Senin

(Lagu) Hidup Adalah Pilihan


Hidup Adalah Pilihan
(Karya: Rachel Stefanie Halim)


Saat hidup terasa berat tuk dijalani,
Saat semua begitu tampak kelabu.
Kubertanya, apa arti hidup ini,
Jika tiada satu pun yang berubah?

Hari demi hari berlalu begitu saja,
Jenuh dan bosan melanda setiap langkahku.
Kubertanya, apa arti hidup ini,
Jika tiada satu pun yang berubah?

REFF:
Hidup ini adalah sebuah pilihan
Yang harus kutentukan sendiri.
Terus maju ataukah berhenti di sini,
Semua ada di genggaman tanganku.

Kini kusadari arti hidup ini,
Terus berjuang genggam keberhasilan!
Terus berjuang raih kebahagiaan!
Terus berjuang demi masa depanku!

Rabu

Kick Andy Show

Hari ini aku mau bercerita tentang kemunculanku yang tiba-tiba di acara Kick Andy Show, Metro TV.

Banyak juga yang nanya gimana kok aku bisa-bisanya nongol di acara sepopuler Kick Andy, terus dibayar apa kita yang bayar???
Wah, kelihatan ya kalau yang nanyanya niat bener, to the point, gak pake embel-embel, apalagi sampai mirip gembel, cuma kayaknya perlu deh sedikit disambelin, biar nanyanya gak pake volume The Beatles, sampai kudu disumpel pake kain pel... :D

Jadi gini ceritanya:
Tanggal 27 September malam, pas aku + keluarga lagi pergi ke undangan pernikahan saudara, tiba-tiba Wiria yang lagi ngecek HP ngasih laporan, "Ada orang Kick Andy nih kirim messege ke inbox Fanpage 'Aku Buta, Tapi Melihat', katanya dia mau undang yayang ke acara Kick Andy tanggal 1 Oktober ini."
"Hah, cepet banget tanggal 1?" Pekikku sedikit surprise. "Berarti kan minggu depan!"
"Iya." Suami ngelanjutin laporannya. "Ini dia kasih nomor HPnya, minta dihubungin kalau situ berminat."
"Ya, aku sih mau-mau aja..." Ngomongnya aja gitu, padahal hati sih udah jumpalitan sampai buat salto di udara beberapa kali saking excited-nya. "Tapi..., itu beneran ga sih?" tanyaku, timbul juga perasaan ragu. Takut nanti saltonya udah makin tinggi, terus ternyata hanya dapat September Mopdari  orang yang gak bertanggungjawab. Alhasil langsung menukik turun, terjun bebas, gak pake acara nyangkut dulu di pohon, tapi langsung terbanting di lantai ubin. Auch!!! Bisa dibayangin gimana tuh sakitnya...
"Biar koko aja yang hubungin dia," kata Wiria anteng.

Sepulang dari pesta, barulah Wiria hubungin nomer tersebut, tapi ternyata gak diangkat. Akhirnya wiria SMS dan kasih nomor aku ke orang itu, supaya dia aja yang hubungin aku.
sekitar jam 10 malam, barulah aku dapat SMS dari orang Kick Andy itu yang bilang kalau tadi dia sedang dalam perjalanan dan karena sudah malam, besok dia mau telepon aku untuk ngobrol-ngobrol dulu. Besoknya... hmm, kayaknya aku lupa deh gimana cerita selanjutnya... kayaknya sih kita ga jadi teleponan, karena ada something, tapi dia langsung bilang kalau hari Selasa akan ada tim multi media yang akan dating ke rumahku untuk ambil gambar, dan nanti bagian multi media itu yang akan langsung hubungin aku.

Jadilah hari Selasa itu aku dikunjungin oleh tim Kick Andy yang sejumlah 5 orang Mobilnya aja ada tulisan 'Metro TV'.

Mereka ambil gambar tentang kegiatanku sehari-hari, seperti bikin materi training di laptop, masak, nyapu, main sama anak, dll... Hmm, udah kayak lagi shooting Inem Si Pelayan Seksi aja, dan aku yang jadi Inemnya, hehehe...
Selesai ambil gambar, mereka suruh aku datang langsung ke studio hari Kamisnya, 1 Oktober, jam 5 sore, karena acara akan dimulai jam 18.30. Sementara akan tayang di TV tanggal 9 Oktober, jam 20.05 WIB.

Bencana!!!
Pas hari kamisnya, aku ambruk!!!
Kepalaku sakiiiittt... sampai muntah-muntah di kamar mandi, padahal aku udah minum obat sakit kepala. Kecurigaanku sih pertama karena pas lagi datang bulan. Biasanya aku emang begini kalau lagi didatangin si bulan, gampang masuk angin, padahal si angin gak pernah dipersilakan masuk... :P Dan kecurigaan suami, karena aku tegang akut karena mau masuk tipi!!!
Huff, masa sih??? Rasanya sih aku biasa aja deh... Waktu masuk Daai TV, acara Dunia sehat  dulu juga aku gak sampai ambruk kayak begini deh...

Tapi akhirnya aku berangkat juga dengan sekujur badan lemas, kayak habis dilucuti semua organ dalamnya, tiada tulang-belulang, tiada semangat, dan tiada tenaga walau untuk ngomong sekali pun.  Baru sedikit ngomong aja, dada langsung kerasa sesak.
waduh, gimana ini???
gimana nanti kalau aku pingsan pas di atas panggung???
gak lucu kan jadinya kalau nanti Andy bilang, "Maaf pemirsa, nara sumber kita kali ini jatuh pingsan, dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Untuk berita lebih lengkapnya, anda bisa saksikan di acara breaking news nanti malam!!!"

