Hai, Diary!
Kenalin, aku Rachel, si gadis remang-remang!
Lho, kok, remang-remang?
Emangnya seneng sama suasana yang remang-remang ya?
O, tentu tidak!
Hehehe..., pasti otaknya udah langsung nyangkut di selokan deh!
Emang sih, kalau nyebur ke selokan kan suasananya jadi remang-remang, ditambah lagi baunya yang aduh hai, bikin mata jadi merem melek!!
Emangnya remang-remang selalu harus dikaitkan dengan hal-hal yang negatif?
nggak, kan?
kususnya buatku yang emang kondisi matanya udah remang-remang dari sononya, redup, hampir padam!ibarat batu batrai sih, udah seharusnya di lembiru, alias lempar beli yang baru!Eitz!
Tapi itu kan cuma berlaku pada batu batrai, lho, nggak berlaku buat cewek semanis diriku! hehehe...
Nah, gimana, Diary?
Bersedia kan kamu jadi teman si gadis remang-remang kayak aku ini?
bersedia aja, deh!dari pada benjol, kena pentung tongkat putihku ini! hehehe...
Yuk, kenalan yuk!
Namaku Rachel. Lengkapnya: Rachel Stefanie Halim Perdana Kusuma Jakarta Cengkareng Indonesia Raya Merdeka Merdeka!
Duh, kepanjangan!
Sampai Halim aja deh, biar bisa langsung lewat Tol!
Muncul di dunia, tepatnya di kota Sukabumi pada bulan ke sebelas, tahun ke- 1981, pada hari ketiga setelah hari Pahlawan.
Waduh, hari Pahlawan itu tanggal berapa ya?
kalau dianggap cukup penting, mendingan tanya guru sejarah dulu deh!
Nah, Diary, berarti kita sudah jadi teman kan?
Kamu pasti juga bersedia buat dengerin cerita-ceritaku, tentang hidup seorang gadis remang-remang dalam dunia yang remang-remang?
Hehehe, sudah kuduga, pasti kamu bersedia dan senang mendengar cerita-ceritaku!
Supaya aku bisa lebih disayang, aku mau bercerita dulu tentang perjalanan hidupku dari kecil hingga sekarang ini, bagaimana awalnya aku bisa punya mata yang remang-remang dan mampu bertahan dalam dunia yang remang-remang pula.
Kan seperti pepatah yang mengatakan: 'tak kenal maka tak sayang'.
Jadi, kenalilah diriku lewat cerita-ceritaku, biar aku makin disayang!
Cheers!!!
Selasa
Wellcome My Lovely Baby
halo diary..., aku mau kasih kabar nich...emang agak telat sich, abis aku blm sempet cerita di sini.
Aku mau kasih tau kalau hari Rabu, tanggal 09-09-2009, jam 5 pagi, akhirnya aku melahirkan bayi perempuan dgn berat 2,6 kg, panjang 46. Di Rsb Bahagia Sukabumi.
Aku mau kasih tau kalau hari Rabu, tanggal 09-09-2009, jam 5 pagi, akhirnya aku melahirkan bayi perempuan dgn berat 2,6 kg, panjang 46. Di Rsb Bahagia Sukabumi.
Minggu
Hari Ulang Tahun Pernikahan Ke-1
gak terasa sudah satu tahun kami mengarungi bahtera pernikahan kami.
Banyak hal yg kami rasakan bersama, baik suka maupun duka.
Terutama untuk aku pribadi, sudah banyak sekali pelajaran yg bisa kupetik dan kujadikan bekal untuk perjalanan kami selanjutnya. Pelajaran yg buat aku semakin dewasa, baik dalam berpikir maupun bertindak.
Aku bener-bener bersyukur, karena Tuhan sudah mengirimkan padaku seorang malaikat yg selalu setia dan sabar dalam mendampingiku, khususnya dalam menghadapi segala tingkahku yg kadang menjengkelkan, kekanak-kanakan, bahkan kadang buat aku sendiri aja kewalahan menghadapi sikapku yg buruk.
