Minggu

Biar Buta, Tapi Harus Tetap Cantik Dong

Dari kuliah sebenarnya aku sudah belajar dandan sendiri, dari pake bedak, eye shadow, maskara, lipstick, blush on, sampai paling susah itu pake pensil alis --maklum semuanya diaplikasiinnya tanpa melihat, alias cuma pake feeling-- :).
Tapi sempat stop,,, kebiasaan jebroynya muncul lagi...:D Bodo amat sama penampilan... Yang penting bedak ga ketinggalan... Kadang bedak juga cuma pake yang loose powder (Marks atau Sari Ayu -- murmer tp cukup ok)
Kalo lipstick,,, hmm,, ini yang paling nyebelin... Belum pernah nemuin lipstick yang cocok di bibirku yang gampang kering kalau kena lipstick... Makanya aku paling ga tahan kalau pake lipstick,, paling banter bertahan setengah jam doang,, setelah itu abis dijilatin lidah sendiri, hehe...
Tapi sekarang,, gara-gara ketagihan pake produk Shiseido *Maquillage compact powder & Maquillage foundie* (oleh-oleh suami yang baru pulang dari Jepang),, aku jadi kecentilan lagi pengen dandan, hehe...
Mulai deh menjelajah ke google, cari make up yg ok... Dan ternyata brand Shiseido termasuk favorit... Ringan di kulit dengan hasil akhir yang ok dan tahan lama + oil control.
Aku langsung naksir sama lipsticknya yang katanya moist banget di bibir yang sensitif...
Dan setelah akhirnya aku beli yang Perfect Rouge... Sampe 2 jam lidahku belum bernafsu menjilati bibir yang masih kerasa moist,, ga ada lagi tuh bibir kering or pecah2...
Akhirnyaaa., aku nemu jg lipie yang cocok...:)))
Nah untuk eye shadow,, setelah aku baca2 di Female Daily Forum,,, ternyata produk lokal pun ada yg ok... So, aku beli merek Sari Ayu yang 3 warna, Moist Pome Eye Shadow... Cukup okelah untuk pemakaian sehari2, plus... Murah meriah mencret...:D
Soalnya kalo beli yg Shiseido juga bisa bikin kantong suami jebol, hehe...
Nah, sekarang aku lagi cari maskara nich...
Kalau Shiseido, aku udah catat yang Majolica Majorca Lash Expander Mascara... Tp udah pasti harganya mehong...
Kayaknya aku mau beli yg Maybelline Hypercurl ajalah...:)))
Tapi blush on... Hmm,, belum tau nich mau yg mana... Ada rekomendasi girls???

Rabu

Kenangan Di Masa Kecil

Waktu itu, sepulang dari sekolah, aku tak langsung pulang ke rumah, tapi ikut mami menjaga toko yang saat itu masih berlokasi di jalan Stasiun Sukabumi. Aku sudah pernah mendengar obrolan antara papi dan mami kalau sekarang toko sepi, karena banyak toko-toko material lain yang menjadi saingan.

Siang itu, aku duduk di bangku tinggi di belakang meja etalase, sementara mami duduk di belakang meja kerja. Aku lupa waktu itu papi sedang pergi ke mana, kemungkinan sedang mengurusi truknya.
Sudah berjam-jam berlalu tanpa satu orang pun pembeli. Mami dan aku tenggelam dalam lamunannya masing-masing. Di luar matahari bersinar sangat terik, membuat gerah dan ngantuk. Sesekali aku turun dari bangku tinggi yang kududuki, mondar-mandir seperti setrikaan, atau memainkan barang-barang yang terpegang oleh jari-jariku, hanya untuk sekedar menghilangkan rasa bosan.
 
Hari mulai sore, matahari tak lagi terlalu menyengat, tapi satu pun pembeli belum juga mampir ke toko. Kebosanan berubah menjadi kesedihan. Bagaimana orang tuaku dapat uang kalau tidak ada pembeli yang datang? Tanyaku dalam hati.

