Minggu

Sharing Motivasi di SMAK Penabur Bintaro Jaya

Jumat kemarin, 22 Januari 2016, saya diundang oleh salah seorang guru SMAK Penabur Bintaro untuk membagikan seminar motivasi dihadapan kurang lebih 450 murid. Hari itu mereka memang sedang mengadakan work shop yang berhubungan dengan talenta masing-masing.

Sesuai agenda, sebelum mereka memasuki kelas workshop, lebih dulu mereka akan mendengarkan seminar motivasi, dan dirikulah yang ditunjuk untuk mengisi seminar tersebut.

Sebelumnya, Miss Rina, guru yang mengundangku telah menginformasikan kalau tema workshop mereka tahun ini adalah "Muda, Beda, Berkarya", dan saya diharapkan dapat memotivasi mereka, khususnya agar mereka dapat lebih semangat belajar serta bersyukur dengan semua talenta yang Tuhan berikan.

Jam 8.00 pagi acara seminar itu pun dimulai. Perta-tama MC (pak Yanner) menyanyikan lagu 'The Prayer' bersama seorang guru kesenian bernama Miss Stephanie.
Wowww!!!
Alamaksss..., indahnya suara mereka...  Benar-benar mirip Josh Groban dan Celine Dion...
Pasti sulit membedakan mana Josh Groban yang asli dengan Josh Goban atau Josh Siban??? :D
Tapi beneran... untuk acara pembukaan, duet mereka sukses abis!

Setelah "The Prayer", MC mulai memperkenalkan pembicara seminarnya, dan diputarkan video tentang kegiatanku yang diambil dari acara Kick Andy. Akhirnya, MC-pun memanggilku untuk naik ke atas panggung.

Sebelumnya, suamiku sudah menanyakan kepada saya, apakah saya mau berdiri persis di depan mimbar kecil yang sudah ada di atas panggung, supaya saat berbicara nanti tubuhku tetap menghadap  ke depan, bukannya menceng ke kiri atau ke kanan, seperti yang sering terjadi kalau saya sedang membawakan training-training sebelumnya, soalnya gedung kali ini cukup luas. Tapi saya bilang kalau itu tidak perlu, karena saya lebih senang kalau bisa bergerak dengan bebas. Biarlah kalau tubuhku nantinya melenceng ke kanan atau ke kiri, yang penting nggak sampai membelakangi peserta, dan untungnya sampai detik ini hal itu belum pernah terjadi (jangan sampai terjadi deh...) :D

Pertama-tama saya menyapa peserta dengan, "SMAK Penabur apa kabar?"
Jawaban mereka hanya, "Baik..."
"Hanya baik???" tanya saya pura-pura heran.
Beberapa dari mereka ada yang menyahut, "Luar biasa!"
"Kalau begitu," lanjutku. "Coba tunjuk satu orang yang bisa kasih kita contoh jawaban yang semangat. Saya mau jawabannya harus ada kata-kata dari tema kalian : muda, beda, berkarya."
Kemudian pak Yanner menunjuk satu orang murid untuk maju ke atas panggung. Murid itu bernama Samuel.
Ternyata Samuel agak pemalu. saya nggak tau mengapa pak Yanner malah menunjuk Samuel, apa jangan-jangan Samuel ini tipe anak yang ramai kalau masih di bawah panggung, sementara langsung menciut kalau sudah di atas panggung. Saat saya lontarkan pertanyaan, SMAK Penabur apa kabar? Pertama-tama Samuel malah menjawab, "Baik..." , membuat semua teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal. Lalu kedua dan ketiga kali Samuel malah kebingungan, lalu berkata, "Saya nggak bisa..."
Saya terus mendorong Samuel untuk membuat jawabannya dengan gerakan. saya coba memberinya contoh. Dan akhirnya, Samuel pun berhasil membuat jawaban lengkap dengan gerakannya. Kemudian saya meminta semua teman-temannya mengikuti jawaban dan gerakan Samuel.
Dengan semangat mereka menjawab sapaan yang kulontarkan... Satu kali... Dua kali... dan ketiga kalinya, ketika saya mengancam kalau yang tidak menjawab lengkap dengan gerakannya akan ditarik ke panggung menggantikan Samuel, dengan antusias serentak mereka menjawab, "Muda, beda, berkarya, yes! yes! yes!"
Padahal kalimat yang keluar dari mulut saya bukan lagi, "SMAK Penabur apa kabar?" tapi, "SMAK Penabur selamat pagi!"
Hehehe..., ternyata semua murid kena jebakan saya... Entah karena saking semangatnya, atau jangan-jangan karena ancaman saya sebelumnya... hehehe...

Selesai pembukaan singkat tadi, akhirnya saya pun memulai sharing saya.

