun paling banyak hanya sekali atau dua kali saja untuk minta susu. Itu pun dia tidak pernah menangis, apalagi bertereiak-teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah berpesan kepada Glyn:&lt;br /&gt;"Jadi anak yang manis ya, sayang, jangan bikin repot Grandma sama Grandpa... Tunjukin kalau Glyn memang anak yang paling manis...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semenjak dalam kandungan, Glyn memang nggak pernah ngerepotin. Aku tetap bisa bekerja seperti biasa, walaupun perutku terus membesar dan membesar. Ketika sudah dekat pada bulannya melahirkan, kepala Glyn juga sudah berada di bawah, siap untuk meluncur keluar, walau, seperti yang sudah aku ceritakan di blog sebelumnya, pada akhirnya aku memang harus dicessar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glyn mempunyai suara yang sangat lembut, makanya di rumah dia mendapatkan julukan 'putri solo'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Glyn sedang sakit flu juga, dia masih dapat tersenyum, padahal dia sudah sangat kesulitan untuk bernafas. Benar-benar bayi yang manis dan baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamiku pernah bercerita, waktu tengah malam Glyn terbangun, dia cuma mengeluarkan suara lembutnya untuk memanggil mamiku, dan ketika mamiku sudah menghampiri box tidurnya,  mamiku berbisik: "sssttt..., Grandpa masih bobo..."&lt;br /&gt;Dan Glyn pun langsung diam, menunggu dengan manis sampai mamiku selesai membuatkannya susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tadi pagi, Glyn cuma bangun satu kali saja, jam setengah lima pagi. Mamiku mendengar gedebak-gedebuk dari box tidur Glyn, lalu mamiku menghampiri box Glyn dan mendapatkan Glyn sudah bangun dan sedang menendang-nendang selimutnya, Glyn nggak menangis sedikit pun.&lt;br /&gt;Setelah selesai menyusu, seperti biasa Glyn ditaro di dekat Grandpanya buat ngobrol berduaan.&lt;br /&gt;Mamiku pernah bilang padaku kalau papiku sangat sayang sama Glyn, cucu keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glyn Cherish..., anakku tersayang..., mama sayang banget sama Glyn...!!&lt;br /&gt;O peri kecil mama..., harta yang paling berharga...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafin mama ya, sayang, karena mama untuk saat ini nggak bisa menjaga Glyn..., mama harus kerja, bantu papa cari uang buat beli susu Glyn..., kumpulin uang buat sekolah Glyn nanti...&lt;br /&gt;mama mau yang terbaik buat Glyn...!!!&lt;br /&gt;Sekali lagi maafin mama ya, sayang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa mama selalu beserta Glyn...&lt;br /&gt;Kiranya Tuhan Yesus beserta dengan para malaikat-malaikat-Nya selalu menjaga Glyn, baik saat Glyn bobo maupun saat Glyn bangun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmmmuaaaaach.......!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8436458151040715891?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8436458151040715891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8436458151040715891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8436458151040715891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8436458151040715891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/anugerah-terindah.html' title='Anugerah Terindah'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-3456158141147900605</id><published>2009-12-14T16:10:00.003+07:00</published><updated>2009-12-14T16:17:41.741+07:00</updated><title type='text'>A Song For Glyn Cherish</title><content type='html'>Malaikat kecilku bernama Glyn Cherish,&lt;br /&gt;Anak yang manis juga menawan,&lt;br /&gt;Dikirim Tuhan dari Surga,&lt;br /&gt;Tuk menjadi penolongku yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref:&lt;br /&gt;Glyn Cherish anak yg manis,&lt;br /&gt;S'lalu membawa sukacita.&lt;br /&gt;Glyn Cherish anakku yang lucu,&lt;br /&gt;S'lalu membuatku tertawa ha ha ha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-3456158141147900605?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/3456158141147900605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=3456158141147900605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/3456158141147900605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/3456158141147900605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/song-for-glyn-cherish.html' title='A Song For Glyn Cherish'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4542586159974349967</id><published>2009-12-02T15:33:00.002+07:00</published><updated>2009-12-02T16:28:21.493+07:00</updated><title type='text'>Baby Glyn Dibaptis</title><content type='html'>Halo halo halo my dearest diary,,&lt;br /&gt;taukah kamu kalau baby Glyn dibaptis bersamaan dengan hari ulang tahunku, tanggal 13 November kemaren..???&lt;br /&gt;Sungguh anugerah yang tak terkira...!!!&lt;br /&gt;ibu baptisnya Glyn adalah tante Lili, isterinya om Teddy, kakaknya papi.&lt;br /&gt;Tadinya wali baptisnya mau dari keluarganya ko Wiria, tapi akhirnya kami memutuskan agar wali baptis Glyn diambil dari keluargaku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baby Glyn dibaptis bersamaan 16 bayi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Missa, baby Glyn bobo tenang, bahkan pas diperciki air pun baby Glyn hanya menggeliat sedikit, kemudian bobo lagi. hihihi... lucu banget!!!&lt;br /&gt;bener-bener anak yang manis!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo yang membaptis Glyn adalah Romo yang sama dengan Romo yang memberkati pernikahanku, yaitu Romo Purwanto. Di Gereja yang sama pula, Gereja St. Kristoforus. Pada hari Jum'at, 13 November 2009, Pkl: 17.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang memilih nama baptis untuk Glyn, yakni: 'Gabriela' (Malaikat agung Gabriel, pembawa kabar sukacita), biar sesuai dengan namanya 'Cherish' yang artinya juga sukacita.&lt;br /&gt;Jadi nama Glyn sekarang bertambah satu lagi :&lt;br /&gt;"Gabriela Glyn Cherish"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dibaptis, Romo mengurapi para bayi dengan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu sampai selamanya, baby Glyn sungguh-sungguh milik Tuhan seutuhnya.&lt;br /&gt;tak satu kuasapun dapat memisahkan baby Glyn dari kasih Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Tuhan, anakMu,&lt;br /&gt;kuserahkan dia sepenuhnya ke dalam tangan kasihMu.&lt;br /&gt;Sebab tak mampu aku menjaganya dengan sempurna;&lt;br /&gt;hanya padaMulah, ya Tuhan, dia akan merasa aman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkati dan lindungilah anakku ini, ya Yesusku;&lt;br /&gt;sebab hanya Engkaulah yang akan menjadi tempat perlindungannya yang mahatinggi.&lt;br /&gt;Peliharalah dia seperti biji mata;&lt;br /&gt;dan naungilah dia di bawah kepak sayapMu yang perkasa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4542586159974349967?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4542586159974349967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4542586159974349967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4542586159974349967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4542586159974349967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/12/baby-glyn-dibaptis.html' title='Baby Glyn Dibaptis'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-6024844698788797018</id><published>2009-10-06T14:37:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T14:31:55.040+07:00</updated><title type='text'>Wellcome My Lovely Baby</title><content type='html'>halo diary..., aku mau kasih kabar nich...emang agak telat sich, abis aku blm sempet cerita di sini.&lt;br /&gt;Aku mau kasih tau kalau hari Rabu, tanggal 09-09-2009, jam 5 pagi, akhirnya aku melahirkan bayi perempuan dgn berat 2,6 kg, panjang 46. Di Rsb Bahagia Sukabumi.&lt;br /&gt;Putri kecilku ini kuberi nama: 'Glyn Cherish', yang artinya: 'lembah sukacita'.&lt;br /&gt;aku selalu berdoa dan berharap agar my lil angel ini, yang sudah Tuhan percayakan kepada kami ,dapat selalu membawa sukacita di manapun dia berada. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sih kami bener-bener nggak nyangka kalau bayi kecilku ini akan lahir pada tanggal yang kata orang sebagai tanggal keberuntungan ( 9 - 09 - 009), soalnya prediksi dokter juga seharusnya aku melahirkan itu sekitar tanggal 20-an.&lt;br /&gt;Aku dan suami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar aku bisa melahirkan secara normal, dari banyak jalan, ikut senam hamil, sampai nungging tiap hari, semuanya itu sudah aku lakukan supaya persalinanku lancar.&lt;br /&gt;Selama pemeriksaan kehamilan, aku dipegang oleh 3 dokter:&lt;br /&gt;Hehehe..., banyak amat ya???&lt;br /&gt;Soalnya aku kan tinggal di Jakarta, jadi dari bulan pertama sampai bulan ke-8, aku dipriksa oleh dokter Tjeng Ronny, di Rs Familly, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;dan karena aku memang rencana mau melahirkan di Sukabumi (kampung halamanku), makanya aku mulai dipriksa oleh dokter di Sukabumi. Pertama-tama dengan dokter perempuan, Dr. Ratna, di Rs Hermina. Tapi karena terlalu jauh, makanya kami memutuskan agar aku bisa melahirkannya di Rs Bahagia saja yang lebih dekat dari rumah, kebetulan juga kakak iparku berdinas di situ sebagai Dokter umum. nah, karena Dr Ratna nggak praktek di Rs Bahagia, makanya aku pindah ke Dr Sumedi - yang dulu membantu persalinan mamiku, jadi dulu aku lahir sama dia, dan sekarang aku melahirkan juga sama dia. hehehe... -.&lt;br /&gt;Sebenernya aku merasa bersalah juga sih sama Dr Tjeng Ronny yang sudah memeriksa aku dari awal kehamilan, tapi pas mau bulannya melahirkan, aku malah menghilang tanpa jejak. Maap ya Dok...!!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu hari selasa malamnya, tanggal 8 September, aku pergi kontrol ke Dr Sumedi. Nggak seperti biasanya dia mengadakan pemeriksaan dalam, dan dia bilang kalau aku bisa melahirkan besok. Kemudian dia memasukan sebuah pil ke dalam miss V-ku.&lt;br /&gt;aku memang agak terkejut, kok cepet amat ya...! padahal aku belum merasakan apa-apa, mules aja belum. Tapi dokter bilang kalau sebentar lagi juga aku akan mulai merasakan mules.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku menelepon suamiku untuk memberitahukan kabar ini. mendengar itu, suamiku langsung notot mau pulang malam itu juga, padahal waktu itu jam sudah menunjukan pukul 10 malam. aku dan kedua orang tuaku sudah melarangnya, alasannya karena hal itu kan belum pasti, wong perutku aja baru merasakan sedikit mengencang, jadi kemungkinan besok pagi aku baru melahirkan, dan suamiku itu bisa pergi subuh dari Jakarta, nggak terlalu berbahaya, soalnya dia kan pulang cuma sendirian. Tapi suamiku tetap ngotot pulang hari itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya jam 12 malam, mulesku mulai terasa terus-menerus. Aku minta sama papi agar aku dibawa aja ke rumah sakit. dan kamipun berangkatlah ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah sakit, aku langsung diperiksa oleh bidan, tapi ternyata belum ada pembukaan.&lt;br /&gt;jam 12.30 pagi, suamiku udah nongol di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira jam 3 pagi, mulesku bener-bener sudah nggak ketahan lagi. aku sampai mengerang sambil nangis nahan sakit. kemudian aku muntah karena ngerasa mual. pokoknya rasanya sudah campur aduk nggak karuan.&lt;br /&gt;aku minta supaya dipriksa lagi, apa sudah ada pembukaan. Tapi waktu dipriksa, bidan bilang kalau belum juga ada pembukaan.&lt;br /&gt;sakitnya bener-bener makin nggak ketahan. aku sampai menjerit, gedor-gedor tembok, pokoknya apa aja aku lakukan buat nahan rasa sakitku.&lt;br /&gt;aku udah nggak peduli sama yang lain, yang penting rasa sakitku bisa sedikit menghilang, itu aja udah syukur banget.&lt;br /&gt;Tapi yang ada malah sakitnya makin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;aku minta supaya aku diberi obat penahan sakit.&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah para suster tanya sana-sini, mereka menyuntikan juga obat pengurang rasa sakit. Tapi setelah beberapa lama rasa sakitku kok nggak berkurang, tetep sama aja.&lt;br /&gt;bener-bener luar biasa sakitnya!!!&lt;br /&gt;Kata orang melahirkan itu sakitnya kayak orang mau buang air besar, tapi buat aku waktu itu, sakitnya seperti orang udah mau mati!!!&lt;br /&gt;Aku baru tahu sesudahnya kalau pada waktu itu ternyata suami dan mamiku juga ikut mengeluarkan air mata.&lt;br /&gt;Karena sudah nggak ketahan lagi, akhirnya aku minta agar aku dicessar aja, soalnya sudah nahan sampai berjam-jam, tapi tetep aja belum ada pembukaan. Ibaratnya seperti orang diberi harapan kosong!!!&lt;br /&gt;Jam 5 pagi, akhirnya dokter dateng. dia priksa katanya aku sudah pembukaan 2. Dia kembali memastikan apa aku masih mau tahan.&lt;br /&gt;Tapi sambil berteriak, aku memutuskan untuk dicessar aja!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir aja suamiku melabrak dokter itu, tapi untung keburu dicegat mami. Waktu itu suamiku bener-bener marah besar sama dokter. Dia berpikir bahwa semua ini pasti  gara-gara dokter yang tanpa permisi udah main kasih obat perangsang mules.&lt;br /&gt;Akhirnya, jam 5 pagi itu aku dibawa ke ruang operasi, dan dicessar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari ruang operasi, dokter itu menghampiri mami dan suamiku. dia bilang kalau ternyata pinggulku sempit, jadi anaknya lama turunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah beberapa minggu kemudian, kakak iparku yang dokter di situ baru cerita kepadaku, kalau menurut keterangan bidan yang memeriksaku sampai mengikuti ke ruang operasi itu, bahwa sebenarnya belum waktunya aku melahirkan. Pinggul kecil itu bukan alasan sebenarnya, karena anakku juga kecil, cuma 2,6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah...&lt;br /&gt;kalau diinget-inget lagi bisa bikin sakit hati!!&lt;br /&gt;Untung anakku lahir pada tanggal yang bagus...&lt;br /&gt;Coba kalau nggak,,, huh..., nggak tahu deh mau gimana!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lewat semuanya itu, aku tetap bersyukur banget karena anakku sehat, nggak kekurangan suatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang,, waktu aku tulis diary ini (2 Desember 2009), anakku sudah 6 kg, cantik dan lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mama sayang kamu banget, o malaikat kecilku Glyn Cherish!!!&lt;br /&gt;Doa mama selalu bersertamu, anakku tersayang!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-6024844698788797018?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/6024844698788797018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=6024844698788797018' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6024844698788797018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6024844698788797018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/10/wellcome-my-lovely-baby.html' title='Wellcome My Lovely Baby'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-148941686189408146</id><published>2009-08-30T11:46:00.004+07:00</published><updated>2009-08-30T12:18:32.553+07:00</updated><title type='text'>Hari Ulang Tahun Pernikahan Ke-1</title><content type='html'>gak terasa sudah satu tahun kami mengarungi bahtera pernikahan kami.&lt;br /&gt;Banyak hal yg kami rasakan bersama, baik suka maupun duka.&lt;br /&gt;Terutama untuk aku pribadi, sudah banyak sekali pelajaran yg bisa kupetik dan kujadikan bekal untuk perjalanan kami selanjutnya. Pelajaran yg buat aku semakin dewasa, baik dalam berpikir maupun bertindak.&lt;br /&gt;Aku bener-bener bersyukur, karena Tuhan sudah mengirimkan padaku seorang malaikat yg selalu setia dan sabar dalam mendampingiku, khususnya dalam menghadapi segala tingkahku yg kadang menjengkelkan, kekanak-kanakan, bahkan kadang buat aku sendiri aja kewalahan menghadapi sikapku yg buruk.&lt;br /&gt;Semoga setelah hari ini, aku bisa berusaha untuk bersikap dan berpikir lebih baik lagi, terutama kepada malaikat pelindungku, yaitu suamiku tercinta, dan juga kepada malaikat kecilku yg akan segera muncul ke dunia, memberi keceriaan ditengah-tengah keluarga kami.&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan buat penyertaanMU dalam keluarga kecil yg sudah 1 tahun kami bina ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, hari ini sebenernya aku sedih banget, karena baru kali ini setelah hari pernikahanku, aku jauh dari suamiku. Pas hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku kembali ke Jakarta, sementara aku tetap di Sukabumi. Aku bener-bener merasa kesepian. Baru minggu depan lagi kami ketemu. Hiks hiks hiks...&lt;br /&gt;Aku jadi pengen cepet-cepet melahirkan supaya aku punya teman, punya kesibukan, yaitu nengurus bayi mungilku.&lt;br /&gt;Pasti menyenangkan bisa merasakan kulit bayiku yg lembut dan harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love u my husband and my lil angel...&lt;br /&gt;I will love u forever...&lt;br /&gt;Mmmuach...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-148941686189408146?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/148941686189408146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=148941686189408146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/148941686189408146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/148941686189408146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/08/hari-ulang-tahun-pernikahan-ke-1.html' title='Hari Ulang Tahun Pernikahan Ke-1'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-3800357092724509771</id><published>2009-08-26T15:21:00.012+07:00</published><updated>2009-08-30T11:46:13.282+07:00</updated><title type='text'>Rumah Baruku</title><content type='html'>puji Tuhan...&lt;br /&gt;Akhirnya, Di detik-detik terakhir habisnya masa kontrakan kami di Apartemen, Tuhan sudah menyediakan sebuah rumah yg gak pernah kami duga sebelumnya. &lt;br /&gt;Memang kami sangat mengharapkan bisa mendapatkan rumah di Alam Sutra, selain lingkunganya yg relatif aman, juga bis kantorku lewat persis di depan komplek Alam Sutra, sehingga memudahkanku untuk pulang pergi kantor.&lt;br /&gt;Kami sudah menghabiskan berbulan-bulan keliling Serpong, Karawaci, termasuk dalam Jakarta sendiri buat cari rumah, berharap bisa dapat harga yg lebih murah, tp tetap aja dengan kondisi lingkungan yg mendukung. Maklum.., budget kami terbatas. Hehehe...&lt;br /&gt;Dalam doa sih kita selalu bilang terserah Tuhan aja mau kasih kami rumah di mana, tapi dalam hati sih tetep aja kepengen Alam Sutra. Hehehe...&lt;br /&gt;Sampai tinggal 2 minggu lagi batas waktu kontrakan, barulah kami berhasil menemukan rumah ini. Selain cocok dengan kondisi rumahnya, harga yg kami dapatkan juga termasuk murah dari harga seharusnya. Makanya rumah ini bener-bener anugrah dari Tuhan.&lt;br /&gt;Tuhan tau kerinduan kami, tapi Tuhan juga tau batas kemampuan kami...&lt;br /&gt;Sekarang perjuangan kami tinggal gimana menutup cicilan tiap bulanya.&lt;br /&gt;Jujur aja, buat aku pribadi ini merupakan hal baru. Tantangan baru yg belum pernah aku alami seumur hidup.&lt;br /&gt;Dulu aku gak pernah tau apa itu yg namanya seret keuangan.., nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet...&lt;br /&gt;Dulu yg aku tau cuma kalau mau beli apa tinggal beli karena tabunganku selalu ada isinya, gak pernah sampai kosong. Itupun karena aku ini orangnya termasuk irit dalam menggunakan uang, sehingga aku masih bisa menabung, dan kebiasaan ini sudah aku lakukan dari semenjak aku sekolah, kuliah, sampe kerja sekarang. Belum lagi ditambah kesukaanku berjualan.apa aja bisa kujual asal dpt untung. Hehehe... Lumayanlah buat tambahan uang jajan.&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku baru tau apa itu yg namanya seret keuangan... Nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet. Lumayan bikin jantungku empot-empotan juga sich. Padahal yg ngalamin hal ini gak cuma aku sendiri aja, tapi barengan suami, karena kita sama-sama terlibat. Untungnya suamiku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini, yakni seret keuangan, bahkan dia pernah mengalami yg lebih parah dari ini. Jadi senggaknya aku masih kecipratan aura tenangnya. Aku sich banyak belajar dari pengalaman hidup suamiku, sehingga aku bisa lebih tenang dalam menghadapi apapun. Terutama aku makin yakin dengan pertolongan Tuhan yg gak pernah terlambat, selalu tepat waktu, dan yg terbaik buat kami. Kalau Tuhan sudah mempercayakan rumah ini pada kami, maka kami juga percaya kalau Tuhan juga yg akan menolong kami dalam pelunasan KPRnya.&lt;br /&gt;Pokokek kami bersyukur banget dengan rumah ini.&lt;br /&gt;tuhan memang bener2 baik, bahkan terlalu baik buat kami.&lt;br /&gt;Makasih ya Tuhan buat rumahnya..!&lt;br /&gt;Akhirnya tepat awal bulan September ini kami sudah bisa mendmpati rumah baru kami, jadi gak perlu lagi minta perpanjangan kontrak. Hehehe...&lt;br /&gt;Jadi pas bayi kami lahir, yg jatuh pada bulan September ini (khususnya aku dan bayiku) akan langsung memasuki rumah yg baru, bukan lagi ngontrak, tapi benar2 sudah rumah sendiri. Soalnya kan awal September ini aku udah diungsikan ke Sukabumi buat persiapan melahirkan. Jadi aku baru bisa menikmati rumah ini setelah bayiku muncul ke dunia.&lt;br /&gt;Memang satu lagi harapan suamiku terkabulkan, yaitu sudah bisa mfmiliki rumah sendiri sebelum bayi kami lahir, sehingga anak kami gak perlu lagi merasakan capeknya pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, seperti yg pernah dia alami. Ibarat kata sih seperti kucing beranak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-3800357092724509771?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/3800357092724509771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=3800357092724509771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/3800357092724509771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/3800357092724509771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/08/pemburu-parfum.html' title='Rumah Baruku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-3415346608064298929</id><published>2009-05-08T03:04:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T03:05:47.554+07:00</updated><title type='text'>Acara Beauty Class (07 Mei 2009)</title><content type='html'>(Jam 09.15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, Jum'at, di kantorku akan ada acara "Beauty Class" yang dibawakan oleh "Artistry".&lt;br /&gt;Seperti biasa aku ditugaskan untuk memanage para pesertanya.