Semoga setelah hari ini, aku bisa berusaha untuk bersikap dan berpikir lebih baik lagi, terutama kepada malaikat pelindungku, yaitu suamiku tercinta, dan juga kepada malaikat kecilku yg akan segera muncul ke dunia, memberi keceriaan ditengah-tengah keluarga kami.
Terimakasih Tuhan buat penyertaanMU dalam keluarga kecil yg sudah 1 tahun kami bina ini.
Tapi, hari ini sebenernya aku sedih banget, karena baru kali ini setelah hari pernikahanku, aku jauh dari suamiku. Pas hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku kembali ke Jakarta, sementara aku tetap di Sukabumi. Aku bener-bener merasa kesepian. Baru minggu depan lagi kami ketemu. Hiks hiks hiks...
Aku jadi pengen cepet-cepet melahirkan supaya aku punya teman, punya kesibukan, yaitu nengurus bayi mungilku.
Pasti menyenangkan bisa merasakan kulit bayiku yg lembut dan harum.
I love u my husband and my lil angel...
I will love u forever...
Mmmuach...
Banyak hal yg kami rasakan bersama, baik suka maupun duka.
Terutama untuk aku pribadi, sudah banyak sekali pelajaran yg bisa kupetik dan kujadikan bekal untuk perjalanan kami selanjutnya. Pelajaran yg buat aku semakin dewasa, baik dalam berpikir maupun bertindak.
Aku bener-bener bersyukur, karena Tuhan sudah mengirimkan padaku seorang malaikat yg selalu setia dan sabar dalam mendampingiku, khususnya dalam menghadapi segala tingkahku yg kadang menjengkelkan, kekanak-kanakan, bahkan kadang buat aku sendiri aja kewalahan menghadapi sikapku yg buruk.
Semoga setelah hari ini, aku bisa berusaha untuk bersikap dan berpikir lebih baik lagi, terutama kepada malaikat pelindungku, yaitu suamiku tercinta, dan juga kepada malaikat kecilku yg akan segera muncul ke dunia, memberi keceriaan ditengah-tengah keluarga kami.
Terimakasih Tuhan buat penyertaanMU dalam keluarga kecil yg sudah 1 tahun kami bina ini.
Tapi, hari ini sebenernya aku sedih banget, karena baru kali ini setelah hari pernikahanku, aku jauh dari suamiku. Pas hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku kembali ke Jakarta, sementara aku tetap di Sukabumi. Aku bener-bener merasa kesepian. Baru minggu depan lagi kami ketemu. Hiks hiks hiks...
Aku jadi pengen cepet-cepet melahirkan supaya aku punya teman, punya kesibukan, yaitu nengurus bayi mungilku.
Pasti menyenangkan bisa merasakan kulit bayiku yg lembut dan harum.
I love u my husband and my lil angel...
I will love u forever...
Mmmuach...
Rabu
Rumah Baruku
puji Tuhan...
Akhirnya, Di detik-detik terakhir habisnya masa kontrakan kami di Apartemen, Tuhan sudah menyediakan sebuah rumah yg gak pernah kami duga sebelumnya.
Memang kami sangat mengharapkan bisa mendapatkan rumah di Alam Sutra, selain lingkunganya yg relatif aman, juga bis kantorku lewat persis di depan komplek Alam Sutra, sehingga memudahkanku untuk pulang pergi kantor.
Kami sudah menghabiskan berbulan-bulan keliling Serpong, Karawaci, termasuk dalam Jakarta sendiri buat cari rumah, berharap bisa dapat harga yg lebih murah, tp tetap aja dengan kondisi lingkungan yg mendukung. Maklum.., budget kami terbatas. Hehehe...
Dalam doa sih kita selalu bilang terserah Tuhan aja mau kasih kami rumah di mana, tapi dalam hati sih tetep aja kepengen Alam Sutra. Hehehe...