Ada 3 hal yang akan saya sampaikan dalam sharing saya, yaitu :
1. Kesulitan merupakan anak tangga kesuksesan
2. Jangan cepat merasa puas
3. Keterbatasanku = keunikanku

Satu demi satu saya kupas dari sisi pengalaman saya sendiri. Bagaimana perjuangan saya saat sekolah dulu, bagaimana justru melalui kesulitan-kesulitan yang saya harus alami setiap hari dapat membawa saya kepada kesuksesan saya yang sesungguhnya. Karena melalui kesulitan dan tantangan tersebut mental saya ditempa. Karena itu, saya mengingatkan kepada mereka untuk tidak tsayat terhadap kesulitan, tidak tsayat menghadapi setiap tantangan. Karena pada saat kita berhasil melewati kesulitan atau tantangan tersebut, maka itu berarti kita sudah semakin dekat dengan kesuksesan kita.


Ada yang lucu, waktu saya cerita kalau saya ini juga jebolan SMAK Penabur, yaitu SMAK satu...
Spontan semua peserta langsung bergumam, "Wowwww...!!!"
Tapi kemudian saya lanjutkan, "Maksudnya, SMAK satu-satunya di Sukabumi!" hehehe...

Kemudian saya lanjut pada point kedua : Jangan cepat merasa puas.
Di sini saya  bercerita bagaimana berkat kesulitan dan tantangan yang harus saya hadapi, berhasil menumbuhkan dalam diri saya semangat belajar yang tinggi. Apa pun akan saya pelajari supaya saya bisa hidup lebih mandiri. Supaya saya bisa membuktikan kalau tunanetra pun bisa sukses dan tidak selamanya menjadi beban bagi orang lain. Bagaimana perjuangan saya untuk membaca buku. Sebelumnya saya bertanya kepada mereka, "Untuk kalian membaca buku itu mudah apa sulit?"
Serentak mereka menjawab, "Mudah!!!"
Nah, di situ saya tampilkan foto saat saya sedang dalam proses membaca buku. Di mana buku itu harus di-scan dulu lembar demi lembar. Jika bukunya miring sedikit, atau kurang tekan, maka hasil scan-nya jadi berantakan, alhasil saya harus mengulangi lagi. Bayangkan jika buku yang ingin saya baca itu sejumlah 1000 lembar, berapa lama waktu dan besar usaha yang harus saya keluarkan sebelum akhirnya saya baru bisa membaca buku tersebut?

Di akhir point kedua, saya mengatakan sebuah kalimat yang saya dengar dari almarhum Steve Jobs, "Stay hungry, stay foolish... Laparlah terus, bodohlah terus..." Dan juga kalimat yang saya dengar dari rekan saya mantan duta besar Kamboja, "Orang yang merasa dirinya pintar, maka sebenarnya pada saat itu juga orang itu membuktikan bahwa dirinya adalah bodoh!... Karena itu, jangan cepat merasa puas."

Lalu masuk ke point ketiga : Keterbatasanku = keunikanku.
Saya katakan kepada mereka kalau kebutaan saya bukan lagi menjadi kekurangan saya atau hambatan untuk saya berkembang. Tetapi justru kebutaan saya adalah keunikan saya. Tidak banyak orang buta yang bisa menciptakan lagu, tidak banyak orang buta yang bisa menjadi trainer... Karena sesungguhnya Tuhan telah kita sempurna, sempurna dengan segala kekurangan dan kelebihan kita masing-masing. Jadi jangan lagi fokus pada kekurangan kalian, tapi fokuslah pada apa yang menjadi kelebihan kalian. Karena ketika saya belajar fokus pada kelebihan saya, maka kebutaan saya sudah tidak ada artinya lagi.

Sharing pun saya tutup dengan sebuah lagu ciptaan saya yang berjudul 'Hidup Adalah Pilihan'.

Senin

(Lagu) Hidup Adalah Pilihan


Hidup Adalah Pilihan
(Karya: Rachel Stefanie Halim)


Saat hidup terasa berat tuk dijalani,
Saat semua begitu tampak kelabu.
Kubertanya, apa arti hidup ini,
Jika tiada satu pun yang berubah?

Hari demi hari berlalu begitu saja,
Jenuh dan bosan melanda setiap langkahku.
Kubertanya, apa arti hidup ini,
Jika tiada satu pun yang berubah?

REFF:
Hidup ini adalah sebuah pilihan
Yang harus kutentukan sendiri.
Terus maju ataukah berhenti di sini,
Semua ada di genggaman tanganku.

Kini kusadari arti hidup ini,
Terus berjuang genggam keberhasilan!
Terus berjuang raih kebahagiaan!
Terus berjuang demi masa depanku!

Rabu

Kick Andy Show

Hari ini aku mau bercerita tentang kemunculanku yang tiba-tiba di acara Kick Andy Show, Metro TV.