Tapi syukurlah...
Tragedi konyol itu tidak perlu terjadi, karena penampilanku malam itu lancer-lancer aja, malah terbilang cukup santai, sampai punya kesempatan buat ngatain Andy si setan botak, hehehe... Untungnya Andy ga marah, cuma kalau di Studio tanggapan Andy itu bukan cuma nyengir aja, seperti yang muncul di TV, tapi dia sempat bilang, "Nyesal saya undang kamu Rachel..." hehehe... Tadinya aku udah kepikiran buat nimpalin lagi, "Aku juga nyesal, kenapa ketemu setan botaknya di sini, bukan di neraka..." Sebelumnya kan Andy bilang, "Kalau kamu masuk Neraka, kamu bakal ketemu sama saya di sana..."
Hehehehe...
ternyata Andy itu orangnya kocak banget... Setiap kali jeda Iklan, dia selalu ngebanyol dengan cerita-cerita lucu, buat kita-kita yang ada di Studio pada ketawa terbahak-bahak...
Dia juga sering ngecengin Pak Irwan dari Sido Muncul.
O ya, karena sebenarnya waktu itu Kick Andy sedang memperingatkan hari mata sedunia, makanya mereka mengambil tema tentang 'Menjadi Penerang Dalam Gelap'. Dan mereka juga meresmikan KOMATNAS (Komite Mata Nasional), Hadir juga ibu mentri kesehatan, Nila Moeloek. Ibu yang sangat ramah dan bersahaja.

Dan terakhir, aku diminta untuk memberikan pesan kepada pemirsa yang masih diberikan mata sempurna, bagaimana mereka harus menghargai mata mereka. Ya sudah, aku bilanglah kalau mata kita ini adalah asset yang sangat berharga. Dan tiba-tiba aja kepikiran sama aku untuk membuat ilustrasi yang seolah-olah menantang mereka, maksudku sih supaya mereka bisa lebih membayangkan tentang keberadaan mata mereka yang walau kecil, tapi memiliki harga yang sangat tak ternilai. Aku bilang, "Kalau seandainya mata saya ini bisa didonor, adakah diantara anda yang bersedia mendonorkan matanya untuk saya? Saya berani membayar anda satu miliyar? atau dua miliyar? untuk sebelah mata saja. Apa ada yang bersedia?" diam sejenak. "Pasti anda akan berpikir beribu-ribu kali untuk memberikan mata anda kepada saya, karena sekarang anda sadar bagaimana betapa berharganya mata kita."
Tapi siapa sangka,,,
ternyata perkataan aku itu ditanggapin oleh segelintir orang dengan serius!

Tepatnya kemarin siang, suamiku dapat telepon dari seorang bapak. Kurang lebih begini percakapannya:
"Selamat siang pak Wiria, nama saya... Saya waktu itu menyaksikan istri bapak di Kick Andy, dan saya sudah menelepon Metro TV untuk minta nomer telepon isteri bapak, tapi mereka belum juga memberikannya kepada saya. Akhirnya tadi pagi, saya langsung datang ke Metro TV, dan saya langsung mendapatkan nomer pak Wiria... Begini pak, sebenarnya saya pernah bertemu isteri bapak waktu di LP. Saya ini dulunya Napi, pak, dan waktu itu isteri bapak datang bersama Legio Maria untuk Misa dan isteri bapak memberika kesaksiannya di sana. Dan sekarang, maksud telepon saya ini adalah, saya ingin mendonorkan biji mata saya untuk isteri bapak, GRATIS!!!
Tapi, untuk sekarang, saya donornya satu mata dulu ya, pak, nanti kalau saya sudah meninggal baru satunya lagi...."

Kemudian Wiria coba menjelaskan tentang hal ikwal donor-mendonorkan mata. Banyak orang berpikir kalau donor mata itu berarti semua biji matanya dipindahin... Hmm, kalau begitu mah, udah dari dulu saya minta ditukar sama mata orang bule, biar makin cakep karena bisa pilih warna, hehehe... Tapi hal yang sebenarnya itu adalah hanya kornea mata saja yang bisa didonorkan, sementara retina itu tidak bisa didonor. Jadi, kata dokter dulu, kalau sebenarnya mata saya juga bisa didonorin ke orang, karena korneaku ini masih bagus....
Nah, jadi begitulah ceritanya...

Jadi, sekarang, aku juga mau memproklamasikan kepada semua orang, terutama para pembaca setia blogku ini, kalau aku juga mau mendonorkan korneaku nanti... Yang butuh, silakan aja ambil. Tapi pas aku udah ga bernafas lagi ya... :D

Sampai detik ini, aku dan suami masih merasa terharu banget melihat niat tulus sang bapak. Sampai-sampai dia bela-belain dating ke Metro TV untuk minta nomer teleponku... Bener-bener hatimu mulia sekali, pak...

