Malaikat kecilku bernama Glyn Cherish,
Anak yang manis juga menawan,
Dikirim Tuhan dari Surga,
Tuk menjadi penolongku yang baik.
Ref:
Glyn Cherish anak yg manis,
S'lalu membawa sukacita.
Glyn Cherish anakku yang lucu,
S'lalu membuatku tertawa ha ha ha...
Aku ini seorang tunanetra. Katanya sih penyebabnya adalah Retinitis Pigmentosa. Makanya aku menjuluki diriku sendiri: "Si gadis remang-remang", karena duniaku memang selalu terlihat remang-remang, redup, nyaris padam! :)
Senin
Rabu
Baby Glyn Dibaptis
Halo halo halo my dearest diary,,
taukah kamu kalau baby Glyn dibaptis bersamaan dengan hari ulang tahunku, tanggal 13 November kemaren..???
Sungguh anugerah yang tak terkira...!!!
ibu baptisnya Glyn adalah tante Lili, isterinya om Teddy, kakaknya papi.
Tadinya wali baptisnya mau dari keluarganya ko Wiria, tapi akhirnya kami memutuskan agar wali baptis Glyn diambil dari keluargaku saja.
Baby Glyn dibaptis bersamaan 16 bayi lainnya.
ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku.
Selama Missa, baby Glyn bobo tenang, bahkan pas diperciki air pun baby Glyn hanya menggeliat sedikit, kemudian bobo lagi. hihihi... lucu banget!!!
bener-bener anak yang manis!!
Romo yang membaptis Glyn adalah Romo yang sama dengan Romo yang memberkati pernikahanku, yaitu Romo Purwanto. Di Gereja yang sama pula, Gereja St. Kristoforus. Pada hari Jum'at, 13 November 2009, Pkl: 17.00.
Aku yang memilih nama baptis untuk Glyn, yakni: 'Gabriela' (Malaikat agung Gabriel, pembawa kabar sukacita), biar sesuai dengan namanya 'Cherish' yang artinya juga sukacita.
Jadi nama Glyn sekarang bertambah satu lagi :
"Gabriela Glyn Cherish"
Selesai dibaptis, Romo mengurapi para bayi dengan minyak.
Mulai saat itu sampai selamanya, baby Glyn sungguh-sungguh milik Tuhan seutuhnya.
tak satu kuasapun dapat memisahkan baby Glyn dari kasih Tuhan!
Inilah Tuhan, anakMu,
kuserahkan dia sepenuhnya ke dalam tangan kasihMu.
Sebab tak mampu aku menjaganya dengan sempurna;
hanya padaMulah, ya Tuhan, dia akan merasa aman!
Berkati dan lindungilah anakku ini, ya Yesusku;
sebab hanya Engkaulah yang akan menjadi tempat perlindungannya yang mahatinggi.
Peliharalah dia seperti biji mata;
dan naungilah dia di bawah kepak sayapMu yang perkasa!
taukah kamu kalau baby Glyn dibaptis bersamaan dengan hari ulang tahunku, tanggal 13 November kemaren..???
Sungguh anugerah yang tak terkira...!!!
ibu baptisnya Glyn adalah tante Lili, isterinya om Teddy, kakaknya papi.
Tadinya wali baptisnya mau dari keluarganya ko Wiria, tapi akhirnya kami memutuskan agar wali baptis Glyn diambil dari keluargaku saja.
Baby Glyn dibaptis bersamaan 16 bayi lainnya.
ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku.
Selama Missa, baby Glyn bobo tenang, bahkan pas diperciki air pun baby Glyn hanya menggeliat sedikit, kemudian bobo lagi. hihihi... lucu banget!!!
bener-bener anak yang manis!!
Romo yang membaptis Glyn adalah Romo yang sama dengan Romo yang memberkati pernikahanku, yaitu Romo Purwanto. Di Gereja yang sama pula, Gereja St. Kristoforus. Pada hari Jum'at, 13 November 2009, Pkl: 17.00.
Aku yang memilih nama baptis untuk Glyn, yakni: 'Gabriela' (Malaikat agung Gabriel, pembawa kabar sukacita), biar sesuai dengan namanya 'Cherish' yang artinya juga sukacita.
Jadi nama Glyn sekarang bertambah satu lagi :
"Gabriela Glyn Cherish"
Selesai dibaptis, Romo mengurapi para bayi dengan minyak.
Mulai saat itu sampai selamanya, baby Glyn sungguh-sungguh milik Tuhan seutuhnya.
tak satu kuasapun dapat memisahkan baby Glyn dari kasih Tuhan!
Inilah Tuhan, anakMu,
kuserahkan dia sepenuhnya ke dalam tangan kasihMu.
Sebab tak mampu aku menjaganya dengan sempurna;
hanya padaMulah, ya Tuhan, dia akan merasa aman!
Berkati dan lindungilah anakku ini, ya Yesusku;
sebab hanya Engkaulah yang akan menjadi tempat perlindungannya yang mahatinggi.
Peliharalah dia seperti biji mata;
dan naungilah dia di bawah kepak sayapMu yang perkasa!
Selasa
Wellcome My Lovely Baby
halo diary..., aku mau kasih kabar nich...emang agak telat sich, abis aku blm sempet cerita di sini.