&lt;br /&gt;Target jumlah peserta hanya dibatasi sampai 25 orang saja. Tapi seperti yang sudah aku duga, kalau menyangkut masalah kesehatan, apalagi kecantikan, nggak perlu repot-repot lagi menelepon untuk membujuk sana-sini, pasti jumlah peserta akan membeludag dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, benar aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aja aku mengirimkan email pendaftaran, dalam waktu 1 jam kemudian, jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai 38 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal acaranya akan diadakan pas jam istirahat lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua pada berpikir :&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa nggak makan siang, yang penting cantik.... Lagian kan sekalian ngurusin badan...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, buru-buru deh aku membuat pemberitahuan bahwa pendaftaran sudah ditutup!&lt;br /&gt;Itu juga masih ada yang protes, gara-gara dia baru aja buka email, eh..., tau-tau pendaftarannya sudah ditutup.&lt;br /&gt;Ada juga yang maksa supaya namanya dimasukan aja... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walah..., memangnya ini acara nenek moyangmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusiiiiiiing......!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalau diundang suruh mendaftar training..., sampai berhari-hari juga masih aja nih kolom nama kosong melompong! Mau nggak mau aku harus terus-terusan menelepon untuk mengingatkan mereka supaya mengirimkan peserta dari Departement/Plantnya masing-masing.&lt;br /&gt;Malah ada yang baru kalang kabut kirim peserta setelah undangannya disebar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah itulah realita kehidupan, khususnya yang menyangkut wanitanya.&lt;br /&gt;Termasuk aku juga sih.... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pembelaan Dari Kaum Wanita :&lt;br /&gt;"Ya..., kita juga kan mau cantik..."&lt;br /&gt;"Siapa juga yang nggak mau cantik..."&lt;br /&gt;"Biar tambah disayang suami..."&lt;br /&gt;"Ikut training yang biasa sih bosen..., ngantuk!"&lt;br /&gt;"Sering-sering aja adain acara kayak ginian...!"&lt;br /&gt;"Nanti kita dapet souvenir apaan ya?"&lt;br /&gt;"Boleh daftarin 2 orang lagi?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-3415346608064298929?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/3415346608064298929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=3415346608064298929' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/3415346608064298929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/3415346608064298929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/05/acara-beauty-class-07-mei-2009.html' title='Acara Beauty Class (07 Mei 2009)'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-5623019452243464601</id><published>2009-05-05T02:47:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T02:48:11.115+07:00</updated><title type='text'>Buah Hatiku</title><content type='html'>(Jam 11.14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 2 Mei, aku kembali check up ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia kandunganku sekarang sudah memasuki 4,5 bulan. Dan, menurut keterangan dokter, anakku adalah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang putri..., putri cantik dan mungil akan mewarnai hidupku, hidup kami sekeluarga!!&lt;br /&gt;Aku benar-benar sudah nggak sabar ingin segera menggendong bayiku.&lt;br /&gt;Bayi perempuan yang sudah Tuhan percayakan kepadaku, kepada kami sebagai orang tua yang akan selalu, senantiasa, dan selamanya menyayanginya dengan segenap hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, aku juga sudah menyiapkan sebuah nama yang menurutku nama terindah, nama yang sangat cantik untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm..., apa aku beritahukan namanya sekarang ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, nanti aja deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh, apa sekarang aja ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nggak ah..., nanti aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti sekarang aku lagi bahagia..., sangat bahagia...&lt;br /&gt;sebentar lagi aku akan memiliki seorang bayi perempuan, bayi yang pastinya manis dan menggemaskan.&lt;br /&gt;Bayi yang akan menghadirkan sukacita, keceriaan, dan akan mengubah 180 derajat dari hari-hariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan..., tolong jagain anakku ya...&lt;br /&gt;jadikan dia anak yang kuat, sehat, cerdas, sempurna, mengasihiMu dan orang tuanya, jadi anak yang patuh, suka menolong, murah hati, penyabar, lemah lembut, dan murah senyum...&lt;br /&gt;Mulai dari kandungan, anak ini adalah milikMu seutuhnya!&lt;br /&gt;Peliharalah dia dalam dekapan kasihMu.&lt;br /&gt;biarlah wajahMu selalu bersinar terang, memancar melalui hidupnya, sehingga orang akan melihat bahwa Engkau di dalamnya, dan dia di dalamMu.&lt;br /&gt;cintailah dia seperti sepasang biji mata;&lt;br /&gt;dan bimbinglah dia selalu di jalanMu,&lt;br /&gt;JalanMu yang membawanya kepada kemenangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan..., O Tuhanku...&lt;br /&gt;terimakasih untuk buah hati ini.&lt;br /&gt;Mampukan kami untuk menjaganya, membesarkannya, dan mengasihinya,&lt;br /&gt;seperti kasihMu yang tiada berkesudahan.&lt;br /&gt;Biarlah dia menjadi sumber sukacita bagiMu, bagi kami, dan bagi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan selalu kuingatkan dia tentang NamaMu,&lt;br /&gt;NamaMu yang menyelamatkan,&lt;br /&gt;yang akan menjadi tempat perlindungannya yang Mahatinggi.&lt;br /&gt;Sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, tempat perhentiannya,&lt;br /&gt;hanya Engkaulah penolongnya,&lt;br /&gt;hanya Engkaulah penjaganya, di sebelah tangan kanannya. &lt;br /&gt;Matahari tidak akan menyakitinya pada waktu siang,&lt;br /&gt;dan bulan pada waktu malam.&lt;br /&gt;Penjaganya tidak akan terlelap,&lt;br /&gt;Penjaganya tidak akan tertidur.&lt;br /&gt;sekarang dan selamanya,&lt;br /&gt;dia akan menjadi milikMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang kusayangi...&lt;br /&gt;anak yang Kau cintai...&lt;br /&gt;anak yang kita kasihi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin..., Amin..., Amin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I love you, my lovely baby!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-5623019452243464601?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/5623019452243464601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=5623019452243464601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5623019452243464601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5623019452243464601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/05/buah-hatiku.html' title='Buah Hatiku'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1695131644610416495</id><published>2009-03-14T10:15:00.005+07:00</published><updated>2011-03-14T22:24:38.337+07:00</updated><title type='text'>Telepon Sorga</title><content type='html'>"Engkau adalah Allahku,&lt;br /&gt;kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.&lt;br /&gt;Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.&lt;br /&gt;Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.&lt;br /&gt;Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.&lt;br /&gt;Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.&lt;br /&gt;Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.&lt;br /&gt;Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.&lt;br /&gt;Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.&lt;br /&gt;Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;&lt;br /&gt;sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah." (MZM 86 : 3-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan;” Mazmur 84:2-3a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus yang paling kusayang;&lt;br /&gt;aku sungguh merasa letih dan tidak bersemangat.&lt;br /&gt;hatiku sepi dan gersang;&lt;br /&gt;seakan tak ada lagi setitik airpun di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku rindu padaMu, O Tuhanku.&lt;br /&gt;aku rindu akan air hidup;&lt;br /&gt;akan sungai yang mengalir membasuh hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamahlah hatiku dan basuhlah dengan air surgawi;&lt;br /&gt;biarlah kegirangan menghampiriku&lt;br /&gt;bagai hujan membasahi tanah kering.&lt;br /&gt;Singkirkanlah segala keluh kesahku;&lt;br /&gt;agar mulutku dipenuhi ucapan sukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku Yesus yang penuh kemurahan,&lt;br /&gt;ulurkanlah tanganMu yang berlubang paku&lt;br /&gt;tumpangkanlah ke atas kepalaku,&lt;br /&gt;agar penuhlah sukacitaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau yang paling mengetahui isi hatiku,&lt;br /&gt;Engkau yang paling mengenal hingga kedalaman jiwaku.&lt;br /&gt;bawalah aku ke tempat Engkau kini berada,&lt;br /&gt;karena di sanalah terletak sukacitaku.&lt;br /&gt;Ijinkanlah aku berteduh di bawah kepak sayapMu,&lt;br /&gt;menikmati kedamaian yang pasti terasa teramat sangat nikmat.&lt;br /&gt;lebih nikmat dari apapun yang pernah kukecap,&lt;br /&gt;lebih nikmat dari apapun yang pernah kurasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah aku ke sana,&lt;br /&gt;ke tempat Kau kini berada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhanku dan Sahabatku,&lt;br /&gt;ijinkanlah aku berbaring di dekatMu meski hanya sejenak saja.&lt;br /&gt;biarlah pulih segala letih di jiwa,&lt;br /&gt;dan sirna segala sepi di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Yesusku, Penyelamat jiwaku, pengharapan hidupku,&lt;br /&gt;janganlah sekiranya Kau berpaling dari padaku.&lt;br /&gt;Sebab teramat berharganya diriMu bagi hidupku.&lt;br /&gt;Ingatlah akan aku saat Kau datang kembali sebagai Raja,&lt;br /&gt;sebab pengharapanku terletak padaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Raja yang termulia,&lt;br /&gt;sumber kehidupanku,&lt;br /&gt;sukacitaku,&lt;br /&gt;penyelamat jiwaku,&lt;br /&gt;Sahabat yang setia,&lt;br /&gt;kota benteng perlindunganku,&lt;br /&gt;Penghiburku,&lt;br /&gt;Penebus Jiwaku,&lt;br /&gt;Matahari hidupku,&lt;br /&gt;Kekuatanku,&lt;br /&gt;Tempet perteduhanku,&lt;br /&gt;Kekasih dan dambaanku,&lt;br /&gt;Mata air hidupku,&lt;br /&gt;Penolongku,&lt;br /&gt;Penjagaku,&lt;br /&gt;Penasihatku yang ajaib,&lt;br /&gt;Cahaya damai sejati,&lt;br /&gt;Tempat aku bernaung,&lt;br /&gt;Gunung batu keselamatanku,&lt;br /&gt;Tempat perhentianku,&lt;br /&gt;Tujuan perjalananku,&lt;br /&gt;Kemenanganku,&lt;br /&gt;Sumber cinta kasih abadi,&lt;br /&gt;penuh kelembutan,&lt;br /&gt;O Yesus, Raja termulia,&lt;br /&gt;Tuhan dan Allahku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://teleponsorga.blogspot.com"&gt;Http://teleponsorga.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1695131644610416495?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1695131644610416495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1695131644610416495' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1695131644610416495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1695131644610416495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/03/telepon-surga.html' title='Telepon Sorga'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4679799954302710653</id><published>2009-02-05T14:22:00.000+07:00</published><updated>2009-02-05T14:23:20.690+07:00</updated><title type='text'>Aku Hamil</title><content type='html'>Mazmur 139&lt;br /&gt;139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur 22&lt;br /&gt;22:10 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan 7&lt;br /&gt;7:13 Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak; Ia akan memberkati buah kandunganmu dan hasil bumimu, gandum dan anggur serta minyakmu, anak lembu sapimu dan anak kambing dombamu, di tanah yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terpujilah Tuhan Allahku, oleh karena kasih-Nya yang teramat besar, dan janji-Nya yang tak pernah diingkari, serta kesetiaan-Nya yang terus-menerus dalam setiap langkah hidupku, telah memberikan kepadaku kegembiraan tiada tara, anugrah terindah dalam buah kandunganku, serta kepercayaan-Nya kepadaku untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anakku.&lt;br /&gt;Seperti aku yang telah dijaga-Nya selama dalam kandungan ibuku, dan dibuat-Nya merasa aman pada dada ibuku, maka sekarang pun Ia yang akan menjaga kandunganku, dan membuat anakku aman pada dadaku dan dalam dekapan kasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Rabu, 4 Febuari 2009, aku, suami dan mami pergi ke RSIA Familly yang ada di Jembatan tiga, untuk memeriksakan kandunganku, karena waktu hari Sabtunya, aku sudah melakukan test urin, dan hasilnya positif. &lt;br /&gt;Pada hari itu juga, aku dan suami berdoa bersama untuk mengucap syukur dan memohon Tuhan agar menjaga kandunganku.&lt;br /&gt;Aku sadar kalau aku punya kekurangan, aku nggak bisa menjaga kandungan ini sendiri. Walau aku menjaganya bersama suami, tapi kan suamiku nggak selalu ada di dekatku.  Karena itu, aku menyerahkan kandungan ini ke dalam tangan Tuhan. Aku percaya, kalau Tuhan yang menjaga, kandunganku pasti akan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kami memeriksakannya ke dokter, ternyata kandunganku sudah berumur 6 Minggu. Aku di USG, diperutku sudah terbentuk kantung bayinya, sementara kata suamiku yang saat itu melihat dari layar komputer, bayinya masih seperti butir beras.&lt;br /&gt;Very amazing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi perutku akan terus membesar dan membesar. Dan 9 bulan lagi, keluargaku akan bertambah satu, seorang bayi yang mungil dan sehat, yang pastinya akan menambah kecerian di tengah-tengah keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih Tuhan...&lt;br /&gt;Kalau Tuhan sudah mempercayakan bayi ini kepada kami, maka kami percaya kalau Tuhan juga akan memberikan kemampuan kepada kami untuk menjaga dan membesarkannya.&lt;br /&gt;Karena itu Tuhan, tetaplah bersama kami dan bayi kami. Mulai dari dalam kandungan, bayi ini aku serahkan ke dalam tangan pemeliharaan-Mu. Jadilah pada kami sesuai kehendak-Mu. Bayi ini milik-Mu sepenuhnya. Perbuatlah apa yang Kau ingin perbuat pada bayi ini, karena semua rencana-Mu indah bagi hidup kami. Amin."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4679799954302710653?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4679799954302710653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4679799954302710653' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4679799954302710653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4679799954302710653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/02/aku-hamil.html' title='Aku Hamil'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2096052858662189787</id><published>2009-01-13T09:53:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T09:54:15.261+07:00</updated><title type='text'>MENJUAL KEPERAWANAN</title><content type='html'>Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang&lt;br /&gt;petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan&lt;br /&gt;pada wanita&lt;br /&gt;itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu&lt;br /&gt;yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus&lt;br /&gt;dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya&lt;br /&gt;tapi,&lt;br /&gt;wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang&lt;br /&gt;dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang&lt;br /&gt;yang sedang ditunggunya.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita&lt;br /&gt;nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu&lt;br /&gt;dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang t engah&lt;br /&gt;beranjak dewasa.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati&lt;br /&gt;meja wanita itu dan bertanya:&lt;br /&gt;" Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "&lt;br /&gt;" Tidak! " Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.&lt;br /&gt;" Lantas untuk apa anda duduk di sini?"&lt;br /&gt;" Apakah tidak boleh? " Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas&lt;br /&gt;satpam..&lt;br /&gt;" Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang&lt;br /&gt;ingin menikmati layanan kami."&lt;br /&gt;" Maksud, bapak? "&lt;br /&gt;" Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini "&lt;br /&gt;" Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah&lt;br /&gt;saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual "&lt;br /&gt;Kata wanita itu dengan suara lambat.&lt;br /&gt;" Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? "&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang&lt;br /&gt;akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa&lt;br /&gt;brosur.&lt;br /&gt;" Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk&lt;br /&gt;berjualan. Mohon mengerti. "&lt;br /&gt;" Saya ingin menjual diri saya, " Kata wanita itu dengan tegas sambil&lt;br /&gt;menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;" Mari ikut saya, " Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan&lt;br /&gt;tangannya.&lt;br /&gt;Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum&lt;br /&gt;di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti&lt;br /&gt;petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di&lt;br /&gt;sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung&lt;br /&gt;yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal&lt;br /&gt;berlangsung.&lt;br /&gt;" Apakah anda serius? "&lt;br /&gt;" Saya serius " Jawab wanita itu tegas.&lt;br /&gt;" Berapa tarif yang anda minta? "&lt;br /&gt;" Setinggi-tingginya. .' '&lt;br /&gt;" Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.&lt;br /&gt;" Saya masih perawan "&lt;br /&gt;" Perawan? " Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi&lt;br /&gt;wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari&lt;br /&gt;ini..&lt;br /&gt;Pikirnya&lt;br /&gt;" Bagaimana saya tahu anda masih perawan?"&lt;br /&gt;" Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana&lt;br /&gt;bukan.. Ya kan ..."&lt;br /&gt;" Kalau tidak terbukti? "&lt;br /&gt;" Tidak usah bayar ..."&lt;br /&gt;" Baiklah ..." Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke&lt;br /&gt;kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;" Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan&lt;br /&gt;anda. "&lt;br /&gt;" Cobalah. "&lt;br /&gt;" Berapa tarif yang diminta? "&lt;br /&gt;" Setinggi-tingginya. "&lt;br /&gt;" Berapa? "&lt;br /&gt;" Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? "&lt;br /&gt;" Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah&lt;br /&gt;cerah.&lt;br /&gt;" Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;" Tidak adakah yang lebih tinggi? "&lt;br /&gt;" Ini termasuk yang tertinggi, " Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.&lt;br /&gt;" Saya ingin yang lebih tinggi..."&lt;br /&gt;" Baiklah. Tunggu disini ..." Petugas satpam itu berlalu.&lt;br /&gt;Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? "&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Tidak adakah yang lebih tinggi? "&lt;br /&gt;" Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda&lt;br /&gt;diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai&lt;br /&gt;perawan&lt;br /&gt;anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa,&lt;br /&gt;kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel&lt;br /&gt;berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya&lt;br /&gt;dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik&lt;br /&gt;terhadap&lt;br /&gt;saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu&lt;br /&gt;hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... "&lt;br /&gt;" Saya ingin tawaran tertinggi ... " Jawab wanita itu, tanpa peduli&lt;br /&gt;dengan celoteh petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.&lt;br /&gt;" Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya.&lt;br /&gt;Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.&lt;br /&gt;Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. " Kata petugas&lt;br /&gt;satpam itu dengan agak kesal.&lt;br /&gt;Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti&lt;br /&gt;langkah petugas satpam itu memasuki lift.&lt;br /&gt;Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak&lt;br /&gt;berumur tersenyum menatap mereka berdua.&lt;br /&gt;" Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam&lt;br /&gt;itu dengan sopan.&lt;br /&gt;Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;" Berapa? " Tanya pria itu kepada Wanita itu.&lt;br /&gt;" Setinggi-tingginya " Jawab wanita itu dengan tegas.&lt;br /&gt;" Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? " Kata pria itu&lt;br /&gt;kepada sang petugas satpam.&lt;br /&gt;" Rp.. 6 juta, tuan "&lt;br /&gt;" Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. "&lt;br /&gt;Wanita itu terdiam.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban&lt;br /&gt;bagus dari wanita itu.&lt;br /&gt;" Bagaimana? " tanya pria itu.&lt;br /&gt;"Saya ingin lebih tinggi lagi ..." Kata wanita itu.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tersenyum kecut.&lt;br /&gt;" Bawa pergi wanita ini. " Kata pria itu kepada petugas satpam sambil&lt;br /&gt;menutup pintu kamar dengan keras.&lt;br /&gt;" Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin&lt;br /&gt;menjual? "&lt;br /&gt;" Tentu! "&lt;br /&gt;" Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... "&lt;br /&gt;" Saya minta yang lebih tinggi lagi ..."&lt;br /&gt;Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun&lt;br /&gt;tak ingin kesempatan ini hilang.&lt;br /&gt;Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;" Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba&lt;br /&gt;mencari penawar yang lainnya. "&lt;br /&gt;Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria&lt;br /&gt;yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya.&lt;br /&gt;Sudah&lt;br /&gt;sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari&lt;br /&gt;hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon&lt;br /&gt;genggamnya.&lt;br /&gt;" Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.&lt;br /&gt;Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.&lt;br /&gt;Wajah pria itu nampak masam seketika&lt;br /&gt;" Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.&lt;br /&gt;Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! "&lt;br /&gt;Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan&lt;br /&gt;wanita.&lt;br /&gt;Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah&lt;br /&gt;pria itu.&lt;br /&gt;Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: " Pak, apakah&lt;br /&gt;anda butuh wanita ... ??? "&lt;br /&gt;Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan&lt;br /&gt;wajahnya.