Dan status Facebook-ku hari ini :

Dia dahulu seorang Napi, dan kami ternyata pernah bertemu di LP saat saya kunjungan dan sharing di sana... hari ini, dia ingin mendonorkan biji matanya
untuk saya...
Mungkin dia pernah dipenjara oleh karena kesalahannya, tapi hari ini dia dipenjarakan oleh kasih Kristus... mungkin seperti inilah yang Tuhan katakan,
"Yang terdahulu akan menjadi terkemudian, yang terkemudian akan menjadi terdahulu."
Mungkin sampai hari ini banyak orang yang masih memandangnya dengan sebelah mata hanya karena melihat masa lalunya, tetapi bagi Kristus dia adalah biji
mata kesayangan-Nya.
Terima kasih pak...
meski niat tulus bapak utk mendonorkan mata bapak pada saya tdk tersampaikan, tapi saya yakin kalau biji mata bapak saat ini juga sudah berada di telapak
tangan yang maha sempurna, dan Dia yang akan memperhitungkan semuanya...


NB : Katanya aku di tipi gemuk banget, sampai ada yang nyangka aku lagi hamil, hiks hiks... Ditambah lagi dandanan aku yang hamper mirip salah satu tokoh fampir di serial Twilight, bikin aku jadi mirip ibu pejabat... Waktu selesai didandanin sama orang Metronya sih, mamiku bilang cakep banget. Tapi kenapa kok pas muncul di tipi aku jadi ancur begitu??? :P
Ada juga yang bilang kalau TV itu bikin kita lebih kelihatan besar 30%. Makanya kenapa para artis itu aslinya ceking banget, tapi kalau di TV kelihatan montok... Nah, aku di TV kok bukannya kelihatan montok, tapi... bengkak!!! :D



Senin

Merasa Jelek Karena Kacamata Tebal

Kisah ini sebenarnya terjadi sudah agak lama, sekitar tahun lalu, ketika aku mengisi sesi training di Departemen Perhubungan (DEPHUB).

Waktu sesi pembagian port (terdapat 3 port) : port Bersyukur, Tanggungjawab dan Cukup.
Di port Cukup dibimbing oleh Ustadz Hasanudin Labai Tw, port Tanggungjawab oleh Bapak Nurrachman Oerip, Sh. mantan duta besar kerajaan Kamboja, dan di port Bersyukur diisi oleh aku sendiri.

Peserta dibagi dalam 3 kelompok yang akan secara bergilir memasuki port-port tersebut. Dan selama setengah jam, tiap peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sesuai judul port yang mereka masuki kepada para pembimbing.

Ada seorang peserta wanita di port-ku yang takkan kusebutkan nama aslinya di sini, hanya kuberi inisial "Y" saja. Nah, Y ini mengajukan pertanyaan padaku dengan suara agak sedikit bergetar, "Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri? karena selama ini saya selalu merasa rendah diri."

"Kenapa ibu merasa rendahh diri?" Aku malah bertanya balik. Tujuannya sih agar aku bisa mengetahui lebih dulu alasan dia rendah diri selama ini.

"Karena mata saya juga bermasalah... Saya harus memakai kacamata sangat tebal. Makanya saya jadi rendah diri..."

Tanpa pikir panjang, aku pun menjawab, "Mungkin setelah ibu melihat saya hari ini, ibu bisa lebih percaya diri..."

dan ternyata dengan cepat ibu itu pun mengiyakan jawabanku.

"Dibanding saya," lanjutku. "Ibu masih terbilang beruntung, karena walaupun mata ibu bermasalah, tapi ibu masih bisa melihat dengan dibantu kacamata, sementara saya... kacamata model apa pun sudah tidak lagi bisa membantu saya..." Setelah hening sejenak, aku kembali berkata, "Contohnya saja sekarang, kalau ibu mau permisi ke belakang, ibu tinggal melangkahkan kaki dan pergi sendiri. Sementara saya... Jujur saja, sekarang ini saya lagi kebelet pipis nih..." ujarku santai sambil nyengir. "Tapi saya mau tidak mau harus menunggu orang lain yang bersedia menuntun saya ke kamar kecil, karena saya belum hafal letak bangunan di sini... Jadi, kalau masih ada yang bisa disyukuri, kenapa harus susah-susah memikirkan sesuatu hal yang hanya membuat diri kita semakin terpuruk?"

Akhirnya..., setelah sesi port itu berakhir, aku baru bisa ke kamar kecil dengan diantar tante Erna.

Waktu keluar dari kamar mandi, kami kembali bertemu dengan Y yang entah memang sudah menunggu kami di depan kamar mandi, atau memang cuma kebetulan saja. Di situ Y bercerita dengan air mata yang bercucuran bahwa hanya karena memakai kacamata tebal, akhirnya dia merasa kalau dirinya itu jelek. Makanya waktu ada seorang pria mendekatinya, tanpa pikir panjang lagi Y langsung saja menerimanya, dan tak berapa lama mereka pun menikah, padahal Y sama sekali tidak suka pada pria itu. Akhirnya dalam waktu yang terbilang singkat, mereka pun bercerai dengan meninggalkan seorang anak. "Pernikahan yang dipaksakan hanya karena saya takut tidak laku... Saya merasa saya ini jelek..." kata Y di sela-sela tangisnya. "Sekarang saya menyesali kebodohan saya... Tapi apa boleh buat, semua sudah terjadi..."

Padahal menurut tante Erna, Y memiliki wajah yang cantik, dengan kulit putih dan postur tubuh yang lumayan tinggi..