Sampai tinggal 2 minggu lagi batas waktu kontrakan, barulah kami berhasil menemukan rumah ini. Selain cocok dengan kondisi rumahnya, harga yg kami dapatkan juga termasuk murah dari harga seharusnya. Makanya rumah ini bener-bener anugrah dari Tuhan.
Tuhan tau kerinduan kami, tapi Tuhan juga tau batas kemampuan kami...
Sekarang perjuangan kami tinggal gimana menutup cicilan tiap bulanya.
Jujur aja, buat aku pribadi ini merupakan hal baru. Tantangan baru yg belum pernah aku alami seumur hidup.
Dulu aku gak pernah tau apa itu yg namanya seret keuangan.., nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet...
Dulu yg aku tau cuma kalau mau beli apa tinggal beli karena tabunganku selalu ada isinya, gak pernah sampai kosong. Itupun karena aku ini orangnya termasuk irit dalam menggunakan uang, sehingga aku masih bisa menabung, dan kebiasaan ini sudah aku lakukan dari semenjak aku sekolah, kuliah, sampe kerja sekarang. Belum lagi ditambah kesukaanku berjualan.apa aja bisa kujual asal dpt untung. Hehehe... Lumayanlah buat tambahan uang jajan.
Tapi sekarang aku baru tau apa itu yg namanya seret keuangan... Nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet. Lumayan bikin jantungku empot-empotan juga sich. Padahal yg ngalamin hal ini gak cuma aku sendiri aja, tapi barengan suami, karena kita sama-sama terlibat. Untungnya suamiku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini, yakni seret keuangan, bahkan dia pernah mengalami yg lebih parah dari ini. Jadi senggaknya aku masih kecipratan aura tenangnya. Aku sich banyak belajar dari pengalaman hidup suamiku, sehingga aku bisa lebih tenang dalam menghadapi apapun. Terutama aku makin yakin dengan pertolongan Tuhan yg gak pernah terlambat, selalu tepat waktu, dan yg terbaik buat kami. Kalau Tuhan sudah mempercayakan rumah ini pada kami, maka kami juga percaya kalau Tuhan juga yg akan menolong kami dalam pelunasan KPRnya.
Pokokek kami bersyukur banget dengan rumah ini.
tuhan memang bener2 baik, bahkan terlalu baik buat kami.
Makasih ya Tuhan buat rumahnya..!
Akhirnya tepat awal bulan September ini kami sudah bisa mendmpati rumah baru kami, jadi gak perlu lagi minta perpanjangan kontrak. Hehehe...
Jadi pas bayi kami lahir, yg jatuh pada bulan September ini (khususnya aku dan bayiku) akan langsung memasuki rumah yg baru, bukan lagi ngontrak, tapi benar2 sudah rumah sendiri. Soalnya kan awal September ini aku udah diungsikan ke Sukabumi buat persiapan melahirkan. Jadi aku baru bisa menikmati rumah ini setelah bayiku muncul ke dunia.
Memang satu lagi harapan suamiku terkabulkan, yaitu sudah bisa mfmiliki rumah sendiri sebelum bayi kami lahir, sehingga anak kami gak perlu lagi merasakan capeknya pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, seperti yg pernah dia alami. Ibarat kata sih seperti kucing beranak...
Akhirnya, Di detik-detik terakhir habisnya masa kontrakan kami di Apartemen, Tuhan sudah menyediakan sebuah rumah yg gak pernah kami duga sebelumnya.
Memang kami sangat mengharapkan bisa mendapatkan rumah di Alam Sutra, selain lingkunganya yg relatif aman, juga bis kantorku lewat persis di depan komplek Alam Sutra, sehingga memudahkanku untuk pulang pergi kantor.
Kami sudah menghabiskan berbulan-bulan keliling Serpong, Karawaci, termasuk dalam Jakarta sendiri buat cari rumah, berharap bisa dapat harga yg lebih murah, tp tetap aja dengan kondisi lingkungan yg mendukung. Maklum.., budget kami terbatas. Hehehe...