Aku mau kasih tau kalau hari Rabu, tanggal 09-09-2009, jam 5 pagi, akhirnya aku melahirkan bayi perempuan dgn berat 2,6 kg, panjang 46. Di Rsb Bahagia Sukabumi.
Putri kecilku ini kuberi nama: 'Glyn Cherish', yang artinya: 'lembah sukacita'.
aku selalu berdoa dan berharap agar my lil angel ini, yang sudah Tuhan percayakan kepada kami ,dapat selalu membawa sukacita di manapun dia berada. Amin...!!!
Awalnya sih kami bener-bener nggak nyangka kalau bayi kecilku ini akan lahir pada tanggal yang kata orang sebagai tanggal keberuntungan ( 9 - 09 - 009), soalnya prediksi dokter juga seharusnya aku melahirkan itu sekitar tanggal 20-an.
Aku dan suami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar aku bisa melahirkan secara normal, dari banyak jalan, ikut senam hamil, sampai nungging tiap hari, semuanya itu sudah aku lakukan supaya persalinanku lancar.
Selama pemeriksaan kehamilan, aku dipegang oleh 3 dokter:
Hehehe..., banyak amat ya???
Soalnya aku kan tinggal di Jakarta, jadi dari bulan pertama sampai bulan ke-8, aku dipriksa oleh dokter Tjeng Ronny, di Rs Familly, Jakarta Barat.
dan karena aku memang rencana mau melahirkan di Sukabumi (kampung halamanku), makanya aku mulai dipriksa oleh dokter di Sukabumi. Pertama-tama dengan dokter perempuan, Dr. Ratna, di Rs Hermina. Tapi karena terlalu jauh, makanya kami memutuskan agar aku bisa melahirkannya di Rs Bahagia saja yang lebih dekat dari rumah, kebetulan juga kakak iparku berdinas di situ sebagai Dokter umum. nah, karena Dr Ratna nggak praktek di Rs Bahagia, makanya aku pindah ke Dr Sumedi - yang dulu membantu persalinan mamiku, jadi dulu aku lahir sama dia, dan sekarang aku melahirkan juga sama dia. hehehe... -.
Sebenernya aku merasa bersalah juga sih sama Dr Tjeng Ronny yang sudah memeriksa aku dari awal kehamilan, tapi pas mau bulannya melahirkan, aku malah menghilang tanpa jejak. Maap ya Dok...!!! :)
Waktu hari selasa malamnya, tanggal 8 September, aku pergi kontrol ke Dr Sumedi. Nggak seperti biasanya dia mengadakan pemeriksaan dalam, dan dia bilang kalau aku bisa melahirkan besok. Kemudian dia memasukan sebuah pil ke dalam miss V-ku.
aku memang agak terkejut, kok cepet amat ya...! padahal aku belum merasakan apa-apa, mules aja belum. Tapi dokter bilang kalau sebentar lagi juga aku akan mulai merasakan mules.
Akhirnya aku menelepon suamiku untuk memberitahukan kabar ini. mendengar itu, suamiku langsung notot mau pulang malam itu juga, padahal waktu itu jam sudah menunjukan pukul 10 malam. aku dan kedua orang tuaku sudah melarangnya, alasannya karena hal itu kan belum pasti, wong perutku aja baru merasakan sedikit mengencang, jadi kemungkinan besok pagi aku baru melahirkan, dan suamiku itu bisa pergi subuh dari Jakarta, nggak terlalu berbahaya, soalnya dia kan pulang cuma sendirian. Tapi suamiku tetap ngotot pulang hari itu juga.
Akhirnya jam 12 malam, mulesku mulai terasa terus-menerus. Aku minta sama papi agar aku dibawa aja ke rumah sakit. dan kamipun berangkatlah ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, aku langsung diperiksa oleh bidan, tapi ternyata belum ada pembukaan.
jam 12.30 pagi, suamiku udah nongol di rumah sakit.
Kira-kira jam 3 pagi, mulesku bener-bener sudah nggak ketahan lagi. aku sampai mengerang sambil nangis nahan sakit. kemudian aku muntah karena ngerasa mual. pokoknya rasanya sudah campur aduk nggak karuan.
aku minta supaya dipriksa lagi, apa sudah ada pembukaan. Tapi waktu dipriksa, bidan bilang kalau belum juga ada pembukaan.
sakitnya bener-bener makin nggak ketahan. aku sampai menjerit, gedor-gedor tembok, pokoknya apa aja aku lakukan buat nahan rasa sakitku.
aku udah nggak peduli sama yang lain, yang penting rasa sakitku bisa sedikit menghilang, itu aja udah syukur banget.
Tapi yang ada malah sakitnya makin menjadi-jadi.
aku minta supaya aku diberi obat penahan sakit.
Akhirnya, setelah para suster tanya sana-sini, mereka menyuntikan juga obat pengurang rasa sakit. Tapi setelah beberapa lama rasa sakitku kok nggak berkurang, tetep sama aja.
bener-bener luar biasa sakitnya!!!
Kata orang melahirkan itu sakitnya kayak orang mau buang air besar, tapi buat aku waktu itu, sakitnya seperti orang udah mau mati!!!
Aku baru tahu sesudahnya kalau pada waktu itu ternyata suami dan mamiku juga ikut mengeluarkan air mata.
Karena sudah nggak ketahan lagi, akhirnya aku minta agar aku dicessar aja, soalnya sudah nahan sampai berjam-jam, tapi tetep aja belum ada pembukaan. Ibaratnya seperti orang diberi harapan kosong!!!