Begitulah kisah Y, seorang wanita cantik yang merasa jelek hanya karena memakai kacamata tebal, sehingga membawanya pada keputusan yang justru menghancurkan semua harapannya.

Dipikir-pikir, dulu aku juga pernah merasa seperti itu, merasa jelek dan tidak berguna hanya karena kondisi mataku, sehingga membuatku minder, tidak mau bergaul dan selalu menutup diri... Dan ternyata sikapku itu yang justru membuatku semakin terpuruk dalam kesedihan, kesepian dan rasa mengasihani diri sendiri yang berlebihan. Padahal, kalau saja dari dulu-dulu aku sudah menyadari akan kelebihan yang belum tentu dimiliki orang lain, pasti banyak waktu yang bisa kumanfaatkan dengan lebih maksimal, dari pada hanya mengurung diri dan sibuk mengasihani diri sendiri.

Karena itu, buat teman-temanku tersayang, yang mungkin saat ini masih juga merasa bahwa dirinya itu jelek, tidak berguna atau mungkin juga merasa kalau dirinya merupakan ciptaan yang salah cetak... semoga melalui tulisanku ini, kalian bisa menyadari kalau di muka bumi ini tidak ada manusia yang sempurna seutuhnya... di balik setiap kekurangan yang tampak pasti tersembunyi sebuah potensi. Jadi, dari pada sibuk menyesali kekurangan yang kita miliki, bukankah lebih baik waktu itu kita gunakan untuk mencari tahu apa kelebihan kita, dan mulai mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna dan bisa membanggakan di suatu hari nanti?

Mulailah bergerak untuk bangkit dari keterpurukan yang sudah membutakan kita selama ini, dan mulailah mencari tahu letak kelebihan kita. Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengetahui potensi kita adalah salah satunya dengan melakukan apa yang kita sukai, karena biasanya dari hobi kitalah terkuak  bakat atau kelebihan yang kita miliki... Kalau kamu suka bernyanyi, bernyanyilah sekeras-kerasnya. Asal jangan sampai kedengaran pak satpam, nanti takutnya kamu dikira orang stres, hehehe...  Kalau suka nonton film kung fu, coba ikutan les wushu, siapa tahu kamu malah jadi juara wushu dan mengharumkan nama bangsa... Pokoknya, gunakan waktu sebaik-baiknya, karena menyesal kemudian tiada gunanya...

Jangan hiraukan apa kata orang, karena hidupmu adalah milikmu sendiri. Sejelek apa pun kamu, masih jelek orang yang bilang kamu jelek, karena berarti dia pasti salah satu ciptaan yang salah cetak, minimal salah cetak otak, hehehe...

Aku masih dan akan selalu ingat perkataan yang disampaikan pak Nurrachman Oerip, "Orang yang merasa pintar, maka sebenarnya saat itu dia menjadi orang yang paling bodoh!"

Jadi, kalau ada yang bilang kamu bodoh, maka sebenarnya dia lebih bodoh dari kamu, hehehe...

Nah, sebagai penutup ceritaku, aku mau nyanyi lagu yang kuciptakan sendiri ah...

"Tahukah kawan, kisah hidupku;
sebagai seorang yang tak mampu melihat,
indahnya dunia pun cerahnya mentari,
hanya gelap yang menjadi kawanku.

Dapatkah kawan, kau membayangkan;
rindu hatiku menatap wajah anakku.
Namun haruskah kuterus ratapi diri,
yang hanya membuatku semakin terpuruk.

REFF:

Apa gunanya, keluhkan yang tak ada,
hanya membuang waktu yang berharga.
Syukuri semua dan hargai kurniaNya,
kuyakin hidup kan lebih berarti."

Theme Song: Bible Kids Festival

Dapat inspirasinya waktu lagi sikat kamar mandi, hehehe... dan tak disangka malah dapat juara... :-D

Theme Song : Bible Kids Festival
(Juara lomba 2014 St. Laurensius)

Yesus berkata,
"Marilah hai anakKu, datang padaku dan belajarlah dariKu.
Bible Kids Festival tempat yang Kusediakan,
agar kau bertumbuh jadi hebat dan kuat."

Ini aku, Tuhan, datang penuhi panggilanMu.

REFF:
Hebat, aku anak yang hebat.
Kuat, kuat dalam imanku.
Karena Yesus jadi guruku,
di Bible Kids Festival kumenjadi hebat dan kuat.



Berdoa Rosario Bersama Glyn

Mengajarkan anak-anak berdoa, khususnya berdoa Rosario, membutuhkan strategi jitu, meleset sedikit saja akan berakibat fatal; alih-alih mengharapkan anak senang berdoa, malah membuat mereka takut dan benci berdoa.

Hari pertama aku mengajarkan Glyn doa Rosario pun merupakan suatu kesalahan yang untungnya, tidak membuat Glyn kapok, walaupun malam itu Glyn tidur agak gelisah. Aku sangat-sangat menyesal dan merasa bersalah.