Dalam doa sih kita selalu bilang terserah Tuhan aja mau kasih kami rumah di mana, tapi dalam hati sih tetep aja kepengen Alam Sutra. Hehehe...
Sampai tinggal 2 minggu lagi batas waktu kontrakan, barulah kami berhasil menemukan rumah ini. Selain cocok dengan kondisi rumahnya, harga yg kami dapatkan juga termasuk murah dari harga seharusnya. Makanya rumah ini bener-bener anugrah dari Tuhan.
Tuhan tau kerinduan kami, tapi Tuhan juga tau batas kemampuan kami...
Sekarang perjuangan kami tinggal gimana menutup cicilan tiap bulanya.
Jujur aja, buat aku pribadi ini merupakan hal baru. Tantangan baru yg belum pernah aku alami seumur hidup.
Dulu aku gak pernah tau apa itu yg namanya seret keuangan.., nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet...
Dulu yg aku tau cuma kalau mau beli apa tinggal beli karena tabunganku selalu ada isinya, gak pernah sampai kosong. Itupun karena aku ini orangnya termasuk irit dalam menggunakan uang, sehingga aku masih bisa menabung, dan kebiasaan ini sudah aku lakukan dari semenjak aku sekolah, kuliah, sampe kerja sekarang. Belum lagi ditambah kesukaanku berjualan.apa aja bisa kujual asal dpt untung. Hehehe... Lumayanlah buat tambahan uang jajan.
Tapi sekarang aku baru tau apa itu yg namanya seret keuangan... Nungguin tanggal gajian karena simpenan uang udah mepet. Lumayan bikin jantungku empot-empotan juga sich. Padahal yg ngalamin hal ini gak cuma aku sendiri aja, tapi barengan suami, karena kita sama-sama terlibat. Untungnya suamiku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini, yakni seret keuangan, bahkan dia pernah mengalami yg lebih parah dari ini. Jadi senggaknya aku masih kecipratan aura tenangnya. Aku sich banyak belajar dari pengalaman hidup suamiku, sehingga aku bisa lebih tenang dalam menghadapi apapun. Terutama aku makin yakin dengan pertolongan Tuhan yg gak pernah terlambat, selalu tepat waktu, dan yg terbaik buat kami. Kalau Tuhan sudah mempercayakan rumah ini pada kami, maka kami juga percaya kalau Tuhan juga yg akan menolong kami dalam pelunasan KPRnya.
Pokokek kami bersyukur banget dengan rumah ini.
tuhan memang bener2 baik, bahkan terlalu baik buat kami.
Makasih ya Tuhan buat rumahnya..!
Akhirnya tepat awal bulan September ini kami sudah bisa mendmpati rumah baru kami, jadi gak perlu lagi minta perpanjangan kontrak. Hehehe...
Jadi pas bayi kami lahir, yg jatuh pada bulan September ini (khususnya aku dan bayiku) akan langsung memasuki rumah yg baru, bukan lagi ngontrak, tapi benar2 sudah rumah sendiri. Soalnya kan awal September ini aku udah diungsikan ke Sukabumi buat persiapan melahirkan. Jadi aku baru bisa menikmati rumah ini setelah bayiku muncul ke dunia.
Memang satu lagi harapan suamiku terkabulkan, yaitu sudah bisa mfmiliki rumah sendiri sebelum bayi kami lahir, sehingga anak kami gak perlu lagi merasakan capeknya pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, seperti yg pernah dia alami. Ibarat kata sih seperti kucing beranak...
Jumat
Acara Beauty Class (07 Mei 2009)
(Jam 09.15)
Besok, Jum'at, di kantorku akan ada acara "Beauty Class" yang dibawakan oleh "Artistry".
Seperti biasa aku ditugaskan untuk memanage para pesertanya.