Banyak juga yang nanya gimana kok aku bisa-bisanya nongol di acara sepopuler Kick Andy, terus dibayar apa kita yang bayar???
Wah, kelihatan ya kalau yang nanyanya niat bener, to the point, gak pake embel-embel, apalagi sampai mirip gembel, cuma kayaknya perlu deh sedikit disambelin, biar nanyanya gak pake volume The Beatles, sampai kudu disumpel pake kain pel... :D

Jadi gini ceritanya:
Tanggal 27 September malam, pas aku + keluarga lagi pergi ke undangan pernikahan saudara, tiba-tiba Wiria yang lagi ngecek HP ngasih laporan, "Ada orang Kick Andy nih kirim messege ke inbox Fanpage 'Aku Buta, Tapi Melihat', katanya dia mau undang yayang ke acara Kick Andy tanggal 1 Oktober ini."
"Hah, cepet banget tanggal 1?" Pekikku sedikit surprise. "Berarti kan minggu depan!"
"Iya." Suami ngelanjutin laporannya. "Ini dia kasih nomor HPnya, minta dihubungin kalau situ berminat."
"Ya, aku sih mau-mau aja..." Ngomongnya aja gitu, padahal hati sih udah jumpalitan sampai buat salto di udara beberapa kali saking excited-nya. "Tapi..., itu beneran ga sih?" tanyaku, timbul juga perasaan ragu. Takut nanti saltonya udah makin tinggi, terus ternyata hanya dapat September Mopdari  orang yang gak bertanggungjawab. Alhasil langsung menukik turun, terjun bebas, gak pake acara nyangkut dulu di pohon, tapi langsung terbanting di lantai ubin. Auch!!! Bisa dibayangin gimana tuh sakitnya...
"Biar koko aja yang hubungin dia," kata Wiria anteng.

Sepulang dari pesta, barulah Wiria hubungin nomer tersebut, tapi ternyata gak diangkat. Akhirnya wiria SMS dan kasih nomor aku ke orang itu, supaya dia aja yang hubungin aku.
sekitar jam 10 malam, barulah aku dapat SMS dari orang Kick Andy itu yang bilang kalau tadi dia sedang dalam perjalanan dan karena sudah malam, besok dia mau telepon aku untuk ngobrol-ngobrol dulu. Besoknya... hmm, kayaknya aku lupa deh gimana cerita selanjutnya... kayaknya sih kita ga jadi teleponan, karena ada something, tapi dia langsung bilang kalau hari Selasa akan ada tim multi media yang akan dating ke rumahku untuk ambil gambar, dan nanti bagian multi media itu yang akan langsung hubungin aku.

Jadilah hari Selasa itu aku dikunjungin oleh tim Kick Andy yang sejumlah 5 orang Mobilnya aja ada tulisan 'Metro TV'.

Mereka ambil gambar tentang kegiatanku sehari-hari, seperti bikin materi training di laptop, masak, nyapu, main sama anak, dll... Hmm, udah kayak lagi shooting Inem Si Pelayan Seksi aja, dan aku yang jadi Inemnya, hehehe...
Selesai ambil gambar, mereka suruh aku datang langsung ke studio hari Kamisnya, 1 Oktober, jam 5 sore, karena acara akan dimulai jam 18.30. Sementara akan tayang di TV tanggal 9 Oktober, jam 20.05 WIB.

Bencana!!!
Pas hari kamisnya, aku ambruk!!!
Kepalaku sakiiiittt... sampai muntah-muntah di kamar mandi, padahal aku udah minum obat sakit kepala. Kecurigaanku sih pertama karena pas lagi datang bulan. Biasanya aku emang begini kalau lagi didatangin si bulan, gampang masuk angin, padahal si angin gak pernah dipersilakan masuk... :P Dan kecurigaan suami, karena aku tegang akut karena mau masuk tipi!!!
Huff, masa sih??? Rasanya sih aku biasa aja deh... Waktu masuk Daai TV, acara Dunia sehat  dulu juga aku gak sampai ambruk kayak begini deh...

Tapi akhirnya aku berangkat juga dengan sekujur badan lemas, kayak habis dilucuti semua organ dalamnya, tiada tulang-belulang, tiada semangat, dan tiada tenaga walau untuk ngomong sekali pun.  Baru sedikit ngomong aja, dada langsung kerasa sesak.
waduh, gimana ini???
gimana nanti kalau aku pingsan pas di atas panggung???
gak lucu kan jadinya kalau nanti Andy bilang, "Maaf pemirsa, nara sumber kita kali ini jatuh pingsan, dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Untuk berita lebih lengkapnya, anda bisa saksikan di acara breaking news nanti malam!!!"

Tapi syukurlah...
Tragedi konyol itu tidak perlu terjadi, karena penampilanku malam itu lancer-lancer aja, malah terbilang cukup santai, sampai punya kesempatan buat ngatain Andy si setan botak, hehehe... Untungnya Andy ga marah, cuma kalau di Studio tanggapan Andy itu bukan cuma nyengir aja, seperti yang muncul di TV, tapi dia sempat bilang, "Nyesal saya undang kamu Rachel..." hehehe... Tadinya aku udah kepikiran buat nimpalin lagi, "Aku juga nyesal, kenapa ketemu setan botaknya di sini, bukan di neraka..." Sebelumnya kan Andy bilang, "Kalau kamu masuk Neraka, kamu bakal ketemu sama saya di sana..."
Hehehehe...
ternyata Andy itu orangnya kocak banget... Setiap kali jeda Iklan, dia selalu ngebanyol dengan cerita-cerita lucu, buat kita-kita yang ada di Studio pada ketawa terbahak-bahak...
Dia juga sering ngecengin Pak Irwan dari Sido Muncul.
O ya, karena sebenarnya waktu itu Kick Andy sedang memperingatkan hari mata sedunia, makanya mereka mengambil tema tentang 'Menjadi Penerang Dalam Gelap'. Dan mereka juga meresmikan KOMATNAS (Komite Mata Nasional), Hadir juga ibu mentri kesehatan, Nila Moeloek. Ibu yang sangat ramah dan bersahaja.