Jadi malam itu, Glyn sedang memainkan gelang Rosario biru milikku yang kubeli di pertapaan Rawaseneng, langsung saja aku mengajaknya untuk mendaraskan doa Bapa Kami dan Salam Maria sesuai urutan maniknya. Glyn pun terlihat sangat antusias. Sementara Glyn mulai mendaraskan doa-doa tersebut, aku hanya diam, mendengarkan dan mengoreksi kalau dia lupa atau salah mengucapkannya. Dan ternyata Glyn terus-terusan melakukan kesalahan. Bukan hanya itu saja, posisi tubuh Glyn pun tidak bisa diam; kadang bisa duduk manis, tapi lebih sering miring kiri, miring kanan, tiduran, sampai nungging segala. Hal itu membuatku kesal.  Aku terus-menerus menyuruhnya untuk duduk manis, menutup mata dan mengucapkan doa yang benar. Tapi justru sikapku yang seperti itu membuat Glyn makin kacau. Sampai akhirnya kejengkelanku berujung pada tragedi; tadinya mau menyentuh kepala Glyn dengan jari telunjukku sambil berkata, "Kamu harus konsentrasi!", malah meleset mengenai sebelah mata Glyn. Akhirnya Glyn pun menangis.
"Sorry, mama nggak sengaja," cepat-cepat aku meminta maaf.
Tapi Glyn tetap menangis. Dan 10 manik Salam Maria pun berakhir dengan tangisan dan kesalahan yang berulang-ulang.

Semalaman hatiku dikuasai perasaan menyesal, bersalah dan kuatir, kuatir Glyn tidak mau lagi menyentuh Rosario. Kalau sampai hal itu terjadi, berarti penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah diriku sendiri.

Tapi syukur kepada Allah. besoknya, sebelum tidur, kembali Glyn mengambil Rosario biru yang sudah dicap sebagai miliknya, dan berkata kepadaku, "Mama, mau doa Rosario..."

Aku pun segera menanggapinya dengan tak kalah semangat, "Ayo..."

Kami duduk saling berhadapan di atas kasur.
Aku memutuskan untuk mengubah sikapku, bukan lagi sebagai guru, tetapi sebagai sahabat. Guru berfungsi sebagai pengajar dan pengoreksi kesalahan muridnya, tapi sahabat akan belajar dan mengoreksi bersama-sama.

Kami pun mulai mendaraskan doa Bapa kami dan Salam Maria bersama-sama.
Glyn terlihat sangat senang sekali. Dia tidak lagi merasa terbeban oleh kalimat doanya yang masih juga sering salah-salah, karena sekarang dia berdoa bersamaku, jadi dia tinggal mengikuti ucapanku. Baru selesai doa Bapa kami, Glyn menginterupsi dengan celotehannya yang macam-macam, termasuk gayanya yang mulai berubah-ubah seperti kemarin. Tapi untuk kali ini, aku tidak mau menghentikannya. Biar saja mengalir apa adanya. Justru saat aku ikut mengalir bersamanya, Glyn semakin terlihat antusias. Karena itu, tiba-tiba saja aku terpikir untuk menceritakan fungsi doa Rosario, tentu saja menurut fersi anak-anak :

"Setiap kali kita doa Rosario, sebenarnya kita lagi kirimin Bunda Maria bunga mawar. Makin banyak doanya, makin banyak bunga mawar yang kita kirimin... "

"Buat apa kirimin bunda Maria bunga mawar?"

"Karena bunda Maria suka sama bunga mawar... Setiap kita kirimin bunga mawar, bunda Maria langsung senyum. terus bilang sama Tuhan Yesus, "Yesus, lihat! Bunga mawar ini cantik-cantik sekali ya..."
"Dari siapa bunga mawar itu, mama?" tanya Tuhan Yesus sambil ikut ciumin bunga mawar yang harum-harum itu.
"Dari anakku yang tinggal di Sutera Kirana, namanya Glyn Cherish... Dia itu anaknya baik, deh, tiap malam dia selalu kirimin aku bunga-bunga mawar ini... Nanti aku mau buatin Glyn mahkota yang besaaar dari bunga-bunga mawar ini..."
Lalu Tuhan Yesus berkata, "Waaawww... baik sekali ya, mama, anak yang bernama Glyn Cherish itu..."
Bunda Maria ngangguk-ngangguk, terus berkata lagi, "Makanya, Yesus, tolong kamu kirimin Glyn malaikat-malaikat-Mu ya untuk menjagai dia malam ini, untuk melindunginya dari setan-setan yang jahat... Aku nggak mau anakku Glyn sedih dan sakit... Aku mohon Yesus selalu menolongnya dan menemaninya waktu Glyn sekolah, waktu Glyn bermain, jangan sampai Glyn jatuh... Pokoknya aku mohon supaya malaikat-malaikat-Mu selalu berada di dekat Glyn..."
"Baik, mama..." jawab Tuhan Yesus. Terus Tuhan Yesus panggil malaikat-Nya, "Kat! Kat!"
( Di sini Glyn menginterupsi: "Kok, panggilnya, Kat! Kat! sih?"
"Iya kan namanya Malaikat, jadi panggilnya, Kat! Kat!"... :D )
Cepat-cepat malaikat-malaikat Tuhan Yesus datang menghadap, "Ya, Tuhan?"
"Tolong ya kamu sekarang juga turun ke bumi, tepatnya ke jalan Sutera Kirana, di sana ada anak perempuan yang bernama Glyn Cherish... Tolong ya kamu jagain dia, jangan sampai ada setan yang mau jahatin dia... Pokoknya kamu harus berdiri di dekat-dekat Glyn ya..."
"Kenapa begitu, Tuhan?" tanya malaikat heran.
"Ya, soalnya malam ini Glyn sudah mengirimkan bunga mawar yang cantik-cantik untuk mama-Ku, makanya Aku senang melihat mama-Ku senang, dan Aku mau kamu buat Glyn juga senang..."
"Oooo... begitu ya, Tuhan... Baiklah kalau begitu, sekarang juga aku akan turun ke bumi dan pergi ke jalan Kirana itu untuk jagain anak yang bernama Glyn Cherish..."