Target jumlah peserta hanya dibatasi sampai 25 orang saja. Tapi seperti yang sudah aku duga, kalau menyangkut masalah kesehatan, apalagi kecantikan, nggak perlu repot-repot lagi menelepon untuk membujuk sana-sini, pasti jumlah peserta akan membeludag dengan sendirinya.
Dan ternyata, benar aja...
Baru aja aku mengirimkan email pendaftaran, dalam waktu 1 jam kemudian, jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai 38 orang.
Padahal acaranya akan diadakan pas jam istirahat lho...
Mungkin semua pada berpikir :
"Nggak apa-apa nggak makan siang, yang penting cantik.... Lagian kan sekalian ngurusin badan...!"
Hehehehe....
Akhirnya, buru-buru deh aku membuat pemberitahuan bahwa pendaftaran sudah ditutup!
Itu juga masih ada yang protes, gara-gara dia baru aja buka email, eh..., tau-tau pendaftarannya sudah ditutup.
Ada juga yang maksa supaya namanya dimasukan aja...
Walah..., memangnya ini acara nenek moyangmu!
Pusiiiiiiing......!!!!
Coba kalau diundang suruh mendaftar training..., sampai berhari-hari juga masih aja nih kolom nama kosong melompong! Mau nggak mau aku harus terus-terusan menelepon untuk mengingatkan mereka supaya mengirimkan peserta dari Departement/Plantnya masing-masing.
Malah ada yang baru kalang kabut kirim peserta setelah undangannya disebar!
Yah itulah realita kehidupan, khususnya yang menyangkut wanitanya.
Termasuk aku juga sih.... hehehe...
* Pembelaan Dari Kaum Wanita :
"Ya..., kita juga kan mau cantik..."
"Siapa juga yang nggak mau cantik..."
"Biar tambah disayang suami..."
"Ikut training yang biasa sih bosen..., ngantuk!"
"Sering-sering aja adain acara kayak ginian...!"
"Nanti kita dapet souvenir apaan ya?"
"Boleh daftarin 2 orang lagi?"
Besok, Jum'at, di kantorku akan ada acara "Beauty Class" yang dibawakan oleh "Artistry".
Seperti biasa aku ditugaskan untuk memanage para pesertanya.
Target jumlah peserta hanya dibatasi sampai 25 orang saja. Tapi seperti yang sudah aku duga, kalau menyangkut masalah kesehatan, apalagi kecantikan, nggak perlu repot-repot lagi menelepon untuk membujuk sana-sini, pasti jumlah peserta akan membeludag dengan sendirinya.
Dan ternyata, benar aja...
Baru aja aku mengirimkan email pendaftaran, dalam waktu 1 jam kemudian, jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai 38 orang.
Padahal acaranya akan diadakan pas jam istirahat lho...
Mungkin semua pada berpikir :
"Nggak apa-apa nggak makan siang, yang penting cantik.... Lagian kan sekalian ngurusin badan...!"
Hehehehe....
Akhirnya, buru-buru deh aku membuat pemberitahuan bahwa pendaftaran sudah ditutup!
Itu juga masih ada yang protes, gara-gara dia baru aja buka email, eh..., tau-tau pendaftarannya sudah ditutup.
Ada juga yang maksa supaya namanya dimasukan aja...
Walah..., memangnya ini acara nenek moyangmu!
Pusiiiiiiing......!!!!
Coba kalau diundang suruh mendaftar training..., sampai berhari-hari juga masih aja nih kolom nama kosong melompong! Mau nggak mau aku harus terus-terusan menelepon untuk mengingatkan mereka supaya mengirimkan peserta dari Departement/Plantnya masing-masing.
Malah ada yang baru kalang kabut kirim peserta setelah undangannya disebar!
Yah itulah realita kehidupan, khususnya yang menyangkut wanitanya.
Termasuk aku juga sih.... hehehe...
* Pembelaan Dari Kaum Wanita :
"Ya..., kita juga kan mau cantik..."
"Siapa juga yang nggak mau cantik..."
"Biar tambah disayang suami..."