Dan terakhir, aku diminta untuk memberikan pesan kepada pemirsa yang masih diberikan mata sempurna, bagaimana mereka harus menghargai mata mereka. Ya sudah, aku bilanglah kalau mata kita ini adalah asset yang sangat berharga. Dan tiba-tiba aja kepikiran sama aku untuk membuat ilustrasi yang seolah-olah menantang mereka, maksudku sih supaya mereka bisa lebih membayangkan tentang keberadaan mata mereka yang walau kecil, tapi memiliki harga yang sangat tak ternilai. Aku bilang, "Kalau seandainya mata saya ini bisa didonor, adakah diantara anda yang bersedia mendonorkan matanya untuk saya? Saya berani membayar anda satu miliyar? atau dua miliyar? untuk sebelah mata saja. Apa ada yang bersedia?" diam sejenak. "Pasti anda akan berpikir beribu-ribu kali untuk memberikan mata anda kepada saya, karena sekarang anda sadar bagaimana betapa berharganya mata kita."
Tapi siapa sangka,,,
ternyata perkataan aku itu ditanggapin oleh segelintir orang dengan serius!

Tepatnya kemarin siang, suamiku dapat telepon dari seorang bapak. Kurang lebih begini percakapannya:
"Selamat siang pak Wiria, nama saya... Saya waktu itu menyaksikan istri bapak di Kick Andy, dan saya sudah menelepon Metro TV untuk minta nomer telepon isteri bapak, tapi mereka belum juga memberikannya kepada saya. Akhirnya tadi pagi, saya langsung datang ke Metro TV, dan saya langsung mendapatkan nomer pak Wiria... Begini pak, sebenarnya saya pernah bertemu isteri bapak waktu di LP. Saya ini dulunya Napi, pak, dan waktu itu isteri bapak datang bersama Legio Maria untuk Misa dan isteri bapak memberika kesaksiannya di sana. Dan sekarang, maksud telepon saya ini adalah, saya ingin mendonorkan biji mata saya untuk isteri bapak, GRATIS!!!
Tapi, untuk sekarang, saya donornya satu mata dulu ya, pak, nanti kalau saya sudah meninggal baru satunya lagi...."

Kemudian Wiria coba menjelaskan tentang hal ikwal donor-mendonorkan mata. Banyak orang berpikir kalau donor mata itu berarti semua biji matanya dipindahin... Hmm, kalau begitu mah, udah dari dulu saya minta ditukar sama mata orang bule, biar makin cakep karena bisa pilih warna, hehehe... Tapi hal yang sebenarnya itu adalah hanya kornea mata saja yang bisa didonorkan, sementara retina itu tidak bisa didonor. Jadi, kata dokter dulu, kalau sebenarnya mata saya juga bisa didonorin ke orang, karena korneaku ini masih bagus....
Nah, jadi begitulah ceritanya...

Jadi, sekarang, aku juga mau memproklamasikan kepada semua orang, terutama para pembaca setia blogku ini, kalau aku juga mau mendonorkan korneaku nanti... Yang butuh, silakan aja ambil. Tapi pas aku udah ga bernafas lagi ya... :D

Sampai detik ini, aku dan suami masih merasa terharu banget melihat niat tulus sang bapak. Sampai-sampai dia bela-belain dating ke Metro TV untuk minta nomer teleponku... Bener-bener hatimu mulia sekali, pak...

Dan status Facebook-ku hari ini :

Dia dahulu seorang Napi, dan kami ternyata pernah bertemu di LP saat saya kunjungan dan sharing di sana... hari ini, dia ingin mendonorkan biji matanya
untuk saya...
Mungkin dia pernah dipenjara oleh karena kesalahannya, tapi hari ini dia dipenjarakan oleh kasih Kristus... mungkin seperti inilah yang Tuhan katakan,
"Yang terdahulu akan menjadi terkemudian, yang terkemudian akan menjadi terdahulu."
Mungkin sampai hari ini banyak orang yang masih memandangnya dengan sebelah mata hanya karena melihat masa lalunya, tetapi bagi Kristus dia adalah biji
mata kesayangan-Nya.
Terima kasih pak...
meski niat tulus bapak utk mendonorkan mata bapak pada saya tdk tersampaikan, tapi saya yakin kalau biji mata bapak saat ini juga sudah berada di telapak
tangan yang maha sempurna, dan Dia yang akan memperhitungkan semuanya...