Nah, akhirnya malaikat itu turun deh untuk jagain Glyn..."

Selama aku bercerita, Glyn benar-benar serius mendengarkan, dan membuatnya makin semangat untuk mendaraskan Rosario.

Kami pun kembali meneruskan doa kami yang sempat terinterupsi tadi.

Setiap kali pindah ke manik berikutnya, Glyn membutuhkan waktu untuk kembali menghitung mulai dari manik pertama, dan hal itu terjadi setiap kali pindah manik, belum lagi ditambah dengan selingan celotehannya yang kadang membuatku ingin tertawa.

Akhirnya 10 manik pun selesai di daraskan, ditutup dengan doa kemuliaan. Setelah itu aku meminta Glyn untuk melanjutkan dengan doa pribadinya yang sudah biasa dia doakan sebelum tidur, "Tuhan Yesus, Glyn mau bobo, lindungi ya supaya Glyn sehat, Terima kasih Tuhan Yesus, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin."

Kemudian kami melakukan ritual kami, yaitu mencium Salib. Biasanya aku berkata, "Ayo, sekarang kita kiss Tuhan Yesusnya."

Sudah malam keempat kami melakukan doa Rosario bersama, kadang Glyn ingin mengirimkan bunga mawar, tapi kadang juga dia maunya kirimin kupu-kupu... Mungkin besok-besok kiriman Glyn makin bervariasi, tergantung imajinasinya saja... :D

Sekarang justru Glyn yang kadang berkata, "Aku bisa doa sendiri! Mama dengerin ya aku berdoa..." Dan memang kesalahannya semakin sedikit, bahkan nyaris sempurna!

Aku bersyukur Tuhan menolongku tepat pada waktunya, sehingga aku mampu sadar dari kesalahanku dan berhasil memperbaikinya. Semoga apa yang sudah kumulai, akan terus berbuah manis. Sebab aku yang menanam, Tuhan yang memberi pertumbuhan. Amin. (1 Kor 3 : 6)

Kamis

Bertemu Falabella Horse

Ini adalah kali kedua aku ke Medan dalam rangka mengisi training BCA. Yang pertama menginap di Swiss-Bel hotel, dan yang kedua di The Hill hotel  di Sibolangit. Tapi kedua-duanya aku nggak sempat pergi ke mana-mana, cuma ngendon di hotel... :)

Mau berkunjung ke rumah Tjong A fei (orang terkaya di Medan tahun 1920-an) belum juga kesampaian... Pokoknya suatu hari kudu ke sana. Belum lengkap deh rasanya kalau sudah baca buku sejarahnya, tapi nggak ngunjungin langsung rumahnya, padahal sudah ada di depan mata. Kata bapak supir yang kemarin jemput aku di bandara sih, pernah pemburu hantu datang ke situ dan nggak berhasil ngalahin roh penghuninya... Katanya baru kali ini nemuin tandingan yang sangat kuat. Langsung aja aku nyeletuk, "Mungkin rohnya jago kung fu kali, hehehe..."

Tapi waktu di The Hill, aku melihat-lihat mini zoo-nya (lebih tepatnya Wiria yang lihat-lihat, sambil ceritain ke aku), dan ada kuda mirip pony yang lebih kecil dari pada kuda pony biasanya, namanya Falabella horse. Lucu bangeeeet... :) Langsung aja aku kepikiran Glyn; Glyn pasti suka banget nih ketemu pony benaran... bisa dielus-elus lagi...:)

Falabella horse masuk ke dalam jenis kuda terkecil di dunia, jarang sekali tingginya bisa melebihi 78 cm. Falabella walaupun ukurannya mini, tidak bisa dikatakan kuda pony, tetapi lebih ke miniatur kuda. Nenek moyangnya berasal dari Amerika selatan, dan dibawa ke dunia barat oleh bangsa Spanyol.
Kuda Falabella dikembangbiakan di Argentina dari kuda lokal jenis Criollo yang dimulai pada tahun 1868 oleh seseorang bernama Patrick Newtall.

Nah, ini dia fotoku bersama para Falabella yang lucu-lucu, semua langsung datang nyamperin aku... Cute banget kan??? Pengen deh bawa pulang satuuuuu aja... :)







Dan ini foto bersama pak Markus (salah satu pembicara) dan isterinya, tante Erna, serta beberapa dari peserta New Me batch 30 di The Hill hotel, 26-27 Januari 2015.

Kesan terhadap kota Medan setelah dua kali berkunjung :
Pengemudi mobilnya "mantan pembalap semua"... :)
Pergi dan pulang semua tim pada mabok, kecuali ogut, mungkin karena ogut kagak bisa lihat jalanan, jadi asyik-asyik aja selama belum kerasa 'bruk!!!'...:)

Menikmati Situs Sejarah Trowulan, Mojokerto

Ini adalah perjalananku di bulan November 2013. Seperti biasa, waktu itu aku dan tim QQ sedang ada sesi di Surabaya selama 4 hari 3 malam. Training dilaksanakan di hotel Sativa Sanggraloka Pacet. Nah, karena sesiku ada di hari ke 2 dan 4, makanya di hari ke 3 aku dan suami memilih untuk melancong ke Trowulan, Mojokerto. Kami memesan travel dari hotel, hanya setengah hari dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore, biayanya sebesar 400.000 rupiah, sudah berikut mobil dan supir.
Perjalanan dari Pacet menuju Trowulan ditempuh kurang lebih selama satu setengah jam.