Jam 5 pagi, akhirnya dokter dateng. dia priksa katanya aku sudah pembukaan 2. Dia kembali memastikan apa aku masih mau tahan.
Tapi sambil berteriak, aku memutuskan untuk dicessar aja!!!
Hampir aja suamiku melabrak dokter itu, tapi untung keburu dicegat mami. Waktu itu suamiku bener-bener marah besar sama dokter. Dia berpikir bahwa semua ini pasti gara-gara dokter yang tanpa permisi udah main kasih obat perangsang mules.
Akhirnya, jam 5 pagi itu aku dibawa ke ruang operasi, dan dicessar.
Keluar dari ruang operasi, dokter itu menghampiri mami dan suamiku. dia bilang kalau ternyata pinggulku sempit, jadi anaknya lama turunnya.
Tapi setelah beberapa minggu kemudian, kakak iparku yang dokter di situ baru cerita kepadaku, kalau menurut keterangan bidan yang memeriksaku sampai mengikuti ke ruang operasi itu, bahwa sebenarnya belum waktunya aku melahirkan. Pinggul kecil itu bukan alasan sebenarnya, karena anakku juga kecil, cuma 2,6.
Tapi sudahlah...
kalau diinget-inget lagi bisa bikin sakit hati!!
Untung anakku lahir pada tanggal yang bagus...
Coba kalau nggak,,, huh..., nggak tahu deh mau gimana!!!
Tapi lewat semuanya itu, aku tetap bersyukur banget karena anakku sehat, nggak kekurangan suatu apapun.
Sekarang,, waktu aku tulis diary ini (2 Desember 2009), anakku sudah 6 kg, cantik dan lucu.
mama sayang kamu banget, o malaikat kecilku Glyn Cherish!!!
Doa mama selalu bersertamu, anakku tersayang!!!
Aku mau kasih tau kalau hari Rabu, tanggal 09-09-2009, jam 5 pagi, akhirnya aku melahirkan bayi perempuan dgn berat 2,6 kg, panjang 46. Di Rsb Bahagia Sukabumi.
Putri kecilku ini kuberi nama: 'Glyn Cherish', yang artinya: 'lembah sukacita'.
aku selalu berdoa dan berharap agar my lil angel ini, yang sudah Tuhan percayakan kepada kami ,dapat selalu membawa sukacita di manapun dia berada. Amin...!!!
Awalnya sih kami bener-bener nggak nyangka kalau bayi kecilku ini akan lahir pada tanggal yang kata orang sebagai tanggal keberuntungan ( 9 - 09 - 009), soalnya prediksi dokter juga seharusnya aku melahirkan itu sekitar tanggal 20-an.
Aku dan suami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar aku bisa melahirkan secara normal, dari banyak jalan, ikut senam hamil, sampai nungging tiap hari, semuanya itu sudah aku lakukan supaya persalinanku lancar.
Selama pemeriksaan kehamilan, aku dipegang oleh 3 dokter:
Hehehe..., banyak amat ya???
Soalnya aku kan tinggal di Jakarta, jadi dari bulan pertama sampai bulan ke-8, aku dipriksa oleh dokter Tjeng Ronny, di Rs Familly, Jakarta Barat.
dan karena aku memang rencana mau melahirkan di Sukabumi (kampung halamanku), makanya aku mulai dipriksa oleh dokter di Sukabumi. Pertama-tama dengan dokter perempuan, Dr. Ratna, di Rs Hermina. Tapi karena terlalu jauh, makanya kami memutuskan agar aku bisa melahirkannya di Rs Bahagia saja yang lebih dekat dari rumah, kebetulan juga kakak iparku berdinas di situ sebagai Dokter umum. nah, karena Dr Ratna nggak praktek di Rs Bahagia, makanya aku pindah ke Dr Sumedi - yang dulu membantu persalinan mamiku, jadi dulu aku lahir sama dia, dan sekarang aku melahirkan juga sama dia. hehehe... -.
Sebenernya aku merasa bersalah juga sih sama Dr Tjeng Ronny yang sudah memeriksa aku dari awal kehamilan, tapi pas mau bulannya melahirkan, aku malah menghilang tanpa jejak. Maap ya Dok...!!! :)
Waktu hari selasa malamnya, tanggal 8 September, aku pergi kontrol ke Dr Sumedi. Nggak seperti biasanya dia mengadakan pemeriksaan dalam, dan dia bilang kalau aku bisa melahirkan besok. Kemudian dia memasukan sebuah pil ke dalam miss V-ku.
aku memang agak terkejut, kok cepet amat ya...! padahal aku belum merasakan apa-apa, mules aja belum. Tapi dokter bilang kalau sebentar lagi juga aku akan mulai merasakan mules.
Akhirnya aku menelepon suamiku untuk memberitahukan kabar ini. mendengar itu, suamiku langsung notot mau pulang malam itu juga, padahal waktu itu jam sudah menunjukan pukul 10 malam. aku dan kedua orang tuaku sudah melarangnya, alasannya karena hal itu kan belum pasti, wong perutku aja baru merasakan sedikit mengencang, jadi kemungkinan besok pagi aku baru melahirkan, dan suamiku itu bisa pergi subuh dari Jakarta, nggak terlalu berbahaya, soalnya dia kan pulang cuma sendirian. Tapi suamiku tetap ngotot pulang hari itu juga.