NB : Katanya aku di tipi gemuk banget, sampai ada yang nyangka aku lagi hamil, hiks hiks... Ditambah lagi dandanan aku yang hamper mirip salah satu tokoh fampir di serial Twilight, bikin aku jadi mirip ibu pejabat... Waktu selesai didandanin sama orang Metronya sih, mamiku bilang cakep banget. Tapi kenapa kok pas muncul di tipi aku jadi ancur begitu??? :P
Ada juga yang bilang kalau TV itu bikin kita lebih kelihatan besar 30%. Makanya kenapa para artis itu aslinya ceking banget, tapi kalau di TV kelihatan montok... Nah, aku di TV kok bukannya kelihatan montok, tapi... bengkak!!! :D



Senin

Merasa Jelek Karena Kacamata Tebal

Kisah ini sebenarnya terjadi sudah agak lama, sekitar tahun lalu, ketika aku mengisi sesi training di Departemen Perhubungan (DEPHUB).

Waktu sesi pembagian port (terdapat 3 port) : port Bersyukur, Tanggungjawab dan Cukup.
Di port Cukup dibimbing oleh Ustadz Hasanudin Labai Tw, port Tanggungjawab oleh Bapak Nurrachman Oerip, Sh. mantan duta besar kerajaan Kamboja, dan di port Bersyukur diisi oleh aku sendiri.

Peserta dibagi dalam 3 kelompok yang akan secara bergilir memasuki port-port tersebut. Dan selama setengah jam, tiap peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sesuai judul port yang mereka masuki kepada para pembimbing.

Ada seorang peserta wanita di port-ku yang takkan kusebutkan nama aslinya di sini, hanya kuberi inisial "Y" saja. Nah, Y ini mengajukan pertanyaan padaku dengan suara agak sedikit bergetar, "Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri? karena selama ini saya selalu merasa rendah diri."

"Kenapa ibu merasa rendahh diri?" Aku malah bertanya balik. Tujuannya sih agar aku bisa mengetahui lebih dulu alasan dia rendah diri selama ini.

"Karena mata saya juga bermasalah... Saya harus memakai kacamata sangat tebal. Makanya saya jadi rendah diri..."

Tanpa pikir panjang, aku pun menjawab, "Mungkin setelah ibu melihat saya hari ini, ibu bisa lebih percaya diri..."

dan ternyata dengan cepat ibu itu pun mengiyakan jawabanku.

"Dibanding saya," lanjutku. "Ibu masih terbilang beruntung, karena walaupun mata ibu bermasalah, tapi ibu masih bisa melihat dengan dibantu kacamata, sementara saya... kacamata model apa pun sudah tidak lagi bisa membantu saya..." Setelah hening sejenak, aku kembali berkata, "Contohnya saja sekarang, kalau ibu mau permisi ke belakang, ibu tinggal melangkahkan kaki dan pergi sendiri. Sementara saya... Jujur saja, sekarang ini saya lagi kebelet pipis nih..." ujarku santai sambil nyengir. "Tapi saya mau tidak mau harus menunggu orang lain yang bersedia menuntun saya ke kamar kecil, karena saya belum hafal letak bangunan di sini... Jadi, kalau masih ada yang bisa disyukuri, kenapa harus susah-susah memikirkan sesuatu hal yang hanya membuat diri kita semakin terpuruk?"

Akhirnya..., setelah sesi port itu berakhir, aku baru bisa ke kamar kecil dengan diantar tante Erna.

Waktu keluar dari kamar mandi, kami kembali bertemu dengan Y yang entah memang sudah menunggu kami di depan kamar mandi, atau memang cuma kebetulan saja. Di situ Y bercerita dengan air mata yang bercucuran bahwa hanya karena memakai kacamata tebal, akhirnya dia merasa kalau dirinya itu jelek. Makanya waktu ada seorang pria mendekatinya, tanpa pikir panjang lagi Y langsung saja menerimanya, dan tak berapa lama mereka pun menikah, padahal Y sama sekali tidak suka pada pria itu. Akhirnya dalam waktu yang terbilang singkat, mereka pun bercerai dengan meninggalkan seorang anak. "Pernikahan yang dipaksakan hanya karena saya takut tidak laku... Saya merasa saya ini jelek..." kata Y di sela-sela tangisnya. "Sekarang saya menyesali kebodohan saya... Tapi apa boleh buat, semua sudah terjadi..."

Padahal menurut tante Erna, Y memiliki wajah yang cantik, dengan kulit putih dan postur tubuh yang lumayan tinggi..

Begitulah kisah Y, seorang wanita cantik yang merasa jelek hanya karena memakai kacamata tebal, sehingga membawanya pada keputusan yang justru menghancurkan semua harapannya.

Dipikir-pikir, dulu aku juga pernah merasa seperti itu, merasa jelek dan tidak berguna hanya karena kondisi mataku, sehingga membuatku minder, tidak mau bergaul dan selalu menutup diri... Dan ternyata sikapku itu yang justru membuatku semakin terpuruk dalam kesedihan, kesepian dan rasa mengasihani diri sendiri yang berlebihan. Padahal, kalau saja dari dulu-dulu aku sudah menyadari akan kelebihan yang belum tentu dimiliki orang lain, pasti banyak waktu yang bisa kumanfaatkan dengan lebih maksimal, dari pada hanya mengurung diri dan sibuk mengasihani diri sendiri.