Beberapa menit sebelum toko tutup, seorang ibu berjalan memasuki toko. Hatiku langsung melonjak kesenangan. Akhirnya ada juga yang beli, pikirku. Dan orang tuaku akan pulang membawa uang.
Dari tempatku berdiri, aku mengikuti pembicaraan mami dan ibu itu yang ternyata ingin membeli paku.
Setelah ibu itu menerima barangnya, telingaku menangkap pembicaraan selanjutnya mengenai jumlah uang yang diterima mamiku dari ibu itu, dan sontak membuat napasku berhenti sesaat. Ternyata ibu itu hanya belanja sebesar 500 rupiah!

Jadi seharian kami menunggu pembeli hasilnya cuma 500 rupiah saja???
Sepulang dari toko, aku terus merenung, susahnya cari uang...
Dan mulai hari itu, aku memutuskan pada diriku sendiri kalau aku tak boleh terus membebani orang tuaku. Aku harus bisa mandiri, tak boleh menghambur-hamburkan uang, walau pada kenyataannya orang tuaku tetap mampu mempertahankan bisnisnya sampai sekarang, bahkan aku dan kedua saudaraku tak pernah sampai kekurangan sesuatu apa pun, tapi kejadian siang itu di toko sudah terpatri dalam hati dan pikiranku tentang arti pengorbanan dan kerja keras.

Sejak kuliah, aku sudah memikirkan cara mencari uang. Aku mulai mencoba mengikuti berbagai MLM, kemudian belajar membuat gantungan kunci dan gelang dari manik-manik, lalu menjualnya ke teman-teman, sampai akhirnya Tuhan menghantarku ke PT. Mulia Keramik untuk bekerja sebagai seorang karyawati. banyak teman-temanku bertanya padaku, "Punya orang tua yang sukses, kenapa masih mau susah-susah cari uang, sampai harus kerja di Mulia yang jaraknya sangat jauh dari rumah? Kenapa tidak tinggal aman saja di Sukabumi bersama mami dan papi??"

Maka jawabannya adalah sepenggal kisah pengalaman masa kecil yang sudah kututurkan di atas.
Makasih ya papi, mami, buat jeri payahmu selama ini hingga aku dapat berhasil meraih gelar sarjanaku...
Selamanya aku mencintai kalian, dan untuk selamanya akan kulambungkan untaian doa bagi kebahagiaan kalian.
Maafkan aku kalau selama ini aku sering menjadi sumber kesedihan dan kemarahan kalian, karena sikap
atau omonganku yang menyakitkan.

Peluk cium termanis dari anak keduamu yang lagi melankolis...:) Mmmmuaaach...!!!

Kamis

Selesai Menciptakan Lagu Natal

Selesai menciptakan lagu Natal: 'Yesus Hadir Dalam Dunia'.

Tapi setiap selesai menciptakan sebuah lagu baru, aku mulai merasa agak sedih... Banyak sudah lagu yang kuciptakan, tapi  aku sendiri tak tahu bagaimana nasib lagu-laguku ini: apakah akan selamanya hanya tersimpan dalam laptop, Hp, youtube atau memori otakku saja?? Ataukah suatu hari nanti lagu-lagu ini akan menjadi salah satu lagu yang juga dinyanyikan dalam Gereja-Gereja, didengarkan banyak orang, dan berkumandang dalam CD-CD album yang dijual di toko-toko kaset rohani???

Ya Tuhan..., tentu saja secara manusiawi, aku ingin sekali lagu-lagu ciptaanku ini didengarkan banyak orang, direkam ke dalam CD, menjadi kesaksian bagi banyak orang...
Tapi secara manusia yang penuh keterbatasan juga, aku hanya bisa mengembalikannya ke dalam tangan-Mu, biarlah talenta yang sudah Engkau percayakan kepadaku dapat kukembalikan kepada-Mu berlipat kali ganda dan menyenangkan hati-Mu. Jadi, terserah Kau sajalah Tuhan, mau dibawa ke mana lagu-laguku ini. Yang penting, aku sudah berusaha mengembangkannya dan selalu berharap dalam doa, agar Kau sendiri yang akan bertindak sesuai dengan kehendak hati-Mu.