Trowulan merupakan sebuah kecamatan di Kab Mojokerto, Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Kab Jombang dan terletak di jalan nasional yg menghubungkan Surabaya dengan Solo.
Di Trowulan terdapat puluhan situs berupa bangunan, temuan arca, gerabah, dan peninggalan Kerajaan Majapahit. Di duga kuat pusat kerajaan majapahit berada di wilayah ini seperti yg di tulis oleh Mpu Prapanca dalam kitab Nagarakertagama dan dalam sumber dari cina abad 15. Trowulan di hancurkan pada tahun 1478, saat Giridrawardhana mengalahkan Kertabumi dan sejak saat itu ibukota Majapahit pindah ke Daha.

Reruntuhan kota kuno di Trowulan ditemukan abad ke 19. Peninggalan di sekitar Trowulan banyak yang terkubur lumpur didalam tanah, hal ini dikarenakan meluapnya sungai brantas dan aktivitas gunung kelud. Kebanyakan bangunan kuno ini terbuat dari bahan bata merah.

Candi pertama yang kami kunjungi adalah Candi Tikus. Candi Tikus ditemukan 1914 sebagai sarang tikus saat itu. Jadi ceritanya, para petani kala itu diganggu oleh wabah tikus yang menghancurkan tanaman padi mereka. Agar mereka tahu di mana sarang tikus-tikus itu berada, mereka pun mengejar sampai tikus-tikus itu masuk ke sebuah lubang. Saat lubang itu digali, ditemukanlah sebuah candi di bawahnya. Makanya Candi itu diberi nama Candi Tikus. Sebenarnya Candi itu merupakan kolam pemandian ritual.

Kompleks pemandian yang terbuat dari bata merah ini berbentuk cekungan wadah berbentuk bujur sangkar. Di sisi utara terdapat sebuah tangga menuju dasar kolam. Struktur utama yang menonjol dari dinding selatan diperkirakan mengambil bentuk gunung legendaris Mahameru. Bangunan yang tidak lagi lengkap ini berbentuk teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara yang ditata dalam susunan yang konsentris yang menjadi titik tertinggi bangunan ini.

Waktu aku sedang meraba-raba dinding candi, ada dua ibu lain yang juga sedang mengelilingi candi sambil terdengar suaranya berkomat-kamit, sepertinya sedang membaca doa. Dan salah satu dari mereka berkata pada temannya, "Nah, di sini kerasa banget. Hawanya beda. Pasti mereka banyak berada di sini..." Kemudian mereka pun kembali berkomat-kamit. Mungkin maksud "Mereka ada di sini" itu adalah para arwah yang dulu tinggal di Candi itu, dan mungkin ibu-ibu itu sedang mendoakan arwah mereka.

Waktu aku sedang berdiri di puncak tangga Candi dan lagi bersiap-siap mau di foto, tiba-tiba ibu-ibu itu menghampiri kami dan menawarkan untuk membantu mengambil foto, jadi suamiku juga bisa sekalian di foto bareng aku. Setelah di foto, ibu-ibu itu pun bertanya tentang keadaan mataku. Mungkin mereka sudah memperhatikanku dari tadi, dan bisa mengira kalau ada yang nggak beres sama mataku, kok dari tadi kerjaannya meraba-raba Candi dan kalau jalan harus dituntun, hehehe...

Tidak jauh dari Candi Tikus, di desa Temon berdiri gapura Bajang Ratu, sebuah gapura paduraksa anggun dari bahan bata merah yang diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-14 M. Bentuk bangunan ini ramping menjulang setinggi 16,5 meter yang bagian atapnya menampilkan ukiran hiasan yang rumit. Bajang ratu dalam bahasa Jawa berarti 'raja (bangsawan) yang kerdil atau cacat.'
Tradisi masyarakat sekitar mengkaitkan keberadaan gapura ini dengan Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit. Berdasarkan legenda ketika kecil Raja Jayanegara terjatuh di gapura ini dan mengakibatkan cacat pada tubuhnya. Nama ini mungkin juga berarti "Raja Cilik" karena Jayanegara naik takhta pada usia yang sangat muda. Sejarahwan mengkaitkan gapura ini dengan Çrenggapura (Çri Ranggapura) atau Kapopongan di Antawulan (Trowulan), sebuah tempat suci yang disebutkan dalam Negarakertagama sebagai pedharmaan (tempat suci) yang dipersembahkan untuk arwah Jayanegara yang wafat pada 1328.

Lanjut ke Gapura Wringin Lawang, terletak tak jauh dari jalan utama di Jatipasar.
Dalam bahasa Jawa, "Wringin Lawang" berarti "Pintu Beringin". Gapura agung ini terbuat dari bahan bata merah dengan luas dasar 13 x 11 meter dan tinggi 15,5 meter. Diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Gerbang ini lazim disebut bergaya 'candi bentar' atau tipe gerbang terbelah. Gaya arsitektur seperti ini mungkin muncul pada era Majapahit dan kini banyak ditemukan dalam arsitektur Bali.
Kebanyakan sejarahwan sepakat bahwa gapura ini adalah pintu masuk menuju kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. Dugaan mengenai fungsi asli bangunan ini mengundang banyak spekulasi, salah satu yang paling populer adalah gerbang ini diduga menjadi pintu masuk ke kediaman Mahapatih Gajah Mada.