Akhirnya jam 12 malam, mulesku mulai terasa terus-menerus. Aku minta sama papi agar aku dibawa aja ke rumah sakit. dan kamipun berangkatlah ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, aku langsung diperiksa oleh bidan, tapi ternyata belum ada pembukaan.
jam 12.30 pagi, suamiku udah nongol di rumah sakit.
Kira-kira jam 3 pagi, mulesku bener-bener sudah nggak ketahan lagi. aku sampai mengerang sambil nangis nahan sakit. kemudian aku muntah karena ngerasa mual. pokoknya rasanya sudah campur aduk nggak karuan.
aku minta supaya dipriksa lagi, apa sudah ada pembukaan. Tapi waktu dipriksa, bidan bilang kalau belum juga ada pembukaan.
sakitnya bener-bener makin nggak ketahan. aku sampai menjerit, gedor-gedor tembok, pokoknya apa aja aku lakukan buat nahan rasa sakitku.
aku udah nggak peduli sama yang lain, yang penting rasa sakitku bisa sedikit menghilang, itu aja udah syukur banget.
Tapi yang ada malah sakitnya makin menjadi-jadi.
aku minta supaya aku diberi obat penahan sakit.
Akhirnya, setelah para suster tanya sana-sini, mereka menyuntikan juga obat pengurang rasa sakit. Tapi setelah beberapa lama rasa sakitku kok nggak berkurang, tetep sama aja.
bener-bener luar biasa sakitnya!!!
Kata orang melahirkan itu sakitnya kayak orang mau buang air besar, tapi buat aku waktu itu, sakitnya seperti orang udah mau mati!!!
Aku baru tahu sesudahnya kalau pada waktu itu ternyata suami dan mamiku juga ikut mengeluarkan air mata.
Karena sudah nggak ketahan lagi, akhirnya aku minta agar aku dicessar aja, soalnya sudah nahan sampai berjam-jam, tapi tetep aja belum ada pembukaan. Ibaratnya seperti orang diberi harapan kosong!!!
Jam 5 pagi, akhirnya dokter dateng. dia priksa katanya aku sudah pembukaan 2. Dia kembali memastikan apa aku masih mau tahan.
Tapi sambil berteriak, aku memutuskan untuk dicessar aja!!!
Hampir aja suamiku melabrak dokter itu, tapi untung keburu dicegat mami. Waktu itu suamiku bener-bener marah besar sama dokter. Dia berpikir bahwa semua ini pasti gara-gara dokter yang tanpa permisi udah main kasih obat perangsang mules.
Akhirnya, jam 5 pagi itu aku dibawa ke ruang operasi, dan dicessar.
Keluar dari ruang operasi, dokter itu menghampiri mami dan suamiku. dia bilang kalau ternyata pinggulku sempit, jadi anaknya lama turunnya.
Tapi setelah beberapa minggu kemudian, kakak iparku yang dokter di situ baru cerita kepadaku, kalau menurut keterangan bidan yang memeriksaku sampai mengikuti ke ruang operasi itu, bahwa sebenarnya belum waktunya aku melahirkan. Pinggul kecil itu bukan alasan sebenarnya, karena anakku juga kecil, cuma 2,6.
Tapi sudahlah...
kalau diinget-inget lagi bisa bikin sakit hati!!
Untung anakku lahir pada tanggal yang bagus...
Coba kalau nggak,,, huh..., nggak tahu deh mau gimana!!!
Tapi lewat semuanya itu, aku tetap bersyukur banget karena anakku sehat, nggak kekurangan suatu apapun.
Sekarang,, waktu aku tulis diary ini (2 Desember 2009), anakku sudah 6 kg, cantik dan lucu.
mama sayang kamu banget, o malaikat kecilku Glyn Cherish!!!
Doa mama selalu bersertamu, anakku tersayang!!!
Minggu
Hari Ulang Tahun Pernikahan Ke-1
gak terasa sudah satu tahun kami mengarungi bahtera pernikahan kami.
Banyak hal yg kami rasakan bersama, baik suka maupun duka.
Terutama untuk aku pribadi, sudah banyak sekali pelajaran yg bisa kupetik dan kujadikan bekal untuk perjalanan kami selanjutnya. Pelajaran yg buat aku semakin dewasa, baik dalam berpikir maupun bertindak.
Aku bener-bener bersyukur, karena Tuhan sudah mengirimkan padaku seorang malaikat yg selalu setia dan sabar dalam mendampingiku, khususnya dalam menghadapi segala tingkahku yg kadang menjengkelkan, kekanak-kanakan, bahkan kadang buat aku sendiri aja kewalahan menghadapi sikapku yg buruk.
Semoga setelah hari ini, aku bisa berusaha untuk bersikap dan berpikir lebih baik lagi, terutama kepada malaikat pelindungku, yaitu suamiku tercinta, dan juga kepada malaikat kecilku yg akan segera muncul ke dunia, memberi keceriaan ditengah-tengah keluarga kami.
Terimakasih Tuhan buat penyertaanMU dalam keluarga kecil yg sudah 1 tahun kami bina ini.