&lt;br /&gt;" Ada wanita yang duduk disana, " Petugas satpam itu menujuk kearah&lt;br /&gt;wanita tadi.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.&lt;br /&gt;"Dia masih perawan.."&lt;br /&gt;Pria itu mendekati petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. " Benarkah itu? "&lt;br /&gt;" Benar, pak. "&lt;br /&gt;" Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... "&lt;br /&gt;" Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi&lt;br /&gt;tingginya."&lt;br /&gt;" Saya tidak peduli ... " Pria itu menjawab dengan tegas.&lt;br /&gt;Pria itu menyalami hangat wanita itu.&lt;br /&gt;" Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang&lt;br /&gt;seriuslah ...." Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.&lt;br /&gt;" Mari kita bicara di kamar saja." Kata pria itu sambil menyisipkan uang&lt;br /&gt;kepada petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.&lt;br /&gt;Di dalam kamar ...&lt;br /&gt;" Beritahu berapa harga yang kamu minta? "&lt;br /&gt;" Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit "&lt;br /&gt;" Maksud kamu? "&lt;br /&gt;" Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk&lt;br /&gt;kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... "&lt;br /&gt;" Hanya itu ..."&lt;br /&gt;" Ya ...! "&lt;br /&gt;Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual&lt;br /&gt;kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual&lt;br /&gt;penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah&lt;br /&gt;berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar,&lt;br /&gt;bahwa&lt;br /&gt;di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari&lt;br /&gt;kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah&lt;br /&gt;pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut&lt;br /&gt;melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas&lt;br /&gt;keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan&lt;br /&gt;dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.&lt;br /&gt;" Siapa nama kamu? "&lt;br /&gt;" Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... " Kata&lt;br /&gt;wanita itu&lt;br /&gt;" Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang&lt;br /&gt;pantas ditawar. "&lt;br /&gt;"Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! "&lt;br /&gt;" Ada ! " Kata pria itu seketika.&lt;br /&gt;" Sebutkan! "&lt;br /&gt;" Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.&lt;br /&gt;Terimalah uang ini.&lt;br /&gt;Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Dan sekarang pulanglah ... " Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari&lt;br /&gt;dalam tas kerjanya.&lt;br /&gt;" Saya tidak mengerti ..."&lt;br /&gt;" Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.&lt;br /&gt;Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih.&lt;br /&gt;Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.&lt;br /&gt;Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita&lt;br /&gt;yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.&lt;br /&gt;Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ..."&lt;br /&gt;" Dan, apakah bapak ikhlas...? "&lt;br /&gt;" Apakah uang itu kurang? "&lt;br /&gt;" Lebih dari cukup, pak ... "&lt;br /&gt;" Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? "&lt;br /&gt;" Silahkan ..."&lt;br /&gt;" Mengapa kamu begitu beraninya ... "&lt;br /&gt;" Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...&lt;br /&gt;Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu&lt;br /&gt;saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.&lt;br /&gt;Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu&lt;br /&gt;bukanlah karena dorongan nafsu.&lt;br /&gt;Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan&lt;br /&gt;berbuat untuk sebuah keyakinan ... "&lt;br /&gt;" Keyakinan apa? "&lt;br /&gt;" Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah&lt;br /&gt;yang akan menjaga kehormatan kita ... " Wanita itu kemudian melangkah&lt;br /&gt;keluar&lt;br /&gt;kamar.&lt;br /&gt;Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:&lt;br /&gt;" Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... "&lt;br /&gt;" Kesadaran... "&lt;br /&gt;.. . .&lt;br /&gt;Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring&lt;br /&gt;sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.&lt;br /&gt;" Kamu sudah pulang, nak "&lt;br /&gt;" Ya, bu ... "&lt;br /&gt;" Kemana saja kamu, nak ... ???"&lt;br /&gt;" Menjual sesuatu, bu ... "&lt;br /&gt;" Apa yang kamu jual?" Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita&lt;br /&gt;muda itu hanya tersenyum ...&lt;br /&gt;Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah&lt;br /&gt;kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang&lt;br /&gt;gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang&lt;br /&gt;tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa&lt;br /&gt;perhitungan&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;" Kini saatnya ibu untuk berobat ... "&lt;br /&gt;Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: " Tuhan telah&lt;br /&gt;membeli yang saya jual... ".&lt;br /&gt;Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan&lt;br /&gt;rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata&lt;br /&gt;kepada supir taksi: " Antar kami kerumah sakit ..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2096052858662189787?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2096052858662189787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2096052858662189787' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2096052858662189787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2096052858662189787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/menjual-keperawanan.html' title='MENJUAL KEPERAWANAN'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1807402450146080988</id><published>2009-01-09T09:58:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T09:58:58.271+07:00</updated><title type='text'>Apa Vampir Benar Ada?</title><content type='html'>Aku baru aja membaca buku yang berjudul :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Cirque Du Freak" (Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan) Karangan Darren Shan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di dalam kata pengantarnya dibilang kalo semua kisah yang ditulis dalam buku ini adalah kisah nyata, sungguh-sungguh terjadi, bukan dongeng atau khayalan semata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku ini bercerita tentang seorang anak yang menyaksikan pementasan sirkus orang-orang aneh di kotanya. Para pemainnya memang merupakan orang-orang aneh yang memiliki keunikan khusus, seperti Manusia serigala yang memiliki bulu disekujur tubuhnya, persis seperti serigala. manusia ular, yaitu anak kecil yang memiliki sisik di sekujur badannya, dan memelihara seekor ular besar yang melingkar di tubuhnya. laki-laki tertinggi sedunia, dan masih banyak lagi orang aneh lainnya. Dan Di antara orang-orang aneh itu terdapat si manusia laba-laba, nama laki-laki itu Mr Crepsly. Dia mementaskan seekor laba-laba beracun yang pandai beraksi.&lt;br /&gt;Tapi, ternyata teman darren, namanya Steaf, yang saat itu ikut nonton bareng dia, mengetahui siapa sebenarnya Mr Crepsly. Karena kebetulan Darren dan Steaf memang penggemar film, buku atau komik horor, makanya Steaf terbelalak saat melihat wajah Mr Crepsly.&lt;br /&gt;Setelah selesai pementasan, Steaf menemui Mr Crepsly, sementara Darren disuruh pulang. Tapi Darren bukannya pulang, malah menyelinap untuk melihat apa yang dilakukan Steaf. Ternyata Steaf berhasil menemui Mr Crepsly.&lt;br /&gt;Dan, melalui pembicaraan itu, tahulah Darren bahwa Steaf pernah melihat wajah Mr Crepsly dari salah satu buku horornya yang mengatakan bahwa Mr Crepsly itu adalah Vampir. Steaf meminta Mr Crepsly supaya mengubah dirinya menjadi Vampir, tapi Mr Crepsly menolak. Steaf mencoba lagi dengan memohon agar dijadikan asistennya saja sampai dia cukup umur untuk menjadi vampir, tapi pada saat Mr Crepsly menghisap darah Steaf, dia tidak menyukainya, katanya Steaf itu anak jahat. Dan dia bilang kalo semua cerita-cerita dongeng tentang Vampir itu bohong. Vampir sebenarnya tidak jahat, dan dia benci terhadap anak-anak yang jahat.&lt;br /&gt;Akhirnya Steaf pergi dengan sakit hati karena sudah ditolak, dan dengan ancaman akan menjadi pemburu Vampir.&lt;br /&gt;Sementara itu, Darren menjadi ngeri mengetahui kalo temannya itu ternyata anak yang jahat dan ingin menjadi Vampir.&lt;br /&gt;Karena Darren sangat menyukai laba-laba, akhirnya suatu hari, dia memberanikan diri untuk mencuri laba-laba milik Mr Crepsly, dan dia berhasil.&lt;br /&gt;Tapi ternyata laba-laba itulah yang membawa Darren ke dalam hidup yang bagaikan mimpi buruk.&lt;br /&gt;Laba-laba itu menggigit Steaf dan membuatnya lumpuh. mati nggak, hidup nggak.&lt;br /&gt;Semua dokter nggak bisa memecahkan racun dalam tubuh Steaf. Akhirnya Darren kembali untuk menemui Mr Crepsly yang ternyata sudah menunggunya. Dia memohon agar Mr Crepsly menolong Steaf. Tapi Mr Crepsly meminta imbalan, yaitu Darren harus mau menjadi asistennya, kalau nggak, Steaf akan mati.&lt;br /&gt;Akhirnya Darren menyetujuinya, dan Mr Crepsly mulai menghisap darah Darren dari ujung-ujung jarinya dan mengalirkan darahnya ke dalam tubuh Darren. Dia bilang kalo Darren hanya akan menjadi setengah Vampir, masih bisa terkena sinar matahari, tapi akan memiliki kekuatan khusus.&lt;br /&gt;Pada malam hari, saat mereka pergi ke rumah sakit, tempat Steaf terbaring, dan setelah selesai mengobati Steaf dengan ramuan yang dibawa oleh Mr Crepsly, Darren kabur melewati lorong rumah sakit meninggalkan Mr Crepsly yang hanya tertawa sambil berkata kalo Darren bukan lagi manusia biasa dan dia pasti akan segera mencarinya dan kembali kepadanya.&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, Darren berubah menjadi anak yang super kuat, larinya cepat sekali, dan saat melihat darah temannya yang terluka dia jadi lupa diri dan langsung menyedotnya, sampai dia sadar kalo dia sedang dikelilingi oleh teman-temannya yang menatapnya dengan bingung.&lt;br /&gt;Selain itu, dia juga hampir membunuh adiknya sendiri, tapi keburu sadar saat melihat wajahnya dicermin yang tampak menyeramkan.&lt;br /&gt;Akhirnya Darren memutuskan kalo dia nggak bisa lagi hidup berdekatan dengan keluarga ataupun teman-temannya, karena akan membahayakan mereka.&lt;br /&gt;Dia kembali kepada Mr Crepsly yang memang sudah mengetahui akan kedatangannya.&lt;br /&gt;Supaya keluarga Darren tidak lagi mencarinya, Mr Crepsly memberikan Darren cairan yang harus diminumnya, agar detak jantung dan paru-paru Darren tidak lagi dapat terditeksi karena menjadi sangat lemah, sehingga Darren bisa berpura-pura mati. &lt;br /&gt;Setelah tubuh Darren menjadi kaku, Mr Crepsly mematahkan tulang leher darren dan menjatuhkan Darren dari jendela kamarnya. Melalui tahap itu, keluarga Darren dan para dokter menyatakan kalo Darren sudah mati dan menguburkannya.&lt;br /&gt;Pada malam harinya, Mr Crepsly dateng untuk menggali kuburan Darren dan mengeluarkan Darren dari peti. Tapi ketika Mr Crepsly sedang menutup kembali kuburan itu dengan tanah, Darren pergi untuk melemaskan otot-ototnya yang baru pulih dari kaku. Tiba-tiba sebuah tangan menariknya dan mengancamnya dengan sebuah pancang yang akan menembus jantungnya. Ketika Darren bisa melihat wajah penculiknya, ternyata itu adalah Steaf. Steaf sudah curiga dan mengetahui kalo Darren sekarang adalah seorang Vampir, dan merasa dikhianati, karena seharusnya kan dia yang mau menjadi Vampir, tapi kenapa malah Darren yang merebut impiannya.&lt;br /&gt;Darren sudah menceritakan yang sebenarnya kepada Steaf, kalo dia menjadi seperti ini pun untuk menyelamatkan nyawa Steaf, tapi Steaf tetap tidak percaya, dan dia pergi dengan sebuah ancaman, jika dia sudah besar nanti, dia akan memburu Darren dan membunuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku ini bersambung. Tapi dari kisah ini aja, aku jadi penasaran, apa benar ya Vampir itu nyata?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang aneh memang banyak di dunia ini, tapi apa Vampir juga ada?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku sih denger kalo buku Darren Shan ini bersambung sampe buku ke-7.&lt;br /&gt;Dan nama Darren Shan sendiri dikatakan bukan nama sebenarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalo di kisah Twilight sampai Eclips, Vampirnya kan guanteng abis, tapi di buku ini dibilang kalo wajah Mr Crepsly itu jelek dan ada cacat di pipi kirinya. Baunya juga nggak enak, seperti bau darah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1807402450146080988?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1807402450146080988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1807402450146080988' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1807402450146080988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1807402450146080988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/apa-vampir-benar-ada.html' title='Apa Vampir Benar Ada?'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1893682233233128514</id><published>2009-01-07T15:26:00.003+07:00</published><updated>2009-01-07T21:41:12.841+07:00</updated><title type='text'>Ferdy, Lu Kenapa Sih???</title><content type='html'>Ferdy, Lu Kenapa Sih???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamaks…, menghilang sekian lama, nggak ada kabar, nggak ada berita, tiba-tiba ngasih kabar yang buat jantungku ampir aja copot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang dari dulu temenku yang satu ini suka aneh-aneh, agak gila, selengean, nggak tau aturan, maen sruduk aje…, pokoknya kira-kira begitulah kesan terbaikku buat Ferdy, cowok kelahiran Jakarta, 6 Juni…, eh, Juni apa Juli ya??, ah, kayaknya Juni deh. Tahun kelahiran…, berapa ya???&lt;br /&gt;kayaknya sih seumur, kalo nggak, beda setahun di atasku deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pertama kali ketemu pas mau pergi pelayanan. Waktu itu dia masih jadi cowok yang super alim, keluaran Sekolah Tinggi Teologia Malang, tapi keburu lepas, sebelum hansip sekolah berhasil menangkapnya, sampe gelar sarjana juga kelupaan dia sandang! Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi walau bagaimana pun motif dan corak Ferdy, dia tetap teman terbaik yang pernah aku kenal.&lt;br /&gt;Kapan pun dan di mana pun, dia selalu siap sedia dimintain pertolongan. Seperti minta tolong anterin ke sana, anterin ke sini, bacain ini, ketikin itu, malah pernah kita kehujanan di motor berduaan sampe basah kuyub, dan dengan lugu dan manisnya,  bukannya aku tawarin handuk atau apalah yang bisa mengeringkan badan,  malah aku tawarin bedak tabor! &lt;br /&gt;Makanya kalo lagi hujan turun dan dia kehujanan, dengan cepat dan sopan, sebelum aku mengatakan sepatah katapun, dia langsung aja nyamber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenang Hel, gue ga butuh bedak tabor kok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga pernah jatuh dari motor, sehabis pulang nganterin aku ngerjain skripsi di rumah temen. Dia berusaha tahan body motor buat ngelindungin aku, alhasil, lukanya lumayan parah dibanding lukaku.&lt;br /&gt;Kita juga pernah dapetin hadiah uang satu juta dari candid Camera yang diadain oleh Mc Donald. Waktu itu, kita lagi mau makan siang di kampusku, Atmajaya. Ferdy langsung memesan hamburger buatku dan orange juice, tapi mbak pelayannya malah ngasih Ferdy hamburger Cuma setengah, dan disuruh makan di situ juga. Di sodorin hamburger, aku yang nggak ngeh kalo lagi dikerjain, dengan santainya langsung aja makan, tapi sebelumnya aku minta hamburgernya dikasih sambel dulu. Setelah itu mbaknya ngasih Ferdy gelas yang sudah ditutup. Ferdy bilang kalo gelas itu kosong, nggak ada isinya, soalnya ringan banget. Tapi mbaknya ngotot suruh Ferdy buka dulu tutupnya.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan malas Ferdy membuka tutupnya, dan ternyata di dalamnya udah di taruh uang satu juta rupiah. Semua pada teriak, termasuk Ferdy, Cuma aku sendiri yang masih asyik ngunyah hamburger sambil berdiri dibalik mesin kasir.  Belum ngeh juga apa yang sedang terjadi. Sampe Ferdy memberitahuku kalo kita dapet uang satu juta!&lt;br /&gt;Uang itu kita bagi dua, Ferdy dapet lima ratus, dan aku juga lima ratus. Setelah itu kita langsung jalan-jalan ke Taman Angrek. Ferdy ngeborong baju dan celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga pernah bantuin aku ngetik skripsi sambil  tidur. Bayangin, ngetik sambil tidur!! &lt;br /&gt;Sampe nulis kata ‘kami’ aja ‘I’ nya puanjang banget!&lt;br /&gt;Hehehehehe….&lt;br /&gt;Banyak deh pengalaman yang nggak terlupakan bersama Ferdy. Sampe aku punya pacar pun, kita tetep berteman baik.&lt;br /&gt;Kalo aku lagi nggak ada yang bisa jemput pas pulang kantor, dengan senang hati dia akan nungguin di Halte Citraland sampe Bisku dateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia dapet kerjaan di Cirebon, dan kami tetap keep in touch. Malah kadang-kadang, pas aku lagi kepikiran sama dia atau lagi ada masalah, tiba-tiba aja dia telepon aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, karena dia tuh orangnya sering ganti-ganti nomer HP, aku kehilangan kontak, nggak tahu ke mana harus hubungin dia, nomer rumahnya aja aku lupa. Padahal aku udah mau married dan mau kasih undangan ke dia.&lt;br /&gt;Eh…, tiba-tiba aja dia telepon aku.&lt;br /&gt;Dia bilang kalo dia nggak butuh kartu undangan, dia janji bakal dateng.&lt;br /&gt;Tapi sambil bercanda dia juga bilang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Kutunggu jandamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kurangazar banget sih. Tapi itulah Ferdy. Kalo nggak gila kayak gitu, bukan Ferdy namanya! Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung minta nomer Esianya, yang aku ketik di antara sela-sela kalimat pada novel yang lagi kubaca di Laptopku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia nggak pernah lagi menghubungiku.&lt;br /&gt;Janjinya mau dating ke pernikahanku pun nggak dia tepati.&lt;br /&gt;Aku coba cari lagi nomer Esia yang masih kusimpen di sela-sela Novel itu, tapi aku lupa ada di Novel yang mana, di halaman berapa, dan di selipin di baris yang mana. Udah aku ubek-ubek sampe jari-jariku keriting, tapi nggak juga ketemu.&lt;br /&gt;Nyesel juga sih, kenapa waktu itu aku nggak langsung simpen di Phone book aja.&lt;br /&gt;Aku juga coba inget-inget nomer rumahnya, sambil coba menghubungi nomer yang aku kira bener, tapi semuanya salah sambung.&lt;br /&gt;Aku Tanya ke teman-teman yang kenal Ferdi, tapi mereka juga nggak tahu lagi nomer HP atau rumahnya.&lt;br /&gt;Aku bilang sama mereka kalo aku merasa kuatir banget, karena nggak biasanya Ferdy melupakan janjinya, apalagi janji untuk menghadiri pernikahanku. Dipikiranku udah terlintas yang nggak-nggak, aku kuatir dia mengalami kecelakaan atau apalah…&lt;br /&gt;Sampe-sampe terbawa mimpi. Di dalam mimpiku, aku berhasil menghubungi rumahnya, dan maminya bilang kalo Ferdy sudah meninggal karena kecelakaan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku berusaha menenangkanku dengan bilang kalo orang kayak Ferdy itu nggak bakal kenapa-napa. Dan seorang teman pendeta yang dulu sempat di dampingi Ferdy juga bilang kalo Ferdy bakal baik baik aja, mungkin dia cuma patah hati karena ditinggalin aku married.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemarin, pas lagi di kantor, aku coba lagi pencet nomer telepon rumahnya Ferdy. Biasanya aku pake kepala 7, tapi sekarang aku ganti jadi kepala 4. Jari telunjukku udah siap-siap berada di atas tombol off, biar bisa langsung dimatiin kalo suara penerimanya terdengar asing, soalnya aku udah lumayan kenal dengan suara keluarganya ferdy.&lt;br /&gt;Tapi waktu ada yang angkat, telunjukku malah jadi kaku, dan rasanya aku enggan langsung menutup telepon, padahal suara penerimanya bukan salah seorang dari keluarga Ferdy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan agak ragu-ragu aku bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Apa ini bener rumahnya Ferdy?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari siapa ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rachel!... apa bener ini rumahnya Ferdy?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“betul!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aku masih belum bisa percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Ferdy... yang adiknya namanya Shella?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bobby!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya betul, bobby dan Shella?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ferdynya ada?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya untuk mendengar jawabannya aku sampe kelupaan bernapas, soalnya aku masih kebayang kabar yang ada di mimpiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak ada!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuuuuuhhhh…., bukannya jawaban itu berarti Ferdy masih hidup????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa minta nomer HP-nya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Wah saya nggak tahu, soalnya saya baru sih di sini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O..., ternyata ini pembantu baru Ferdy toh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Ada mami atau papi atau Shellanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Lagi tidur..., nanti sorean aja telepon lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“”O ya, makasih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, rasanya aku lumayan lega, senggaknya Ferdy masih hidup!&lt;br /&gt;Sorenya sebelum pulang kantor aku coba telepon lagi, dan yang angkat orangnya masih sama. Dia bilang kalo mami dan papinya Ferdy udah pergi. Terus dia bilang sesuatu yang bikin mataku langsung terbelalak kayak ikan mas koki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Ferdy kan udah nikah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Apa?...nikah?... sama siapa??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Katanya sih sama orang China Cirebon... saya juga cuma dikasih tahu sebulan yang lalu katanya ibu mau pergi ke Cirebon buat nikahin anaknya di sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferdy..., lu tuh sinting apa gila???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali dia nggak pernah bilang kalo dia udah punya pacar di Cirebon. Emang sih dia sempat pacaran sama yang namanya Rachel juga, tapi orang Jakarta, dan dia bilang kalo dia udah putus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What’s wrong???