Karena itu, buat teman-temanku tersayang, yang mungkin saat ini masih juga merasa bahwa dirinya itu jelek, tidak berguna atau mungkin juga merasa kalau dirinya merupakan ciptaan yang salah cetak... semoga melalui tulisanku ini, kalian bisa menyadari kalau di muka bumi ini tidak ada manusia yang sempurna seutuhnya... di balik setiap kekurangan yang tampak pasti tersembunyi sebuah potensi. Jadi, dari pada sibuk menyesali kekurangan yang kita miliki, bukankah lebih baik waktu itu kita gunakan untuk mencari tahu apa kelebihan kita, dan mulai mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna dan bisa membanggakan di suatu hari nanti?

Mulailah bergerak untuk bangkit dari keterpurukan yang sudah membutakan kita selama ini, dan mulailah mencari tahu letak kelebihan kita. Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengetahui potensi kita adalah salah satunya dengan melakukan apa yang kita sukai, karena biasanya dari hobi kitalah terkuak  bakat atau kelebihan yang kita miliki... Kalau kamu suka bernyanyi, bernyanyilah sekeras-kerasnya. Asal jangan sampai kedengaran pak satpam, nanti takutnya kamu dikira orang stres, hehehe...  Kalau suka nonton film kung fu, coba ikutan les wushu, siapa tahu kamu malah jadi juara wushu dan mengharumkan nama bangsa... Pokoknya, gunakan waktu sebaik-baiknya, karena menyesal kemudian tiada gunanya...

Jangan hiraukan apa kata orang, karena hidupmu adalah milikmu sendiri. Sejelek apa pun kamu, masih jelek orang yang bilang kamu jelek, karena berarti dia pasti salah satu ciptaan yang salah cetak, minimal salah cetak otak, hehehe...

Aku masih dan akan selalu ingat perkataan yang disampaikan pak Nurrachman Oerip, "Orang yang merasa pintar, maka sebenarnya saat itu dia menjadi orang yang paling bodoh!"

Jadi, kalau ada yang bilang kamu bodoh, maka sebenarnya dia lebih bodoh dari kamu, hehehe...

Nah, sebagai penutup ceritaku, aku mau nyanyi lagu yang kuciptakan sendiri ah...

"Tahukah kawan, kisah hidupku;
sebagai seorang yang tak mampu melihat,
indahnya dunia pun cerahnya mentari,
hanya gelap yang menjadi kawanku.

Dapatkah kawan, kau membayangkan;
rindu hatiku menatap wajah anakku.
Namun haruskah kuterus ratapi diri,
yang hanya membuatku semakin terpuruk.

REFF:

Apa gunanya, keluhkan yang tak ada,
hanya membuang waktu yang berharga.
Syukuri semua dan hargai kurniaNya,
kuyakin hidup kan lebih berarti."

Theme Song: Bible Kids Festival

Dapat inspirasinya waktu lagi sikat kamar mandi, hehehe... dan tak disangka malah dapat juara... :-D

Theme Song : Bible Kids Festival
(Juara lomba 2014 St. Laurensius)

Yesus berkata,
"Marilah hai anakKu, datang padaku dan belajarlah dariKu.
Bible Kids Festival tempat yang Kusediakan,
agar kau bertumbuh jadi hebat dan kuat."

Ini aku, Tuhan, datang penuhi panggilanMu.

REFF:
Hebat, aku anak yang hebat.
Kuat, kuat dalam imanku.
Karena Yesus jadi guruku,
di Bible Kids Festival kumenjadi hebat dan kuat.



Berdoa Rosario Bersama Glyn

Mengajarkan anak-anak berdoa, khususnya berdoa Rosario, membutuhkan strategi jitu, meleset sedikit saja akan berakibat fatal; alih-alih mengharapkan anak senang berdoa, malah membuat mereka takut dan benci berdoa.

Hari pertama aku mengajarkan Glyn doa Rosario pun merupakan suatu kesalahan yang untungnya, tidak membuat Glyn kapok, walaupun malam itu Glyn tidur agak gelisah. Aku sangat-sangat menyesal dan merasa bersalah.

Jadi malam itu, Glyn sedang memainkan gelang Rosario biru milikku yang kubeli di pertapaan Rawaseneng, langsung saja aku mengajaknya untuk mendaraskan doa Bapa Kami dan Salam Maria sesuai urutan maniknya. Glyn pun terlihat sangat antusias. Sementara Glyn mulai mendaraskan doa-doa tersebut, aku hanya diam, mendengarkan dan mengoreksi kalau dia lupa atau salah mengucapkannya. Dan ternyata Glyn terus-terusan melakukan kesalahan. Bukan hanya itu saja, posisi tubuh Glyn pun tidak bisa diam; kadang bisa duduk manis, tapi lebih sering miring kiri, miring kanan, tiduran, sampai nungging segala. Hal itu membuatku kesal.  Aku terus-menerus menyuruhnya untuk duduk manis, menutup mata dan mengucapkan doa yang benar. Tapi justru sikapku yang seperti itu membuat Glyn makin kacau. Sampai akhirnya kejengkelanku berujung pada tragedi; tadinya mau menyentuh kepala Glyn dengan jari telunjukku sambil berkata, "Kamu harus konsentrasi!", malah meleset mengenai sebelah mata Glyn. Akhirnya Glyn pun menangis.
"Sorry, mama nggak sengaja," cepat-cepat aku meminta maaf.
Tapi Glyn tetap menangis. Dan 10 manik Salam Maria pun berakhir dengan tangisan dan kesalahan yang berulang-ulang.