Tapi, hari ini sebenernya aku sedih banget, karena baru kali ini setelah hari pernikahanku, aku jauh dari suamiku. Pas hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku kembali ke Jakarta, sementara aku tetap di Sukabumi. Aku bener-bener merasa kesepian. Baru minggu depan lagi kami ketemu. Hiks hiks hiks...
Aku jadi pengen cepet-cepet melahirkan supaya aku punya teman, punya kesibukan, yaitu nengurus bayi mungilku.
Pasti menyenangkan bisa merasakan kulit bayiku yg lembut dan harum.
I love u my husband and my lil angel...
I will love u forever...
Mmmuach...
Banyak hal yg kami rasakan bersama, baik suka maupun duka.
Terutama untuk aku pribadi, sudah banyak sekali pelajaran yg bisa kupetik dan kujadikan bekal untuk perjalanan kami selanjutnya. Pelajaran yg buat aku semakin dewasa, baik dalam berpikir maupun bertindak.
Aku bener-bener bersyukur, karena Tuhan sudah mengirimkan padaku seorang malaikat yg selalu setia dan sabar dalam mendampingiku, khususnya dalam menghadapi segala tingkahku yg kadang menjengkelkan, kekanak-kanakan, bahkan kadang buat aku sendiri aja kewalahan menghadapi sikapku yg buruk.
Semoga setelah hari ini, aku bisa berusaha untuk bersikap dan berpikir lebih baik lagi, terutama kepada malaikat pelindungku, yaitu suamiku tercinta, dan juga kepada malaikat kecilku yg akan segera muncul ke dunia, memberi keceriaan ditengah-tengah keluarga kami.
Terimakasih Tuhan buat penyertaanMU dalam keluarga kecil yg sudah 1 tahun kami bina ini.
Tapi, hari ini sebenernya aku sedih banget, karena baru kali ini setelah hari pernikahanku, aku jauh dari suamiku. Pas hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku kembali ke Jakarta, sementara aku tetap di Sukabumi. Aku bener-bener merasa kesepian. Baru minggu depan lagi kami ketemu. Hiks hiks hiks...
Aku jadi pengen cepet-cepet melahirkan supaya aku punya teman, punya kesibukan, yaitu nengurus bayi mungilku.
Pasti menyenangkan bisa merasakan kulit bayiku yg lembut dan harum.
I love u my husband and my lil angel...
I will love u forever...
Mmmuach...
Rabu
Rumah Baruku
puji Tuhan...
Akhirnya, Di detik-detik terakhir habisnya masa kontrakan kami di Apartemen, Tuhan sudah menyediakan sebuah rumah yg gak pernah kami duga sebelumnya.
Memang kami sangat mengharapkan bisa mendapatkan rumah di Alam Sutra, selain lingkunganya yg relatif aman, juga bis kantorku lewat persis di depan komplek Alam Sutra, sehingga memudahkanku untuk pulang pergi kantor.
Kami sudah menghabiskan berbulan-bulan keliling Serpong, Karawaci, termasuk dalam Jakarta sendiri buat cari rumah, berharap bisa dapat harga yg lebih murah, tp tetap aja dengan kondisi lingkungan yg mendukung. Maklum.., budget kami terbatas. Hehehe...
Dalam doa sih kita selalu bilang terserah Tuhan aja mau kasih kami rumah di mana, tapi dalam hati sih tetep aja kepengen Alam Sutra. Hehehe...
Sampai tinggal 2 minggu lagi batas waktu kontrakan, barulah kami berhasil menemukan rumah ini. Selain cocok dengan kondisi rumahnya, harga yg kami dapatkan juga termasuk murah dari harga seharusnya. Makanya rumah ini bener-bener anugrah dari Tuhan.
Tuhan tau kerinduan kami, tapi Tuhan juga tau batas kemampuan kami...
Sekarang perjuangan kami tinggal gimana menutup cicilan tiap bulanya.
Jujur aja, buat aku pribadi ini merupakan hal baru. Tantangan baru yg belum pernah aku alami seumur hidup.
Dulu aku gak pernah tau apa itu yg namanya seret keuangan.., nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet...
Dulu yg aku tau cuma kalau mau beli apa tinggal beli karena tabunganku selalu ada isinya, gak pernah sampai kosong. Itupun karena aku ini orangnya termasuk irit dalam menggunakan uang, sehingga aku masih bisa menabung, dan kebiasaan ini sudah aku lakukan dari semenjak aku sekolah, kuliah, sampe kerja sekarang. Belum lagi ditambah kesukaanku berjualan.apa aja bisa kujual asal dpt untung. Hehehe... Lumayanlah buat tambahan uang jajan.
Tapi sekarang aku baru tau apa itu yg namanya seret keuangan... Nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet. Lumayan bikin jantungku empot-empotan juga sich. Padahal yg ngalamin hal ini gak cuma aku sendiri aja, tapi barengan suami, karena kita sama-sama terlibat. Untungnya suamiku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini, yakni seret keuangan, bahkan dia pernah mengalami yg lebih parah dari ini. Jadi senggaknya aku masih kecipratan aura tenangnya. Aku sich banyak belajar dari pengalaman hidup suamiku, sehingga aku bisa lebih tenang dalam menghadapi apapun. Terutama aku makin yakin dengan pertolongan Tuhan yg gak pernah terlambat, selalu tepat waktu, dan yg terbaik buat kami. Kalau Tuhan sudah mempercayakan rumah ini pada kami, maka kami juga percaya kalau Tuhan juga yg akan menolong kami dalam pelunasan KPRnya.