"Ikut training yang biasa sih bosen..., ngantuk!"
"Sering-sering aja adain acara kayak ginian...!"
"Nanti kita dapet souvenir apaan ya?"
"Boleh daftarin 2 orang lagi?"
Selasa
Buah Hatiku
(Jam 11.14)
Sabtu, 2 Mei, aku kembali check up ke dokter.
Usia kandunganku sekarang sudah memasuki 4,5 bulan. Dan, menurut keterangan dokter, anakku adalah perempuan.
Seorang putri..., putri cantik dan mungil akan mewarnai hidupku, hidup kami sekeluarga!!
Aku benar-benar sudah nggak sabar ingin segera menggendong bayiku.
Bayi perempuan yang sudah Tuhan percayakan kepadaku, kepada kami sebagai orang tua yang akan selalu, senantiasa, dan selamanya menyayanginya dengan segenap hati kami.
Oh ya, aku juga sudah menyiapkan sebuah nama yang menurutku nama terindah, nama yang sangat cantik untuknya.
Hmmm..., apa aku beritahukan namanya sekarang ya???
ah, nanti aja deh...
eh, apa sekarang aja ya??
nggak ah..., nanti aja...
Yang pasti sekarang aku lagi bahagia..., sangat bahagia...
sebentar lagi aku akan memiliki seorang bayi perempuan, bayi yang pastinya manis dan menggemaskan.
Bayi yang akan menghadirkan sukacita, keceriaan, dan akan mengubah 180 derajat dari hari-hariku.
"Ya Tuhan..., tolong jagain anakku ya...
jadikan dia anak yang kuat, sehat, cerdas, sempurna, mengasihiMu dan orang tuanya, jadi anak yang patuh, suka menolong, murah hati, penyabar, lemah lembut, dan murah senyum...
Mulai dari kandungan, anak ini adalah milikMu seutuhnya!
Peliharalah dia dalam dekapan kasihMu.
biarlah wajahMu selalu bersinar terang, memancar melalui hidupnya, sehingga orang akan melihat bahwa Engkau di dalamnya, dan dia di dalamMu.
cintailah dia seperti sepasang biji mata;
dan bimbinglah dia selalu di jalanMu,
JalanMu yang membawanya kepada kemenangan!
Ya Tuhan..., O Tuhanku...
terimakasih untuk buah hati ini.
Mampukan kami untuk menjaganya, membesarkannya, dan mengasihinya,
seperti kasihMu yang tiada berkesudahan.
Biarlah dia menjadi sumber sukacita bagiMu, bagi kami, dan bagi sesamanya.
Akan selalu kuingatkan dia tentang NamaMu,
NamaMu yang menyelamatkan,
yang akan menjadi tempat perlindungannya yang Mahatinggi.
Sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, tempat perhentiannya,
hanya Engkaulah penolongnya,
hanya Engkaulah penjaganya, di sebelah tangan kanannya.
Matahari tidak akan menyakitinya pada waktu siang,
dan bulan pada waktu malam.
Penjaganya tidak akan terlelap,
Penjaganya tidak akan tertidur.
sekarang dan selamanya,
dia akan menjadi milikMu.
Anak yang kusayangi...
anak yang Kau cintai...
anak yang kita kasihi!
Amin..., Amin..., Amin!"
"I love you, my lovely baby!"
Sabtu, 2 Mei, aku kembali check up ke dokter.
Usia kandunganku sekarang sudah memasuki 4,5 bulan. Dan, menurut keterangan dokter, anakku adalah perempuan.
Seorang putri..., putri cantik dan mungil akan mewarnai hidupku, hidup kami sekeluarga!!
Aku benar-benar sudah nggak sabar ingin segera menggendong bayiku.
Bayi perempuan yang sudah Tuhan percayakan kepadaku, kepada kami sebagai orang tua yang akan selalu, senantiasa, dan selamanya menyayanginya dengan segenap hati kami.