Semalaman hatiku dikuasai perasaan menyesal, bersalah dan kuatir, kuatir Glyn tidak mau lagi menyentuh Rosario. Kalau sampai hal itu terjadi, berarti penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah diriku sendiri.

Tapi syukur kepada Allah. besoknya, sebelum tidur, kembali Glyn mengambil Rosario biru yang sudah dicap sebagai miliknya, dan berkata kepadaku, "Mama, mau doa Rosario..."

Aku pun segera menanggapinya dengan tak kalah semangat, "Ayo..."

Kami duduk saling berhadapan di atas kasur.
Aku memutuskan untuk mengubah sikapku, bukan lagi sebagai guru, tetapi sebagai sahabat. Guru berfungsi sebagai pengajar dan pengoreksi kesalahan muridnya, tapi sahabat akan belajar dan mengoreksi bersama-sama.

Kami pun mulai mendaraskan doa Bapa kami dan Salam Maria bersama-sama.
Glyn terlihat sangat senang sekali. Dia tidak lagi merasa terbeban oleh kalimat doanya yang masih juga sering salah-salah, karena sekarang dia berdoa bersamaku, jadi dia tinggal mengikuti ucapanku. Baru selesai doa Bapa kami, Glyn menginterupsi dengan celotehannya yang macam-macam, termasuk gayanya yang mulai berubah-ubah seperti kemarin. Tapi untuk kali ini, aku tidak mau menghentikannya. Biar saja mengalir apa adanya. Justru saat aku ikut mengalir bersamanya, Glyn semakin terlihat antusias. Karena itu, tiba-tiba saja aku terpikir untuk menceritakan fungsi doa Rosario, tentu saja menurut fersi anak-anak :

"Setiap kali kita doa Rosario, sebenarnya kita lagi kirimin Bunda Maria bunga mawar. Makin banyak doanya, makin banyak bunga mawar yang kita kirimin... "

"Buat apa kirimin bunda Maria bunga mawar?"

"Karena bunda Maria suka sama bunga mawar... Setiap kita kirimin bunga mawar, bunda Maria langsung senyum. terus bilang sama Tuhan Yesus, "Yesus, lihat! Bunga mawar ini cantik-cantik sekali ya..."
"Dari siapa bunga mawar itu, mama?" tanya Tuhan Yesus sambil ikut ciumin bunga mawar yang harum-harum itu.
"Dari anakku yang tinggal di Sutera Kirana, namanya Glyn Cherish... Dia itu anaknya baik, deh, tiap malam dia selalu kirimin aku bunga-bunga mawar ini... Nanti aku mau buatin Glyn mahkota yang besaaar dari bunga-bunga mawar ini..."
Lalu Tuhan Yesus berkata, "Waaawww... baik sekali ya, mama, anak yang bernama Glyn Cherish itu..."
Bunda Maria ngangguk-ngangguk, terus berkata lagi, "Makanya, Yesus, tolong kamu kirimin Glyn malaikat-malaikat-Mu ya untuk menjagai dia malam ini, untuk melindunginya dari setan-setan yang jahat... Aku nggak mau anakku Glyn sedih dan sakit... Aku mohon Yesus selalu menolongnya dan menemaninya waktu Glyn sekolah, waktu Glyn bermain, jangan sampai Glyn jatuh... Pokoknya aku mohon supaya malaikat-malaikat-Mu selalu berada di dekat Glyn..."
"Baik, mama..." jawab Tuhan Yesus. Terus Tuhan Yesus panggil malaikat-Nya, "Kat! Kat!"
( Di sini Glyn menginterupsi: "Kok, panggilnya, Kat! Kat! sih?"
"Iya kan namanya Malaikat, jadi panggilnya, Kat! Kat!"... :D )
Cepat-cepat malaikat-malaikat Tuhan Yesus datang menghadap, "Ya, Tuhan?"
"Tolong ya kamu sekarang juga turun ke bumi, tepatnya ke jalan Sutera Kirana, di sana ada anak perempuan yang bernama Glyn Cherish... Tolong ya kamu jagain dia, jangan sampai ada setan yang mau jahatin dia... Pokoknya kamu harus berdiri di dekat-dekat Glyn ya..."
"Kenapa begitu, Tuhan?" tanya malaikat heran.
"Ya, soalnya malam ini Glyn sudah mengirimkan bunga mawar yang cantik-cantik untuk mama-Ku, makanya Aku senang melihat mama-Ku senang, dan Aku mau kamu buat Glyn juga senang..."
"Oooo... begitu ya, Tuhan... Baiklah kalau begitu, sekarang juga aku akan turun ke bumi dan pergi ke jalan Kirana itu untuk jagain anak yang bernama Glyn Cherish..."