Pokokek kami bersyukur banget dengan rumah ini.
tuhan memang bener2 baik, bahkan terlalu baik buat kami.
Makasih ya Tuhan buat rumahnya..!
Akhirnya tepat awal bulan September ini kami sudah bisa mendmpati rumah baru kami, jadi gak perlu lagi minta perpanjangan kontrak. Hehehe...
Jadi pas bayi kami lahir, yg jatuh pada bulan September ini (khususnya aku dan bayiku) akan langsung memasuki rumah yg baru, bukan lagi ngontrak, tapi benar2 sudah rumah sendiri. Soalnya kan awal September ini aku udah diungsikan ke Sukabumi buat persiapan melahirkan. Jadi aku baru bisa menikmati rumah ini setelah bayiku muncul ke dunia.
Memang satu lagi harapan suamiku terkabulkan, yaitu sudah bisa mfmiliki rumah sendiri sebelum bayi kami lahir, sehingga anak kami gak perlu lagi merasakan capeknya pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, seperti yg pernah dia alami. Ibarat kata sih seperti kucing beranak...
Akhirnya, Di detik-detik terakhir habisnya masa kontrakan kami di Apartemen, Tuhan sudah menyediakan sebuah rumah yg gak pernah kami duga sebelumnya.
Memang kami sangat mengharapkan bisa mendapatkan rumah di Alam Sutra, selain lingkunganya yg relatif aman, juga bis kantorku lewat persis di depan komplek Alam Sutra, sehingga memudahkanku untuk pulang pergi kantor.
Kami sudah menghabiskan berbulan-bulan keliling Serpong, Karawaci, termasuk dalam Jakarta sendiri buat cari rumah, berharap bisa dapat harga yg lebih murah, tp tetap aja dengan kondisi lingkungan yg mendukung. Maklum.., budget kami terbatas. Hehehe...
Dalam doa sih kita selalu bilang terserah Tuhan aja mau kasih kami rumah di mana, tapi dalam hati sih tetep aja kepengen Alam Sutra. Hehehe...
Sampai tinggal 2 minggu lagi batas waktu kontrakan, barulah kami berhasil menemukan rumah ini. Selain cocok dengan kondisi rumahnya, harga yg kami dapatkan juga termasuk murah dari harga seharusnya. Makanya rumah ini bener-bener anugrah dari Tuhan.
Tuhan tau kerinduan kami, tapi Tuhan juga tau batas kemampuan kami...
Sekarang perjuangan kami tinggal gimana menutup cicilan tiap bulanya.
Jujur aja, buat aku pribadi ini merupakan hal baru. Tantangan baru yg belum pernah aku alami seumur hidup.
Dulu aku gak pernah tau apa itu yg namanya seret keuangan.., nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet...
Dulu yg aku tau cuma kalau mau beli apa tinggal beli karena tabunganku selalu ada isinya, gak pernah sampai kosong. Itupun karena aku ini orangnya termasuk irit dalam menggunakan uang, sehingga aku masih bisa menabung, dan kebiasaan ini sudah aku lakukan dari semenjak aku sekolah, kuliah, sampe kerja sekarang. Belum lagi ditambah kesukaanku berjualan.apa aja bisa kujual asal dpt untung. Hehehe... Lumayanlah buat tambahan uang jajan.
Tapi sekarang aku baru tau apa itu yg namanya seret keuangan... Nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet. Lumayan bikin jantungku empot-empotan juga sich. Padahal yg ngalamin hal ini gak cuma aku sendiri aja, tapi barengan suami, karena kita sama-sama terlibat. Untungnya suamiku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini, yakni seret keuangan, bahkan dia pernah mengalami yg lebih parah dari ini. Jadi senggaknya aku masih kecipratan aura tenangnya. Aku sich banyak belajar dari pengalaman hidup suamiku, sehingga aku bisa lebih tenang dalam menghadapi apapun. Terutama aku makin yakin dengan pertolongan Tuhan yg gak pernah terlambat, selalu tepat waktu, dan yg terbaik buat kami. Kalau Tuhan sudah mempercayakan rumah ini pada kami, maka kami juga percaya kalau Tuhan juga yg akan menolong kami dalam pelunasan KPRnya.
Pokokek kami bersyukur banget dengan rumah ini.
tuhan memang bener2 baik, bahkan terlalu baik buat kami.
Makasih ya Tuhan buat rumahnya..!
Akhirnya tepat awal bulan September ini kami sudah bisa mendmpati rumah baru kami, jadi gak perlu lagi minta perpanjangan kontrak. Hehehe...
Jadi pas bayi kami lahir, yg jatuh pada bulan September ini (khususnya aku dan bayiku) akan langsung memasuki rumah yg baru, bukan lagi ngontrak, tapi benar2 sudah rumah sendiri. Soalnya kan awal September ini aku udah diungsikan ke Sukabumi buat persiapan melahirkan. Jadi aku baru bisa menikmati rumah ini setelah bayiku muncul ke dunia.
Memang satu lagi harapan suamiku terkabulkan, yaitu sudah bisa mfmiliki rumah sendiri sebelum bayi kami lahir, sehingga anak kami gak perlu lagi merasakan capeknya pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, seperti yg pernah dia alami. Ibarat kata sih seperti kucing beranak...