Sekarang ke Candi Brahu yang berada Di desa Bejijong. Di candi inilah tempat diselenggarakan upacara kremasi (pembakaran jenazah) empat raja pertama Majapahit. Di dekat Candi Brahu terdapat reruntuhan Candi Gentong.




Saatnya makan siang. Pak supir menyarankan kami agar mencicipi makanan khas setempat, yaitu Sambel Wader. Lokasi nya di jalan raya, sebrang kolam Segaran.

Wader merupakan ikan kecil, suka disebut ikan bilis yg hidup di air tawar atau sungai. Waktu zaman majapahit, warga trowulan menangkap ikan wader ini di Kolam Segaran untuk dijadikan santapan lauk sehari-hari. Biasa nya ikan wader di goreng kering dan disajikan bersama sambel tomat, tetapi sebelum di goreng, ikan akan di bersihkan dan di rendam dengan campuran bumbu-bumbu warisan.
Ikan nya Mirip Teri Tapi Lebih Besar. Rasa sambelnya, wah..., super maknyos dan muantap pedesnya... pokoknya kalau ke sana lagi, pasti yang nggak boleh ketinggalan adalah makan sambel wader. Rasa ikannya juga gurih, garing, sampai duri-duri kecilnya bisa dimakan, jadi nggak perlu
takut keselek duri. Disajikan dengan nasi hangat, hmm, tambah yummie deh...:)

Jadi, kolam Segaran itu merupakan kolam besar berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800 x 500 meter persegi yang dahulunya digunakan sebagai penampungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Majapahit.
Selain itu juga, menurut cerita bapak supir, dahulu kala di kolam ini ditemukan banyak perabotan yang terbuat dari emas murni, seperti piring, mangkuk, gelas, sendok, garpu, dan sebagainya.
Konon di kolam inilah para raja Majapahit akan membuang peralatan makan mereka setelah mengadakan pesta untuk menjamu para duta dan tamu kerajaan. Nah, biar dianggap kalau Majapahit itu adalah kerajaan yang kaya raya, dihadapan para tamu itu raja akan langsung memerintahkan para pelayannya untuk membuang peralatan makan yang baru saja mereka pakai ke kolam tersebut. Sekarang kolam Segaran oleh masyarakat sekitar digunakan sebagai kolam pemancingan. Ikan wader yang kumakan juga diambil dari kolam ini.

Setelah makan siang, kami berkunjung ke Museum Trowulan Di sana banyak terdapat arca peninggalan Majapahit, salah satunya adalah arca Gajah Mada. Ada juga miniatur rumah jaman Majapahit. Masih banyak lagi peninggalan-peninggalan sejarah di trowulan yg masih harus di gali dan dipugar. Sungguh, negeri kita ini benar-benar diberkahi bukan hanya dengan kekayaan alamnya, tapi juga situs-situs sejarahnya yang memukau. Sebagai warga negara Indonesia, aku sangat bangga dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya yang kaya raya dengan ragam budaya dan agamanya.

Salah satu yang membuat kami terpukau juga adalah keberadaan patung Budha tidur yang sangat besar mirip di Thailand. Aku yakin, banyak orang Indonesia sendiri yang tidak mengetahui keberadaan patung raksasa ini. Di sinilah kita bisa membuktikan bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat yang memiliki toleransi tinggi. Meski di Trowulan sekarang sudah mayoritas beragama Islam, namun dengan keberadaan patung Budha tidur ini sudah membuktikan bahwa penduduk Trowulan hidup saling menghormati dan menghargai antara satu sama lain, meski berbeda kepercayaan.

Saatnya kembali ke hotel.
Kami mampir dulu untuk membeli rujak cingur pesanan pak Markus, salah satu teman pembicara, dan juga untuk teman-teman lainnya yang pastinya iri karena mereka harus tetap di hotel, sementara kami bisa keluyuran menikmati sejarah Trowulan, hehehe....

Sesampainya di hotel sekitar jam enam sore. Peserta training sedang waktunya istirahat dan makan malam. Nah, ternyata bukan aku saja yang membawakan teman-teman kejutan berupa rujak cingur, tapi diam-diam mereka juga sudah menyiapkan kejutan yang lebih mengejutkan lagi, khususnya buat aku.

Saat aku memasuki ruangan training yang sudah kosong, tiba-tiba serentak mereka menyanyikan lagu Jambrud, "Hari ini, hari yang kautunggu... bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu...". Lalu Rani membawakan sebuah kue muffin yang diberi lilin kecil, dan tante Erna menyuruhku untuk meniupnya...
Oh my God!!! Ternyata hari itu adalah hari ulang tahunku!!! Tepat tanggal 13 November...
Wah..., senangnya... Makasih ya teman-teman... kalian sudah menyempurnakan kegembiraanku hari itu...
Kemudian bos telepon dari Jakarta hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Waktu aku menanyakan kadonya, beliau menawarkan akan membelikan aku kaca mata hitam...
Hah..., kenapa nggak sekalian saja sama tongkat putihnya, bos, biar bisa langsung alih profesi jadi tukang pijat, hehehe...