Kiranya melalui lagu-laguku ini, Kau semakin dimuliakan. Amin!

**
Yesus Hadir Dalam Dunia

Di malam yang dingin, sunyi, sepi dan gelap,
sepasang manusia kudus berjalan tertatih,
menantikan kelahiran sang Putera.Kandang domba yang hina menjadi saksinya,sang Bayi terjanji lahir ke dalam dunia,mengawali kisah penyelamatan.REFF:
Yesus hadir dalam dunia,
sebagai juru selamat manusia.Mari bersorak memuji nama-Nya,s'bab nyatalah besar kasih setia Bapa.**

Rabu

Papa Jemput Aku Dong!

Sepulang sekolah, terlontar pertanyaan ini dari mulut Glyn, "Kok papa nggak jemput aku lagi?"

Jadi pengen nangis...:(
Mungkin dia lihat teman-temannya yang lain dijemput sama papa mamanya, sementara dia tiap hari dijemput orang lain, cuma waktu hari ulang tahunnya saja dia dijemput papa mamanya.

Aku jawab, "Papa kan ada kerjaan... Nanti kalau papa lagi nggak ada kerjaan, papa bakal jemput Glyn lagi."
"Jadi nanti papa jemput Glyn lagi ya?""Iya."

Huhuhuhuhuhuhuhuhuhuuuu....:-(((

Rewel

Benarkah orang tua dulu bilang kalau seminggu sebelum dan sesuda hari ulang tahunnya, anak akan rewel???
Percaya atau tidak, memang dua minggu terakhir ini Glyn rewel banget. Disuruh makan saja harus dimulai dengan teriak-teriak dan nangis-nangis dulu,
terutama kalau disuruh makan buah, sampai beberapa kali aku kehabisan sabar, hingga aku memukul, mencubit dan menjewernya. Sesudah itu, giliran aku yang nangis, karena menyesal setengah
mati...:(
Benar-benar dua minggu yang membuat stres!
Sebenarnya bukan dua minggu ini saja, dari dulu juga Glyn memang paling susah kalau sudah disuruh makan buah. Tapi menurutku, dua minggu terakhir inilah
puncak dari penolakan Glyn terhadap buah. Aku sudah coba dengan berbagai macam cara: dari dipotong-potong agak besar, di-juice, diberi sirup dan es batu,
sampai dibuat puding. Tapi cuma berhasil pertamanya saja, setelah itu Glyn mulai memberontak lagi.
Kurang lebih mulai hari Sabtu kemarin, Glyn berangsur-angsur kembali bersikap manis. Padahal aku sudah berjanji pada diri sendiri nggak akan memaksa Glyn
lagi makan buah, atau melakukan sesuatu yang memang dia tidak suka. Tapi ternyata setelah janji itu, aku memang nggak perlu lagi memaksanya. Kadang Glyn
sendiri malah yang bilang, "Aku mau buah jeruk." atau aku yang tanya dia, "Glyn mau mam buah apa? Jeruk, apel atau kiwi?" Kalau jawabannya:"Nggak mau!"
Aku akan mencoba dengan cara lain. Salah satu yang sudah berhasil adalah aku bertanya, "Glyn mau kentang goreng?"
Biasanya jawabannya, "Mau!"
Nah, selagi dia makan kentang goreng, aku akan selingi dengan menyuapinya buah yang sudah dijuice dengan bilang, "Kalau nggak diselingi buah, nanti tenggorokan
Glyn kering, kentangnya nyangkut di tenggorokan!" Dan ternyata cara itu cukup berhasil.
Sekarang Glyn malah bilang kalau dia suka buah jeruk dan kiwi.
Lega rasanya hari-hari kami kini tidak lagi diisi dengan teriakan, tangisan atau pukulan...
Semoga kesabaranku akan terus bertahan, serta janjiku akan terus kuingat, sehingga baik aku maupun Glyn akan lebih merasa bahagia satu sama lain...:)
Tapi selain asumsi di atas, aku juga punya asumsi lain: apa mungkin perubahan sikap Glyn itu karena aku mulai memanggilnya dengan nama Chinese-nya: Shien
Xing, yang artinya dewi kebahagiaan???
hehehehe...:-P
Soalnya hari ketika aku mulai memanggilnya 'Shien Xing', benar-benar hari yang membahagiakan. Glyn benar-benar manis dari pagi sampai malam, sampai berulang
kali aku bilang, "Anak pintar... anak manis!" hehehe...