Jumat
Acara Beauty Class (07 Mei 2009)
(Jam 09.15)
Besok, Jum'at, di kantorku akan ada acara "Beauty Class" yang dibawakan oleh "Artistry".
Seperti biasa aku ditugaskan untuk memanage para pesertanya.
Target jumlah peserta hanya dibatasi sampai 25 orang saja. Tapi seperti yang sudah aku duga, kalau menyangkut masalah kesehatan, apalagi kecantikan, nggak perlu repot-repot lagi menelepon untuk membujuk sana-sini, pasti jumlah peserta akan membeludag dengan sendirinya.
Dan ternyata, benar aja...
Baru aja aku mengirimkan email pendaftaran, dalam waktu 1 jam kemudian, jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai 38 orang.
Padahal acaranya akan diadakan pas jam istirahat lho...
Mungkin semua pada berpikir :
"Nggak apa-apa nggak makan siang, yang penting cantik.... Lagian kan sekalian ngurusin badan...!"
Hehehehe....
Akhirnya, buru-buru deh aku membuat pemberitahuan bahwa pendaftaran sudah ditutup!
Itu juga masih ada yang protes, gara-gara dia baru aja buka email, eh..., tau-tau pendaftarannya sudah ditutup.
Ada juga yang maksa supaya namanya dimasukan aja...
Walah..., memangnya ini acara nenek moyangmu!
Pusiiiiiiing......!!!!
Coba kalau diundang suruh mendaftar training..., sampai berhari-hari juga masih aja nih kolom nama kosong melompong! Mau nggak mau aku harus terus-terusan menelepon untuk mengingatkan mereka supaya mengirimkan peserta dari Departement/Plantnya masing-masing.
Malah ada yang baru kalang kabut kirim peserta setelah undangannya disebar!
Yah itulah realita kehidupan, khususnya yang menyangkut wanitanya.
Termasuk aku juga sih.... hehehe...
* Pembelaan Dari Kaum Wanita :
"Ya..., kita juga kan mau cantik..."
"Siapa juga yang nggak mau cantik..."
"Biar tambah disayang suami..."
"Ikut training yang biasa sih bosen..., ngantuk!"
"Sering-sering aja adain acara kayak ginian...!"
"Nanti kita dapet souvenir apaan ya?"
"Boleh daftarin 2 orang lagi?"
Besok, Jum'at, di kantorku akan ada acara "Beauty Class" yang dibawakan oleh "Artistry".
Seperti biasa aku ditugaskan untuk memanage para pesertanya.
Target jumlah peserta hanya dibatasi sampai 25 orang saja. Tapi seperti yang sudah aku duga, kalau menyangkut masalah kesehatan, apalagi kecantikan, nggak perlu repot-repot lagi menelepon untuk membujuk sana-sini, pasti jumlah peserta akan membeludag dengan sendirinya.
Dan ternyata, benar aja...
Baru aja aku mengirimkan email pendaftaran, dalam waktu 1 jam kemudian, jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai 38 orang.
Padahal acaranya akan diadakan pas jam istirahat lho...
Mungkin semua pada berpikir :
"Nggak apa-apa nggak makan siang, yang penting cantik.... Lagian kan sekalian ngurusin badan...!"
Hehehehe....
Akhirnya, buru-buru deh aku membuat pemberitahuan bahwa pendaftaran sudah ditutup!
Itu juga masih ada yang protes, gara-gara dia baru aja buka email, eh..., tau-tau pendaftarannya sudah ditutup.
Ada juga yang maksa supaya namanya dimasukan aja...
Walah..., memangnya ini acara nenek moyangmu!
Pusiiiiiiing......!!!!
Coba kalau diundang suruh mendaftar training..., sampai berhari-hari juga masih aja nih kolom nama kosong melompong! Mau nggak mau aku harus terus-terusan menelepon untuk mengingatkan mereka supaya mengirimkan peserta dari Departement/Plantnya masing-masing.
Malah ada yang baru kalang kabut kirim peserta setelah undangannya disebar!
Yah itulah realita kehidupan, khususnya yang menyangkut wanitanya.
Termasuk aku juga sih.... hehehe...
* Pembelaan Dari Kaum Wanita :
"Ya..., kita juga kan mau cantik..."
"Siapa juga yang nggak mau cantik..."
"Biar tambah disayang suami..."
"Ikut training yang biasa sih bosen..., ngantuk!"
"Sering-sering aja adain acara kayak ginian...!"
"Nanti kita dapet souvenir apaan ya?"
"Boleh daftarin 2 orang lagi?"
Selasa
Buah Hatiku
(Jam 11.14)
Sabtu, 2 Mei, aku kembali check up ke dokter.
Usia kandunganku sekarang sudah memasuki 4,5 bulan. Dan, menurut keterangan dokter, anakku adalah perempuan.
Seorang putri..., putri cantik dan mungil akan mewarnai hidupku, hidup kami sekeluarga!!
Aku benar-benar sudah nggak sabar ingin segera menggendong bayiku.
Bayi perempuan yang sudah Tuhan percayakan kepadaku, kepada kami sebagai orang tua yang akan selalu, senantiasa, dan selamanya menyayanginya dengan segenap hati kami.
Oh ya, aku juga sudah menyiapkan sebuah nama yang menurutku nama terindah, nama yang sangat cantik untuknya.