&lt;br /&gt;Kenapa lu nggak undang-undang gue?&lt;br /&gt;Dan kenapa pula lu pake acara nggak dateng ke pesta pernikahan gue?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever it is, gue tetep mau ngomong sama lu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi, seabis makan siang, aku coba menghubungi rumahnya lagi. Dan kali ini papinya sendiri yang angkat.&lt;br /&gt;Tapi, papinya bilang kalo mereka sedang marahan sama Ferdy, dan semua nomer telepon Ferdy sudah mereka hapus,  bahkan kelihatannya mereka sudah nggak mau lagi berhubungan dengan Ferdy maupun teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please deh Fer..., sebenernya ada apa sih?? &lt;br /&gt;Sekarang harapan gue satu-satunya, moga aja  lu baca tulisan gue ini, dan buruan hubungin gue!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi sama lu, lu tetep teman terbaik gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa gue sampe harus manggil tim termehek-mehek buat bantu cariin lu sih??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1893682233233128514?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1893682233233128514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1893682233233128514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1893682233233128514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1893682233233128514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/ferdy-lu-kenapa-sih.html' title='Ferdy, Lu Kenapa Sih???'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-8614296873121186875</id><published>2009-01-06T10:26:00.001+07:00</published><updated>2009-01-06T10:30:26.210+07:00</updated><title type='text'>Dua Ratus Tahun Louis Braille</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dua Ratus Tahun Louis Braille&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh Didi Tarsidi&lt;br /&gt;Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini, 4 Januari 2009, adalah hari ulang tahun Louis Braille yang ke-200. Louis Braille adalah pencipta Braille, system tulisan bagi orang-orang tunanetra.&lt;br /&gt;Berbagai bentuk acara di berbagai tempat di seluruh dunia diadakan untuk menghormati jasa Louis Braille itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah satu bentuk perayaan yang paling menarik diselenggarakan di Sidney, Australia, dengan BOMB. BOMB adalah singkatan dari Braille on Manly Beach. Di&lt;br /&gt;Manly Beach, pada tanggal 4 Januari 2009, sejumlah besar orang berkumpul dalam kegelapan mulai jam tiga dinihari untuk menulis life-sized message dengan&lt;br /&gt;tulisan Braille di pasir. Perayaan dilanjutkan dengan makan pagi ala Perancis dengan croissants dan champagne. Menjelang tengah hari, ombak pasang akan&lt;br /&gt;menghapus tulisan Braille yang terbuat dari pasir itu, tetapi pesan yang terkandung di dalamnya diharapkan akan terus hidup karena para peserta juga diperlengkapi&lt;br /&gt;dengan botol-botol yang dirancang khusus yang berisi pesan dalam tulisan Braille maupun tulisan awas. Botol-botol itu dilemparkan ke laut dan akan terbawa&lt;br /&gt;ombak ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain di laut, dua abad hari kelahiran Louis Braille itu juga diadakaan di Internet. The Braille Authority of North America, BANA, telah membuat satu&lt;br /&gt;halaman khusus pada situsnya, brailleauthority.org, di mana 200 artikel tentang hari kelahiran Louis Braille telah diposkan.&lt;br /&gt;Website National Braille Press, di Boston, memuat daftar peristiwa perayaan di seluruh dunia, dan juga membuka halaman khusus untuk virtual birthday party&lt;br /&gt;dengan alamat Louisbraillebicentennial.com.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berbagai acara telah diagendakan di Canada, yang mencakup konferensi, pemberian beasiswa, acara-acara advokasi dan penyadaran masyarakat. Silakan kunjungi&lt;br /&gt;www.Braille200.ca.&lt;br /&gt;Di Calcutta, India, sebuah perpustakaan baru telah didirikan.&lt;br /&gt;Di Scotland diselenggarakan National Braille Week dari tanggal4-10 Januari, dan sebuah Website diluncurkan, yang memuat fitur-fitur braille facts, games,&lt;br /&gt;dan undangan untuk "decode the mystery of braille" dengan mengirimkan pesan-pesan dalam huruf braille kepada teman-teman lewat Internet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk memperingati dua abad kelahiran Louis Braille, pada musim Semi tahun ini Pemerintah Amerika Serikat akan mengeluarkan koin dollar terbuat dari perak&lt;br /&gt;dengan tulisan Braille.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa di atas hanyalah beberapa contoh bentuk perayaan Hari Braille Ke-200 yang diselenggarakan di seluruh dunia. Di Indonesia, Cabang-cabang&lt;br /&gt;Pertuni dan SLB bagi tunanetra di seluruh negeri juga merayakannya dengan caranya sendiri, pada umumnya mencakup lomba membaca/menulis Braille.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara internasional, perayaan dipusatkan di Paris. Misa diadakan di Kapel L’Institute Nationale des Jeunes Aveugles (Lembaga Nasional untuk Anak-anak&lt;br /&gt;Tunanetra), pada pagi tanggal 4 Januari, dilanjutkan dengan resepsi oleh lembaga tersebut, dan pada sore harinya dilakukan tabor bunga di makam Louis Braille.&lt;br /&gt;Pada malam harinya diselenggarakan recital organ di Notre-Dame-de-Paris Cathedral, yang dimainkan oleh Jean-Pierre Leguay, organist katedral yang terkenal,&lt;br /&gt;yang dia sendiri tunanetra.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, 5 Januari, konferensi internasional diselenggarakan oleh Valentin Hauy Association dan L’Institute Nationale des Jeunes Avegles.&lt;br /&gt;Konferensi dengan tema "Braille 1809 2009, Writing with Six Dots and Its Future" itu disponsori oleh Presiden Republik Perancis dan didukung oleh the World&lt;br /&gt;Blind Union, Komite Internasional untuk Peringatan Dua Abad Kelahiran Louis Braille, dan Komite Nasional untuk Promosi Sosial para Tunanetra, bekerjasama&lt;br /&gt;dengan Komisi Nasional Perancis untuk UNESCO.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk membaca kembali sejarah tulisan Braille, silakan kunjungi: &lt;a href="http://pertuni.idp-europe.org/Artikel-Makalah/braille.php"&gt;http://pertuni.idp-europe.org/Artikel-Makalah/braille.php&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-8614296873121186875?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/8614296873121186875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=8614296873121186875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8614296873121186875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/8614296873121186875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/dua-ratus-tahun-louis-braille.html' title='Dua Ratus Tahun Louis Braille'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-5197771069670268594</id><published>2009-01-06T10:23:00.001+07:00</published><updated>2009-01-06T10:26:17.017+07:00</updated><title type='text'>Louis Braille,  Mengubah Dunia Di usia Belia.</title><content type='html'>Siapa tak kenal Louis Braille? Tunanetra asal Perancis pendcipta huruf Braille; huruf yang biasa dipakai para tunanetra.  Ketika kita para tunanetra&lt;br /&gt;membaca dan menulis dengan menggunakan huruf Braille, pernahkah kita berpikir bagaimana Louis Braille berjuang menciptakannya dan membuat ciptaannya itu&lt;br /&gt;diakui dunia? Dengan jerih payahnya di usia belia – 15 tahun, Louis telah membuka jendela ilmu pengetahuan bagi mereka yang “dalam gulita”. Dan, untuk&lt;br /&gt;mengenang jasanya pula, tanggal 4 Januari, hari kelahiran Louis Braille, diperingati sebagai “Hari Braille” oleh umat di seluruh dunia. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Sekilas Tentang Huruf Braille. &lt;br /&gt;  Louis Braille, anak lelaki yang menjadi buta saat berumur  tiga tahunan karena kecelakaan, pada  awal masa sekolahnya   merasakan betapa sulitnya kegiatan&lt;br /&gt;membaca dan menulis bagi orang-orang buta. Usaha-usaha telah dilakukan untuk membuat para tunanetra bisa membaca, misalnya dengan mencetak huruf-huruf&lt;br /&gt;dalam ukuran lebih besar secara timbul, atau mengadopsi bahasa sandi militer (night writing) yang berupa titik-titik timbul untuk digunakan para tunanetra.&lt;br /&gt;Tapi, kesemua itu dibuat tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan, apakah metode ini mudah, tepat dan dapat memenuhi kebutuhan   para tunanetra akan membaca,&lt;br /&gt;menulis serta kebutuhan akan buku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat Louis mulai bersekolah  di tahun 1819,  The Royal Institute of Blind Youth --  sekolah khusus tunanetra di Paris tempat  Louis belajar --  menggunakan&lt;br /&gt;huruf / alfabet  timbul untuk murid-murid tunanetra. Cara ini tidak hanya menyulitkan tunanetra saat membaca karena huruf dicetak dalam ukuran besar, juga&lt;br /&gt;tidak memungkinkan tunanetra menulis. Di samping itu, karena ukuran huruf yang besarr-besar tersebut, membuat biaya pembuatan buku untuk tunanetra menjadi&lt;br /&gt;sangat mahal, akibatnya sekolah tersebut hanya mampu menyediakan 14 buku untuk  seratus orang murid-murid yang belajar di sana. &lt;br /&gt; Pada tahun 1821, seorang perwira – Kapten Charles Barbier --, hadir memperkenalkan “bahasa sandi” yang biasa dipakai oleh prajurit-prajuritnya untuk menyampaikan&lt;br /&gt;pesan rahasia, yang disebutnya “night writing”. Bahasa sandi ini berbentuk titik-tititk  timbul, dibuat dengan alat menyerupai paku yang disebut “stylus”. &lt;br /&gt;Untuk menuliskannya, stylus ditusukkan ke kertas  tebal  yang terletak pada papan kayu.  Stylus akan ditusukkan pada satu sisi dari kertas, dan hasilnya  &lt;br /&gt;dibaca pada sisi lain dari kertas tersebut.   Menurut Kapten Barbier,  metode ini juga bisa digunakan oleh orang-orang buta, karena titik-titik timbul&lt;br /&gt;tersebut dapat diraba dengan jari-jari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Awalnya, para  tunanetra yang belajar di The Royal Institute of Blind Youth terkesan dengan usulan Kapten Barbier. Tetapi kemudian, mereka merasakan&lt;br /&gt;masih ada yang salah dengan metode ini. Bahasa sandi tersebut hanya melambangkan bunyi-bunyi dalam suatu kata. Ini berarti akan ada ratusan sandi atau&lt;br /&gt;symbol  yang mewakili bunyi-bunyian pada suatu bahasa. Di samping itu, karena titik-titik timbul itu hanya mensimbolkan bunyi, maka tunanetra tidak akan&lt;br /&gt;dapat membuat angka serta tanda baca. Ini akan menyulitkan jika harus membuat sebuah buku. Metode ini akan mudah jika hanya dipakai untuk menyampaikan&lt;br /&gt;pesan-pesan singkat, seperti yang dilakukan oleh para tentara; misalnya “serang”, atau, “ada musuh di belakangmu”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tapi, Louis merasakan bahwa tak ada yang salah dengan “metode titik-titik timbul” Kapten Barbier. Hanya saja, titik-titik timbul itu tidak dibuat untuk&lt;br /&gt;melambangkan bunyi, tapi menurut Louis, titik-titik timbul itu seharusnya dibuat untuk melambangkan alfabet, angka, serta tanda baca. Dengan demikian,&lt;br /&gt;tunanetra akan sama dengan mereka yang bisa melihat; memiliki alfabet, tanda baca, serta angka dan tanda-tanda lain yang juga dipergunakan oleh mereka&lt;br /&gt;yang bisa melihat, dapat membaca dan menulis, serta, yang paling penting adalah dapat memiliki buku.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena tunanetra membaca dengan indera perabaan, maka, louis berpikir, huruf-huruf untuk mereka harus dapat dengan mudah dikenali cukup dengan merabakan&lt;br /&gt;satu ujung jari saja. Itu artinya, ukuran huruf itu harus tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Diusianya yang keduabelas, yang juga berarti di tahun ketiganya berada di sekolah khusus untuk tunanetra di Paris, secara diam-diam Louis muda memulai&lt;br /&gt;penelitiannya. Ia menciptakan kombinasi enam titik, yang dari enam titik itu tersusunlah symbol-simbol alfabet untuk orang-orang buta, yang kemudian disebut&lt;br /&gt;sebagai “system kecil”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepanjang kurang libih  tiga  tahun penelitiannya, Louis senantiasa melibatkan teman-temannya sesama tunanetra untuk uji coba, apakah mereka merasa nyaman&lt;br /&gt;dengan system yang ia ciptakan. Dan, diusianya yang kelimabelas, Louis remaja berhasil menyelesaikan penelitiannya; menciptakan alfabet berbentuk titik-titik&lt;br /&gt;timbul untuk tunanetra.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tekun Dan Gigih Berjuang. &lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan penelitiannya, Louis muda mendapati tak semudah yang ia pikirkan, mengusulkan agar alfabet kombinasi enam titik   ciptaannya itu&lt;br /&gt;diajarkan dan digunakan secara resmi di sekolah The Royal Institute Of Blind Youth.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fakta bahwa ide brilian itu datang dari seorang anak buta justru dijadikan salah satu alasan penolakannya. Saat itu Louis memahami bahwa orang-orang yang&lt;br /&gt;selama ini bekerja untuk tunanetra memang tampak bersikap baik dan menolong. Akan tetapi, pada umumnya mereka berpendapat  bahwa orang-orang buta tidak&lt;br /&gt;secerdas mereka yang bisa melihat, sehingga orang buta seharusnya cukuplah puas dengan  hanya melakukan hal-hal sederhana saja; membaca kalimat-kalimat&lt;br /&gt;pendek serta pesan-pesan singkat, dan memahami arah; yang berarti orang buta tak perlu membaca buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam perjalanannya mengupayakan agar alfabet ciptaannya diterima dan digunakan secara resmi de sekolah-sekolah, Louis bahkan sempat mendapatkan penolakan&lt;br /&gt;yang sangat keras dari kepala sekolah tempatnya mengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Saat Louis menyelesaikan penelitiannya, sekolah tersebut masih dipimpin oleh DR. Pignier, seorang kepala sekolah yang sangat memahami pemikiran Louis.&lt;br /&gt;Bahkan, ketika Louis memintanya untuk mengupayakan dukungan baik dari masyarakat yang menyangga penyelenggaraan sekolah secara finansial maupun dari Pemerintah&lt;br /&gt;Perancis, ia pun melakukannya. Surat-surat pun lalu dikirimkan kepada semua pihak. Ada yang segera menanggapi, ada juga yang tidak segera merespon. Dari&lt;br /&gt;semua jawaban yang diterima, ada dua kelompok. Yang  pertama mengatakan bahwa ide Louis sangat baik, tapi itu disampaikan hanyalah sebagai ungkapan penolakan&lt;br /&gt;secara tidak langsung. Kelompok kedua adalah mereka yang langsung marah dan menolak, dan menginginkan tetap diberlakukannya metode lama – huruf-huruf timbul&lt;br /&gt;– yang selama ini telah digunakan; tidak perlu ada perubahan.   &lt;br /&gt; Sementara menunggu dukungan dari Pemerintah, Louis terus mengajarkannya kepada murid-murid lain, dan mereka mulai membuat catatan-catatan di kelas. Hal&lt;br /&gt;ini juga masih terus berlangsung saat Louis menyelesaikan pendidikannya dan diangkat menjadi guru di sekolah tersebut. Bahkan, setelah menjadi guru, Louis&lt;br /&gt;mulai menulis buku-buku pelajaran dalam alfabet berbentuk titik timbul ciptaannya itu, yang secara bertahap  mengisi perpustakan sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tapi, di tahun 1841, DR. Dufau mengambil alih kepemimpinan sekolah, dan  melarang penggunaan  alfabet ciptaan Louis. Dufau tak segan menghukum murid&lt;br /&gt;yang tertangkap atau ketahuan secara sembunyi-sembunyi masih menggunakannya. Tidak hanya itu, dia juga bahkan membakar semua buku-buku yang ditulis Louis, yang&lt;br /&gt;selama  tahun-tahun keberadaannya  sebagai guru telah memenuhi perpustakaan sekolah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Larangan Kepala Sekolah Dufau juga didukung oleh guru-guru, yang selama ini mencemaskan penemuan Louis demi untuk kepentingan pribadi mereka sendiri.&lt;br /&gt;Guru-guru ini berpikir, jika para siswa membaca dengan huruf-huruf timbul seperti semula, guru akan dengan mudah mengajar, karena mereka telah mengenal dengan baik &lt;br /&gt;huruf-huruf besar dan timbul itu. Sedangkan, jika menggunakan alfabet ciptaan Louis, itu berarti mereka harus juga mempelajari sesuatu yang baru. Lebih&lt;br /&gt;dari itu, kekhawatiran mereka juga, jika huruf ciptaan Louis telah digunakan lebih banyak tunanetra, besar kemungkinan sekolah juga akan dikelola oleh&lt;br /&gt;para tunanetra, dan mereka akan kehilangan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itulah puncak masa-masa sulit Louis. Ia tidak hanya berjuang mengupayakan penggunaan alfabet ciptaannya untuk orang-orang buta, tapi ia juga harus berjuang&lt;br /&gt;melawan penyakit Tuberculosis yang dideritanya, yang makin hari kian bertambah parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sisi lain, Louis juga mendapati murid-murid tetap bersemangat menggunakannya; menulis catatan,  buku harian serta pesan rahasia antar sesama murid, &lt;br /&gt;seolah tak peduli pada larangan kepala sekolah. Murid senior terus mengajarkan kepada siswa yunior, meski secara rahasia. Mereka juga senantiasa bisa menemukan&lt;br /&gt;alat-alat pengganti untuk menulis, setelah Dufau memusnahkan stylus-stylus mereka.  Situasi ini ternyata dibaca oleh seorang guru lain, DR. Joseph Gaudet,&lt;br /&gt;satu-satunya guru yang saat itu berpihak pada Louis. Sikap empatinya dilandasi pada kesadaran bahwa, Dufau mungkin saja bisa melarang penggunaan alfabet&lt;br /&gt;ciptaan Louis, akan tetapi, dia tidak mungkin bisa menghentikan murid-murid menggunakannya. Mereka sangat bersemangat, mereka menyukainya, karena alfabet&lt;br /&gt;itu sesuai dengan kebutuhan mereka.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan kecerdikannya berdiplomasi, Joseph Gaudet berhasil meyakinkan Dufau, kepala sekolah yang sebenarnya orang yang sangat ambisius mengejar kepentingan&lt;br /&gt;pribadinya, bahwa, akan sangat baik bagi Dufau jika dia menjadi orang pertama yang memberlakukan secara resmi alfabet ciptaan Louis di sekolah mereka,&lt;br /&gt;daripada terus melarangnya. Dengan melarang, Dufau akan berada di pihak yang kalah, karena murid akan terus menggunakannya, meski secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;Tetapi, jika mengijinkan, dia akan menjadi pihak yang menang, karena murid-murid dan bahkan juga orang-orang buta di seluruh dunia akan mendukung dan menghargainya.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Akhirnya, di tahun 1844, pada acara peresmian gedung sekolah yang baru, yang dihadiri oleh wakil pemerintah, pemuka masyarakat dan guru-guru – termasuk&lt;br /&gt;guru dari sekolah lain, Dufau mendemonstrasikan penggunan alfabet berbentuk titik-titik timbul ciptaan Louis kepada para hadirin. Ia membacakan teks, dan&lt;br /&gt;meminta seorang murid menuliskannya dalam alfabet tersebut, serta meminta murid tersebut  membaca kembali hasil tulisannya. Sebagian hadirin terkesan,&lt;br /&gt;tapi, ada sebagian lain yang mengira itu adalah “trick” semata, dengan alas an murid tersebut telah dipersiapkan sebelumnya. Situasi ini mendorong Louis&lt;br /&gt;untuk meminta Kepala Sekolah Dufau mengundang seorang hadirin melakukan hal serupa pada murid lainnya, yang ditunjuk secara mendadak saat itu juga. Setelah&lt;br /&gt;terbukti murid berikutnya juga berhasil melakukan hal yang sama, barulah seluruh orang yang hadir percaya, bahwa alfabet berbentuk titik timbul ciptaan&lt;br /&gt;Louis adalah penemuan yang “brilian”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak saat itu, secara bertahap sekolah-sekolah untuk anak-anak buta lainnya mulai menggunakannya, tidak hanya di dalam negeri Perancis, tapi juga di&lt;br /&gt;negara-negara lain di Eropa, dan akhirnya di seluruh dunia. Sebagai penghargaan pada Louis Braille, orang lalu menyebut alfabet ciptaannya sebagai “Huruf Braille”, dan&lt;br /&gt;tentu saja Louis sangat senang mendengarnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Belajar Dari Louis Braille. &lt;br /&gt; Louis Braille adalah anak seorang pembuat harness terkenal, Simon Braille, lahir empat Januari 1809 di Coupvray, sebuah  desa di Perancis.  Sejak menjadi&lt;br /&gt;buta di usia tiga tahun akibat kecelakan di bengkel kerja ayahnya, tak semua hal mudah bagi Louis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kala itu, sangat sedikit yang bisa dilakukan orang-orang buta di Perancis. Sebagian besar dari mereka hanya menjadi pengemis, termasuk orang-orang buta&lt;br /&gt;di Coupvray. Pada awalnya, kedua orang tua Louis pun sangat merasa kasihan pada anak lelaki mereka yang kini menjadi buta. Mereka cenderung melindungi&lt;br /&gt;secara berlebihan, bahkan juga memanjakan. Tapi, kemudian, mereka berpikir, Louis harus tumbuh seperti anak-anak lain yang tidak buta. Mereka tidak ingin&lt;br /&gt;Louis seperti anak-anak buta lainnya, yang takut melakukan hal apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mereka lalu mengajari Louis bagaimana mengenali lingkungan rumahnya, hingga ia tidak lagi menabrak benda-benda ketika berjalan. Ayahnya mengajarinya bekerja&lt;br /&gt;menghaluskan kulit di bengkel; Louis memang tidak dapat melihat, tapi dia bisa merasakan kehalusan kulit dengan jarinya. Begitu pula Ibunya. Setiap malam,&lt;br /&gt;Louis membantu Ibunya menyiapkan meja  sebelum makan malam. Louis memahami benar di mana ia harus meletakkan piring, mangkuk dan gelas. Ia juga harus pergi&lt;br /&gt;ke sumur mengambil air untuk minum dengan ember. Untuk itu, ia harus melalui jalan kecil yang berbatu. Sering air di embernya tumpah karena ia tersandung&lt;br /&gt;batu-batu tersebut. Tapi, Louis tetap harus kembali dengan ember berisi air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Demi memudahkan Louis, ayahnya lalu membuatkan tongkat dan mengajari Louis bagaimana mengunakannya. Louis mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah dihadapannya&lt;br /&gt;ketika berjalan. Dan, jika ujung tongkat itu menabrak sesuatu, tahulah ia, saatnya untuk berhenti dan minggir atau berjalan di sampingnya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; Dalam perkembangannya, Louis juga berhasil menemukan caranya sendiri agar tidak menabrak saat berjalan, yaitu dengan bernyanyi atau bersenandung. Dengan&lt;br /&gt;bersuara, Louis dapat merasakan jika ada benda-benda di hadapannya, dinding, pintu, atau lemari; gema suaranya akan terpantul kembali lebih cepat jika&lt;br /&gt;ada benda-benda di hadapannya. Ia belajar dari apa yang dilakukan kelelawar. Meski tidak dapat melihat dengan jelas, kelelawar tetap dapat terbang di malam&lt;br /&gt;gelap, itu karena mereka terbang sambil bersuara.