Nah, akhirnya malaikat itu turun deh untuk jagain Glyn..."

Selama aku bercerita, Glyn benar-benar serius mendengarkan, dan membuatnya makin semangat untuk mendaraskan Rosario.

Kami pun kembali meneruskan doa kami yang sempat terinterupsi tadi.

Setiap kali pindah ke manik berikutnya, Glyn membutuhkan waktu untuk kembali menghitung mulai dari manik pertama, dan hal itu terjadi setiap kali pindah manik, belum lagi ditambah dengan selingan celotehannya yang kadang membuatku ingin tertawa.

Akhirnya 10 manik pun selesai di daraskan, ditutup dengan doa kemuliaan. Setelah itu aku meminta Glyn untuk melanjutkan dengan doa pribadinya yang sudah biasa dia doakan sebelum tidur, "Tuhan Yesus, Glyn mau bobo, lindungi ya supaya Glyn sehat, Terima kasih Tuhan Yesus, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin."

Kemudian kami melakukan ritual kami, yaitu mencium Salib. Biasanya aku berkata, "Ayo, sekarang kita kiss Tuhan Yesusnya."

Sudah malam keempat kami melakukan doa Rosario bersama, kadang Glyn ingin mengirimkan bunga mawar, tapi kadang juga dia maunya kirimin kupu-kupu... Mungkin besok-besok kiriman Glyn makin bervariasi, tergantung imajinasinya saja... :D

Sekarang justru Glyn yang kadang berkata, "Aku bisa doa sendiri! Mama dengerin ya aku berdoa..." Dan memang kesalahannya semakin sedikit, bahkan nyaris sempurna!

Aku bersyukur Tuhan menolongku tepat pada waktunya, sehingga aku mampu sadar dari kesalahanku dan berhasil memperbaikinya. Semoga apa yang sudah kumulai, akan terus berbuah manis. Sebab aku yang menanam, Tuhan yang memberi pertumbuhan. Amin. (1 Kor 3 : 6)

Kamis

Bertemu Falabella Horse

Ini adalah kali kedua aku ke Medan dalam rangka mengisi training BCA. Yang pertama menginap di Swiss-Bel hotel, dan yang kedua di The Hill hotel  di Sibolangit. Tapi kedua-duanya aku nggak sempat pergi ke mana-mana, cuma ngendon di hotel... :)

Mau berkunjung ke rumah Tjong A fei (orang terkaya di Medan tahun 1920-an) belum juga kesampaian... Pokoknya suatu hari kudu ke sana. Belum lengkap deh rasanya kalau sudah baca buku sejarahnya, tapi nggak ngunjungin langsung rumahnya, padahal sudah ada di depan mata. Kata bapak supir yang kemarin jemput aku di bandara sih, pernah pemburu hantu datang ke situ dan nggak berhasil ngalahin roh penghuninya... Katanya baru kali ini nemuin tandingan yang sangat kuat. Langsung aja aku nyeletuk, "Mungkin rohnya jago kung fu kali, hehehe..."

Tapi waktu di The Hill, aku melihat-lihat mini zoo-nya (lebih tepatnya Wiria yang lihat-lihat, sambil ceritain ke aku), dan ada kuda mirip pony yang lebih kecil dari pada kuda pony biasanya, namanya Falabella horse. Lucu bangeeeet... :) Langsung aja aku kepikiran Glyn; Glyn pasti suka banget nih ketemu pony benaran... bisa dielus-elus lagi...:)

Falabella horse masuk ke dalam jenis kuda terkecil di dunia, jarang sekali tingginya bisa melebihi 78 cm. Falabella walaupun ukurannya mini, tidak bisa dikatakan kuda pony, tetapi lebih ke miniatur kuda. Nenek moyangnya berasal dari Amerika selatan, dan dibawa ke dunia barat oleh bangsa Spanyol.
Kuda Falabella dikembangbiakan di Argentina dari kuda lokal jenis Criollo yang dimulai pada tahun 1868 oleh seseorang bernama Patrick Newtall.

Nah, ini dia fotoku bersama para Falabella yang lucu-lucu, semua langsung datang nyamperin aku... Cute banget kan??? Pengen deh bawa pulang satuuuuu aja... :)







Dan ini foto bersama pak Markus (salah satu pembicara) dan isterinya, tante Erna, serta beberapa dari peserta New Me batch 30 di The Hill hotel, 26-27 Januari 2015.

Kesan terhadap kota Medan setelah dua kali berkunjung :
Pengemudi mobilnya "mantan pembalap semua"... :)
Pergi dan pulang semua tim pada mabok, kecuali ogut, mungkin karena ogut kagak bisa lihat jalanan, jadi asyik-asyik aja selama belum kerasa 'bruk!!!'...:)