Hmmm..., apa aku beritahukan namanya sekarang ya???
ah, nanti aja deh...
eh, apa sekarang aja ya??
nggak ah..., nanti aja...
Yang pasti sekarang aku lagi bahagia..., sangat bahagia...
sebentar lagi aku akan memiliki seorang bayi perempuan, bayi yang pastinya manis dan menggemaskan.
Bayi yang akan menghadirkan sukacita, keceriaan, dan akan mengubah 180 derajat dari hari-hariku.
"Ya Tuhan..., tolong jagain anakku ya...
jadikan dia anak yang kuat, sehat, cerdas, sempurna, mengasihiMu dan orang tuanya, jadi anak yang patuh, suka menolong, murah hati, penyabar, lemah lembut, dan murah senyum...
Mulai dari kandungan, anak ini adalah milikMu seutuhnya!
Peliharalah dia dalam dekapan kasihMu.
biarlah wajahMu selalu bersinar terang, memancar melalui hidupnya, sehingga orang akan melihat bahwa Engkau di dalamnya, dan dia di dalamMu.
cintailah dia seperti sepasang biji mata;
dan bimbinglah dia selalu di jalanMu,
JalanMu yang membawanya kepada kemenangan!
Ya Tuhan..., O Tuhanku...
terimakasih untuk buah hati ini.
Mampukan kami untuk menjaganya, membesarkannya, dan mengasihinya,
seperti kasihMu yang tiada berkesudahan.
Biarlah dia menjadi sumber sukacita bagiMu, bagi kami, dan bagi sesamanya.
Akan selalu kuingatkan dia tentang NamaMu,
NamaMu yang menyelamatkan,
yang akan menjadi tempat perlindungannya yang Mahatinggi.
Sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, tempat perhentiannya,
hanya Engkaulah penolongnya,
hanya Engkaulah penjaganya, di sebelah tangan kanannya.
Matahari tidak akan menyakitinya pada waktu siang,
dan bulan pada waktu malam.
Penjaganya tidak akan terlelap,
Penjaganya tidak akan tertidur.
sekarang dan selamanya,
dia akan menjadi milikMu.
Anak yang kusayangi...
anak yang Kau cintai...
anak yang kita kasihi!
Amin..., Amin..., Amin!"
"I love you, my lovely baby!"
Sabtu, 2 Mei, aku kembali check up ke dokter.
Usia kandunganku sekarang sudah memasuki 4,5 bulan. Dan, menurut keterangan dokter, anakku adalah perempuan.
Seorang putri..., putri cantik dan mungil akan mewarnai hidupku, hidup kami sekeluarga!!
Aku benar-benar sudah nggak sabar ingin segera menggendong bayiku.
Bayi perempuan yang sudah Tuhan percayakan kepadaku, kepada kami sebagai orang tua yang akan selalu, senantiasa, dan selamanya menyayanginya dengan segenap hati kami.
Oh ya, aku juga sudah menyiapkan sebuah nama yang menurutku nama terindah, nama yang sangat cantik untuknya.
Hmmm..., apa aku beritahukan namanya sekarang ya???
ah, nanti aja deh...
eh, apa sekarang aja ya??
nggak ah..., nanti aja...
Yang pasti sekarang aku lagi bahagia..., sangat bahagia...
sebentar lagi aku akan memiliki seorang bayi perempuan, bayi yang pastinya manis dan menggemaskan.
Bayi yang akan menghadirkan sukacita, keceriaan, dan akan mengubah 180 derajat dari hari-hariku.
"Ya Tuhan..., tolong jagain anakku ya...
jadikan dia anak yang kuat, sehat, cerdas, sempurna, mengasihiMu dan orang tuanya, jadi anak yang patuh, suka menolong, murah hati, penyabar, lemah lembut, dan murah senyum...
Mulai dari kandungan, anak ini adalah milikMu seutuhnya!
Peliharalah dia dalam dekapan kasihMu.
biarlah wajahMu selalu bersinar terang, memancar melalui hidupnya, sehingga orang akan melihat bahwa Engkau di dalamnya, dan dia di dalamMu.
cintailah dia seperti sepasang biji mata;
dan bimbinglah dia selalu di jalanMu,
JalanMu yang membawanya kepada kemenangan!
Ya Tuhan..., O Tuhanku...
terimakasih untuk buah hati ini.
Mampukan kami untuk menjaganya, membesarkannya, dan mengasihinya,
seperti kasihMu yang tiada berkesudahan.
Biarlah dia menjadi sumber sukacita bagiMu, bagi kami, dan bagi sesamanya.
Akan selalu kuingatkan dia tentang NamaMu,
NamaMu yang menyelamatkan,
yang akan menjadi tempat perlindungannya yang Mahatinggi.
Sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, tempat perhentiannya,
hanya Engkaulah penolongnya,
hanya Engkaulah penjaganya, di sebelah tangan kanannya.
Matahari tidak akan menyakitinya pada waktu siang,
dan bulan pada waktu malam.
Penjaganya tidak akan terlelap,
Penjaganya tidak akan tertidur.
sekarang dan selamanya,
dia akan menjadi milikMu.
Anak yang kusayangi...
anak yang Kau cintai...
anak yang kita kasihi!
Amin..., Amin..., Amin!"
"I love you, my lovely baby!"
Langganan:
Postingan (Atom)