Kamis

Happy Wedding Anniversary

Empat tahun sudah kita arungi bahtera rumah tangga bersama,

Suka dan duka kita hadapi,
lewati kelamnya malam, songsong cerahnya mentari.
Dalam topangan tangan-Nya yang lembut, kita mampu tapaki jejak percintaan kita.

Kiranya damai dan kebijaksanaan senantiasa mengikuti tiap ayunan langkah cinta kita, hingga Bapa memanggil kita pulang...

Terima kasihku untuk semua cinta dan kesetiaanmu,I
 love you, Stefanus Wiria, now & forever.

Happy wedding anniversary, my sweet heart...

Selasa

Mata Mama Sudah Sembuh Ya

Waktu kami sedang siap-siap mau pergi ke Lampung, dan aku baru saja selesai memakaikan Glyn baju, tiba-tiba Glyn bertanya padaku, "Mata mama udah sembuh ya?"

Aku agak terkejut sekaligus bingung dengan pertanyaannya. "Memangnya kenapa kalau mata mama udah sembuh?" tanyaku balik.

"Biar mama bisa liat jalanan."

Aku hanya tersenyum sambil berkata, "Makanya Glyn doain mama dong supaya mata mama sembuh."

"Kan udah kemarin di Gereja," jawabnya cepat.

Memang waktu hari Minggu, di gua Maria Gereja St. Laurensius, Glyn bilang ke papanya kalau dia mau nyalin lilin. Sambil didampingi papanya, Glyn menyalakan lilin. Setelah itu, tanpa ada yang menyuruhnya, Glyn berlutut dan berdoa, "Bunda Maria, tolong doain mama ya supaya mata mama sembuh."

Aku sungguh terharu mendengarnya, sekaligus heran mendengar kata-kata yang diucapkannya: Glyn seakan mengerti kalau berdoa kepada bunda Maria, berarti dia minta supaya bunda Maria mendoakannya: "... doain ya supaya mata mama sembuh." Bukannya, "...sembuhkan mata mama ya.".  Sementara kalau dia sedang berdoa kepada Tuhan Yesus, kata-katanya pun menjadi, "Tuhan Yesus tolong sembuhin mata mama ya."

Aku percaya kalau saat itu Roh Kuduslah yang menuntun bibir Glyn untuk mengucapkan tiap kata dalam doanya, dan aku pun yakin kalau bunda Maria, dengan kasih keibuaannya,  akan senantiasa mendoakan kami sekeluarga.

Itulah sebabnya dia bilang kalau dia sudah mendoakan aku waktu di Gereja.
"Oh, jadi minta sekali saja udah cukup ya?" sahutku menimpali.
"Iya," jawab Glyn dengan yakin.

Dari pertanyaan dan jawaban Glyn, aku seakan diingatkan tentang iman seorang anak: Tanpa sedikit pun keraguan, mereka yakin 100% kalau Tuhan Yesus pasti mendengar setiap doanya, meski doa itu baru satu kali didoakan.
Itu sebabnya Tuhan Yesus meminta kepada kita supaya kita menjadi seperti seorang anak kecil. Seorang anak akan meletakkan seluruh kepercayaan dan harapannya pada ayah dan bundanya, karena mereka yakin kalau ayahnyalah yang paling hebat, dan bundanyalah yang paling mengerti akan segala kebutuhannya. Ayah sanggup melakukan segalanya. Di mana ada ayah, semua pasti akan beres dan aman. Dan di mana ada bunda yang selalu berdoa bagi anak-anaknya, maka semuanya akan berlangsung dengan indah dan selaras.

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka

lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 18:2-3)