Oh ya, aku juga sudah menyiapkan sebuah nama yang menurutku nama terindah, nama yang sangat cantik untuknya.
Hmmm..., apa aku beritahukan namanya sekarang ya???
ah, nanti aja deh...
eh, apa sekarang aja ya??
nggak ah..., nanti aja...
Yang pasti sekarang aku lagi bahagia..., sangat bahagia...
sebentar lagi aku akan memiliki seorang bayi perempuan, bayi yang pastinya manis dan menggemaskan.
Bayi yang akan menghadirkan sukacita, keceriaan, dan akan mengubah 180 derajat dari hari-hariku.
"Ya Tuhan..., tolong jagain anakku ya...
jadikan dia anak yang kuat, sehat, cerdas, sempurna, mengasihiMu dan orang tuanya, jadi anak yang patuh, suka menolong, murah hati, penyabar, lemah lembut, dan murah senyum...
Mulai dari kandungan, anak ini adalah milikMu seutuhnya!
Peliharalah dia dalam dekapan kasihMu.
biarlah wajahMu selalu bersinar terang, memancar melalui hidupnya, sehingga orang akan melihat bahwa Engkau di dalamnya, dan dia di dalamMu.
cintailah dia seperti sepasang biji mata;
dan bimbinglah dia selalu di jalanMu,
JalanMu yang membawanya kepada kemenangan!
Ya Tuhan..., O Tuhanku...
terimakasih untuk buah hati ini.
Mampukan kami untuk menjaganya, membesarkannya, dan mengasihinya,
seperti kasihMu yang tiada berkesudahan.
Biarlah dia menjadi sumber sukacita bagiMu, bagi kami, dan bagi sesamanya.
Akan selalu kuingatkan dia tentang NamaMu,
NamaMu yang menyelamatkan,
yang akan menjadi tempat perlindungannya yang Mahatinggi.
Sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, tempat perhentiannya,
hanya Engkaulah penolongnya,
hanya Engkaulah penjaganya, di sebelah tangan kanannya.
Matahari tidak akan menyakitinya pada waktu siang,
dan bulan pada waktu malam.
Penjaganya tidak akan terlelap,
Penjaganya tidak akan tertidur.
sekarang dan selamanya,
dia akan menjadi milikMu.
Anak yang kusayangi...
anak yang Kau cintai...
anak yang kita kasihi!
Amin..., Amin..., Amin!"
"I love you, my lovely baby!"
Sabtu
Telepon Surga
"Engkau adalah Allahku,
kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.
Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.
Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;
sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah." (MZM 86 : 3-13)
“Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan;” Mazmur 84:2-3a
=================
Tuhan Yesus yang paling kusayang;
aku sungguh merasa letih dan tidak bersemangat.
hatiku sepi dan gersang;
seakan tak ada lagi setitik airpun di sana.
aku rindu padaMu, O Tuhanku.
aku rindu akan air hidup;
akan sungai yang mengalir membasuh hatiku.
Jamahlah hatiku dan basuhlah dengan air surgawi;
biarlah kegirangan menghampiriku
bagai hujan membasahi tanah kering.
Singkirkanlah segala keluh kesahku;
agar mulutku dipenuhi ucapan sukacita.
Tuhanku Yesus yang penuh kemurahan,
ulurkanlah tanganMu yang berlubang paku
tumpangkanlah ke atas kepalaku,
agar penuhlah sukacitaku.
Engkau yang paling mengetahui isi hatiku,
Engkau yang paling mengenal hingga kedalaman jiwaku.
bawalah aku ke tempat Engkau kini berada,
karena di sanalah terletak sukacitaku.
Ijinkanlah aku berteduh di bawah kepak sayapMu,
menikmati kedamaian yang pasti terasa teramat sangat nikmat.
lebih nikmat dari apapun yang pernah kukecap,
lebih nikmat dari apapun yang pernah kurasa.
Bawalah aku ke sana,
ke tempat Kau kini berada!
