Minggu

Bermain Jungkat Jungkit


Kasihan juga melihat Glyn dari tadi cuma tidur-tiduran sambil nonton
Baby TV, anak seumur dia pasti bosan kalau cuma diam seperti itu. Aku
berpikir cepat, permainan apa lagi ya yang bisa kami mainkan bersama
tanpa menggunakan mata. Akhirnya terpikir olehku sebuah permainan yang
mungkin bisa buat Glyn cukup senang. "Glyn mau main jungkat-jungkit?"
tanyaku.
Tanpa menanyakan lebih lanjut apa itu jungkat-jungkit, Glyn dengan
semangat langsung saja menjawab, "Mau!"
"Ya udah, Glyn-nya ke sini," kataku sambil mengambil posisi.
Aku tiduran terlentang di atas ranjang, kedua kakiku kuangkat dengan
lutut menenkuk sampai menyentuh dada. Setelah itu, aku menyuruh Glyn
menelungkup di atas lututku. Jadi muka Glyn berada di dekat kedua
lututku, dan kedua kakinya melingkar di pergelangan kakiku. Aku mulai
menggerakkan kakiku naik turun. Saat kakiku naik, aku menahan bahu
Glyn dengan kedua tanganku agar tubuhnya tidak merosot ke arah dadaku.
Ternyata Glyn sangat menyukainya. Dia tertawa senang, apalagi waktu
kakiku naik, sehingga tubuhnya ikut naik seperti melayang, sementara
kepalanya tetap berada di bawah. Makin lama Glyn makin berani. Dia
mulai mencoba melepaskan jepitan kakinya pada kakiku, membuatku harus
lebih kuat menahan bahunya agar tidak merosot dan mengenai mukaku.
Tawa Glyn makin kencang, aku pun makin bersemangat mengggerakkan
kakiku naik turun. Sampai sekali waktu, kakiku naik terlalu tinggi
membuat tubuh Glyn benar-benar jungkir balik. Kedua kakinya yang tidak
menjepit kakiku langsung melayang terus melewati kepalaku. Aku
berusaha menahan tubuhnya dengan mengikuti arah luncurannya, supaya
Glyn tidak sampai terbanting keras, dan lehernya tidak sampai menekuk.
Jadi bisa dibilang kedua tanganku membantu dia supaya meneruskan
jungkir baliknya yang sudah terlanjur ini agar sempurna.

Glyn jatuh ke atas ranjang dengan tubuh menyamping, sdtelah itu diam
tak bergerak. Aku berpikir dia pasti shock dengan kejadian jungkir
baliknya yang baru pertama kali dialaminya selama 2,8 tahun ini. Aku
mencoba menetralisir perasaan shock-nya itu dengan tertawa sambil
berkata, "Wah, jadi jungkir beneran deh..."
Tapi Glyn masih diam tak bergerak.
Aku meraba tubuhnya yang masih tidur miring. Sekali lagi aku berkata
sambil masih tertawa, "Glyn jadi jungkir beneran deh... Untung
jungkirnya di ranjang, hehehe..."
Glyn masih juga diam.
Aku mulai panik. Kuraba lagi seluruh tubuhnya. Aku yakin kalau tadi
nggak ada yang salah sama gerakkan jungkir baliknya. Di tengah-tengah
rasa panik yang melanda hati dan otakku, tiba-tiba Glyn melompat
bangun dan berkata, "Mau lagi!!!"

1 komentar:

Ummu Zahra mengatakan...

serunya yang bermain jungkat jungkit..., sama seperti aku Rachel..., anak2ku juga sering main permainan ini, mereka seneng bangett dan sampe2 minta berulang2 seperti glyn ;D