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitu juga halnya dengan cara Louis mengenali lingkungan di sekitarnya. Ia senantiasa bisa menemukan cara untuk membuat dirinya semakin hari semakin&lt;br /&gt;pandai, mengenali dan membedakan; suara orang-orang, langkah kaki kuda dan lain-lain.  Ia hidup dengan mengandalkan tanda-tanda yang dia tetapkan sendiri; Ini&lt;br /&gt;semua tidak lepas dari peran orang tua yang sedini mungkin mengajarkan pada Louis segala hal yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak buta. Hanya saja,&lt;br /&gt;Louis harus melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Meski buta, Louis tetap tumbuh menjadi anak yang penuh rasa ingin tahu. Ia juga tidak ingin dikasihani. Saat menginjak usia enam tahun, , kedua orang&lt;br /&gt;tuanya bingung, tak ada sekolah untuk anak buta di desa mereka. Tapi, berkat pertolongan pendeta Jacques Palluy di desanya, Louis memulai kegiatan belajar.&lt;br /&gt;Awalnya, sang pendetalah yang memberikan pelajaran pada Louis. Tapi, lambat laun, Sang Pendeta mulai merasa kesulitan atas pertanyaan-pertanyaan Louis;&lt;br /&gt;lebih dari itu, ia memang bukan guru. Maka, ia lalu mencoba menitipkan Louis belajar di satu-satunya sekolah di Coupvray. Semula, Louis bisa mengikuti&lt;br /&gt;semua pelajaran dengan  baik, dengan cara mendengarkan; ini sangat membuatnya senang karena bisa bersekolah. Tapi, saat guru meminta murid-murid “membuka&lt;br /&gt;buku”, Louis merasa sedih, karena tak ada yang bisa ia lakukan. Sesekali ia meraba-raba saja buku temannya, tapi tak ada yang bisa ia baca di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk mengatasinya, di luar jam pelajaran, kadang Louis meminta teman-temannya membacakan buku  untuknya. Tapi, tentu ini sangat tergantung pada kesediaan&lt;br /&gt;mereka meluangkan waktu. Di saat seperti ini, satu-satunya yang Louis pikirkan adalah betapa menyenangkan jika dapat membaca buku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keinginan dan kesadaran akan pentingnya menulis dan membaca terus menuntun Louis, hingga saat  Pendeta Palluy berhasil membantu menemukan The Royal Institute&lt;br /&gt;Of  Blind Youth, sebuah sekolah untuk tunanetra di Paris, yang kemudian menjadi tempat Louis belajar dan bekerja, serta menciptakan alfabet berbentuk titik-titik&lt;br /&gt;timbul untuk para tunanetra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keberhasilan Louis memang tak bisa dilepaskan dari dukungan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang tua, pemuka agama di desanya, guru serta teman-temannya&lt;br /&gt;baik saat bersekolah di Coupvray maupun di Paris, teman sesama guru dan kepala sekolah sebagai pimpinanya saat telah bekerja, para pemuka masyarakat yang&lt;br /&gt;peduli pada pendidikan anak-anak tunanetra, dan yang merupakan keharusan  adalah dukungan pemerintah Perancis dengan mengakui huruf ciptaannya secara resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun, itu semua bisa terjadi, karena Louis juga menunjukkan keinginan yang luar biasa untuk mencapai kemajuan, bahkan membuat perubahan. Hal ini sudah&lt;br /&gt;mulai ditampakkannya saat ia mulai belajar di sekolah umum di Coupvray. Louis mengerti benar apa yang ia dan orang-orang buta pada umumnya butuhkan, dan&lt;br /&gt;ia berusaha serta berjuang untuk mewujudkannya. Tidak hanya itu,  ketekunan dan kegigihan berusaha guna mencapai apa yang dicita-citakan, agar orang-orang&lt;br /&gt;buta juga dapat menulis dan membaca buku-buku melalui penemuan alfabet berbentuk titik-titik timbul adalah juga factor penentu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia terus mencoba dan berusaha; bahkan tidak putus asa meski semua buku hasil tulisan tangannya sempat dimusnahkan. Rasa sedih, marah dan kecewa karena&lt;br /&gt;tidak atau belum mendapatkan tanggapan yang diinginkan juga sering dirasakannya. Akan tetapi, keinginannya agar tunanetra di seluruh dunia dapat menulis&lt;br /&gt;dan membaca buku sehingga dapat menjadi orang-orang yang berpendidikan telah mengalahkan segala perasaan yang tidak menyenangkan itu. Bahkan, rasa sakit&lt;br /&gt;akibat tuberculosis pun tak menghentikannya untuk terus melangkah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kini, 185 tahun setelah Louis Braille menciptakan huruf Braille, Cita-citanya masih belum sepenuhnya tercapai. Di negara-negara sedang berkembang seperti&lt;br /&gt;Indonesia,masih banyak anak-anak tunanetra belum bersekolah di saat usia mereka sudah memasuki masa  duduk di kelas. Mereka belum mengenal huruf, apalagi&lt;br /&gt;membaca. Mereka yang sudah dapat membaca pun masih belum dicukupi dengan buku-buku yang mereka perlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masih dibutuhkan ratusan Louis Braille, ribuan orang seperti Pendeta Palluy, DR. Pignier, Joseph Gaudet, bahkan orang seperti Dufau di seluruh penjuru&lt;br /&gt;bumi. Louis Braille telah mencontohkannya kepaa kita semua, diperlukan kerja sama untuk mewujudkan impian. Di era dengan dukungan kemajuan teknologi seperti&lt;br /&gt;sekarang ini, seharusnyalah upaya meneruskan perjuangan Louis Braille agar para tunanetra dapat menjadi manusia berpendidikan bukanlah hal yang terlalu&lt;br /&gt;sulit. Diperlukan upaya bersama, kegigihan, ketekunan serta komitmen dan konsistensi semua pihak, seperti yang dicontohkan Louis Braille. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terima kasih Louis, kami para tunanetra saat ini telah menikmati hasil jerih payahmu, dan masih akan meneruskan perjuanganmu.  &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Jakarta, 4 Januari 2009.&lt;br /&gt;(Oleh : Aria Indrawati)  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;Louis Braille, The Boy Who Invented Books for the Blind &lt;br /&gt;By: Margaret Davidson &lt;br /&gt;Published by Scholastic Inc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-5197771069670268594?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/5197771069670268594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=5197771069670268594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5197771069670268594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5197771069670268594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2009/01/louis-braille-mengubah-dunia-di-usia.html' title='Louis Braille,  Mengubah Dunia Di usia Belia.'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-477622427326435055</id><published>2008-12-25T22:50:00.004+07:00</published><updated>2008-12-25T23:10:09.462+07:00</updated><title type='text'>Natal Bersama Omah Dan Opah</title><content type='html'>Akhirnya hari Natal datang juga!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku dan ko Wiria pergi ke Misa Natal Lansia. Banyak sekali omah-omah dan opah-opah yang menghadiri Misa tersebut. &lt;br /&gt;Selesai Misa, mereka digiring&lt;br /&gt;ke aula untuk mengikuti acara selanjutnya, yaitu makan siang, sambil dihibur oleh penampilan Dorce jadi-jadian. &lt;br /&gt;Hehehe..., maksudnya gaya and penampilannya&lt;br /&gt;aja yang mirip Dorce, padahal namanya sih bukan Dorce. Nggak tau siapa, abis ga sempet kenalan sih. &lt;br /&gt;Dia menghibur para Lansia dengan lagu-lagu tahun 60-an.&lt;br /&gt;Asli, suaranya muantep abis!&lt;br /&gt;Kadang-kadang dia nyanyi dengan dua suara, cowok sama cewek. Buat aku yang nggak bisa lihat, bener-bener ngerasa kalo lagu itu dinyanyikan oleh dua orang.&lt;br /&gt;Pokoknya yahut banget deh!&lt;br /&gt;Omah sama opahnya juga sangat menikmati, bahkan ada yang sampai ikut nyanyi sambil joget. &lt;br /&gt;Aku waktu itu cuma memperhatikan dari belakang, soalnya aku ke situ pun buat temenin ko Wiria yang sibuk mondar-mandir buat bantuin apa aja yang perlu&lt;br /&gt;dibantu. &lt;br /&gt;Tadinya aku duduk di kursi deket meja penerima tamu. &lt;br /&gt;Hmmm, bukan..., lebih tepatnya, meja yang penuh sama bingkisan Natal. Tapi, lama-lama aku jadi ngerasa nggak enak sendiri, soalnya Lansianya makin banyak yang dateng, sementara kursinya kurang. Aku berusaha cari denger di mana suara ko Wiria, buat minta supaya aku dibawa ke tempat yang lebih aman dan ..., tentu aja, tempat yang lebih sopan... &lt;br /&gt;Aku kan nggak mau kalo sampe dibilang anak muda yang nggak sopan, karena dengan tak tahu diri sudah menduduki kursi yang memang seharusnya diperuntukan&lt;br /&gt;bagi para Lansia. Akhirnya, karena suara ko Wiria nggak juga kedengeran, aku memberanikan diri beranjak selangkah demi selangkah mundur kebelakang sampai&lt;br /&gt;punggungku menyentuh tembok . Rasanya tembok menjadi sahabat yang menyelamatkanku dari hiruk pikuk dan, yang paling penting, dari ancaman orang yang akan&lt;br /&gt;mengataiku, "tidak tahu pri kesopanan!"&lt;br /&gt;Tapi, walau kakiku lumayan pegel berdiri terus, aku merasa senang dan sangat terkesan dengan para anak muda di situ yang dengan semangat dan tulus mendampingi&lt;br /&gt;para Lansia. Mereka benar-benar anak muda yang memiliki hati seorang pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya, kami kebagian sekotak nasi karena masih ada stok lebih. Ditengah perjalanan menuju Bakmi Singapur buat makan siang, ko Wiria bertemu dengan&lt;br /&gt;tukang sapu jalanan, dan memberikan kotak nasi itu kepada bapak tersebut.&lt;br /&gt;Abis makan siang, aku mengajak ko Wiria mampir ke Mall Ciputra, karena aku kepengen beli baju. Setelah putar-putar, keluar masuk toko baju, dan meraba&lt;br /&gt;sana-sini, aku mendapatkan dua baju dan ko Wiria satu kaos.&lt;br /&gt;Nggak terasa hari udah sore, padahal rencana kami masih dua lagi, kunjungan ke rumah Omah Farma yang sedang sakit, sama ke rumah mamanya ko Wiria buat&lt;br /&gt;ngucapin selamat Natal.&lt;br /&gt;Tapi, ternyata kami cuma bisa mampir ke rumah Omah Farma aja, karena pas mau pulang, sehabis ngobrol panjang lebar dengan kedua Omah kakak beradik tersebut,&lt;br /&gt;hujan turun, dan membuat kami berdua cukup kebasahan di atas motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pengalaman baru buatku. Merayakan Natal bersama Omah dan Opah.&lt;br /&gt;Ada satu kalimat yang berkesan dari Romo :&lt;br /&gt;"Omah dan Opah harus bersyukur karena sudah Tuhan berikan usia lanjut, karena belum tentu orang lain, atau anak cucu kita bisa merasakan seperti itu. Hidup&lt;br /&gt;sampai usia lanjut!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan ko Wiria sendiri sudah mengikuti Misa Natal kemarin malam. Misa dimulai jam 8.30. Tapi dari jam 7.00, umat sudah banyak yang dateng. Dan, karena&lt;br /&gt;kami datang tepat waktu, alias jam 8.30 teng, akhirnya kami kebagian duduk di luar. Kepanasan dan berisik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali, kita datengnya 3 jam sebelumnya aja deh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-477622427326435055?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/477622427326435055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=477622427326435055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/477622427326435055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/477622427326435055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/natal-bersama-omah-dan-opah.html' title='Natal Bersama Omah Dan Opah'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-7773352490957201878</id><published>2008-12-19T12:09:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T12:09:46.507+07:00</updated><title type='text'>Sarapan "Cumi"</title><content type='html'>Kemarin aku goreng cumi, gosong abis!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abis tadinya kukira kalo bunyi letupan minyaknya agak mereda, berarti cuminya udah matang dan bisa diangkat. eh ternyata..., keburu gosong!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alhasil..., batal deh sarapan pake cumi.&lt;br /&gt;Yang ada, jadi CUMI, alias, CUMA MINGKEM!!!&lt;br /&gt;Hehehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-7773352490957201878?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/7773352490957201878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=7773352490957201878' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7773352490957201878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7773352490957201878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/sarapan-cumi.html' title='Sarapan &quot;Cumi&quot;'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-5686204296774712761</id><published>2008-12-19T12:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-19T12:08:48.398+07:00</updated><title type='text'>What You Believe Is What You Get</title><content type='html'>Kisah yang sangat bagus, dapat menjadi bahan perenungan kita bersama. Khususnya buat teman-teman penyandang cacat yang berpikir kalau kecacatan adalah akhir segalanya, bahwa keterbatasan kita adalah suatu penghalang terbesar untuk melangkah menuju keberhasilan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nick adalah seorang yang besar, kuat dan keras, yang bekerja&lt;br /&gt;di suatu langsiran kereta api selama bertahun-tahun. Ia&lt;br /&gt;adalah salah seorang pegawai terbaik perusahaannya - selalu&lt;br /&gt;tiba tepat waktu, dapat diandalkan, pekerja keras yang dapat&lt;br /&gt;menyesuaikan diri dengan para pegawai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Nick mempunyai satu masalah besar. Sikapnya&lt;br /&gt;terus-menerus negatif. Ia dikenal di sekitar langsiran&lt;br /&gt;kereta api itu sebagai orang yang paling pesimis di tempat&lt;br /&gt;kerja. Ia selalu takut pada hal yang terburuk dan&lt;br /&gt;terus-menerus khawatir, takut bahwa sesuatu yang buruk akan&lt;br /&gt;terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari musim panas, para pegawai diberitahukan bahwa&lt;br /&gt;mereka dapat pulang satu jam lebih awal untuk merayakan&lt;br /&gt;ulang tahun mandor mereka. Semua pekerja pergi, tetapi entah&lt;br /&gt;bagaimana, Nick secara kebetulan terkunci dalam sebuah mo&lt;br /&gt;bil boks pendingin yang telah dibawa ke langsirang kereta&lt;br /&gt;api itu untuk diperbaiki. Mobil boks itu kosong dan tidak&lt;br /&gt;terhubung dengan satu kereta pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Nick menyadari bahwa ia terkunci di dalam mobil boks&lt;br /&gt;pendingin itu, ia panik. Nick mulai memukuli pintu-pintu&lt;br /&gt;begitu kerasnya sehingga lengan dan tinjunya berdarah. Ia&lt;br /&gt;menjerit dan menjerit, tetapi para rekan kerjanya telah&lt;br /&gt;pulang ke rumah untuk bersiap ke pesta itu. Tak seorang pun&lt;br /&gt;dapat mendengar panggilan minta tolong Nick yang putus asa.&lt;br /&gt;Lagi dan lagi ia memanggil, sampai suaranya menjadi suatu&lt;br /&gt;bisikan serak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sadar bahwa ia ada dalam mobil boks, Nick mengira&lt;br /&gt;bahwa suhu dalam mobil itu jauh di bawah titik beku, mungkin&lt;br /&gt;serendah lima atau sepuluh derajat Fahrenheit. Nick takut&lt;br /&gt;pada hal terburuk. Ia mengira, Apakah yang akan kulakukan?&lt;br /&gt;Jika aku tidak keluar dari sini, aku akan membeku sampai&lt;br /&gt;mati! Aku tidak bisa tinggal di sini sepanjang malam.&lt;br /&gt;Semakin ia memikirkan keadaan-keadaannya, semakin dingin&lt;br /&gt;rasa tubuhnya. Dengan pintu tertutup rapat, dan tak ada&lt;br /&gt;jalan keluar yang tampak, ia duduk menunggu kematiannya yang&lt;br /&gt;tak terhindari dengan mati membeku atau kekurangan udara,&lt;br /&gt;yang mana yang datang lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, ia memutuskan untuk mencatat tentang&lt;br /&gt;kematiannya. Ia menemukan sebatang pena dalam saku kemejanya&lt;br /&gt;dan melihat selembar karton tua bekas di sudut mobil itu.&lt;br /&gt;Sambil gemetar hampir tak terkendalikan, ia menulis&lt;br /&gt;cepat-cepat sebuah pesan untuk keluarganya. Di dalamnya Nick&lt;br /&gt;mencatat kemungkinan- kemungkinannya yang menakutkan:&lt;br /&gt;"Semakin kedingingan. Tubuh mati rasa. Jika aku tidak segera&lt;br /&gt;keluar, ini mungkin akan menjadi kata-kata terakhirku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang demikian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi berikutnya, saat para pegawai datang bekerja, mereka&lt;br /&gt;membuka mobil boks itu dan menemukan tubuh Nick rubuh di&lt;br /&gt;sudut. Saat otopsi diselesaikan, ternyata Nick memang&lt;br /&gt;membeku sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang adalah teka-teki yang menarik: para&lt;br /&gt;investigator menemukan bahwa unit pendingin bagi mobil di&lt;br /&gt;mana Nick telah terjebak itu bahkan tidak menyala! Nyatanya,&lt;br /&gt;mobil itu sudah rusak untuk beberapa waktu dan tidak&lt;br /&gt;berfungsi pada saat Nick mati. Suhu dalam mobil tersebut&lt;br /&gt;malam itu -malam Nick membeku sampai mati- adalah enam puluh&lt;br /&gt;satu derajat Fahrenheit! Nick membeku sampai mati dalam suhu&lt;br /&gt;yang sedikit kurang dari suhu ruangan normal karena ia&lt;br /&gt;percaya bahwa ia ada dalam sebuah mobil boks yang membeku.&lt;br /&gt;Ia mengharapkan untuk mati! Ia yakin bahwa ia tidak&lt;br /&gt;mempunyai kesempatan sedikit pun. Ia mengharapkan yang&lt;br /&gt;terburuk terjadi pada dirinya. Ia melihat dirinya sendiri&lt;br /&gt;ditakdirkan tidak dapat lolos. Ia kalah dalam peperangan&lt;br /&gt;dalam pikirannya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Nick, hal yang ia takutkan dan harapkan terjadi,&lt;br /&gt;terwujud juga. Pepatah lama "Kehidupan adalah suatu nubuatan&lt;br /&gt;yang dipenuhi sendiri" memang benar baginya. Itu biasanya&lt;br /&gt;terjadi dalam kehidupan anda juga. Banyak orang pada masa&lt;br /&gt;kini sama dengan Nick. Mereka selalu mengharapkan yang&lt;br /&gt;terburuk. Mereka mengharapkan kekalahan. Mereka mengharapkan&lt;br /&gt;kegagalan. Mereka mengharapkan keadaan biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Dan, mereka biasanya mendapatkan apa yang mereka harapkan;&lt;br /&gt;mereka menjadi apa yang mereka percayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anda dapat mempercayai hal-hal baik. Saat anda&lt;br /&gt;menghadapi masa sukar, jangan berharap untuk tetap tinggal&lt;br /&gt;di sana. Harapkanlah untuk keluar dari masalah itu.&lt;br /&gt;Harapkanlah Tuhan untuk secara ajaib mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bisnis menjadi sedikit sepi, jangan harapkan untuk&lt;br /&gt;bangkrut; jangan membuat rencana-rencana untuk gagal.&lt;br /&gt;Berdoalah dan harapkanlah Tuhan untuk mendatangkan para&lt;br /&gt;pelanggan kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengalami kesukaran-kesukaran dalam pernikahan&lt;br /&gt;anda, jangan hanya menyerah dalam frustasi dan berkata, "Aku&lt;br /&gt;seharusnya tahu bahwa pernikahan ini memang ditakdirkan&lt;br /&gt;untuk gagal sejak semula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Jika anda sedang melakukannya, berarti anda sedang&lt;br /&gt;menanggapi dengan cara Nick. Pengharapan anda yang lemah&lt;br /&gt;akan menghancurkan pernikahan anda; cara berpikir anda yang&lt;br /&gt;salah akan menjatuhkan anda. Anda harus mengubah cara&lt;br /&gt;berpikir anda. Ubahlah yang anda harapkan. Berhentilah&lt;br /&gt;mengharapkan untuk gagal. Mulailah mempercayai bahwa anda&lt;br /&gt;akan berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika fondasi hidup anda runtuh, sikap anda seharusnya&lt;br /&gt;adalah: "Tuhan, aku tahu bahwa Engkau akan mengubah ini dan&lt;br /&gt;menggunakannya untuk kebaikanku. Tuhan, aku percaya, bahwa&lt;br /&gt;Engkau akan membawaku keluar lebih kuat dibanding&lt;br /&gt;sebelumnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quoted from "Your Best Life" Now by Joel Osteen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika A sama dengan sukses dalam hidup, maka A sama dengan X&lt;br /&gt;ditambah Y, ditambah Z. X sama dengan work hard, Y sama&lt;br /&gt;dengan play hard, dan Z sama dengan shaddap.&lt;br /&gt;Albert Einstein&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-5686204296774712761?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/5686204296774712761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=5686204296774712761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5686204296774712761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/5686204296774712761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/what-you-believe-is-what-you-get.html' title='What You Believe Is What You Get'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1697693795525899598</id><published>2008-12-13T11:48:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T11:54:01.244+07:00</updated><title type='text'>Deasy, Sang Penderita Retinitis Pigmentosa (RP)</title><content type='html'>Ini adalah kisah hidup temanku Deasy yang sama - sama mengalami kebutaan karena retinitis pigmentosa(RP). Semoga bisa menjadi inspirasi dan terutama menjadi masukan bagi teman - teman yang mungkin mengalami tanda - tanda yang sama, sehingga dapat mendeteksi sedini mungkin dan dapat mengambil langkah yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usiaku yang ke 27 tahun,  aku mengetahui kalau aku terkena Retinitis Pigmentosa [RP] itu sekitar tahun 2003.&lt;br /&gt;Saat itu aku sudah memasuki tahun ke 3 bekerja sebagai sekretaris  Direktur Akademik di sebuah sekolah swasta di daerah Serpong. &lt;br /&gt;Saat itu tibaa-tiba saja di mata kiriku ada bintik hitam seperti laba-laba. Tadinya kupikir bintik hitam itu muncul karena aku kecapekan, jadi aku Cuma mengompresnya. Setelah beberapa hari bintik hitam itu memang hilang, tapi penglihatan di mata kiriku malah jadi berkabut setengah mata. Saat itu aku masih berpikir kalau aku kecapekan. Sampai  &lt;br /&gt;aku pulang kampun,ke  Sukabumi, aku dikejutkan oleh reaksi spontan kakak perenpuanku yang mengatakan kalau mataku sepertinya bertambah parah dan sebaiknya aku periksa ke dokter ,  karena waktu dia minta aku mengambilkan sesuatu dan menunjuk kea rah benda itu, aku malahan melihat ke arah lain. Jantungku saat itu berdebar lebig kencang, dan tiba-tiba aku diseliputi rasa takut dan khawatir. Apakah mataku benar-benar parah?.  Setibanya aku di Serpong, Aku segera menelepon JEC [Jakarta Eye Center] dan membuat janji dengan salah seorang dokter. Hari itu aku cuti dan meminta seorang teman untuk menemaniku. Ketika dokter itu memeriksa mataku, dia langsung berkata, “retinitis pigmentosa”. Aku bengong, dan berkata”apa itu dokter?”. Betapa lemasnya aku ketika mendengar penjelasan dokter mengenai penyakit itu. Dia berkata bahwa ini penyakit keturunan, sampai saat ini belum ada obatnya, tidak bisa dioperasi, dan bisa mengakibatkan kebutaan. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat penurunannya. Dokter mengatakan beberapa hal yang bisa mempercepat penurunan, antara lain, pemakaian computer yang terus menerus,  pola makan yang salah dan stress. Dia menyuruhku untuk mencari info tentang retinitis pigmentosa di internat. Sepanjang perjalanan pulang dari JEC, aku Cuma diam dan berpikir, penyakitini pasti diturunkan dari nenekku, ibu dari papaku,  karena setahuku  dia yang satu-satunya buta. Tapi kenapa Cuma aku yang kena, kenapa kedua kakakku tidak?  Temanku berusaha menghibur dan menyarankan agar aku periksa lagi ke dokter mata yang lain, mungkin saja dokter itu salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mencari info tentang RP di internet.&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya aku ketika membaca gejala penyakit ini dan sharing dari beberapa penderita RP dari berbagai negara. Gejalanya persis seperti yang kualami selama ini. &lt;br /&gt;Kenangan masa lalukupun bermunculan….&lt;br /&gt;waktu kecil aku sering sekali menabrak benda  yang ada di bawah, seperti terantuk batu, menabrak meja, kursi, tangga. &lt;br /&gt; Selalu kesulitan mencari benda kecil yang jatuh seperti koin,  pensil, sendok dan berbagai benda kecil lainnya. Aku juga menjadi stress dan minder  jika   hari mulai senja dan aku masih berada di &lt;br /&gt;luar rumah atau bila  berada di dalam ruangan yang remang-remang, seperti bioskop, karena aku tidak bisa melihat apa-apa, kecuali benda-benda yang memancarkan cahaya. Aku tidak bisa melihat serangga yang terbang sampai serangga itu benar-bbenar nemplok di badanku. &lt;br /&gt;Dulu aku pernah mencari tau sendiri dari buku mengenai penyakit mata, sayt itu kupikir aku terkena rabun ayam.  Aku sering menolak ajakan teman-teman untuk pergi di malam hari dengan berbagai alas an. Kalaupun sampai terpaksa pergi malam aku pasti nempelin seorang teman, aku akan menggandeng tangannya terus. Pokoknya aku selalu   mencari akal untuk menutupi kelemahanku ini. Seperti. saat aku harus pulang malam dan tidak ada teman yang bisa &lt;br /&gt;aku gandeng, aku akan mengikuti orang yang memakai baju berwarna terang atau aku menghafal tenpat atau hal lain yang bisa kujadikan patokan menuju rumahku. &lt;br /&gt;Seingatku  waktu kelas 6 SD aku  pernah dibawa ke dokter mata di rumah sekit AINI Jakarta. Kesimpulannya aku harus pakai kacamata minus 1, dan silinder2 di kedua mataku.&lt;br /&gt;Saat itu dokter hanya berbicara dengan mamaku&lt;br /&gt;Aku tidak pernah diberitahu apapun. Kedua orang tuaku juga tidak pernah mempermasalahkan kondisi mataku saat itu. Kadang mereka hanya membentakku bila aku jatuh atau menabrak sesuatu. Akupun tidak terlalu pedduli dengan masalah penglihatanku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekolah aku suka gengsi tidak mau pakai kacamata minus, takut diejek ‘kayak nenek- nenek’.&lt;br /&gt;Aku tidak mengalami masalah dengan pelajaran di sekolah,. Hanya kadang suka kesulitan membaca tulisan di papan tulis. Kalau sudah begitu paling-paling aku tinggal pinjam catatan teman. Tapi nilai matematikaku waktu di SMA jelek sekali, sebab kalau ulangan aku suka salah tulis soal..….&lt;br /&gt;Kuliahku lancer. Aku tidak pernah mengalami kuliah malam, karenabatas kuliah   di Akademi Sekretaris Tarakanita paling  sampai jam 4 sore. &lt;br /&gt;Temanku kebanyakan perempuan.&lt;br /&gt;Dalam perhaulan aku memang suka minder, terutama pada lawan jenis. Maka dari itu juga aku tidak punya teman laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tinggal di Jakarta  aku  pernah kecemplung di got, untung gotnya kering..he..he…&lt;br /&gt; Aku juga pernah diketawain orang  waktu nabrak tembok, sampai ada juga yang ketawa ngakak waktu aku nabrak pintu kaca di mal, sakitnya sih Cuma sebentar, tapi malunya itu loh.…mukaku rasanya panas banget , pasti warnanya merah kayak kepiting rebus deh, Dan banyak lagi kenangan tidak menyenangkan lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;namun jauh sebelum mengetahui  penyakit mata ini, gambaran diriku sudah buruk. &lt;br /&gt;Ada suatu kejadian di masa kecilku yang membuatku luka batin, perkataan dan pembandingan saudara dan orang di sekitarku membentukku menjadi pribadi yang keras, minder dan tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca info dan sharing tentang RP di internet itu,  aku semakin yakin kalau aku benar-benar menderita RP. Bertambah dalamlah luka batinku. Hancurlah semua harapanku, cita-citaku, kebahagiaanku…. Ini tidak adil!&lt;br /&gt;Aku marah pada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku hanya menceritakan hal ini kepada kakak perempuanku dan kedua teman kosku. &lt;br /&gt;Aku juga memutuskan untuk berhenti kerja. &lt;br /&gt;Tapi  aku tidak mau memberitahu orang tuaku soal penyakit mataku ini, biar mereka tidak ikut stress. &lt;br /&gt;Mungkin karena aku dibesarkan di dalam kelluarga yang cuek dan  kurang &lt;br /&gt;komunikasi  , jadi kami [aku, kedua kakakku , papa dan mammaku]terbiasa menyelesaikan masalah kami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata atasanku menolak pengunduran diriku,dia tidak dapat menerima alasan pengunduran diriku dia merasa aku punya potensi dan dia tahu kalau sebenarnya aku masih ingin bekerja. &lt;br /&gt;dia memberiku kesempatan untuk tetap bekerja di sekolah di unit yang tidak banyak menggunakan computer, , yaitu di unit TK, sebagai guru asisten. Awalnya aku ragu untuk menerima tawaran itu, namun karena kegigihan atasanku dalam meyakinkanku dan juga keinginanku untuk tetap bekerja, akupun menerima tawaran itu. &lt;br /&gt;Kedua orang tuaku pun akhirnya mengetahui penyakitku dari kakakku. Mereka tadinya ingin agar aku berhenti bekerja dan tinggal di rumah saja. &lt;br /&gt;Tapi karena kemauan dan  kekeras kepalaanku untuk tetap bekerja,  akhirnya mereka menyerah dan menuruti  kepitisanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta atasanku untuk merahasiakan soal penyakit mataku ini. Aku tidak mau banyak orang mengetahuinya. Terlebih lagi aku cendiri belum bisa menerima kenyataan ini dan tidak mau dikasihani. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai menyukai pekerjaanku di TK, tapi penglihatanku mengalami penurunan.  akupun selalu dibayangi rasa takut dengan  kenyataan kalau suatu saat aku akan buta. &lt;br /&gt;Pernah suatu hari saking stresnya, aku berdoa sepanjang perjalanan dari Sukabumi ke Jakarta selama kurang lebih 4 jam di dalam bus, aku memohon agar Tuhan memberikan aku seorang teman yang punya penyakit sama untuk berbagi. Aku tidak tahan menahan perasaan putus asaku ini, tidak ada seorangpun yang mengerti perasaanku.&lt;br /&gt;Setibanya di kos, aku menyalakan radio, betapa terkejutbya ketika aku mendengarkan siaran di salah satu stasiun radio itu sedang membahas penyakit retinitis pigmentosa! Ya ampun, Tuhan menjawab doaku Akupun segera menelepon radio itu dan meminta nomor telepon narasumber yang sedang diwawancara saat itu. Dari situlah awal perkenalanku dengan Laetitia, suatu lembaga social yang anggotanya terdiri dari orang cacat. Lembaga ini berlokasi di dalam lingkungan gereja Katedral, Jakarta.&lt;br /&gt;Namun perkenalanku dengan Laetitia tidak begitu saja membuatku senang, tapi malah menambah beban pikiranku. Aku kembali dihadapkan dengan perasaan takut. Pertemuanku dengan orang-orang tuna netra di Laetitia  membuatku semakin takut kalau suatu saat aku akan buta. Aku menyagkal kenyataan itu, aku tidak mau sering-sering datang ke Laetitia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2004, aku kembali mengajukan pengunduran diri yang kedua. Tapi atasanku tetap mempertahankan aku dan menawarkan aku untuk pindah ke unit perpustakaan sebagai story teller untuk anak TK. Setelah kupikir akhirnya kuterima tawaran tersebut. Ternyata aku menyukai pekerjaan ini dan mulai bisa menikmatinya.&lt;br /&gt;Namun penurunan penglihatanku semakin terasa. Dari tadinya aku masih bisa membaca Koran, akhirnya aku hanya bisa membaca huruf ukuran besar. Lalu tidak hanya ukuran huruf yang besar, hurufnya juga harus dicetak tebal. Terus tidak hanya besar dan di cetak tebal, tapi warna  latar belakang kertas  juga harus kontras dengan warna hurufnya. Sinar matahari yang terikpun terasa sangat menyengat dan menyilaukan mataku, penglihatanku semakin berkabut. Luas pandang penglihatanku menyempit, focus penglihatanku mulai tidak jelas, bahkan  kacamata tidak lagi bisa membantu.&lt;br /&gt;Aku semakin takut untuk keluar sendiri meski di siang hari sekalipun. Kemandirianku semakin terbatas, aku benar-benar tersiksa dan minder dengan kondisiku ini. Aku jarang pulang ke Sukabumi, karena takut orang tuaku mengetahui penglihatanku yang tambah parah. Aku takut mereka stress.&lt;br /&gt;Sejak divonis RP,  aku pernah mencoba beberapa macam  pengobatan alternatif, dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;Aku jarang  melibatkan keluargaku.&lt;br /&gt;Biasanya aku pergi bersama temanku saja.&lt;br /&gt; Aku berpikir,aku pasti bisa sembuh dan aku akan terus mencari pengobatan yang cocok. Aku tidak datang pada Tuhan, aku tidak percaya pada Nya. &lt;br /&gt;Aku beruntung, aku mempunyai banyak teman yang baik, selalu memberi semangat dan dukungan doa. Mereka mengingatkan aku untuk datang pada Tuhan, bertekun, bersabar dan memohon pertolonganNya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei tahun 2007 aku diberhentikan dengan alasan pihak sekolah tidak bisa memperpanjang kontrak kerjaku dan kondisi penglihatanku yang memburuk tidaklah sesuai dengan visi sekolah yang mobile. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu aku jadi ‘pengacara’, alias penggangguran banyak acara…&lt;br /&gt;Aku mencoba beberapa pengobatan alternative, mendapat panggilan interview yang dibantu oleh Laetitia, mengikuti training pekerjaan yang diperuntukkan bagi tuna netra di Mitra Netra, mengikuti pelatihan outward bound di Jatiluhur-Purwakarta bersama Laetitia, belajar computer dengan program JAWS[Job Acssess With Speech]. Bersih-bersih rumah,   kadang aku juga membantu orang tuaku di toko, sebagai kasir. &lt;br /&gt;Sekarang aku sedang mencoba jadi penulis&lt;br /&gt;Aku mulai menyadari bahwa keterbatasanku ini bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari sesuatu yang baru dan penuh tantangan.&lt;br /&gt;Aku harus belajar lebih giat lagi,&lt;br /&gt;membuka hati dan menerima diriku apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanak saudaraku sekarang sudah tahu kondisi mataku . Belakangan aku mengetahui ternyata ada beberapa sepupu dari pihak papaku yang juga menderita RP. Walaupun mereka belum pernah periksa ke dokter, Aku yakun mereka terkena RP, karena gejalanya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lewat penyakit ini Tuhan mau membukakan mata hatiku,mengubah hidupku  dan membawaku agar lebih dekat padaNya.&lt;br /&gt;Aku akui memang tidak mudah bagiku untuk percaya padaNya, aku terlalu sombong dan keras hati. Butuh waktu bertahun-tahun bagiku untuk mulai percaya dan berserah pada Nya. Walaupun  pergumulan dalam batinku ini masih terus berlangsung,  tapi kini  aku punya satu keyakinan kalau Tuhan penya rencana  yang baik, Dia akan memberikan pertolongan dan semuanya akan menjadi indah pada waktunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1697693795525899598?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1697693795525899598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1697693795525899598' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1697693795525899598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1697693795525899598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/deasy-sang-penderita-retinitis.html' title='Deasy, Sang Penderita Retinitis Pigmentosa (RP)'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-197139939133784727</id><published>2008-12-04T21:50:00.002+07:00</published><updated>2008-12-04T21:54:13.436+07:00</updated><title type='text'>Hidup Sehat, Cantik, Dan Langsing Dengan Greenfield Organic</title><content type='html'>HIDUP SEHAT DENGAN MAKANAN ORGANIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELILEA Greenfield Organic &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berisikan lebih dari 28 macam sayur-sayuran, biji-bijian dan buah-buahan yang di tanam secara Organik. &lt;br /&gt;GFO Bukanlah Obat atau Food Supplement , produk ini merupakan makanan bersih bebas pencemaran dan berfungsi membersihkan usus dari Toksin yang merupakan sumber/bibit penyakit. &lt;br /&gt;GFO merupakan sayuran organic dalam bentuk bubuk (powder) warna hijau dan telah dipatenkan dengan merk Melilea Greenfield Organic. Dibuat tanpa bahan pengawet, perasa, pewarna, sehingga aman dikonsumsi bahkan untuk bayi usia 3 bulan ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Dasarnya 90% Penyakit Yang Kita derita berawal dari USUS. Penegasan ini di kemukakan oleh seorang Dokter Pengobatan yang sangat Terkenal DR.HARVEY W. KELLOGS ....". Beliau tidak menemukan usus yang Normal dari 22.000 Pasien yang di diagnosa langsung oleh dirinya sendiri. Dan beliau berkesimpulan bahwa dari 100.000 Usus Besar Hanya 6% yang benar-benar Normal (Itupun kebanyakan dari usus Anak-anak). &lt;br /&gt;"Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu merupakan obat. &lt;br /&gt;Pola Makan dan Gaya Hidup Yang tidak disiplin penyebab utama timbulnya penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Minum Melilea Greenfield Organic ( GFO ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan air (300 ml) ke dalam gelas yang ada penutup (Seperti shaker). &lt;br /&gt;Masukkan satu sendok takaran Melilea Greenfield Organic (ukuran 458gram)atau dua sendok takaran Melilea Greenfield Organic (ukuran 114gram). &lt;br /&gt;Kocok 5-7 kali sampai tercampur rata. &lt;br /&gt;Langsung diminum sampai habis, karena bila dibiarkan terlalu lama air akan mengental. Setengah jam sesudahnya, minumlah segelas air putih.&lt;br /&gt;Lakukan 3 kali sehari: pagi, siang dan malam. &lt;br /&gt;Minumlah minimal 3 liter air per hari. &lt;br /&gt;Selama 7 hari pertama (Minggu Pertama), hanya memakan Greenfield Organic dan perbanyak makan buah-buahan dan puasa dari makanan lainnya termasuk nasi. &lt;br /&gt;Bagi penderita maag, minum segelas Susu Kedelai Melilea satu jam sebelum mengkonsumsi Greenfield Organic.&lt;br /&gt;Pada Minggu Kedua dan seterusnya sudah boleh mengkonsumsi nasi sesuai dengan kebutuhannya . Jika menginginkan penurunan berat badan atau dalam rangka penyembuhan penyakit, cara konsumsi seperti minggu pertama masih tetap dilaksanakan dengan kombinasi makan siang 1/2 porsi, kurangi goreng-gorengan, dan jika menginginkan peningkatan berat badan, makan sudah dapat kembali normal diikuti konsumsi Greenfield Organic 1/2 jam sesudahnya sebanyak 3 X sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat kandungan GFO :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butiran Emas ; Kaya akan serat yang merangsang peristalsis dan membantu dalam fungsi-fungsi pencernaan dan pembuangan. Biji-bijian ini memiliki daya serap kuat, bersifat mengenyangkan sehingga membantu dalam proses penurunan berat badan dan membakar lemak dalam tubuh, mengandung anti kanker dan anti oksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beta Karoten ; dari 4 jenis wortel, mengandung vitamin A, mencegah kanker dan kerusakan akibat pengoksidasian sel-sel, memperbaiki penglihatan, melegakan sembelit, membantu menyembuhkan diare dan memperkuat metabolisme tubuh dan sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seledri ; mengurangi rasa sakit, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan fungsi pencernaan dan metabolisme tubuh, mencegah penyakit jantung, mengembangkan otot licin pembuluh darah untuk mengurangi tekanan darah dan penyakit Alzheimer (Parkinson).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selada Air ; berkhasiat dan merendahkan resiko pengidap kanker paru-paru, mengikat asap tembakau yang memasuki paru-paru, sekaligus menghalangi peningkatan nikotin didalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lesitin ; merangsang kelenjar-kelenjar dari sel tubuh, mengatur keseimbangan hormon, mempunyai efek pengemulsian lemak, membantu penyerapan vitamin A, D, E &amp; K. berkhasiat menjegah penuaan kulit, melindungi kulit dari kekasaran dan menghilangkan noda-nodanya, mencegah pengerasan pembuluh darah dan melindungi sel-sel otak sehingga meningkatkan daya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayam ; kaya akan nutrisi yang dapat mengatasi kekurangan darah, besi, kalsium, kalium, magnesium, asam folik, riboflavin (vitamain B2), melancarkan aliran darah, mengaktifkan pembuluh darah, menambah vitamin A, C dan selenium yang berkhasiat mencegah sel-sel dari kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parsley ; kaya akan mineral, termasuk kalsium, fosforus besi, vitamin A, B1, B2 dan selulos, membantu sistem arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi)&lt;br /&gt;pencernaan dan metabolisme dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubis ; sayuran ini kaya akan karotin, kerotina, vitamin P, B, C dan nutrisi anti kanker seperti indoles dan selenium, juga dapat menghilangkan racun,&lt;br /&gt;membunuh bakteri, menghentikan pendarahan dan melegakan sembelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celeriac ; bermanfaat dalam detoksifikasi dan menguatkan otak, mencegah dan mengatasi arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi), apoplexy cerebrum (penyakit ayan), mengatasi alveolus ichorrhea (paru-paru), serta membantu penyakit mata, mengandung bahan oxyacetylene’s yang berkhasiat mencegah pertumbuhan tumor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang Kedelai ; kaya akan protein yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan vitalitas, membantu menyeimbangkan ph tubuh, mengatur kelembaban, menghasilkan anti bodi, mengencerkan pembekuan darah, dan memperlancar ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahe ; dapat meringankan gejala-gejala influenza, melegakan peradangan kulit dan masalah pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strawberi : Seorang ahli Herbal dari Swedia telah membuktikan bahwa strawberi dapat menyembuhkan penyakit persendian/encok, sedangkan Ilmuan Amerika telah menemukan bahwa strawberi merupakan salah satu nutrisi terbaik dalam mengurangi resiko penyakit kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulse ; mencegah tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit syaraf dan kanker usus besar dan juga memelihara kesehatan gigi, kecantikan rambut dan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepaya ; membantu melancarkan pencernaan, menyerap protein asli, dan meningkatkan fungsi fisiologi, mengandung enzim untuk mengurangi asam amino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandum ; membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, mengandung vitamin B dan mineral, membantu menyembuhkan wasir, sembelit dan memperlambat proses penuaan, melembutkan dan melicinkan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirulina ; sejenis tumbuhan mikroskopik yang kaya dengan kombinasi nutrisi lengkap yang diperlukan oleh tubuh manusia. Spirulina banyak mengandung protein, vitamin, klorofil, beta karoten dan mineral lain yang diperlukan untuk asupan harian. Pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan potensi energi dan ketahanan tubuh, memperbaiki keseimbangan hormonal, menetralkan kadar pH tubuh dan mencegah berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rempah-Rempah ; banyak mengandung serat dan mineral-mineral minor, membantu membersihkan usus besar dan proses detoksifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeruk ; menguatkan organ hati, kaya vitamin P yang dapat mencegah penyakit kanker, asma dan bronchitis, mencegah tumbuhnya infeksi serta meningkatkan antibody tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga : 1. Rp. 158.000,- /botol (berat bersih 114 gram) &lt;br /&gt;            2. Rp. 533.000,-/botol (berat bersih 458 gram) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melilea Susu Kedelai organik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai gizi dari kacang kedelai,terkenal dengan nilai gizinya yang tinggi, mengandung protein lengkap dan mengandung 8 asam amino yang penting dan diperlukan oleh tubuh manusia. Tidak seperti makanan lain yang mengandung lemak jenuh dan tidak dapat dicerna khususnya pada makanan hewani, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio kalori yang rendah dibandingkan protein dan sebagai makanan yang tidak menggemukan. Kacang kedelai juga mengandung kalsium, besi, potassium, phosphorous,kaya vitamin B kompleks dan susu kedelai setara dengan ASI (air susu ibu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat kacang kedelai, untuk menyembuhkan penyakit diabetes, ginjal, anemia, rematik,diare, hepatitis, hipertensi,mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang) dan menghaluskan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga : hanya Rp. 45.000 (Isi  500 gram &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemesanan dapat menghubungi :&lt;br /&gt; (021) 99095784, XL : 087877561981 - Rachel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-197139939133784727?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/197139939133784727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=197139939133784727' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/197139939133784727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/197139939133784727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/hidup-sehat-cantik-dan-langsing-dengan.html' title='Hidup Sehat, Cantik, Dan Langsing Dengan Greenfield Organic'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4837599759062903361</id><published>2008-11-28T12:42:00.000+07:00</published><updated>2008-11-28T12:43:44.397+07:00</updated><title type='text'>Menggoreng? Siapa Takut!!</title><content type='html'>Horeee..., sekarang aku udah bisa goreng tempe 'n tahu sendiri lho!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu pertama kalinya sih, aku coba goreng telur, dan agak sedikit gosong. hehehe...&lt;br /&gt;Tapi, kemarin aku berhasil goreng tempe dan tahu tanpa gosong!&lt;br /&gt;Cuma ada satu tempe yang mental dan jatuh ke lantai, gara-gara waktu aku mau pindahin tempe yang udah matang itu dari kuali ke saringan, aku pegang saringannya miring kekiri. alhasil tempenya terjun bebas deh ke lantai. Untung yang jatuh cuma satu. coba kalo semuanya, wah..., bisa batal deh kita makan malam. hehehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dulu, aku paling takut sama minyak panas. Setiap mau coba menggoreng sesuatu, pasti aku udah ancang-ancang dari jarak tertentu buat melempar lauknya ke kuali, padahal, aku kan nggak bisa lihat dimana persisnya letak kuali tersebut. Yang ada, minyaknya jadi muncrat ke sana-sini.