Ya Tuhanku dan Sahabatku,
ijinkanlah aku berbaring di dekatMu meski hanya sejenak saja.
biarlah pulih segala letih di jiwa,
dan sirna segala sepi di hati.
O Yesusku, Penyelamat jiwaku, pengharapan hidupku,
janganlah sekiranya Kau berpaling dari padaku.
Sebab teramat berharganya diriMu bagi hidupku.
Ingatlah akan aku saat Kau datang kembali sebagai Raja,
sebab pengharapanku terletak padaMu.
O Raja yang termulia,
sumber kehidupanku,
sukacitaku,
penyelamat jiwaku,
Sahabat yang setia,
kota benteng perlindunganku,
Penghiburku,
Penebus Jiwaku,
Matahari hidupku,
Kekuatanku,
Tempet perteduhanku,
Kekasih dan dambaanku,
Mata air hidupku,
Penolongku,
Penjagaku,
Penasihatku yang ajaib,
Cahaya damai sejati,
Tempat aku bernaung,
Gunung batu keselamatanku,
Tempat perhentianku,
Tujuan perjalananku,
Kemenanganku,
Sumber cinta kasih abadi,
penuh kelembutan,
O Yesus, Raja termulia,
Tuhan dan Allahku!
kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.
Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.
Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;
sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah." (MZM 86 : 3-13)
“Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan;” Mazmur 84:2-3a
=================
Tuhan Yesus yang paling kusayang;
aku sungguh merasa letih dan tidak bersemangat.
hatiku sepi dan gersang;
seakan tak ada lagi setitik airpun di sana.
aku rindu padaMu, O Tuhanku.
aku rindu akan air hidup;
akan sungai yang mengalir membasuh hatiku.
Jamahlah hatiku dan basuhlah dengan air surgawi;
biarlah kegirangan menghampiriku
bagai hujan membasahi tanah kering.
Singkirkanlah segala keluh kesahku;
agar mulutku dipenuhi ucapan sukacita.
Tuhanku Yesus yang penuh kemurahan,
ulurkanlah tanganMu yang berlubang paku
tumpangkanlah ke atas kepalaku,
agar penuhlah sukacitaku.
Engkau yang paling mengetahui isi hatiku,
Engkau yang paling mengenal hingga kedalaman jiwaku.
bawalah aku ke tempat Engkau kini berada,
karena di sanalah terletak sukacitaku.
Ijinkanlah aku berteduh di bawah kepak sayapMu,
menikmati kedamaian yang pasti terasa teramat sangat nikmat.
lebih nikmat dari apapun yang pernah kukecap,
lebih nikmat dari apapun yang pernah kurasa.
Bawalah aku ke sana,
ke tempat Kau kini berada!
Ya Tuhanku dan Sahabatku,
ijinkanlah aku berbaring di dekatMu meski hanya sejenak saja.
biarlah pulih segala letih di jiwa,
dan sirna segala sepi di hati.
O Yesusku, Penyelamat jiwaku, pengharapan hidupku,
janganlah sekiranya Kau berpaling dari padaku.
Sebab teramat berharganya diriMu bagi hidupku.
Ingatlah akan aku saat Kau datang kembali sebagai Raja,
sebab pengharapanku terletak padaMu.
O Raja yang termulia,
sumber kehidupanku,
sukacitaku,
penyelamat jiwaku,
Sahabat yang setia,
kota benteng perlindunganku,
Penghiburku,
Penebus Jiwaku,
Matahari hidupku,
Kekuatanku,
Tempet perteduhanku,
Kekasih dan dambaanku,
Mata air hidupku,
Penolongku,
Penjagaku,
Penasihatku yang ajaib,
Cahaya damai sejati,
Tempat aku bernaung,
Gunung batu keselamatanku,
Tempat perhentianku,
Tujuan perjalananku,
Kemenanganku,
Sumber cinta kasih abadi,
penuh kelembutan,
O Yesus, Raja termulia,
Tuhan dan Allahku!
Langgan:
Entri (Atom)