&lt;br /&gt;Melihat tingkahku yang super konyol itu, akhirnya ko Wiria mengambil alih urusan goreng-menggoreng.&lt;br /&gt;Aku mulai berpikir, gimana ya supaya aku berani dan bisa menggoreng sendiri...????&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, aku diam-diam mencoba menggoreng lagi.&lt;br /&gt;Dengan berbekal keberanian master cook, aku mencoba memasukan tempe dan tahunya itu perlahan-lahan. Pertama-tama aku pastikan dulu letak pinggiran kuali dengan ujung centong, setelah itu, aku mulai menaruh tempe dan tahu tersebut satu per satu dari pinggir kuali. Alhasil, tempe dan tahu itu menggelosor sendiri dengan manisnya ke tengah kuali, di mana sudah menanti minyak goreng yang bergolak.&lt;br /&gt;Nah, sekarang, tinggal gimana caranya membalikan tempe dan tahunya, biar nggak gosong sebelah. Kan kasihan kalo ko Wiria harus makan tempe gosong lagi. hehehe...&lt;br /&gt;Aku mengambil sendok atau garpu, dan kupegang di tangan sebelah kiri untuk meraba-raba di mana letak tempe dan tahunya, sementara tangan kanan tetap memegang centong. Dan saat membalik, sendok berfungsi untuk menahan, supaya tempenya nggak kabur ke mana-mana, sementara centong untuk membalik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ahha..., hidangan sudah siap...!!!&lt;br /&gt;Waktunya menyicipi tempe dan tahu goreng buatan Rachel...!! :-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4837599759062903361?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4837599759062903361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4837599759062903361' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4837599759062903361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4837599759062903361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/menggoreng-siapa-takut.html' title='Menggoreng? Siapa Takut!!'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-4806087276989331495</id><published>2008-11-26T14:57:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T14:58:35.785+07:00</updated><title type='text'>Benih</title><content type='html'>Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang&lt;br /&gt;berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota.&lt;br /&gt;Dengan&lt;br /&gt;menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu.&lt;br /&gt;Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan&lt;br /&gt;anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar&lt;br /&gt;suara yang mengusik ambang sadar si pedagang.&lt;br /&gt;"Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa&lt;br /&gt;dagangan kita ke kota?"&lt;br /&gt;"Sepertinya" , lanjut sang bocah, "Aku tak akan bisa besar.&lt;br /&gt;Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan&lt;br /&gt;besar.&lt;br /&gt;Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti&lt;br /&gt;ini."&lt;br /&gt;Jari&lt;br /&gt;tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah.&lt;br /&gt;Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar&lt;br /&gt;sepertimu, Ayah?"&lt;br /&gt;Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah&lt;br /&gt;benih,&lt;br /&gt;di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih&lt;br /&gt;itu&lt;br /&gt;dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil,&lt;br /&gt;dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar.&lt;br /&gt;Kemudian, ia pun mulai berbicara.&lt;br /&gt;"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar&lt;br /&gt;tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu&lt;br /&gt;berasal&lt;br /&gt;dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari&lt;br /&gt;benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari&lt;br /&gt;benih&lt;br /&gt;ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang&lt;br /&gt;sama."&lt;br /&gt;Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak,&lt;br /&gt;benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan&lt;br /&gt;yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi&lt;br /&gt;sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;sabar."&lt;br /&gt;"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap&lt;br /&gt;menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."&lt;br /&gt;Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri,&lt;br /&gt;meluruskan&lt;br /&gt;pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam&lt;br /&gt;benak.&lt;br /&gt;Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;setelah seharian bekerja.&lt;br /&gt;Jangan pernah merasa&lt;br /&gt;malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih&lt;br /&gt;dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh dengan&lt;br /&gt;keistimewaan. Dan karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi mahluk&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;berbagai kelebihan.&lt;br /&gt;Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita&lt;br /&gt;menjadi&lt;br /&gt;besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil?&lt;br /&gt;Kapankah saat itu akan datang?&lt;br /&gt;Teman, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua&lt;br /&gt;kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang&lt;br /&gt;lebar.&lt;br /&gt;Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun,&lt;br /&gt;akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa dengan bantuan&lt;br /&gt;tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar&lt;br /&gt;matahari?&lt;br /&gt;Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses,&lt;br /&gt;tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan?&lt;br /&gt;Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah",&lt;br /&gt;derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"?&lt;br /&gt;Tidak Teman. Karena Allah Maha Tahu, bahwa setiap hambaNya akan menemukan&lt;br /&gt;jalan&lt;br /&gt;keberhasilan, maka Allah akan tak pernah lupa dengan itu semua.&lt;br /&gt;Jangan pernah berkecil hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ad Maiorem Dei Gloriam"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-4806087276989331495?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/4806087276989331495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=4806087276989331495' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4806087276989331495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/4806087276989331495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/benih.html' title='Benih'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-7788522247189983051</id><published>2008-11-25T16:23:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T16:26:24.707+07:00</updated><title type='text'>Sekelumit Pengalaman Tunanetra di Amerika</title><content type='html'>Ini adalah cerita dari teman tunanetraku yang sedang melanjutkan pendidikannya di Amerika.&lt;br /&gt;Namanya Mas Tolhas.&lt;br /&gt;Beberapa hari ini kami sering email-emailan, dan aku kepengen banget denger cerita tentang kehidupan tunanetra di sana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan ini balasan dari Mas Tolhas :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku kuliah di Ohio University di Athens (Ohio) dan mengambil Master degree&lt;br /&gt;Program in Community and Rehabilitation Counseling.  Bidang ini memang&lt;br /&gt;sangat aku minati sejak dulu, meski sebenarnya aku juga diterima di&lt;br /&gt;Syracuse University untuk disiplin ilmu yang lain, tapi akhirnya aku&lt;br /&gt;putuskan untuk tetap di Ohio University. Aku kuliah sejak bulan September&lt;br /&gt;2008, berarti masuknya pada Vol Quarter. Di Ohio University memang agak&lt;br /&gt;unik, karena sistem perkuliahannya adalah quarter, bukan semester, jadi&lt;br /&gt;masa belajar untuk tiap quarter itu sangat singkat, cuma efektif 8 minggu,&lt;br /&gt;dan 2 minggu untuk mid term dan Final Test.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Amerika, hak-hak penyandang cacat memang sangat diperhatikan, apa lagi&lt;br /&gt;sejak adanya American Dissability Act yang diterbitkan tahun 1990. American&lt;br /&gt;Dissability Act (ADA) ini merupakan dasar pijakan bagi terjaminnya hak-hak&lt;br /&gt;penyandang cacat di Amerika. Yang berbeda dengan kita adalah cara mereka&lt;br /&gt;memandang kecacatan sendiri. Katagorisasinya tidak seperti Indonesia yang&lt;br /&gt;mengklasifikasikan kecacatan menjadi A (tunanetra), B (tunarungu), dan&lt;br /&gt;seterusnya, tetapi di sini, pemahaman "Person With Dissability) (begitu&lt;br /&gt;cara penyebutan yang harus dilakukan untuk mengistilahkan orang dengan&lt;br /&gt;kecacatan), lebih didasarkan pada kemampuan fungsional seseorang dalam&lt;br /&gt;melaksanakan kehidupan  sehari-hari. Artinya, kecacatan tidak hanya terjadi&lt;br /&gt;ketika terjadi kekurangan pada salah satu indra, tetapi lebih melihat&lt;br /&gt;apakah keseluruhan dari tubuh kita ini dapat difungsikan dalam kehidupan&lt;br /&gt;sehari-hari. Berdasarkan definisi ini, maka istilah cacat bisa berarti&lt;br /&gt;luas, dan bisa dikatagorikan menurut derajadnya yaitu ringan, sedang,&lt;br /&gt;berat, dan amat berat. Selain itu, kecacatan dapat dikatagorikan menjadi&lt;br /&gt;kecacatan fisik, mental, emosional, dan developmental.Dalam hal ini, orang&lt;br /&gt;yang mengalami sebuah penyakit dan oleh karenanya dia membutuhkan sarana&lt;br /&gt;khusus, maka orang ini sudah dapat dikatakan sebagai person with&lt;br /&gt;dissability. Contoh, seorang yang karena penyakit diabetes, tidak dapat&lt;br /&gt;bekerja full time, dan oleh karenanya dia harus diakomodasi dengan cara&lt;br /&gt;mengurangi jam kerjanya, dan dia mendapatkan medical documentation dari&lt;br /&gt;dokter yang menyebutkan kesulitan keberfungsiannya dalam kehidupannya&lt;br /&gt;sehari-hari, maka dia sudah dapat dikatagorikan sebagai person with&lt;br /&gt;dissability. Derajad ketidak berfungsian ini kemudian dijadikan tolak ukur&lt;br /&gt;bagi penyediaan akomodasi, aksesibilitas, tunjangan dari pemerintah,&lt;br /&gt;penyediaan lapangan kerja, serta bentuk layanan yang diberikan oleh setiap&lt;br /&gt;agency ataupun lembaga pendidikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya ADA, maka semua aksesibilitas wajib disediakan untuk person&lt;br /&gt;with dissability, namun, belum tentu pemberlakuannya sama di setiap negara&lt;br /&gt;bagian, contoh di Athens, kesulitan transportasi di sini (karena Athens&lt;br /&gt;kebetulan kota kecil) membuat kebutuhan person with disability pada&lt;br /&gt;transportasi menjadi kendala. Aku di kampus punya CATCAB, mobil yang&lt;br /&gt;disediakan bagi students with disability  untuk bepergian kemanapun di&lt;br /&gt;dalam lingkungan kampus. Namun, mobil ini jumlahnya terbatas, dan jarak&lt;br /&gt;terjauh yang diizinkan adalah radius 1 mile dari kampus. Jadi, mobil ini&lt;br /&gt;tidak bisa digunakan misalnya untuk berbelanja ataupun mengurusi sesuatu&lt;br /&gt;keperluan di down town. Selain itu, meski secara umum layanan yang&lt;br /&gt;diberikan pada person with disability cukup memadai, namun pemahaman&lt;br /&gt;pelaksana di lapangan tentang apa yang harus mereka lakukan, belum&lt;br /&gt;sepenuhnya mencerminkan pemahaman yang utuh tentang siapa person with&lt;br /&gt;disability; Sering kali pelaksana hanya menjalankan birokrasi dan sistem&lt;br /&gt;yang sudah ada. Untuk alat-alat aksesibel, meski harganya mahal, tetapi&lt;br /&gt;pemerintah dapat menyediakan sejumlah dana untuk digunakan secara&lt;br /&gt;individual bagi mereka yang membutuhkan aksesibilitas tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku cukup senang, karena aku dapat kuliah dalam suasana yang cukup&lt;br /&gt;kondusif, dan para dosen sangat memperhatikan kebutuhan khususku dengan&lt;br /&gt;menanyakan apa kebutuhan khususku yang harus diakomodir selama proses&lt;br /&gt;perkuliahan. Ohio University juga memiliki Disability Services yang&lt;br /&gt;membantu baik student with disability maupun faculty Member yang juga&lt;br /&gt;person with disability. Tugas disability services adalah memberikan&lt;br /&gt;asistensi kepada kita, misalnya kita butuh pendamping ujian, tutorial,&lt;br /&gt;mengolah buku menjadi buku yang aksesibel, memberikan Orientation and&lt;br /&gt;Mobility training, berhubungan dengan dosen yang belum memahami cara&lt;br /&gt;mengakomodir kebutuhan khusus studentnya,  dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hiburanku di sini? Hehe, di sini aku punya banyak temen-temen yang&lt;br /&gt;baik-baik. Di sini ada sekitar 30 an anak Indonesia. Tiap jumat sore kami&lt;br /&gt;ngumpul untuk belajar menari, menyanyi, dan bermain angklung. Kami sering&lt;br /&gt;diminta untuk tampil dalam berbagai acara di sekitar Universitas. termasuk&lt;br /&gt;tanggal 4 Desember nanti, kami akan tampil lagi di sebuah acara untuk&lt;br /&gt;anak-anak. Hiburan yang paling digemari lagi adalah jalan-jalan. Paling&lt;br /&gt;menyenangkan kalau bisa jalan-jalan ke state yang lain, apa lagi kalau&lt;br /&gt;gratisan, misalnya karena diminta pentas, atau jadi peserta/pembicara&lt;br /&gt;converence. Di sini aku juga masih suka bermain musik dan bernyanyi bersama&lt;br /&gt;temen-temen. Aku sekarang tergabung dalam PERMIASAthens, yaitu Perhimpunan&lt;br /&gt;Mahasiswa INdonesia di Amerika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Juga sangat menyenangkan kalau bisa punya temen dari berbagai negara. Kami&lt;br /&gt;sering cerita tentang negara masing-masing, belajar cara memasak ala&lt;br /&gt;mereka, belajar bahasa macem-macem. Kadang aku belajar bahasa Jepang,&lt;br /&gt;Mandarin, atau bahasa Italia, meski nggak ngerti kapan bisanya.. Dan yang&lt;br /&gt;paling mudah dipelajari adalah ketika bilang "I Love You" dengan berbagai&lt;br /&gt;bahasa....hehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hiburan lain adalah ke perpustakaan atau ke bar. Di sini, setiap tempat&lt;br /&gt;dibuat menyenangkan untuk diskusi atau belajar, termasuk di bar. Di bar itu&lt;br /&gt;ada sudut yang bisa kita pakai untuk diskusi atau belajar. Biasanya diberi&lt;br /&gt;sofa bagus, terus dibuat menghadap ke suatu tempat yang pemandangannya&lt;br /&gt;bagus. Dan mayoritas tempat tersebut buka 24 jam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku juga tergabung dalam National Federation For The Blind (NFB) Chapter&lt;br /&gt;Ohio. NFB adalah perkumpulan tunanetra di Amerika. Karena memang hak-hak&lt;br /&gt;tunanetra di sini sangat diperhatikan, maka antusias tunanetra untuk&lt;br /&gt;bergabung dengan NFB, khususnya di Chapter Ohio dirasakan sangat kurang.&lt;br /&gt;Untuk itu, pengurus NFB yang baru akan mengadakan meeting pada bulan&lt;br /&gt;Januari untuk merumuskan langkah yang harus diambil untuk menghidupkan&lt;br /&gt;kembali NFB, khususnya di Ohio. Mereka juga meminta aku terlibat dalam&lt;br /&gt;upaya ini, dan tahun depan kami sudah merancang sebuah aktifitas yang&lt;br /&gt;berwujud kampanye kepada masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan, beserta&lt;br /&gt;dengan komunitas masyarakat lainnya. Pengurus NFB itu rata-rata sudah&lt;br /&gt;Doktor dan mereka adalah orang-orang yang cerdas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, ceritanya segitu dulu ya.... Nanti terusin lagi ya....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wow, kayaknya asyik banget ya?&lt;br /&gt;Jadi kepengen ke sana nih. hehehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mas Tolhas, i'm proud of you.&lt;br /&gt;Sukses ya!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan lupa salamku buat Robert Petanson yang memerankan Edward di serial Twilight ya!&lt;br /&gt;hihihi...&lt;br /&gt;Abis ganteng sih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-7788522247189983051?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/7788522247189983051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=7788522247189983051' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7788522247189983051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/7788522247189983051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/sekelumit-pengalaman-tunanetra-di.html' title='Sekelumit Pengalaman Tunanetra di Amerika'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-6702864215480603935</id><published>2008-11-24T15:51:00.000+07:00</published><updated>2008-11-24T15:52:55.033+07:00</updated><title type='text'>Puncak, Cimori, Dan Romo Yohanes</title><content type='html'>Sabtu kemarin, aku,suami dan mertua perempuanku pergi ke Puncak, dalam rangka mengendorkan otot-otot yang kencang, dan mengencangkan kembali semangat yang sudah agak kendor.&lt;br /&gt;Membuang semua hawa Jakarta yang bikin mumet, dan menggantinya dengan udara segar pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat sekitar jam setengah dua, dengan mengendarai si Merah, mobil Atoz mungil yang selalu setia menemani perjalanan kami. Biar kecil, tapi si Merah sudah menjelajah cukup jauh, bukan cuma antar kota, tapi juga antar propinsi!&lt;br /&gt;Emang si Merah itu kecil-kecil cabe merah!&lt;br /&gt;biar kecil, tapi warnanya merah!&lt;br /&gt;hehehe...&lt;br /&gt;Mmmuaaach, i love you Merah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan cukup lancar.&lt;br /&gt;Sekitar jam tiga, kami mampir ke Cimori untuk makan siang. Eitz,  sori, bukan makan siang, karena aku dan ko Wiria sebelum pergi tadi sudah makan bakwan dulu, jadi ini bisa dibilang makan sore.&lt;br /&gt;Sebenernya sih aku ke situ cuma mau ngincer susu segarnya doang, tapi kayaknya nggak enak deh kalo nggak dibarengi dengan makan juga. Padahal aku udah tahu kalo makanan di situ kurang enak. Mahal sih, iya.&lt;br /&gt;Akhirnya aku memesan Steak ayam. &lt;br /&gt;Waktu pelayan datang dan menyajikan steak pesananku,&lt;br /&gt;Wow..., sungguh luar biasa!!! &lt;br /&gt;ternyata bukan hanya daging ayamnya aja yang dihidangkan di atas Hot-plate, tapi bulu ayamnya juga nggak ketinggalan turut dihidangkan! &lt;br /&gt;Untung aja ko Wiria langsung melihatnya, dan minta segera diganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;Hu-hu-hu..., selera makanku langsung menyusut deh...&lt;br /&gt;Entah steak itu benaran diganti atau cuma bulu ayamnya aja yang disingkirkan..., &lt;br /&gt;who knows???&lt;br /&gt;Yang pasti, aku tetap menyantap steak tersebut dengan kepercayaan penuh pada sang pelayan yang berkata :&lt;br /&gt;"Maaf, kami sudah mengganti yang baru..., benar-benar baru!"&lt;br /&gt;Ho-ho-ho, aku harus buru-buru menyetel otakku nih biar daging ayam  ini bisa tetap masuk ke perutku yang sebenarnya nggak terlalu lapar. Anggap aja bulu ayam itu memiliki vitamin yang belum sempat diteliti oleh profesor manapun!&lt;br /&gt;wakswakswakswaks...&lt;br /&gt;Untung masih ada susu segar rasa pisang yang cukup menghiburku. Yah..., mudah-mudahan aja susu itu bisa menetralisir racun-racun yang sedang bergrilia di dalam perutku. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Vila yang terletak di Kota Bunga.&lt;br /&gt;Vila bertipe Jepang itu masih berdiri dengan anggunya, tapi sayang, karena jarang ditinggali, para rayap mulai berpesta pora menggerogoti kayu-kayunya.&lt;br /&gt;Vila ini sudah cukup lama dimiliki keluargaku. Dulu kami sering berlibur di sini, berkumpul dengan saudara-saudara dan para sepupuhku, terutama kalo lagi libur panjang. Terakhir kami menginap di sini waktu tahun baru kemarin.&lt;br /&gt;Ko Wiria harus adu kuat dulu dengan kunci pintu yang susah banget diputar, sampe akhirnya pertarungan dimenangkan oleh ko Wiria yang berhasil membuka pintunya.&lt;br /&gt;Di dalam nggak terlalu kotor, soalnya dua Minggu yang lalu mami dan papi baru aja datang dan menginap di sini.&lt;br /&gt;Kami beristirahat sebentar, dan sekitar jam stengah delapan, kami pergi untuk mencari makan malam.&lt;br /&gt;Setelah memilah-milah makanan apa yang akan mampir di perut kami, akhirnya pilihan jatuh pada 'Bakso Lapangan Tembak'.&lt;br /&gt;Sempat terjadi perpindahan daging tetelan dari mangkuk ko Wiria ke mangkuk mamanya, dan dari mangkuk mamanya ke mangkuk ko Wiria. Alhasil, daging tetelan itu tersingkirkan dari mangkuk keduanya.&lt;br /&gt;aku sih cuma jadi penonton aja, soalnya ruang di perutku tidak pernah pilih-pilih dalam menerima penghuni. Asalkan bersih dan layak, silakan aja! Tapi jangan lupa keluar lagi setelah merasa cukup  puas di dalam, biar perutku nggak kembung dan menjadi gendut!&lt;br /&gt;Harga satu mangkuk = Rp. 17.000. Dengan ataupun tanpa tetelan! :-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kami mampir ke Brasko. Aku ingin sekali membeli sweater warna merah. Ada sih yang lumayan bagus, dengan tulisan "ITALI" di dadanya. Tapi pas ngintip harganya, "Rp. 200 ribu lebih"?&lt;br /&gt;Ogah ah..., masa sweter kayak gitu aja sampe 200 ribu. nggak rela ah...!!&lt;br /&gt;kami cuma berputar-putar sebentar, sangat sebentar, dan keluar dari Brasko dengan hanya menenteng sebuah handuk kecil untuk mertuaku yang kelupaan bawa handuk, plus, kantong bertuliskan 'Brasko'!&lt;br /&gt;wkwkwkwkakakakakkkkk...&lt;br /&gt;Lumayan kan???? :-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, kami pergi Misa di Lembah Karmel (Romo Yohanes).&lt;br /&gt;Aku nggak tau kalo ada Misa penyembuhan, soalnya yang aku pernah denger kalo Misa penyembuhan itu diadakan pada Minggu kedua dan keempat, sementara kemarin kan masih Minggu ketiga.&lt;br /&gt;Emang kadang-kadang Rachel ini sok tahu ya! hehehe...&lt;br /&gt;Dan gara-gara ke-soktahuan aku yang bilang kalo Misa itu dimulai jam 10, akibatnya, kami terlambat 15 menit, soalnya ternyata Misa dimulainya jam setengah sepuluh!&lt;br /&gt;Maap ya. :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja bener-bener penuh, sampe kami harus duduk di Jendela paling belakang.&lt;br /&gt;Ini adalah yang kedua kalinya aku mengikuti Misa di sini. Pertama kali aku pergi dengan anak-anak Legio Maria. Dan waktu itu juga pas ada Misa penyembuhan.&lt;br /&gt;Aku berdoa dalam hati agar Tuhan mau menyembuhkan mataku, sementara Romo terus mengundang umat yang jenis penyakitnya disebutkan untuk bangkit berdiri, karena Tuhan akan menyembuhkannya.&lt;br /&gt;Aku merasa seperti sedang menunggu antrian untuk masuk ke ruang priksa dokter. Hatiku H2C, alias Harap-Harap Cemas. Kira-kira jenis penyakitku akan disebutkan apa nggak ya?&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku mendengar Romo berkata :&lt;br /&gt;"Di sini ada seseorang yang memiliki gangguan pada matanya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya jantungku berhenti berdetak, berikut nafasku yang ikut-ikutan mogok.&lt;br /&gt;"Aku bukan ya?" Aku masih menunggu Romo melanjutkan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang yang matanya terkena glukoma!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glukoma?&lt;br /&gt;kenapa harus yang glukoma??&lt;br /&gt;aku ini Retina Pigmentosa, bukan glukoma!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seorang pemuda bangkit berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bersyukurlah pada Tuhan, karena Tuhan akan menyembuhkanmu!" Begitulah perintah Romo pada pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera memeriksa jantungku. ow, ternyata sudah berfungsi lagi dengan normal.&lt;br /&gt;Baguslah, jadi kan aku nggak perlu susah-susah berdiri kalo Romo menyebutkan jenis penyakit jantung. hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, waktu hari Minggu kemarin, Romo kembali menyebutkan jenis-jenis penyakit yang ia denger langsung dari Tuhan. Ada yang kena tumor payu dara, tidak bisa tidur, tenggorokan sakit sehingga tidak bisa menelan makanan, ada yang sakit ginjal, Etc, etc.&lt;br /&gt;Tapi sama sekali aku nggak mendengar tentang mata. Entah itu mata glukoma, mata mines, mata sipit, mata-mata..., hehehe...&lt;br /&gt;Pokoknya penyakitku sama sekali nggak disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bertanya-tanya pada Tuhan :&lt;br /&gt;"Kenapa aku dilewatkan, Tuhan?"&lt;br /&gt;"Kenapa Tuhan tidak mengingatku?"&lt;br /&gt;"Apa aku terlalu belakang, sampe-sampe Tuhan melupakanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat dengan perkataan teman baikku, Ferdi.&lt;br /&gt;Waktu itu, kami sedang pergi ke KKR penyembuhan di Bandung. Dan waktu pulang, mami mengajukan pertanyaan kepada kami dan beberapa orang yang semobil dengan kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa ya Tuhan kok malah menyembuhkan anak tetangga (Nonkristen), tapi anak sendiri nggak Dia sembuhkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferdi yang menjawab :&lt;br /&gt;"Mungkin Tuhan tahu , walaupun Rachel nggak Dia sembuhkan, tapi Rachel akan tetap setia sama Tuhan. Sementara mereka..., mereka membutuhkan tanda untuk bisa percaya pada Tuhan!""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan itulah yang sampe sekarang menjadi kekuatan buatku.&lt;br /&gt;Aku nggak lagi merasa kecewa seperti dulu. &lt;br /&gt;Dulu,  aku sering merasa kecewa kalo Tuhan nggak menyembuhkanku di KKR atau Misa penyembuhan seperti ini. Bahkan aku sering pulang dengan perasaan sedih dan marah. Tapi sekarang, aku mulai bisa menyingkirkan perasaan kecewa itu dan menggantinya dengan keyakinan bahwa Tuhan tetap memperhatikanku dan menjagaku. Aku nggak mau kalo sampe perasaan kecewa itu membuat hatiku menjadi lemah.&lt;br /&gt;Meski nggak bisa dipungkiri juga kalo aku masih berharap sekali Tuhan akan melirikku dan mengulurkan tangan-Nya untuk menjamah mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  alhasil, kemarin aku bisa meninggalkan Gereja dengan perasaan ringan dan senang. Melanjutkan perjalanan kami kembali dengan penuh keceriaan dan berkat yang sudah kami terima tadi dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Diary, begitulah kisah perjalananku kemarin.&lt;br /&gt;Yang pasti, kami pulang dengan selamat sampe rumah, soalnya kalo nggak, mana mungkin sekarang aku bisa bercerita pada kamu. &lt;br /&gt;Iya kan, Diary sayang??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayonara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-6702864215480603935?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/6702864215480603935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=6702864215480603935' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6702864215480603935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/6702864215480603935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/puncak-cimori-dan-romo-yohanes.html' title='Puncak, Cimori, Dan Romo Yohanes'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2692877488773672099</id><published>2008-11-22T09:40:00.002+07:00</published><updated>2008-11-22T09:49:17.421+07:00</updated><title type='text'>Perubahan Pada Settingan Komentar</title><content type='html'>Hai guys, aku udah merubah settingan buat ngisi kolom komentar nih, supaya lebih akses, khususnya buat temen-temen tunanetra yang sering menemui kesulitan kalo lagi mau ngasih komentar, gara-gara harus melewati si bang Captcha. hehehe...&lt;br /&gt;Nah, makanya sekarang aku pensiunin dulu deh si bang Captcha kita yang satu ini, biar makin gampang ngisinya and makin banyak temen-temen tunet yang ikutan nimbrung di sini.&lt;br /&gt;Ok guys???&lt;br /&gt;Jangan bosen-bosen mampir ke blogku ya!!!&lt;br /&gt;Nanti aku suguhin kopi sama kue cucur deh, biar pada betah bacanya.&lt;br /&gt;wakswakswakswaks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciao!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2692877488773672099?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2692877488773672099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2692877488773672099' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2692877488773672099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2692877488773672099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/perubahan-pada-settingan-komentar.html' title='Perubahan Pada Settingan Komentar'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1104504194424063248</id><published>2008-11-21T22:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T22:27:06.411+07:00</updated><title type='text'>Quis. Sifat Kamu Dalam Suatu Hubungan</title><content type='html'>Dari Milis tetangga.&lt;br /&gt;Jadi kalo ga cocok, gebukin aja tuh yang buatnya! hehehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;buat iseng2 aj neh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kuis Sifat Asli&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mau tau sifat asli kita? Cobain deh kuis yang satu ini. Kuisnya agak sedikit&lt;br /&gt;butuh Kerajinan, ambil bolpen catet nama binatangnya dan no.urut untuk hasil&lt;br /&gt;terakhir. Kayaknya hasilnya nggak jauh banget dech dari sifat kita. Selamat&lt;br /&gt;mencoba  ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Bentar lagi mau kiamat nih. Kalo kamu bisa nyelametin satu jenis&lt;br /&gt;binatang, binatang manakah yang beruntung?&lt;br /&gt;   a. Kelinci&lt;br /&gt;   b. Domba&lt;br /&gt;   c. Rusa&lt;br /&gt;   d. Kuda&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. Kamu lagi maen ke Afrika, eh trus dipaksa bawa binatang pulang buat&lt;br /&gt;souvenir. Kamu akan pilih?&lt;br /&gt;    a. Monyet&lt;br /&gt;    b. Singa&lt;br /&gt;    c. Ular&lt;br /&gt;    d. Jerapah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Ceritanya kamu dikutuk sama Tuhan jadi binatang. Kamu milih Jadi  apa?&lt;br /&gt;   a. Anjing&lt;br /&gt;   b. Kucing&lt;br /&gt;   c. Kuda&lt;br /&gt;   d. Ular&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 4. Jika kamu diberi kekuatan untuk memusnahkan suatu spesies,  spesies mana&lt;br /&gt;yang akan jadi korban?&lt;br /&gt;    a. Singa&lt;br /&gt;    b. Ular&lt;br /&gt;    c. Buaya&lt;br /&gt;    d. Hiu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Suatu hari, kamu nemu binatang yang bisa bicara. Kamu berharap binatang&lt;br /&gt;itu adalah?&lt;br /&gt;   a. Domba&lt;br /&gt;   b.. Kuda&lt;br /&gt;   c. Kelinci&lt;br /&gt;   d. Burung&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6. Kalo kamu ada di pulau terpencil dan cuman bisa punya 1 teman, pilih yg&lt;br /&gt;mana?&lt;br /&gt;   a. Manusia juga&lt;br /&gt;   b. Babi&lt;br /&gt;   c. Sapi&lt;br /&gt;   d. Burung&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 7. Andaikan kamu bisa bikin binatang buas jadi jinak, kamu akan pelihara?&lt;br /&gt;   a. Dinosaurus&lt;br /&gt;   b. Harimau putih&lt;br /&gt;   c. Beruang kutub&lt;br /&gt;   d. Leopard&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 8. Kalo kamu bisa jadi binatang selama 5 menit, mau jadi yang mana?&lt;br /&gt;    a. Singa&lt;br /&gt;    b. Kucing&lt;br /&gt;    c. Kuda&lt;br /&gt;    d. Merpati&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; JAWABANNYA :&lt;br /&gt; 1. Pada dasarnya kamu tertarik dengan orang yang.&lt;br /&gt;    a. KELINCI - orang yang susah ditebak, contoh: keliatannya cuek banget&lt;br /&gt;padahal aslinya super perhatian&lt;br /&gt;    b. DOMBA - patuh..dan ramah... (bulunya putih ya?? hehehheh)&lt;br /&gt;    c. RUSA - elegan dan sopan&lt;br /&gt;    d. KUDA - mereka yang tidak terkekang dan bebas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. Dalam masa pendekatan, cara pendekatan yang paling bisa bikin  Kamu&lt;br /&gt;jatuh hati.&lt;br /&gt;   a. MONYET - kreatif, ngga pernah bikin ! kamu bosen&lt;br /&gt;   b.. SINGA - to the point, langsung nyatain tanpa spik yang bebelit&lt;br /&gt;   c. ULAR - ulur... tarik... ulur lagi... tarik lagi..., layangaaaan kali&lt;br /&gt;   d. JERAPAH - sabar... tapi never give up.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3. Kesan yang pengen kamu kasih liat ke pacar kamu, bahwa kamu adalah&lt;br /&gt;orang yang.&lt;br /&gt;   a. ANJING - setia dan bisa dipercaya&lt;br /&gt;   b. KUCING - gaya&lt;br /&gt;   c.. KUDA - optimis&lt;br /&gt;   d. ULAR - fleksibel&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 4. Situasi yang paling kamu benci, yang bisa jadi masalah dalam hubungan&lt;br /&gt;kamu.&lt;br /&gt;   a. SINGA - kesombongan pacar kamu dan sikapnya yang sok diktator&lt;br /&gt;   b. ULAR - emosional, moodmood-an, sehingga kamu ngga tau lagi musti&lt;br /&gt;gimana buat nyenengin dia&lt;br /&gt;   c. BUAYA - sadis (jangan diartikan secara fisik yah), berhati  dingin,&lt;br /&gt;trus suka ngejek&lt;br /&gt;   d. HIU - insecure (apa yah bahasa indonya yang pas, ketidakamanan?&lt;br /&gt;ketidakstabilan? ketidakpastian? )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Hubungan yang pengen kamu jalanin dengan pacar kamu.&lt;br /&gt;    a. DOMBA - walaupun ngga ngomong tapi kalian saling tau isi hati&lt;br /&gt;masing2, dengan kata lain kalian tuh communicate by hearts&lt;br /&gt;    b. KUDA -   saling terbuka, kebebasan mengungkapkan pendapat, ngga ada&lt;br /&gt;rahasia-rahasiaan&lt;br /&gt;    c. KELINCI - hubungan yang bisa bikin kamu selalu merasa nyaman dan&lt;br /&gt;saling mencintai&lt;br /&gt;    d. BURUNG - hubungan jangka panjang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6. Tentang perzinahan.&lt;br /&gt;    a. MANUSIA - kamu perduli dengan lingkungan dan moral, jadi kamu nggak&lt;br /&gt;akan macem-macem kalo nanti udah nikah    (amieenn).&lt;br /&gt;    b. BABI - walaaahhh!! Kamu nggak bisa nahan godaan nih...&lt;br /&gt;    c. SAPI - sebisa mungkin sih kamu berusaha untuk tidak melakukannya&lt;br /&gt;    d. BURUNG - tidak stabil. Sebenernya kamu bukan orang yang cocok&lt;br /&gt;menikah dan membuat sebuah komitmen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 7. Pernikahan buat kamu .&lt;br /&gt;    a. DINOSAURUS - sedikit pesimis, kamu ngerasa sekarang ini udah ngga&lt;br /&gt;ada tuh yang namanya happy marriage.&lt;br /&gt;    b. HARIMAU PUTIH - buat kamu pernikahan adalah sesuatu yang berharga&lt;br /&gt;dan setelah kamu m! arried kamu bakalan  ngejaga banget&lt;br /&gt;    c. BERUANG KUTUB - kamu takut akan pernikahan&lt;br /&gt;    d. LEOPARD - kamu pengen banget nikah, tapi sebenernya kamu juga&lt;br /&gt;nggayakin betul apa sih pernikahan itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 8. Saat ini, kamu menganggap cinta adalah.&lt;br /&gt;    a. SINGA - kamu selalu haus akan cinta. Tapi bukan berarti mudah jatuh&lt;br /&gt;cinta, tapi selalu ingin dicintai.&lt;br /&gt;    b. KUCING - kamu sedikit egois. Kamu melihat cinta sebagai sesuatu yang&lt;br /&gt;mudah didapat dan dibuang kapanpun kamu mau.&lt;br /&gt;    c. KUDA - kamu engga mau dikekang oleh hubungan yang terlalu serius.&lt;br /&gt;Kamu masih pengen juga "gebet sana gebet sini"&lt;br /&gt;    d. MERPATI - cinta buat kamu adalah sebuah komitmen yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;kedua pihak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gimana? Cocok ngga?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1104504194424063248?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1104504194424063248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=1104504194424063248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1104504194424063248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/1104504194424063248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/quis-sifat-kamu-dalam-suatu-hubungan.html' title='Quis. Sifat Kamu Dalam Suatu Hubungan'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-9061540045321636409</id><published>2008-11-21T22:23:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T22:26:04.883+07:00</updated><title type='text'>Duh... Telkom Flash Lagi Dodol Nih</title><content type='html'>Iiich..., sebeeeellll...!!!&lt;br /&gt;Kenapa seh Telkom Flash akhir-akhir ini jadi super rombeng???&lt;br /&gt;bentar-bentar putus. Baru 5 menitan konek, udah putus lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uuuuhhhh..., kalo kayak gini terus caranya, rasanya jadi pengen berenang pake gaya dada nich...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-9061540045321636409?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/9061540045321636409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=9061540045321636409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/9061540045321636409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/9061540045321636409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/duh-telkom-flash-lagi-dodol-nih.html' title='Duh... Telkom Flash Lagi Dodol Nih'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-2575580555097268726</id><published>2008-11-13T16:33:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T16:34:06.209+07:00</updated><title type='text'>Thanks For You All</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jam 04.15&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga nih teman-teman yang mengucapkan selamat ultah padaku. Kususnya temen-temen penyandang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ngucapin langsung lewat telepon, seperti suster Saveria dari Laetitia, diikuti dengan suara teman-teman lain yang pada teriak dari belakangnya. Juga ada yang lewat email melalui milis Peduli-cacat, seperti Laetitia sendiri dan Kak Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hari ultahku ini sama dengan hari ultahnya pak Edo, tunanetra dari Papua.&lt;br /&gt;Hahaha..., selamat ulang tahun juga ya pak Edo!!!&lt;br /&gt;Moga kita berdua makin kompak-kompak aja!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada Welko, pendeta muda, yang nggak pernah lupa dengan hari ultahku, padahal aku sendiri aja sering banget lupa sama hari ultahnya dia.&lt;br /&gt;Hehehehe..., maap ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arie, yang sering disebut Geepoosh (Jipus), katanya sih singkatan dari Jigongnya Lupus, au ah mblebeg!, ngucapin juga lewat telepon. Dia adalah tunanetra baru, maksudnya, baru aja jadi tunanetra, gara-gara kerakusan minum obat. Nggak sakit, nggak apa, tetep aja minum obat. Kayak keabisan stok beras. Hehehe... Tapi setelah jadi ONTA, alias Orang Tunanetra, Geepoosh akhirnya menyadari bahwa obat-obatan itu bukanlah makanan pokoknya.&lt;br /&gt;Baguslah…, akhirnya lu sadar juga, Pus…, pus...&lt;br /&gt;Lho, kok, jadi kayak manggil kucing ya?&lt;br /&gt;Hehehe…, siapa suruh lu mau dipanggil Jipus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, Deasy, tunanetra sekampung, sama-sama dari Sukabumi, juga telepon buat ngucapin selamat padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari teman di kantor, selain Novi, ada juga Lusi, teman setia buat makan siang, baru inget setelah reminder di Hp-nya berbunyi. Hehehe..., no problemo at all!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Carol, tunanetra dari pulogadung, akhirnya telepon juga. Nyaris sebelum aku menutup tulisan ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian semua emang teman-temanku yang paling OK!!!&lt;br /&gt;I love you all and thanks for you all!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmmuaaacchhh…..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-2575580555097268726?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/2575580555097268726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1845469087104134164&amp;postID=2575580555097268726' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2575580555097268726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1845469087104134164/posts/default/2575580555097268726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://remang-remang.blogspot.com/2008/11/thanks-for-you-all.html' title='Thanks For You All'/><author><name>Rachel Stefanie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06615753339698036403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_DMZW_QZKGZg/S4ouRMdZOOI/AAAAAAAAAFk/r5Wixmn5ClE/S220/IMG00465-20100227-0709.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1845469087104134164.post-1280021199530795287</id><published>2008-11-13T14:53:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:54:21.155+07:00</updated><title type='text'>Tambah Satu Lagi Deh, Umurku</title><content type='html'>Jam 2 pagi tadi, aku dan suamiku sama-sama terbangun. Awalnya dia merogoh HP yang ada di antara bantal kami, dan bergumam : „O, ternyata masih jam 2...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aja aku mau kembali tidur, ketika pipiku dicium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Selamat ulang tahun ya, sayang!” bisik ko Wiria ditelingaku. Terus dia peluk aku lamaaaaa... sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surprise!&lt;br /&gt;Bener-bener surprise!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak pernah nyangka kalo ko Wiria akan ngucapin sepagi ini. Boro-boro nyangka, kepikiran kalo saat itu ternyata sudah masuk hari ulang tahunku pun, nggak!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku bener-bener seneng bukan main. Tadinya aku berpikir kalo ko Wiria bakal lupa sama hari ulang tahunku, soalnya dia sama sekali nggak pernah nyinggung-nyinggung tentang hari kemunculanku ini. Mau pergi makan ke mana?, mau kado apa? Atau, nanti koko beliinnya pas ulang tahun kamu aja ya?. Hmmm, boro-boro, sedikitpun nggak pernah kedengeran!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dari kemarin aku udah siapin mental kalo-kalo dia beneran lupa sama hari ulang tahunku.&lt;br /&gt;Apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan. &lt;br /&gt;Aku harus tetap ceria, seakan-akan aku juga nggak peduli dengan hari ultahku sendiri. Aku nggak boleh sampe nangis atau ngambek, apalagi sampe banting-banting lemari, mesin cuci, atau motor. Hehehe..., Hulk kali yeee.....&lt;br /&gt;Pokoknya, aku udah bersiap-siap dengan kemungkinan ko Wiria lupa sama hari kebesaranku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ternyata, apa yang terjadi jauh dari apa yang bisa dan sempat aku bayangkan. &lt;br /&gt;Bener-bener hari yang indah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pertama kalinya aku merayakan hari ulang tahun bersama suamiku.&lt;br /&gt;Ingat, suami, bukan pacar lho!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita saling berpelukan, dan sekali lagi ko Wiria menciumku, akhirnya dia mengajakku berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami duduk di atas tempat tidur, saling berhadapan. Ko Wiria yang memimpin doa.&lt;br /&gt;Sepanjang doa, aku hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada Tuhan, karena Dia telah memberikanku seorang suami yang sangat luar biasa. Aku sangat beruntung bisa mendapatkan ko Wiria. Hari-hariku nggak pernah terasa sepi lagi setelah ada ko Wiria di sampingku. Emang sih, kadang-kadang dia suka nyebelin, tapi kalo dihitung-hitung, lebih banyak nyenenginnya sih daripada nyebelinnya. Yah..., satu samalah..., aku juga kan suka nyebelin, kalo omong sering suka nggak dipikirin dulu, minta mulutnya disambelin. Hu-hu-hu, jontor dech!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam setengah tujuh, adikku telepon buat ngucapin selamat, nggak pernah ketinggalan tagihannya, minta ditraktir. Terus, mami &amp; papi yang  &lt;br /&gt;Sudah bisa diduga kalo isi doanya pasti : „Moga cepet punya anak ya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe...., ternyata Rachel udah tuwir, yach!&lt;br /&gt;Udah 27. Udah waktunya menghasilkan keturunan baru!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kantor, telepon berdering, dan Novi, temanku, mengucapkan selamat ulang tahun padaku, dibarengi dengan ucapan selamatku juga buat dia. Jadi, kita sama-sama ngucapin selamat ulang tahun. Kita emang dilahirkan pada tanggal, bulan dan tahun yang sama. Untung aja waktu kelas 5 SD, namaku diganti dari Novie Yanti Halim menjadi Rachel Stefanie Halim. Coba kalo belum diganti, bisa-bisa nama kita berdua juga sama. Hehehe.... bisa tuker pinjam KTP deh!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ada satu lagi kado istimewa dari temenku, Adi, padahal sampe sekarang dia sendiri juga belum ngeh kalo hari ini adalah hari ultahku. Dia cuma SMSin dua buah ayat yang isinya bener-bener pas banget buatku yang emang terlalu banyak mikir.&lt;br /&gt;Hehehe…, lagaknya kayak professor aja ya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikir apa sih???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe..., rahasia dong!&lt;br /&gt;Masa sih semuanya harus aku ceritain???&lt;br /&gt;Nanti deh, kapan-kapan, mungkin bakal aku ceritain, tapi bukan sekarang ya.&lt;br /&gt;Pokoknya mah hari ini aku lagi bahagia banget. Yang lain-lain biar aja dicuekin dulu, nggak usah dipikirin, nanti juga bakal lupa sendiri, atau, sengaja dilupain aja! Hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.&lt;br /&gt;Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. (MZM 94 : 18 - 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.&lt;br /&gt;(Yes 41 : 10) „&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Birthday To Me...!!!” :-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1845469087104134164-1280021199530795287?l=remang-remang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://remang-remang.blogspot.com/feeds/1280021199530795287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http:/
